Connect with us

Ibukota

Kapendam Jaya Silaturahmi ke PWI Jaya, Perkuat Sinergi Jaga Ekosistem Informasi Sehat

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf. Arief Wicaksana, S.H., M.Han. melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Kodam Jaya dan insan pers, khususnya wartawan yang tergabung dalam PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Kapendam Jaya disambut langsung oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo beserta jajaran pengurus. Dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, kedua pihak membahas pentingnya kolaborasi strategis di tengah derasnya arus disrupsi informasi serta maraknya konten tidak terverifikasi di media sosial.
Kolonel Inf. Arief Wicaksana menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus kemitraan kerja antara Kodam Jaya dan PWI Jaya.

“Intinya, kunjungan kami hari ini adalah silaturahmi. Kodam Jaya memandang PWI Jaya sebagai mitra kerja strategis. Ke depan masih banyak tugas yang harus dijalankan bersama, sehingga sinergi ini menjadi sangat penting,” ujar Arief.

Ia menambahkan, pertemuan tersebut sejatinya telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu dan menjadi momentum penting dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas ke depan.

Kapendam Jaya juga menyoroti derasnya arus informasi, khususnya dari media sosial, yang kerap tidak diiringi proses verifikasi memadai. Dalam konteks tersebut, ia menilai peran media massa arus utama semakin krusial.

“Di tengah disrupsi informasi, peran media massa sangat penting. Kami mendiskusikan bagaimana rekan-rekan media, khususnya PWI Jaya, dapat bersinergi dengan kami dan unsur aparat keamanan lainnya untuk menghadirkan narasi positif dan konten yang konstruktif,” jelasnya.

Menurut Arief, kolaborasi ini diperlukan untuk mengimbangi narasi negatif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Narasi negatif di media sosial yang dapat membuat suasana tidak kondusif perlu diimbangi bersama. Di sinilah peran strategis media dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengapresiasi kunjungan Kapendam Jaya dan menilai pertemuan tersebut sebagai bukti terjaganya hubungan baik antara PWI Jaya dan Kodam Jaya.

“Kunjungan ini menunjukkan hubungan baik yang terus terjaga. Kolonel Arief merupakan Kapendam Jaya ketiga yang mengunjungi Markas PWI Jaya, dan ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan kemitraan,” ujar Kesit.

Ia menegaskan bahwa sinergi PWI Jaya dan Kodam Jaya selama ini berjalan positif, khususnya dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan dengan berpegang pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, terlebih di era media sosial saat ini,” katanya.

Kesit juga menyampaikan rencana kunjungan balasan ke Kodam Jaya sebagai tindak lanjut silaturahmi tersebut.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota PWI Jaya, di antaranya Wakil Ketua Bidang Kerja Sama, Kemitraan dan Hubungan Antar lembaga Tb Adhi; Wakil Ketua Bidang Organisasi Bagus Sudarmanto; Wakil Ketua Bidang Pendidikan Indra Utama; Wakil Ketua Bidang Advokasi Penerus Bonar; Ketua Seksi Hankam Eka Ardimiyati; Wakil Ketua Seksi Hankam Dessy Yusdiansyah; Seksi Kerja Sama Wuryanto; Seksi Hukum Rinto; Seksi Fotografi Joko Dolok; serta para Ketua Pokja PWI Wali Kota di lima wilayah DKI Jakarta.

Dari jajaran Pendam Jaya hadir Kasi Lisstra Letkol Caj Anwarudin, Kasi Tuud Mayor Caj Sarulloh, Kasi Media Mayor Inf. Basit, serta sejumlah perwira lainnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari Kapendam Jaya dan PWI Jaya sebagai simbol apresiasi serta komitmen bersama dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab.(Sutarno)

Ibukota

Satpol PP DKI Jakarta Tegas,Tutup Kelab Malam di PIK Jakut Terkait Kasus Narkoba, Izin Usaha Dicabut

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup tempat usaha kelab malam White Rabbit PIK di kawasan mewah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Penutupan dilakukan setelah izin usaha tempat hiburan tersebut dicabut.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan penindakan berupa penutupan dan penghentian kegiatan usaha dilakukan terhadap White Rabbit PIK. Lokasi usaha berada di kawasan PIK, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan.

“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan Perda dan Perkada terhadap tempat usaha yang tidak memenuhi ketentuan perizinan dan kewajiban yang berlaku,” kata Satriadi dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus peredaran Narkoba yang dilakukan Bareskrim mabes Polri pada Maret 2026. Polisi turut melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi usaha White Rabbit, termasuk di PIK, Jakarta Utara. Pelaku dan sejumlah barang bukti juga telah diamankan.

Atas hal itu, Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta melakukan pengawasan dan pemantauan secara menyeluruh. Dari hasil tersebut, White Rabbit PIK dinyatakan melanggar Pasal 54 Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Atas pelanggaran itu, Disparekraf DKI kemudian mengusulkan pencabutan izin usaha. Usulan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta dengan menerbitkan surat pencabutan perizinan berusaha pada 10 April 2026.

Izin usaha yang dicabut mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari bar, restoran, rumah minum atau kafe, hingga karaoke yang berada dalam satu lokasi usaha tersebut.

Disparekraf DKI kemudian mengirimkan rekomendasi penutupan tempat usaha kepada Satpol PP pada 20 April 2026. Satpol PP kemudian melaksanakan penindakan berdasarkan surat tugas yang diterbitkan pada 21 April 2026.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan penindakan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban umum serta memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi peraturan yang berlaku.

“Pemprov DKI mengimbau seluruh pelaku usaha untuk menaati ketentuan perizinan dan regulasi yang ada agar tercipta iklim usaha yang tertib dan berkeadilan,” ujar Satriadi.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Capai 8.000 Ton per Hari, Penanganan Sampah dilakukan Secara Bertahap dan Terencana.

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pemerintah menargetkan pada Agustus 2026 pengiriman sampah organik ke TPST Bantar Gebang mulai berkurang, dan pada akhir Desember 2026 dihentikan sepenuhnya.

Selanjutnya pada tahun 2027, hanya sampah residu yang akan dikirim ke TPST Bantar Gebang, sementara sampah lainnya diharapkan sudah dapat ditangani langsung dari sumbernya melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Pentingnya transformasi dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi teknologi maupun manajerial, agar penanganan dapat berjalan efektif dan terukur. Selain itu, kawasan seperti hotel, restoran, industri, dan pasar didorong untuk mengelola sampahnya secara mandiri melalui pemilahan sejak awal.

Program pilah sampah ini juga menjadi langkah awal menuju penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), yang membutuhkan kualitas sampah terpilah dengan baik dari masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah sampah.

Melalui deklarasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta Utara.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Keluhkan Beban Kerja, Kasatpol PP DKI Jakarta Minta Tempat Istirahat

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com. – Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Satriadi, mengeluhkan beban kerja yang dialami anggotanya. Dia meminta disediakan fasilitas istirahat untuk personel Satpol PP di setiap kelurahan.

Hal itu disampaikan Satriadi saat rapat bersama Komisi A DPRD Jakarta di Gedung DPRD Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Dia menyebut selama menjabat sebagai Kasatpol PP kurang dari setahun, 35 personelnya meninggal dunia akibat beban kerja.

“Terkait dengan sarana prasarana yang ada di kantor kelurahan, Pak. Ini juga menjadi perhatian kita. Saya menjadi kasat Pol PP hampir setahun, Pak. Jadi sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal dunia. Dan ternyata perbandingannya sama dengan tahun sebelumnya 42 orang,” kata Satriadi.

Satriadi menuturkan ada anggotanya yang bekerja 36 jam. Dia menyebut beban kerja terjadi lantaran jumlah personel yang minim.

“Jadi memang bukan karena Kasatnya, Pak, tapi karena memang kondisionalnya yang beban kerja dan sarana-prasaranya yang luar biasa. Anggota Satpol PP itu ada yang sampai kerja sampai 36 jam. Karena jumlah personelnya, dengan tadi Pak Dadi juga sampaikan, di wilayah kok nggak ada kelihatan Satpol PP,” ujarnya.

“Karena anggota Satpol PP di setiap kelurahan itu hanya berjumlahnya sekitar 7-10 orang. Nah dia, kenapa kita lakukan 36 jam? Karena beban kerjanya dengan jumlah personelnya tidak sebanding, Pak. Jadi apalagi tidak ada tempat istirahat yang cukup, yang mumpuni di kantor kelurahan,” lanjutnya.

Satriadi menyampaikan anggotanya sekarang sudah mendapat makan dan minum saat menjalankan piket. Dia bersyukur hal itu membuat anggotanya cukup senang.

“Dan terima kasih, Pak, ini apresiasi yang luar biasa dari anggota Satpol PP buat komisi A mendukung makan minum piket, Pak. Bagi anggota kami yang sekarang sudah, alhamdulillah, mereka sudah senang banget dapat makan minum aja untuk piket. Itu luar biasa, “ucapnya.

Meski demikian, dia menyayangkan tidak ada tempat istirahat yang disediakan untuk anggotanya yang piket. Menurutnya, hal itu berpengaruh terhadap kesehatan anggotanya.

“Cuman nggak ada tempat istirahatnya, Pak, di kantor kelurahan. Padahal mereka jaga 24 jam di kantor kelurahan. Nggak ada tempat yang buat istirahat mereka. Itu juga menjadi kendala. Nah sekarang masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong, di ini. Ya, apa, bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua,” kata Satriadi.

Lebih lanjut, Satriadi menyampaikan banyak anggota Satpol PP yang tensi darahnya tinggi. Hal itu baru diketahui setelah melakukan cek kesehatan.

“Makanya kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa. Nah itu mungkin mohon Bapak Ibu Komisi A bisa memperhatikan kami. Karena saya juga mengalami kayak seperti damkar kan satu hari piket, dua hari libur,” jelasnya.

“Jadi ada apa namanya, yang sifatnya ya menjaga stamina lah kemanusiaan itu. Makanya kami minta tolong dukungan dari para anggota ketua dan anggota Komisi A untuk perhatian terkait dengan sarana prasarana tempat istirahat di anggota Satpol PP di kantor kelurahan,” imbuhnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending