Connect with us

Ekonomi

Joice, Srikandi PLN Pimpin Keandalan Listrik Perbatasan RI-Malaysia dan Calon Ibu Kota Negara

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Joice Lanny Wantania tak pernah menyangka akan mendapatkan penugasan baru di Kalimantan. Sebagai seorang Srikandi PT PLN (Persero), ia bersyukur mendapatkan kepercayaan baru sebagai General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra).

Bersama puluhan pegawai PLN lainnya, ia baru saja menerima Surat Keputusan Mutasi Jabatan Manajemen Atas, Manajemen Menengah, dan Manajemen Dasar. Joice pun kini meninggalkan posisi sebelumnya sebagai Vice President Priority Account Executive Kawasan Industri dan Ekonomi Khusus pada Divisi Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar Direktorat Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN di Kantor Pusat.

“Saya tidak pernah menyangka sebelumnya akan mendapat kepercayaan dan amanah ini. Namun karena BOD telah mengamanahkan serta mempercayakan, maka tugas saya adalah menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin serta berusaha untuk memberikan yang terbaik. _I’ll do my best,”_ ujar penyuka olahraga dan traveling ini.

Joice pun segera melakukan konsolidasi dengan jajaran PLN UIW Kaltimra begitu mendapatkan penugasan. Ia menyebut langkah ini untuk menyatukan visi dan tujuan bersama, membangun kepercayaan, melakukan komunikasi yang baik, dan mendorong keterbukaan dalam pengambilan keputusan serta mengutamakan semangat kolaborasi yang menjadi pedoman budaya AKHLAK di PLN.

Dalam memimpin, Joice mengaku akan menggunakan “Emak Style”, yang menurutnya akan lebih banyak mendengar serta merangkul tim namun juga tegas saat diperlukan.

Perempuan yang telah melalui banyak pengalaman sebagai pegawai PLN di berbagai daerah di Indonesia, mengaku siap menjalankan amanah baru ini dan mendukung agenda transformasi PLN. Dengan berbagai tantangan di wilayah calon Ibu Kota Negara ini, Joice pun mengandalkan semangat kerja sama dengan jajarannya.

Srikandi PLN yang supel dan pernah menjadi Area Manager di Malang, Jawa Timur ini memulai karier di PLN pada tahun 2003 dan diangkat sebagai pegawai setahun kemudian. Ia merupakan satu-satunya perempuan di bidang pembangkitan dalam angkatannya saat bergabung di PLN. Ia bersyukur, kini pengarusutamaan gender di PLN semakin gencar dilakukan sehingga membuka ruang lebih bagi perempuan yang mau berkarier di bidang kelistrikan.

Terus bertambahnya posisi strategis yang dipercayakan kepada para Srikandi PLN, Joice menilai hal ini selaras dengan kebijakan pengarusutamaan gender yang terus didorong oleh Manajemen PLN. Perempuan kelahiran Manado pada 1977 silam ini pun menyebut, PLN memiliki banyak Srikandi-Srikandi tangguh dengan kapabilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan.

“Keberadaan Gugus tugas Srikandi PLN kita harapkan akan mendukung optimalisasi potensi para Srikandi PLN agar segera siap untuk berkontribusi sebagai _Leader_ di PLN dan bekerja sama merealisasikan pencapaian target dari Pemegang Saham” jelasnya.

Lebih jauh, ia pun berharap para Srikandi PLN akan termotivasi untuk terus berkontribusi bagi PLN hingga mencapai posisi strategis di masa depan.

“Harapan saya, dengan penugasan yang baru ini, menjadi motivasi bagi Srikandi yang lain serta membuka jalan bagi posisi strategis lainnya untuk para Srikandi,” harapnya yang pernah bertugas sebagai Senior Manager SDM & Umum PT PLN Persero UIKL Kalimantan pada 2019 lalu.

Memiliki jabatan baru ini, Joice tahu tantangannya tidak mudah. Terlebih di wilayah Kaltim dan Kaltara sedang banyak agenda pembangunan. Mulai dari pembangunan kawasan industri wilayah utara hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk ini, Joice mengaku akan memberikan komitmen pelayanan terbaik pada para calon pelanggan di kawasan.

“PLN senantiasa berusaha menyiapkan berbagai skenario terbaik yang pastinya menguntungkan dari dua belah pihak secara _business to business._ Untuk itu, PLN perlu menggandeng _stakeholder_ selaku pemangku kepentingan dan menjelaskan posisi serta peran PLN agar secara bersama-sama mendukung kemajuan perekonomian daerah terlebih dalam rangka persiapan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” jelasnya.

Khusus untuk persiapan pembangunan IKN, lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado dan Pasca Sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar ini pun mengaku akan bekerja bersama tim serta menggalang dukungan dari _stakeholder._

“Untuk itu, kami akan intens berkoordinasi dengan para _stakeholder_ dalam rangka persiapan _ground breaking_ yang rencananya akan dimulai dalam waktu dekat. Untuk itu diharapkan segala persiapan terkait dengan hal tersebut, PLN sudah siap dalam hal pemenuhan infrastruktur kelistrikannya,” sambungnya sembari memohon doa untuk penugasan barunya.

Sementara Sinthya Roesly, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Ketua Umum Tim Gugus Tugas Srikandi PLN menyampaikan ucapan selamat atas mutasi Joice dan pegawai perempuan lainnya. Ia menitipkan pesan khusus agar Srikandi PLN dapat membawa angin perubahan yang menyejukkan. Terlebih saat ini PLN tengah melakukan transformasi organisasi di tengah transisi energi dunia.

“Mari Srikandi PLN, tunjukkan kontribusi lebih kita bagi PLN. Agar kita menjadi bagian penting dari transformasi yang tengah kita jalankan saat ini,” tandasnya.

Sinthya menambahkan saat ini dari 13.400 pejabat struktural PLN Group, terdapat sekitar 13 persen atau 1.000-an Srikandi. Berdasarkan target _Key Performance Indicator_ jumlah _talent_ perempuan di PLN, ia menyebut kini untuk level manajer dasar sampai atas sudah mencapai 19 persen.

“Kita berhasil melampui target 15 persen yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN. Nanti pada 2024, akan meningkat menjadi 20 persen,” sebutnya.

Sinthya menjelaskan, saat ini PLN sedang menyusun  target representasi perempuan di jajaran manajemen atas, manajemen menengah, dan manajemen dasar hendak dicapai pada tahun 2023 yaitu 16% dan meningkat menjadi 22 persen pada 2025.

Selain keterwakilan perempuan di jajaran manajemen, PLN juga memperhatikan kesejahteraan perempuan yang memiliki kodrat berbeda dengan pria. Beberapa langkah yang diambil di antaranya menyiapkan fasilitas laktasi bagi ibu menyusui, toilet khusus perempuan, Layanan _Child Care_.

Lebih jauh, Sinthya menyebutkan pada 2025 mendatang, diharapkan layanan bagi Srikandi PLN ini akan tersedia setidaknya di 30 persen kantor PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi seksual hingga pelecehan pun kini tengah gencar dilakukan PLN, dengan harapan pada 2024 mendatang protokol terkait ini telah dapat diadopsi di seluruh unit PLN.

“Saya berharap dengan semakin besarnya jumlah dan peran para perempuan, PLN bisa mencapai target-target besar yang telah ditetapkan lewat transformasi organisasi. Hal ini merupakan wujud kontribusi perempuan dalam memberikan energi perubahan bagi bangsa Indonesia melalui PLN,” pungkasnya.()

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja ke IKN Jajaki Peluang Usaha Kuliner Khususnya UMKM

Published

on

By

KALTIM, SENTANA – Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar didampingi Ketua Dewan Pembina Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) Haikal Safar pada hari Sabtu (20/6/2026) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim) dalam rangka menjajaki peluang usaha dibidang kuliner khususnya UMKM.

“Lantaran saya selaku Ketum Garuda bersama Ketua Dewan Pembina Garuda Heikal Safar berkunjung langsung melihat situasi dan kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sekarang ini sedang berkembang pesat dan semakin maju pembangunannya, sehingga kedepannya IKN memiliki potensi maupun prospek yang sangat besar dan cerah untuk kesejahteraan dan kemajuan para pelaku usaha kuliner khususnya UMKM,”

“Demikian ujar Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar kepada sejumlah awak media saat menghampiri di salah satu toko kuliner yang berada di Ibukota Nusantara (IKN) Propinsi Kalimantan Timur, Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar mengungkapkan bahwa di Ibu Kota Nusantara (IKN) selain usaha dibidang kuliner, kesempatan dan peluang usaha apapun sangat terbuka lebar, sehingga Lapangan pekerjaan akan bertambah,
“Guna ikut aktif membantu dan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam bidang ketahanan pangan nasional untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Timur.” ungkap Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar.

Menurut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar bahwa Kegiatan dan agenda kunjungan kerja organisasi Garuda ke Ibukota Nusantara (IKN) ini, dilakukannya untuk memberikan contoh dan mengajak para pelaku usaha yang tergabung dalam wadah organisasi GARUDA guna membuka berbagai bentuk peluang usaha di Ibukota Nusantara (IKN) sehingga tidak hanya berpusat pada peninjauan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dibeberapa titik yang dimilikinya maupun konsolidasi di wilayah saja.

Lanjut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar karena infrastruktur Bandara Internasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang panjang landasan pacunya hingga 3 Kilometer tersebut letaknya sangat strategis lantaran akses jalan jaraknya menuju ke ibukota Nusantara (IKN) sangat dekat, yang kedepannya sudah bisa dioperasikan untuk seluruh rakyat Indonesia maupun masyarakat dunia yang berkunjung untuk berwisata dan berbisnis di Ibukota Nusantara (IKN).

“Begitu pula Fasilitas yang sangat terpenting di Ibukota Nusantara (IKN) seperti Masjid Raya, Rumah Sakit, Perkantoran, Tempat Kuliner, Hotel, Fasilitas Olah raga dan lain – lain sudah beroperasi dengan baik.”ucap Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar.

Menurut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar perlu diketahui bahwa keseriusan pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di Propinsi Kalimantan Timur, yang sangat masif sebelumnya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke 7 Bapak Ir. H. Joko Widodo dan kemudian secara nyata dilanjutkan oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto hingga saat ini sudah bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan hingga masyarakat dunia turut menikmati keberadaan Ibukota Nusantara (IKN) yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Sehingga Saya selaku Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia beserta seluruh Pelaku Usaha lainnya di Indonesia, tentunya sangat menyambut baik keinginan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2026 akan dilaksanakan di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.”pungkasnya

(Haholongan)

Continue Reading

Ekonomi

Apa Pasal? Terkait Krisis Moneter Saat Ini, John Palinggi Mohon Jokowi Turun Tangan

john palinggi soal krisis moneter

Published

on

Jakarta, hariansentana-com – PENGAMAT Ekonomi, Sosial Masyarakat yang juga pengusaha nasional, Dr, John N Palinggi, MM, M.BA yakin Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dapat membantu pemerintahan Presiden Prabowo untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ($ US) yang berakibat terjadi krisis ekonomi.

John Palinggi beralasan, Pada saat Covid-19 melanda, dimana saat itu negara tidak memiliki uang kas, namun dengan langkah taktis Presiden Jokowi, Indonesia dapat mengatasi Covid-19 dan perekonomian stabil.

“Saya tidak tahu langkah taktis apa yang dilakukan pak Jokowi saat Covid, namun itu terbukti kita terhindar dari krisis ekonomi,” kata John Palinggi di Jakarta, Kamis (11/06/2026).

“Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Presiden Prabowo, saya mohon kepada pak Jokowi turun tangan mengatasi krisis moneter saat ini. saya yakin Pak Jokowi bisa,” sambung Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (AMINDO) yang sudah bersentuhan dengan 9 periode Prediden ini.

Oleh karenanya, John Palinggi meminta kepada masyarakat dan elite untuk berhenti berupaya memisahkan, mengadu domba antara Presiden Prabowo dengan Jokowi.

“Saya juga minta masyarakat untuk berhenti menjelek-jelekan Jokowi dan keluarganya, hormati beliau,” seru John Palinggi.

Faktor Internal Penyebab Krisis Moneter

Terkait krisis moneter saat ini, John Palinggi berpendapat, sepenuhnya bukan akibat faktor eksternal, akibat ketegangan di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel, namun lebih banyak karena faktor internal atau domestik negara ini.

“Saya bukan pakar teori ekonomi tetapi praktisi ekonomi. Kita (Indonesia) pernah mengalami krisis ini pada Tahun 1998 dan 2021, nyatanya hingga saat ini kita baik-baik saja. Jadi jangan berlebihan hingga membenci, menjelek-jelekan hingga ingin Pak Prabowo turun dari jabatan Presiden. Ini salah para pengusaha nakal,” ungkap John Palinggi.

Menurut John Palinggi permasalahan pencurian uang negara masih menjadi beban hingga saat ini. Ia lantas menceritakan kembali kasus tahun 1998 lalu, di mana terjadi kredit macet sebesar Rp. 450 triliun. Dari jumlah tersebut, hanya Rp139 triliun yang berhasil diselamatkan melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sementara sisanya, Rp.311 triliun tidak kembali.

“BLBI Rp. 145 Triliun dikucurkan pemerintah ke Bank Nasional dengan tujuan untuk membayar uang nasabah tetapi oleh mereka dipakai untuk beli Dolar AS (USD) dan yang krmbali berhasil ditagih cuma Rp. 30 Triliun, sisanya hilang begitu saja. Kemudian Pemerintah memberikan Kredit Likuiditas Perbankan sebesar Rp. 650 Triliun kepada 26 Bank, BCA paling banyak yakni Rp. 52 Triliun, 1 sen pun tidak ada yang kembali, dilupakan begitu saja hingga saat ini,” beber John.

“Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2021-2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa beban negara akibat BLBI ini masih akan terasa hingga tahun 2043,” sambung John Palinggi.

Menurut catatan John Palinggi, total uang negara yang hilang sebesar Rp. 1.075 Triliun, dan itu kredit macet ulah pengusaha nakal.

“Sampai saat ini pengusaha Black List itu masih ada yang hidup. mirisnya mereka mengkritik Presiden Prabowo,” tukasnya.

Namun, menurut John Palinggi, Penguasa sebagai pembuat kebijakan juga perlu disalahkan atas banyaknya uang negara yang bocor, terlebih para penguasa itu juga adalah pengusaha.

“Kita tidak bisa lagi membedakan antara Penguasa dan Pengusaha, penguasa juga ikutan dagang. kalau di Jepang bila ada anak atau keluarga penguasa dagang langsung mengundurkan diri, di China ditembak,” beber Pengusaha tanpa cacat (hutang dan kredit macet) selama 45 Tahun ini.

John berharap pemerintahan Presiden Prabowo saat ini tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan berharap.Presiden ke-7 Ri, Jokowi bersedia membantu mengatasi krisis meneter saat ini.

Continue Reading

Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

 
Serang, Hariansentana.com – Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus pilar utama ketahanan pangan nasional. Dengan jumlah lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia, penguatan kapasitas ekonomi desa dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih 2026 yang berlangsung di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang, Banten, Rabu (10/6).

Rakernas yang mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Memperkuat Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional” tersebut dihadiri ribuan kepala desa dan pengurus APDESI Merah Putih dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, mengatakan desa tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai objek pembangunan. Sebaliknya, desa harus menjadi subjek utama yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional dari bawah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Desa memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal sosial yang sangat besar. Jika seluruh potensi itu dikelola secara baik melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, desa akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus benteng ketahanan pangan Indonesia,” kata Anwar Sadat.

Menurut dia, penguatan ekonomi desa perlu dilakukan melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, koperasi, usaha mikro, serta berbagai model kemitraan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat desa. Karena itu, Rakernas APDESI Merah Putih 2026 secara khusus membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan ekonomi desa, investasi dan kemitraan desa, transformasi digital, penguatan koperasi desa, hingga ketahanan pangan nasional.

Rakernas APDESI Merah Putih 2026 mendapat perhatian luas dari pemerintah pusat. Sejumlah pejabat negara hadir sebagai narasumber dan peserta kehormatan, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Gubernur Banten Andra Soni. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan besarnya perhatian pemerintah terhadap peran strategis desa dalam pembangunan nasional.

Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 75 ribu kepala desa di seluruh Indonesia, APDESI Merah Putih memandang bahwa desa memiliki posisi strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
 
Johan Aripin Muba Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pakar
 
Dalam rangkaian Rakernas tersebut, APDESI Merah Putih mengukuhkan Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), Johan Aripin Muba, sebagai Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih.

Pengukuhan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Johan dalam mendorong penguatan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan program ketahanan pangan berbasis desa. Dalam forum tersebut, Johan juga memperoleh penghargaan simbolik berupa penyematan julukan “Bapak Desa” dari para peserta Rakernas.

Johan mengatakan, kemajuan desa merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Menurut dia, pembangunan nasional akan berjalan lebih cepat apabila desa diberi ruang yang lebih besar untuk mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki. ”Kalau desa maju, Indonesia maju. Kalau desa kuat, ekonomi nasional juga akan kuat,” ujarnya.

Johan menegaskan, pihaknya mendukung penuh agenda penguatan ekonomi desa yang diusung APDESI Merah Putih. Menurut dia, pembangunan desa harus diikuti program-program konkret yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat meyakini, masa depan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Karena itu, kami mendukung berbagai program yang mampu memperkuat produktivitas desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Johan, yang dikenal sebagai ”crazy rich” Banten.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Yayasan JAM bersama APDESI Merah Putih menyiapkan program pengembangan peternakan ayam rakyat yang menjangkau 75.266 desa di seluruh Indonesia.

Dalam program tersebut, setiap desa direncanakan memperoleh bantuan pembangunan dua kandang ayam produktif. Masing-masing kandang akan diisi 1.000 ekor ayam, sehingga setiap desa mengelola sedikitnya 2.000 ekor ayam sebagai sumber pendapatan masyarakat sekaligus pendukung ketersediaan pangan bergizi.

Selain sektor peternakan, Yayasan JAM juga mendorong pembentukan dua koperasi produsen di setiap desa sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan produksi, distribusi, dan pemasaran hasil-hasil usaha masyarakat.

Salah satu koperasi produsen akan difokuskan pada pengembangan budidaya padi dan jagung dengan cakupan masing-masing hingga 100 hektar. Untuk mendukung program tersebut, Yayasan JAM menyiapkan bantuan biaya tanam sebesar Rp12 juta per hektar serta dukungan penyediaan pupuk bagi petani.

Menurut Johan, program tersebut dirancang untuk memperkuat produktivitas sektor pertanian sekaligus memberikan kepastian usaha bagi petani melalui pola kemitraan yang berkelanjutan. Dengan dukungan kelembagaan koperasi, petani diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, pendampingan, dan pasar.
 
Dorong Ekosistem Ekonomi Desa Terintegrasi
 

Johan Aripin Muba dikenal sebagai tokoh masyarakat dan penggerak ekonomi kerakyatan di Provinsi Banten. Selain menjabat sebagai Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), ia juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Banten.

Dalam beberapa tahun terakhir, Johan aktif mendorong berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Johan, desa tidak kekurangan potensi. Yang sering menjadi persoalan adalah keterbatasan akses modal, teknologi, pendampingan usaha, serta kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat desa.

Ia mengaku mendapat arahan dari Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno untuk ikut membantu menyukseskan program pemerintah. Khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM yang bergerak di sektor padi, jagung, perikanan, dan peternakan.

Arahan itu tidak berhenti sebagai wacana. Johan mulai mengumpulkan berbagai kalangan yang dianggap memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Ahli pertanian, pakar koperasi, praktisi teknologi informasi, hingga pelaku usaha diajak duduk bersama. Mereka diminta mencari model yang mampu menghubungkan potensi desa dengan kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Dari berbagai diskusi itu lahirlah sebuah konsep besar: membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dalam konsep yang digagasnya yang diimplementasikan oleh Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), desa tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan ekonomi. Dari namanya yayasan yang didirikannya  mencerminkan semangat kolaborasi antara rakyat dengan koperasi, dan pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi  berbasis desa. “Sistem ekonomi JAM Center tidak Indonesia tidak mengejar keuntungan. Tetapi juga pemerataan. keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Desa bukan objek bantuan. Melainkan subjek yang menentukan aerah pembangunan berdasarkan karakter lokal. Setiap desa menjadi bagian dari jaringan ekonomi nasional yang saling terhubung melalui koperasi, Waroeng Pancasila dan Logistik JAM.

“Waroeng Pancasila diharapkan menjadi ekosistem pemuda desa — tempat para mitra bisa membeli kebutuhan pokok, mengisi saldo, hingga berjualan produk UMKM. Konsepnya bukan hanya transportasi, tapi ekonomi rakyat berbasis kebersamaan. Mereka ingin agar warung, bengkel, dan usaha kecil di bawah binaan APDESI Merah Putih tak hanya bertahan di era digital, tapi juga tumbuh dalam satu jaringan ekonomi yang saling menopang,” kata  Johan Aripin Muba yang juga  “grazy rich” Banten.

Program yang disiapkan menjangkau lebih dari 75 ribu desa di Indonesia. Setiap desa dirancang memiliki dua kandang ayam produktif yang masing-masing berisi seribu ekor ayam. Di saat yang sama, dibentuk pula koperasi-koperasi produsen yang mengelola sektor pertanian dan peternakan.

Padi dan jagung menjadi komoditas utama. Petani memperoleh bantuan biaya tanam, pupuk, pendampingan, hingga kepastian penyerapan hasil panen.

Menurut Johan, masalah terbesar petani bukan hanya soal produksi. Yang lebih sering membuat mereka terpuruk adalah ketidakpastian harga dan pasar. ”Kalau petani sudah menanam, hasilnya harus jelas siapa yang membeli. Jangan sampai petani panen, tetapi bingung menjual,” katanya.

Karena itu, koperasi ditempatkan sebagai jantung dari seluruh sistem ekonomi desa yang dibangun. Namun Johan menyadari, koperasi modern tidak cukup hanya mengandalkan pembukuan manual dan laporan kertas.

Di sinilah unsur yang paling sering ia sebut sebagai pembeda: digitalisasi desa. Di tengah pembicaraan tentang sawah, kandang ayam, dan koperasi, Johan justru berkali-kali berbicara tentang aplikasi. Namanya JAMSTREET.

Melalui platform digital tersebut, setiap koperasi desa nantinya dapat menyampaikan laporan usaha secara real time. Data produksi, distribusi, transaksi, hingga laporan keuangan dapat dipantau secara lebih transparan dan akuntabel.

Bagi Johan, digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Ia melihat teknologi sebagai alat untuk memastikan bahwa ekonomi desa berjalan secara sehat dan profesional. ”Kalau kita ingin koperasi besar, pengelolaannya juga harus modern. Transparan. Terukur. Bisa diawasi bersama,” ujarnya.

Melalui sistem digital itu pula, pemerintah, koperasi, dan masyarakat dapat memperoleh data yang lebih akurat untuk menyusun kebijakan maupun mengambil keputusan usaha. Mimpi Johan sebenarnya sederhana: desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan teknologi. Sebaliknya, desa harus menjadi ruang di mana pertanian, peternakan, koperasi, dan teknologi berjalan berdampingan.

Di usia ketika banyak orang memilih menikmati hasil kerja, Johan justru sedang membangun proyek yang skalanya sangat besar. Bukan gedung pencakar langit. Bukan kawasan industri. Melainkan sesuatu yang jauh lebih mendasar, yakni: membangun kepercayaan bahwa desa mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Rakernas APDESI Merah Putih 2026 menegaskan, masa depan pembangunan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus fondasi utama pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (*)
 

Continue Reading
Advertisement

Trending