Connect with us

Ibukota

Iluni SMAN 40 bersama LMK Pademangan Adakan Bukber dan Santunan Yatim Piatu.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar sesama, alumni SMAN 40 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara Angkatan 1994, menggelar acara pembagian takjil, buka puasa bersama (bukber) dan santunan anak yatim piatu, bersama LMK Pademangan, Kamis (20/3/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Pademangan Barat Sugiharjo Timbo, Ketua Iluni SMA.N.40, Bambang, LMK, Ismet Ketua Rw 04, Karang Taruna, Pokdarkantibmas, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Bukber yang diadakan di Halaman pospol pademangan barat ini, yang menjadi kapospolnya Aiptu Pol. Lukman alumi 94. Kegiatan ini menjadi momen keakraban dari para alumni yang saling berbagi cerita, mengenang masa-masa sekolah, serta membahas berbagai hal positif yang dapat dilakukan bersama di masa depan.

Obrolan hangat antar alumni mengalir sepanjang acara, sehingga menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan. Tak hanya sekedar bertemu kembali, acara itu juga turut merencanakan kolaborasi dengan LMK sangat positif untuk masyarakat sekitar.

Sugiharjo Timbo Lurah Pademangan Barat yang hadir dalam sambutannya, menggatakan, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sangat positif buat warga pademangan barat. Semoga terus berlanjut. Tuturnya.

Salah satu alumni, Robby yang menjadi ketua LMK pademangan barat menambahkan, tentunya melalui kegiatan seperti ini selain bisa mempererat silaturahmi juga untuk memupuk tali persaudaraan sesama alumni SMA. Negeri 40 khususnya angkatan tahun 1994.

Sementara Andri ketua panitia acara Bukber ini “Semoga, ke depan wadah kebersamaan seperti ini kita harapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti kepada sesama maupun masyarakat yang lebih luas. Seperti kepedulian dan solidaritas sosial, termasuk memberikan apresiasi kepada guru-guru yang sudah berjasa mendidik dan membimbing,” kata Andri.

Selain mengenang mereka juga berbincang tentang potensi wadah mereka untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitar. “Kami melihat banyak wadah silaturahmi yang memberikan inspirasi kreasi positif di tengah-tengah masyarakat. Mudah mudahan keberadaan wadah silaturahmi seperti ini juga akan berkembang ke arah sana,” tukas Bambang. (Sutarno)

Ibukota

Freddy Setiawan Resmikan WC Komunal di Kelurahan Kalibaru.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.-Wakil Walikota administras Jakarta Utara, Fredy Setiawan meresmikan fasilitas WC komunal di Jalan Kalibaru Barat VII, Gang Alun-alun, RT 05/04, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.

Wakil Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan mengatakan, peresmian ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup bersih di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan WC komunal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) DKI Jakarta dan PT Cahaya Mas Cemerlang.

“Ini bukan sekadar pembangunan sarana, tetapi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kontribusi nyata yang sederhana, namun berdampak besar,” ujarnya, Jumat (10/4).

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun, termasuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.

Fredy juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai mengelola sampah dari sumbernya guna mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi sosial sangat penting. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” terangnya.

Perwakilan PSMTI DKI Jakarta, Hendi Suryanto menambahkan, pembangunan WC komunal di Kalibaru merupakan bagian dari program infrastruktur sanitasi yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan modern. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya

Lurah Kalibaru, Sukarmin memaparkan, wilayah RW 04 sebelumnya merupakan kawasan pesisir yang rentan terdampak rob. Namun, setelah pembangunan tanggul, kondisi lingkungan berangsur membaik. Meski demikian, persoalan sanitasi dan akses air bersih masih menjadi tantangan.

“Keberadaan WC komunal ini sangat membantu dalam mendukung program stop buang air besar sembarangan (BABS). Kami terus berupaya bersama puskesmas agar masyarakat beralih ke sanitasi yang lebih layak,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang warga RW 04, Kelurahan Kalibaru, Sri Sumarni (58), menyambut baik hadirnya fasilitas WC komunal yang terdiri dari tiga bilik tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas ini sangat membantu kebutuhan warga sehari-hari, khususnya di kawasan pesisir.

“WC komunal ini sangat dibutuhkan. Kami berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas tersebut agar tetap nyaman digunakan,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Lebaran Betawi 2026, Tradisi Budaya dan Identitas Kota Jakarta

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Lebaran Betawi 2026 yang diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4), bukan sekadar seremoni akhir Idulfitri 1447.H, setiap tahun, tapi juga pengingat bagi warga untuk menjaga dan melestarikan budaya betawi sebagai bagian dari identitas kota Jakarta.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta (periode 2007–2012),Dr.ing.H. Fauzi Bowo.Msi saat memberikan sambutan dalam acara ini.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Foke ini, Lebaran Betawi sebagai bagian pelestarian tradisi budaya dan Identitas kota Jakarta.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, kami secara khusus melibatkan generasi muda dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Foke.

Simbol penghormatan kepada yang lebih tua, jelas Foke, dalam Lebaran Betawi dipertunjukan dalam tradisi antaran. Ini juga selaras dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”.

“Tradisi antaran merupakan unsur elemen khas tidak boleh dilupakan sebagai bentuk ekspresi dari takzim dan hormat anak kepada orang tua, yang muda kepada lebih tua, murid kepada guru-guru, lurah kepada camat, camat kepada walikota dan bupati, dan walikota beserta bupati kepada gubernur. Saya garisbawahi ini bukan gratifikasi, tapi budayanya orang Betawi,” ungkapnya.

Foke mengajak warga Jakarta memanfaatkan momentum Lebaran Betawi untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar sesama, sekaligus memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Ia juga berharap melalui perayaan Lebaran Betawi ini, seluruh warga dapat lebih berkontribusi dalam menjaga keharmonisan, memperkuat rasa turut memiliki, kemudian bersama dengan Pemprov DKI membangun, menumbuhkembangkan dan merawat Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

“Betawi bersatu, Jakarta maju, Insya Allah Indonesia baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.

Dari pengamatan Hariansentana.com.di lokasi para walikota dan Bupati Kepulauan seribu membangun STAN Rumah adat dan ciri khas makanan

Sekadar informasi, Lebaran Betawi merupakan kegiatan rutin yang digagas Majelis Kaum Betawi dan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi sejak 2008. Dalam kegiatan ini ditampilkan berbagai tradisi khas Betawi dari mulai kuliner, kesenian dan pentas seni budaya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Pemkot Administrasi Jakut Tegas, Segera Tertibkan Pool Truk Trailer di Permukiman

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara bersiap menertibkan keberadaan pool truk trailer atau kontainer yang masih beroperasi di kawasan permukiman. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan warga sekaligus mengembalikan fungsi ruang kota sesuai peruntukannya.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan mengatakan, aktivitas pool truk trailer di zona perumahan pada dasarnya tidak diperbolehkan, terlebih jika tidak sesuai aturan zonasi dan tidak mengantongi izin usaha.

“Selain melanggar aturan, aktivitas ini juga mengganggu masyarakat, mulai dari kebisingan hingga cepatnya kerusakan infrastruktur jalan,” ujarnya, Rabu (8/4).

Fredy menjelaskan, penataan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Sebab, Pemkot Jakarta Utara terlebih dahulu perlu memperkuat data dan dasar hukum dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP), Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Satpol PP, serta unsur perekonomian dan hukum.

“Semua bergerak sesuai kewenangan, tapi tidak berjalan sendiri-sendiri. Penanganannya terpadu agar kuat dari sisi aturan,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah titik sudah masuk dalam perhatian, di antaranya kawasan Jalan Bisma, Tanjung Priok, serta beberapa lokasi di Kecamatan Koja yang masih ditemukan aktivitas kendaraan kontainer di tengah lingkungan hunian.

Setelah tahap pendataan dan verifikasi rampung, Pemkot Jakarta Utara akan melanjutkan dengan sosialisasi kepada para pemilik atau operator pool truk trailer. Selain penertiban, pemerintah juga menyiapkan solusi berupa relokasi ke kawasan yang sesuai peruntukan.

“Relokasi menjadi jalan keluar. Mungkin ada kendala jarak atau biaya, tapi kepatuhan terhadap aturan tetap jadi prioritas,” ungkapnya.

Ia memastikan kebijakan ini bukan untuk menghambat aktivitas usaha, melainkan agar kegiatan ekonomi berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat.

“Target penataan ditetapkan dapat mulai berjalan dalam waktu satu hingga dua bulan, menyesuaikan kesiapan di lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudy Saptari menambahkan, daftar ruas jalan yang akan dibatasi bagi kendaraan berat sedang disusun.

“Dalam satu pekan ke depan, kami siapkan daftar jalan yang tidak boleh dilalui kendaraan berat sesuai kelas jalan. Setelah itu, rambu larangan akan dipasang di titik-titik permukiman,” bebernya.

Ia menyampaikan, langkah ini juga menjadi bagian dari mitigasi hukum agar kebijakan yang diambil memiliki dasar kuat jika menghadapi potensi gugatan dari pihak terdampak.

“Tujuannya bukan sekadar penindakan, tapi memastikan warga merasa aman dan lingkungan kembali sesuai fungsinya,” tandasnya. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending