Connect with us

Ibukota

Dukung Indonesia Emas 2045, Pemprov DKI Jakarta Distribusikan 9.489 Paket Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Sebelas Sekolah

Published

on

Jakarta, Hariansenntana.com – Pemprov DKI Jakarta konsisten menggencarkan uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG). Memasuki bulan kedua sejak dimulai pada 19 Agustus 2024, sebanyak 9.489 paket telah dibagikan kepada siswa mulai Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pada hari ini, Rabu (23/10), uji coba MBG digelar di SMPN 270, Jakarta Utara melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Perumda PAM Jaya yang menyediakan makananan sebanyak 700 paket.

Dalam kegiatan ini, Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk meninjau proses distribusi MBG di SMPN 270. Wakil Presiden Gibran menyebutkan, kunjungan kali ini dilakukan untuk memastikan peserta didik mendapatkan asupan makanan dengan kalori yang dibutuhkan dan memastikan para siswa menyukai makanan tersebut.

“Hampir sama seperti kemarin, kita lakukan uji coba MBG dengan Pak Pj. Gubernur. Kali ini SMPN 270. Kita menyaksikan 700 siswa mendapatkan MBG yang komposisinya terdiri dari ayam teriyaki, tahu goreng, sayur capcai, dan buah jeruk sebagai pelengkap. Tadi di beberapa kelas suasananya luar biasa sekali,” ujar Wapres Gibran.

Kemudian, Pj. Gubernur Teguh mengapresiasi peran serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui program CSR yang telah mendukung program MBG dengan menyediakan menu makanan berkualitas. Pj. Gubernur Teguh berharap, program MBG dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

“Alhamdulillah sejauh ini kita telah konsisten dalam mendistribusikan ribuan paket makanan selama uji coba MBG ini. Sesuai arahan pemerintah pusat, kita bersinergi dalam menyukseskan hal ini agar para peserta didik bisa mendapatkan nutrisi dan gizi yang cukup, sehingga bisa mengikuti proses belajar dengan optimal. Hal ini juga sebagai persiapan dalam menyiapkan Generasi Emas 2045,” ujar Pj. Gubernur Teguh.

Sementara itu, Queena Cherylia, peserta didik kelas IX SMPN 270 menyambut baik kehadiran uji coba MBG tersebut. Menurutnya, varian menu yang disuguhkan sangat menarik. “Saya sangat suka dengan makanan bergizi gratis ini. Semoga terus berlanjut program ini. Lauknya menarik, ada sayur, ayam, dan buah. Terima kasih untuk Pak Wapres Gibran dan Pj. Gubernur Teguh,” pungkas Queena.

Sebanyak 9.489 paket MBG telah didistribusikan ke sebelas sekolah di Jakarta selama dua bulan terakhir. Dengan rincian SDN Cideng 07, Jakarta Pusat sebanyak 498 paket; SDN Rawa Badak Utara 03, Jakarta Utara sebanyak 371 paket; SDN 04 Cipayung, Jakarta Timur sebanyak 800 paket; SDN Gunung 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sebanyak 620 paket; SDN 01 dan SMPN 03 Manggarai, Jakarta Selatan sebanyak 1.500 paket; SDN 05 dan 07 Wijaya Kusuma, Jakarta Barat sebanyak 700 paket; SDN 03 Rorotan, Jakarta Utara sebanyak 900 paket; SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan sebanyak 1.300 paket; SMKN 26 Rawamangun, Jakarta Timur sebanyak 1.600 paket; SDN Menteng 03, Jakarta Pusat sebanyak 500 paket; serta SMPN 270, Jakarta Utara sebanyak 700 paket.

Sementara penyedia paket MBG dilakukan melalui dana operasional gubernur (498 paket), serta secara sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yaitu Perumda Dharma Jaya sebanyak tiga kali kegiatan (2.421 paket), PT Bank DKI sebanyak empat kali kegiatan (2.570 paket), Perumda PAM Jaya sebanyak dua kali kegiatan (1.500 paket), PT Jakpro dalam sekali kegiatan (900 paket), PT Food Station Tjipinang Jaya dalam sekali kegiatan 1.600 paket. (Sutarno)

Ibukota

400 ASN Pemkot administrasi Jakut Ikuti Pembekalan Jelang Pensiun.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Sebanyak 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara yang akan memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) pada 2028 mengikuti kegiatan pembekalan.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman, motivasi, serta kesiapan mental bagi para ASN dalam menghadapi masa purnabakti.

Menurutnya, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru yang perlu dipersiapkan dengan matang agar tetap dapat menjalani aktivitas secara produktif dan bermakna.

“Hari ini kita diingatkan bahwa masa pengabdian sebagai ASN suatu saat akan berakhir. Namun, masih banyak hal yang bisa kita lakukan, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat. Masa menjelang pensiun harus dipersiapkan sebaik mungkin,” ujarnya, di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara,.Senin (8/6).

Ia mengajak para peserta pembekalan memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum pensiun untum meningkatkan kualitas diri, memperkuat hubungan kekeluargaan, serta mempersiapkan berbagai rencana kegiatan yang bermanfaat setelah tidak lagi bertugas sebagai ASN.

Iyan berpesan agar para pegawai tetap menjadi pribadi yang bermanfaat dan terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

“Jadilah orang-orang baik karena jauh lebih penting untuk menjadi orang baik di mana pun kita berada,” ucapnya.

Kepala Suku Badan Kepegawaian Jakarta Utara, Neni Maryani menjelaskan, pembekalan berlangsung mulai 8 hingga 9 Juni 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang setiap harinya.

Ia memaparkan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan informasi teknis terkait proses pensiun, tetapi juga membangun kesiapan mental para peserta dalam menghadapi masa transisi dari dunia kerja menuju masa purnabakti.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi teknis sekaligus membangun kesiapan mental. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh bekal yang bermanfaat dalam menghadapi masa transisi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, selama kegiatan berlangsung para peserta mendapatkan materi dari Tim Kerja Status dan Pemberhentian Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Materi yang diberikan meliputi tata cara pengusulan pensiun, pengisian Data Perorangan Calon Penerima Pensiun (DPCPP), hingga sesi motivasi yang bertujuan mendorong peserta tetap aktif, produktif, dan memiliki peran positif di tengah masyarakat setelah memasuki masa purnabakti.

“Melalui pembekalan ini, diharapkan para ASN dapat memasuki masa pensiun dengan lebih siap, optimistis, dan tetap produktif dalam menjalani pengabdian kepada keluarga maupun masyarakat,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Wagub H.Rano Karno PKK Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan Keluarga Sejahtera

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, H.Rano Karno, didampingi Asisten Kesra sekda DKI Jakarta, Dr.Ali Maulana Hakim, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Melawai, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6).

Rakerda kali ini mengusung tema “Melalui Gerakan Ibu Bisa, PKK Bergerak Mewujudkan Keluarga Jakarta yang Sehat, Mandiri, Berdaya Saing, Berdikari, dan Berbudaya”.

Dalam sambutannya, Wagub Rano mengatakan, hasil Rakerda akan menjadi landasan penting dalam penyusunan program dan penganggaran tahun 2027. Ia berharap PKK semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan PKK hadir untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jakarta yang sehat, bahagia, berdaya saing, berdikari, dan berbudaya. Karena itu, kami sangat menantikan hasil Rakerda ini sebagai masukan dalam menyusun berbagai program pembangunan ke depan,” ujarnya.

Menurut Wagub Rano, berbagai persoalan sosial di Jakarta memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK yang tersebar hingga tingkat dasawisma. Ia mencontohkan keberhasilan penurunan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta yang dalam satu tahun turun hampir 50 persen, dari 418 RW menjadi 210 RW.

“Data ini harus dimiliki PKK untuk membantu kami bekerja. Dengan jaringan kader hingga tingkat dasawisma, saya berharap tahun depan jumlah RW kumuh di Jakarta dapat kembali berkurang,” katanya.

Wagub Rano menilai peran kader PKK sangat penting sebagai ujung tombak penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat keluarga. Kader PKK juga diharapkan dapat membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan perkotaan.

“Kami memerlukan PKK sebagai ujung tombak. Kader-kader PKK berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu pemerintah menyampaikan edukasi dan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik,” terangnya.

Wagub Rano juga mendorong PKK terus menghadirkan inovasi dalam menjalankan program-programnya. Menurutnya, kreativitas dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan di tengah berbagai tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono, menjelaskan Gerakan Ibu Bisa menjadi wadah untuk mengintegrasikan berbagai program PKK agar lebih inovatif dan berdampak langsung bagi keluarga Jakarta.

“Gerakan Ibu Bisa lahir sebagai wadah yang menaungi pelaksanaan program-program PKK yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berdampak langsung bagi keluarga Jakarta. Gerakan ini diwujudkan melalui empat pilar kegiatan sebagai percepatan pelaksanaan gerakan PKK di Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.

Hani menambahkan, Rakerda PKK Tahun 2026 diselenggarakan sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, menyusun langkah percepatan pencapaian program prioritas, serta memperkuat sinergi seluruh jajaran Tim Penggerak PKK dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 itu diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas unsur pembina, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kota Administrasi, mitra PKK, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap Rakerda ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan program kerja yang lebih berdampak dan berkelanjutan bagi keluarga Jakarta pada masa depan,” urai Hani.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Tim Penggerak PKK DKI Jakarta yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai program inovatif bagi masyarakat.

“PKK Provinsi DKI Jakarta sudah melaksanakan banyak kegiatan dengan penuh inovasi dan kreasi yang luar biasa. Namun demikian, kita tetap harus melakukan evaluasi dan merencanakan program-program yang akan dilaksanakan pada masa mendatang,” paparnya.

Tri Tito berharap seluruh program yang dirumuskan dalam Rakerda mampu menjawab kebutuhan nyata.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

H.Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, H.Pramono Anung meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta secara rutin membersihkan sampah di pesisir Muara Angke, kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan, kota administrasi Jakarta Utara.

Menurutnya, penumpukan sampah di kawasan tersebut memang tidak terhindarkan. Karena itu, pihaknya fokus untuk melakukan pembersihan secara rutin dan berkala.

“Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan,” ujar Pramono, di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).

Secara geografis, ia menjelaskan, Muara Angke menjadi hilir dari 13 sungai di Jakarta. Sehingga di kawasan ini selalu terdapat sedimentasi sampah yang sudah berlangsung lama. Namun ia memastikan, tumpukan sampah di kawasan pesisir Muara Angke telah dibersihkan. Proses pembersihannya pun membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Sebelumnya, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris menjelaskan, proses pembersihan sampah secara intensif telah dilakukan sejak Rabu lalu.

Afan memastikan seluruh tumpukan sampah yang mencemari lingkungan pesisir tersebut bersih total pada Sabtu (6/6) sore.

“Secara keseluruhan, pekerjaan ini berlangsung mulai hari Rabu hingga Sabtu sore,” kata dia.

Untuk menjaga kawasan tersebut tetap bersih, Dinas Lingkungan Hidup akan rutin melakukan inspeksi secara berkala.

Dalam proses pengerjaannya, Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut. Selain itu, proses pembersihan juga menggunakan sejumlah alat berat, di antaranya dua ekskavator amfibi serta tiga kapal untuk mengangkut hasil pengerukan sampah.

Meski demikian, Afan juga menyampaikan adanya tantangan dalam pengerjaannya. Salah satunya yakni kiriman sampah yang terus berdatangan.

Untuk mengantisipasinya, Pemprov DKI telah menyiagakan petugas di wilayah hulu untuk menyaring sampah-sampah tersebut.

“Kami terus mengaktifkan rekan-rekan yang bertugas di wilayah hulu melalui sekat maupun saringan sampah untuk mencegat agar sampah tersebut tidak bergerak sampai ke wilayah pesisir,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending