Connect with us

Daerah

Diskominfo Jabar Targetkan Seluruh Perangkat Daerah Jabar Gunakan TTE di 2021

Published

on

BANDUNG – Penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) sangat penting dewasa ini terutama saat “work from home”. Tanda tangan elektronik efektif menekan kemunculan dokumen pemerintah tanpa tandatangan, bahkan dokumen palsu mengatasnamakan pimpinan dan kepala OPD, yang menyebabkan salah penafsiran di masyarakat.

Demikian terungkap dalam Webinar Sandikami Mania Series #13 secara virtual di Kota Bandung, Selasa (29/6/2021). Webinar diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, tanda tangan elektronik implementasi Perpres Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan sesuai dengan konsep West Java Digital Province.

Prinsipnya bukan hanya menjamin keamanan dan kerahasiaan informasi pemerintah, tetapi juga datanya harus utuh, tersedia saat diambil, dan asli.

“Salah satu yang paling penting dari sisi keamanan informasi adalah bagaimana kita bisa mengakses dan mengamankan pusat data, serta juga mengamankan terkait dengan surat elektronik,” ujarnya.

Setiaji menjelaskan, di era digital dan banjir informasi banyak dokumen – dokumen pemerintah yang sebetulnya masih bersifat rahasia tapi keburu bocor ke masyarakat. Efeknya, tidak jarang masyarakat menjadi reaktif dan panik.

“Bagaimana kita mengamankan dan memeriksa dokumen tersebut. Kita juga harus bisa mengedukasi masyarakat bahwa dokumen yang dibagikan ke masyarakat harus dicek keasliannya, keabsahannya dengan menggunakan berbagai macam _tools_,” ujarnya.

Ada banyak manfaat dalam memvalidasi tanda tangan elektronik. Pertama, memastikan tanda tangan yang dikirimkan dan diterima oleh pihak-pihak adalah benar. Kedua, dokumennya utuh, tidak dimodifikasi karena nanti akan terlihat di sistem. Ketiga, memastikan pemilik informasi tidak menyangkal bahwa ini miliknya dan sudah disahkan olehnya.

“Di situ  terlihat dokumen didesain tanggal berapa, kemudian apakah dimodifikasi atau tidak” ungkapnya.

Setiaji menyebut semua perangkat daerah di lingkungan Pemda Provinsi Jabar telah menggunakan tanda tangan elektronik. Untuk itu ia mengapresiasinya, tinggal konsistensi dan penguatan. Pada saat yang sama Setiaji mendorong perangkat daerah di kabupaten/kota mempergunakannya.

“Diharapkan bagi yang belum bisa segera menggunakan TTE ini karena kegiatan kita banyak yang dilaksanakan hybrid, baik WFO maupun WFH. Nah dengan ini, tentunya tanpa kehadiran kita secara fisik di kantor, kita bisa melaksanakan tugas secara virtual,” katanya.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Jabar Purnomo Yustianto menjelaskan, Pemda Prov Jabar saat ini sudah punya sistem baru yang lebih canggih dalam aplikasi tanda tangan elektronik. Dari asalnya prosesnya diunggah, diunduh, kemudian ditandatangani, kini bisa lebih ringkas dengan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD).

Dengan fitur baru ini seorang konseptor bisa mengunggah dokumennya secara langsung di SIKD dan menujukkan dokumen tersebut harus diparaf beberapa orang yang alurnya sudah difasilitasi di SIKD.

“Semua dokumen dalam bentuk naskah yang ditandatangan elektronik secara langsung bisa ditindaklanjuti sebagai naskah resmi yang dikirim ke tujuan tanpa perlu langkah berulang-ulang,” jelasnya.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jabar Tiomaida Seviana menjelaskan, cara mengetahui naskah dinas sudah ditandatangi secara benar oleh yang berwenang dapat ditempuh dengan beberapa program praktis.

“Ada beberapa “tools” yang bisa digunakan. Ada VeryDS, e-Sign Cloud BRSE, aplikasi pembuka PDF, Panter Desktop dan Mobile,” katanya.

Tiomaida mengingatkan perangkat daerah memastikan naskah dinas elektronik benar-benar siap untuk ditandatangani secara elektronik, menjaga validitas dokumen, dan proses penandatanganannya sehingga sah secara hukum. (Red)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kapolres AKBP Deni Septiawan: Para pelajar, Agar Tidak Mudah Terpengaruh Pergaulan Bebas dan Narkoba

Published

on

By

PEMBINA UPACARA-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan, S.I.K, M.H, saat menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Wonogiri. (Foto Doc. Polres).

WONOGIRI – Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan, S.I.K, M.H, menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Wonogiri, Senin (2/11/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya membangun karakter generasi muda yang sehat, disiplin dan berprestasi.

Kegiatan yang berlangsung di halaman upacara SMA Negeri 1 Wonogiri tersebut, menjadi sarana pendekatan Polri kepada kalangan pelajar untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Dalam amanatnya, AKBP Deni Septiawan menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang unggul. Para siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki, serta memiliki prinsip kuat untuk menjauhi segala bentuk perilaku negatif.

Kapolres juga mengingatkan para pelajar, agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas maupun ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Menurutnya, narkoba memiliki dampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, serta masa depan generasi muda.

FOTO BERSAMA-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan, S.I.K, M.H bersama PJU, para Guru dan Murid, foto bersama usai upacara. (Foto Doc. Polres).

Selain itu, para siswa diimbau untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan, berani menolak ajakan menggunakan narkoba, serta tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Kapolres juga mengajak para pelajar untuk menghindari kenakalan remaja dan mengisi waktu dengan kegiatan positif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kasat Lantas Polres Wonogiri, AKP Julius Marlon Gawe, S.Tr.K, S.I.K, M.H, KBO Sat Lantas Ipda Muh Marwah, S.E, Kanit Kamsel Sat Lantas Ipda Sumiyanto, S.H, serta personel Sat Lantas Polres Wonogiri.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Polres Wonogiri berharap, para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba, mampu membentengi diri dari pengaruh negatif, serta turut berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif.

Polres Wonogiri – Polisi Bersama Masyarakat
Nyawiji Njogo Wonogiri. (Red).

Continue Reading

Daerah

Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat Berikan Sambutan Perdana, Pujawali Ke-85 Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Istimewa

Published

on

By

FOTO BERSAMA-Ketua Harian PHDI Pusat, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, foto bersama Umat, saat dilaksanakannya acara pentas seni. (Foto Doc. PHDI Jabar).

CIMAHI, SENTANA – Perayaan Pujawali ke-85 Pura Agung Wira Loka Natha Kota Cimahi tahun ini berlangsung istimewa dan penuh berkah.

Bertepatan dengan Hari Suci Saraswati, momentum ini dihadiri langsung oleh Ketua Harian PHDI Pusat, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E, M.Tr.(Han) yang memberikan sambutan perdana di wilayah Jawa Barat, pada Sabtu (31/10).

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang khidmat untuk memanjatkan syukur dan do’a keselamatan bangsa. Suasana kebersamaan kian semarak melalui pentas seni budaya dari generasi muda Hindu, yang mencerminkan harmoni antara nilai keagamaan (dharma agama) dan kecintaan terhadap tanah air (dharma negara).

Melalui keteranganya, Sabtu (1/11), Letjen TNI I Nyoman Cantiasa menekankan bahwa, Persembahyangan Hari Suci Saraswati ini adalah momentum sakral untuk memuliakan ilmu pengetahuan, yang disimbolkan oleh keindahan dan kearifan Dewi Saraswati. “Melalui hari suci yang hadir setiap enam bulan sekali ini, kita diajak untuk sejenak berhenti, merenung dan mengevaluasi sejauh mana kebijaksanaan telah menuntun hidup kita,” ungkapnya dalam sambutan perdana.

Menurutnya, agar vibrasi kesucian hari ini dapat kita rasakan sepenuhnya, mari kita laksanakan persembahyangan ini dengan khusyuk dan hikmat. Dalam keheningan bakti tersebut, terdapat beberapa esensi utama yang kita alirkan melalui do’a yaitu: Penyucian Jiwa: Memohon pengampunan dosa atas segala kekhilafan yang telah lalu. Wasudewa Kutumbakam (Cinta Kasih): Mendo’akan keselamatan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang kita cintai. Pengharapan Luhur: Memohon hal-hal baik kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa demi kedamaian semesta. Evaluasi Diri: Merenungkan penggunaan ilmu pengetahuan agar selalu membawa berkah dan prestasi, bukan petaka. Prestasi yang dimaksud di sini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan pencapaian yang kompetitif bagi adik-adik generasi muda.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, S.Psi, M.I.P., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang mendalam. “Kami atas nama seluruh umat Hindu dan jajaran pengurus PHDI se-Provinsi Jawa Barat mengucapkan suksma yang tulus kepada Ketua Harian PHDI Pusat. Kehadiran beliau di tengah umat pada hari suci yang berlipat ganda ini hari turunnya ilmu pengetahuan sekaligus hari lahirnya tempat ibadah bersejarah ini memberikan vibrasi positif, motivasi, serta tuntunan rohani yang sangat berarti bagi penguatan kelembagaan dan pembinaan umat di Jawa Barat,” ujar I Made Riawan.

Acara yang dihadiri oleh ratusan umat Hindu dari wilayah Bandung Raya ini berjalan dengan penuh khidmat, sukses menguatkan semangat sradha dan bhakti, sekaligus memperkokoh keharmonisan intern dan antarumat beragama di Jawa Barat.

Pada akhir acara persembahyangan dilaksanakan pentas seni dengan menampilankan beberapa tarian yang di hadiri oleh Wali Kota Cimahi. Letkol (Purn) Ngatiyana S.A.P. (Red).

Continue Reading

Daerah

Minggu Kasih di Wonokarto, Kapolres Wonogiri Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kondusivitas

Published

on

By

WONOGIRI, SENTANA – Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan, S.I.K, M.H, mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Wonogiri. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres saat kegiatan Minggu Kasih di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan telepon genggam dan media sosial. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan aktivitas digital anak, mulai dari konten yang diakses hingga pergaulan di dunia maya.

AKBP Deni juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan, pengaduan, maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Apabila ada permasalahan, keluhan, maupun pengaduan terkait pelayanan kepolisian atau situasi kamtibmas, silakan disampaikan melalui layanan Call Center 110,” pesannya.

Selain berdialog dan menyampaikan pesan kamtibmas, Kapolres bersama personel Polres Wonogiri juga turun langsung melaksanakan pengamanan ibadah. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani saat menjalankan ibadah.

Melalui program Minggu Kasih, Polres Wonogiri terus memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending