Olahraga
Kabasarnas Marsdya TNI Kusworo Raih Juara Pertama dalam Ajang Lomba Tembak Kasau Cup 2024
Jakarta, Hariansentana.com –– Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) Marsdya TNI Kusworo, S.E., M.M., raih juara pertama dalam ajang lomba tembak Kasau Cup 2024 kategori pistol Eksekutif 20 meter Pati kelas A optik, di Lapangan Tembak Djamsuri Wingko I Kopasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (1/3/2024).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA. mengatakan kejuaraan menembak Kasau Cup 2024 digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 TNI Angkatan Udara. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan prestasi menembak dan juga untuk mencari bibit-bibit baru para petembak khususnya diinternal TNI Angkatan Udara,” ujar Kasau saat membuka kejuaraan menembak Kasau Cup 2024.
Kegiatan yang digelar selama dua hari mulai Jumat 1 Maret sampai dengan Sabtu 2 Maret 2024 memperlombakan menembak diantaranya pistol kelas Eksekutif diikuti oleh 137 Perwira Tinggi (Pati) TNI AU dan kelas antar satuan diikuti sebanyak 186 orang baik Eksekutif Pamen, Pama, Bintara dan Tamtama dengan mengangkat tema “Terbaik, Terhormat, dan Berprestasi”.

Beberapa kategori dilombakan diantaranya, kategori pistol Eksekutif 20 meter Pati kelas A optik, tampil sebagai juara satu Ka BNPP Marsdya TNI Kusworo, S.E., M.M., dengan nilai Slow Fire 91,03 Rapid Fire 98,03 total nilai 189,06, juara dua diraih oleh Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., dengan nilai Slow Fire 81,00 Rapid Fire 97,01 total nilai 178,01, juara tiga Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. Arief Mustofa, M.M. dengan nilai Slow Fire 81,00 Rapid Fire 85,02 total nilai 166,02 dan Pati kelas A non optik dimenangkan oleh juara satu Pangkoopsudnas Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S, M.M., dengan nilai Slow Fire 91,02, Rapid Fire 94,02 total nilai 185,04, juara dua Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P., dengan nilai Slow Fire 89,00 Rapid Fire 95,02 total nilai 184,02, juara tiga Kepala BNPP Marsdya TNI Kusworo, S.E., M.M. dengan nilai Slow Fire 86,00 Rapid Fire 90,01 total nilai 176,01.
Selanjutnya kategori pistol Eksekutif Pati 20 meter prestasi optik tampil sebagai pemenang juara satu adalah Kadisbintalidau Marsma TNI Wisnu Saputro, S.Pd., M.Pd., dengan nilai Slow Fire 96,02 Rapid Fire 100,03 total nilai 196,05, juara dua Kas Kogabwilhan III Marsda TNI Deni Haseloan S, Slow Fire 93,02 Rapid Fire 97,03 total nilai 190,05, juara tiga Wadankodiklatau Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc. dengan nilai Slow Fire 90,00 Rapid Fire 100,03 total nilai 190,03 dan pistol Eksekutif Pati 20 meter prestasi non optik dimenangkan oleh juara satu Pati Sahli Kasau Bid. Iptek Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T.,M, Hum., M.Han., dengan nilai Slow Fire 89,00 Rapid Fire 100,04 total nilai 189,04, juara dua Dirdok Kodiklatau Marsma TNI Yuniarsa Aditya Permana, S.E., M.M., dengan nilai Slow Fire 92,00 Rapid Fire 96,04 total nilai 188,04, juara tiga Wadankopasgat Marsma TNI Deny Muis, S.E., M.M. dengan nilai Slow Fire 87,00 Rapid Fire 99,04 total nilai 186,04.
Kategori pistol Eksekutif Pati 20 meter kelas B optik tampil sebagai juara satu Kadisopslatau Marsma TNI Adrian P. Damanik, S.T., M.M., dengan nilai Slow Fire 90,01 Rapid Fire 95,01 total nilai 185,02, juara dua Kadisaeroau Marsma TNI Iwan Agung Djumaeri, S.I.P., dengan nilai Slow Fire 87,01 Rapid Fire 98,00 total nilai 185,01, juara tiga Kaskoopsudnas Marsda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. dengan nilai Slow Fire 87,01 Rapid Fire 96,01 total nilai 183,02 dan Pati kelas B Non Optic dimenangkan oleh juara satu Ta Ahli Pengajar Bid. Hankam Lemhannas Marsda TNI Joseph Rizki P., S.T., S.I.P., M.I.Pol., dengan nilai Slow Fire 87,01 Rapid Fire 98,05 total nilai 185,06, juara dua Staf Khusus Kasau Marsma TNI Jajang Setiawan S.M., PSC(J). dengan nilai Slow Fire 87,02 Rapid Fire 98,02 total nilai 185,04, juara tiga Irjenau Marsda TNI Jemi Trisonjaya, S.M., M.Tr. (Han)., M.I.Pol. dengan nilai Slow Fire 84,01 Rapid Fire 97,02 total nilai 181,03.
Selain itu, kategori pistol Eksekutif Pati 20 meter antar matra non optik juara satu diraih oleh Brigjend TNI Edi Nur Habat dengan nilai Slow Fire 94,02 Rapid Fire 99,05 total nilai 193,07, juara dua Pati Sahli Kasau Bid. Iptek Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T.,M, Hum., M.Han., dengan nilai Slow Fire 89,00 Rapid Fire 100,04 total nilai 189,04, juara tiga Dirdok Kodiklatau Marsma TNI Yuniarsa Aditya Permana, S.E., M.M. dengan nilai Slow Fire 92,00 Rapid Fire 96,04 total nilai 188,04.
Tampil membanggakan pada materi Falling Plate Optic Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA. meraih juara satu dengan total waktu 14.61 detik, juara dua Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P., dengan total waktu 17.19 detik, juara tiga Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. Arief Mustofa, M.M. dengan total waktu 19.32 detik dan materi Falling Plate Non Optic juara satu diraih oleh Kapusjianstralitbang TNI Marsda TNI Jorry S. Koloay S.I.P., M.Han. dengan total waktu 11.79 detik, juara dua Pangkoopsudnas Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. M.M. dengan total waktu 15.63 detik, serta juara tiga Koorsahli Kasau Marsda TNI M. Fadjar Sumarijadji, M.Sc. dengan total waktu 21.38 detik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto., M.D.S., M.S.P., Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Ka BNPP) Marsdya TNI Kusworo, S.E., M.M., Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, S.I.P., M.Tr.(Han)., Pangkoopsudnas Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S, M.M., Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. Arif Mustofa, M.M., dan para pejabat di lingkungan Mabesau.
Olahraga
Turnamen Futsal 2026 Pelajar se-Tangerang Raya, Warnai May Day Cup 2026
TANGERANG, SENTANA – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 sekaligus membangun semangat persatuan antar pelajar, telah diselenggarakan kegiatan Futsal Mayday Cup 2026 berupa turnamen futsal antar pelajar SMA/SMK se-Tangerang Raya pada Jum’at (1 Mei 2026), bertempat di Lapangan Futsal King, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu Jaga Kamtibmas, Stop Tawuran, anarkis, vandalisme dan Tolak Narkoba” sebagai bentuk kampanye positif kepada generasi muda agar menjauhi aksi kekerasan, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Turnamen ini diikuti puluhan sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya, di antaranya: SMK Yupentek 2, SMA Negeri 31 Kabupaten Tangerang, SMK Kharisma, SMAN 19 Kabupaten Tangerang, SMK Bina Karya, SMAN 2 Kabupaten Tangerang, SMAN 32 Kabupaten Tangerang, SMK Putra Perdana Indonesia, SMAN 15 Kabupaten Tangerang, SMK Bina Putra Mandiri, SMKS Citra Nusantara, SMAN 17 Kabupaten Tangerang, SMAN 3 Kabupaten Tangerang, SMKN 1 Kabupaten Tangerang, SMK Kusuma Bangsa, SMKN 7 Kabupaten Tangerang, SMAN 1 Balaraja, SMK Khorvie, SMK Pembangunan 2, SMAN 7, SMK Yapika, SMK 83 Legok, SMK Mandiri Balaraja, SMK Yupentek 3, SMAN 6 Kabupaten Tangerang, SMK PGRI 109, SMK Veteran, SMA Islamic Telaga, SMA Tarakanita, SMKN 2 Sepatan, SMAN 18 Kabupaten Tangerang, SMK Pembangunan 21.

Melalui keterangannya, Jum’at (1/5), Panitia berharap, kegiatan Futsal Mayday Cup 2026 dapat menjadi contoh kegiatan positif bagi kalangan pelajar serta mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga, menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta bebas dari tawuran dan narkoba.
“Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, seluruh peserta diharapkan dapat menjunjung tinggi fair play serta menjadi pelopor pelajar yang cinta damai demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Tangerang Raya,” ujarnya.
Menurutnya, Pelajar Bersatu, Sekolah Aman, Tawuran dan anarkis Hilang, Narkoba Dilawan.
“Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat solidaritas antar pelajar agar tercipta hubungan yang harmonis serta mengurangi potensi konflik antar sekolah,” pungkasnya. (Red).
Olahraga
Liga SSB U-17 Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
DEMAK, SENTANA – Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 kembali digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Demak.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam mengembangkan bakat, meningkatkan persatuan, serta mengasah keterampilan individu maupun kerja sama tim bagi para pemain muda.
Melalui keterangannya, Selasa (21/4), Ketua panitia, Sunarto menegaskan bahwa, kompetisi ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi atlet yang berkualitas.
“Melalui kompetisi ini, tim dapat mengukur kemampuan, meraih prestasi, serta membangun karakter pemain melalui nilai-nilai sportivitas,” ujarnya.

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist).
Senada dengan itu, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif, menyampaikan bahwa, liga ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Demak dan sekitarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan fair play menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.
Lebih jauh, kehadiran “Sultan Fatah Cup” diharapkan mampu menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan para pemain muda.
Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga mental bertanding dan kedisiplinan.
Kompetisi seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat di daerah.
Namun, konsistensi dalam pembinaan pasca kompetisi menjadi kunci utama agar potensi pemain tidak berhenti hanya di turnamen semata.
Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan semua pihak, ajang ini berpotensi melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu membawa nama baik daerah di masa depan. (Red).
Olahraga
Rakernas PBMI 2026 Rudy Golden Boy Siap Kolaborasi, Muaythai Bangkit!
JAKARTA — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia 2026 kembali memunculkan suara lantang dari kalangan atlet. Salah satunya datang dari Rudy Agustian, yang dikenal dengan julukan “Golden Boy”. Dalam wawancara usai agenda Rakernas, ia menilai forum tersebut sebagai titik balik pembenahan organisasi sekaligus momentum membersihkan praktik kepengurusan yang dinilai merugikan atlet.
Menurut Rudy, Rakernas kali ini menghadirkan energi baru yang lebih berpihak kepada atlet. Ia bahkan menyebut sejumlah pengurus yang selama ini dinilai bermasalah telah tersingkir dari struktur organisasi.
“Rakernas ini sangat positif. Pengurus-pengurus yang selama ini membuat atlet jadi korban sudah disingkirkan,” kata Rudy.
Kritik Keras terhadap Pengurus Lama
Sebagai atlet yang mengaku telah lama berkecimpung di dunia Muaythai nasional, Rudy menyampaikan kritik tajam terhadap pola kepengurusan sebelumnya. Ia mengklaim dirinya termasuk atlet yang pernah dirugikan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada pembinaan.
“Basic saya atlet. Saya juga korban dari pengurus yang tidak amanah,” ujarnya.
Rudy menilai dinamika mosi tidak percaya yang sempat mencuat lebih merupakan upaya segelintir pihak yang tidak puas terhadap kepemimpinan saat ini. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah tidak etis.
“Kalau keinginannya tidak dipenuhi, mereka mencoba mengkudeta. Itu tidak etis,” katanya.
Dorong Reformasi Regulasi dan Sistem Pembinaan
Salah satu sorotan utama Rudy adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dinilai lebih progresif. Ia menilai kebijakan baru membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan atlet, terutama dengan menghapus sejumlah pembatasan.
Beberapa perubahan penting yang ia soroti antara lain:
- Atlet kini dapat berpindah dari jalur profesional ke amatir, maupun sebaliknya
- Batasan usia yang sebelumnya membatasi atlet kini dihapus, mengikuti standar federasi internasional
- Penambahan jalur profesional sebagai bagian dari sistem pembinaan
“Dulu aturan dipakai untuk menyegal atlet. Sekarang sudah lebih fleksibel dan menguntungkan,” ujar Rudy.
Ia menambahkan bahwa batasan usia sebelumnya membuat banyak atlet potensial kehilangan kesempatan bertanding, padahal performa terbaik sering datang di usia matang.
Profesionalisasi Jadi Kunci
Rudy menekankan pentingnya peningkatan jam terbang sebagai kunci utama peningkatan prestasi. Ia menilai selama ini atlet Indonesia tertinggal dari negara lain seperti Malaysia karena minimnya frekuensi pertandingan.
“Amatir itu kadang setahun sekali atau dua kali. Sementara negara lain jauh lebih aktif,” katanya.
Dengan hadirnya jalur profesional dan event-event baru, ia optimistis kualitas atlet Indonesia akan meningkat signifikan.
Sportainment dan Inovasi Event
Selain aspek kompetisi, Rudy juga mendorong pengembangan konsep pertandingan berbasis hiburan atau sportainment. Ia menilai pendekatan ini penting untuk menarik minat publik sekaligus memberikan nilai tambah bagi atlet.
Melalui event yang ia gagas, seperti “Baku Hantam”, Rudy mencoba menggabungkan unsur olahraga dan hiburan. Ke depan, ia melihat potensi pengembangan konsep “Street Muay Thai” sebagai inovasi baru.
“Kenapa tidak Muaythai juga dibuat lebih menarik secara hiburan? Itu bagus untuk atlet dan penonton,” ujarnya.
Dukung Event Profesional Nyala Combat
Rudy menyambut positif rencana penyelenggaraan event profesional seperti Nyala Combat. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan mendukung penuh program tersebut.
“Ini sangat bagus. Kita siap mendampingi, support, dan kolaborasi,” kata Rudy.
Ia juga memastikan bahwa atlet-atlet binaannya telah dipersiapkan untuk tampil dalam ajang tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta yang siap bersaing, baik di level nasional maupun internasional.
“Kita punya banyak atlet. Tinggal dipilih dan disiapkan,” ujarnya.
Restrukturisasi Pengurus Daerah
Dalam aspek organisasi, Rudy mengungkapkan bahwa akan ada penunjukan sekitar 30 pelaksana tugas (PLT) di berbagai daerah untuk menggantikan kepengurusan yang dibekukan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program pembinaan serta memastikan bahwa kepengurusan di daerah diisi oleh individu yang memiliki visi yang sama.
“Mereka akan menjalankan program dan membentuk ulang kepengurusan yang amanah,” kata Rudy.
Target SEA Games dan Harapan Atlet
Menatap agenda internasional seperti SEA Games, Rudy berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara konsisten dan tidak sekadar menyampaikan janji.
Ia mengakui memiliki pengalaman kurang menyenangkan di jalur amatir, yang sempat membuatnya beralih membangun ekosistem sendiri melalui event profesional.
“Saya sempat trauma di amatir. Makanya saya buat event sendiri,” ujarnya.
Namun, dengan perubahan yang terjadi saat ini, Rudy kembali menaruh harapan besar terhadap masa depan Muaythai Indonesia.
“Saya harap dengan kepemimpinan baru, Muaythai Indonesia bisa benar-benar maju,” katanya. (Wly)
-
Ibukota7 days agoKadir Tokoh Kalijodo, Soroti Pemecatan Ketua RW 01 Oleh Lurah Pejagalan
-
Ibukota2 days agoPramono Anung Lantik 884 Pejabat Pemprov DKI Jakarta,Pastikan Proses Mutasi Berdasarkan Sistem Merit.
-
Polhukam4 days agoKorupsi Mesin Jahit Jaktim Dibongkar, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Polhukam3 days agoTipu Lansia Rp 2,3 M, Ketua PN Kutai Barat dan Istri Dilaporkan ke PMJ Tahun 2024, Korban Pertanyakan Mandeknya Laporan?

