Gayahidup
Bahan Hijab Anti Bakteri, Inovasi Terbaru PT Daliatex Kusuma

Devina Unjoto (tengah) Marketing Executive PT Daliatex Kusuma sebagai narasumber di acara Jakarta Halal Things di Senayan Jakarta
Jakarta, HarianSentana.com
Perusahaan tekstil asal Bandung, PT Daliatex Kusumu membuat inovasi yaitu mengeluarkan bahan hijab anti bakteri, dengan menhgunakan teknologi terbaru. Sebelumnya, PT Daliatex juga telah memiliki bahan untuk hijab yang menggunakan teknologi water repellent (anti air) pertama di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, pabrik kain yang telah berdiri lebih dari 50 tahun ini, meluncurkan produk kain terbaru, dengan teknologi anti bakteri yang dikembangkan khusus untuk Mode Fashion di Indonesia. Kabar baik ini disampaikan Marketing Executive PT Daliatex Kusuma, Devina Unjoto di acara Jakarta Halal Things di Senayan City, Minggu (8/12/2019).
“Misi kita memang terus mengembangkan industri fashion di Indonesia. Terus berinovasi supaya nggak ketinggalan. Salah satu inovasi terbaru dari PT Daliatex Kusuma yaitu mengeluarkan bahan hijab anti bakteri.
Karena bakteri kan memang ada dimana mana. Apalagi bagi wanita yang suka berolahraga dan punya kegiatan di luar ruangan. Itu kan pasti lebih mudah berkeringat. Keringat itu kan memicu bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Tujuannya adalah meminimalisir bakteri tersebut, tidak bau dan gatal juga mengurangi resiko timbulnya jerawat pada kulit,” jelas Devina.
Sebagai bahan kain anti bakteri, PT Daliatex memilih jenis Ultrafine, yang dipercaya memberikan rasa nyaman dan halus. “Ultrafine ini sudah teruji nyaman sekali dipakai, walaupun dalam cuaca panas sekalipun,” ujarnya.
Devina menyebutkan secara teknis teknologi kimia yang digunakan untuk produk ini, tetap ramah lingkungan dan aman untuk dipakai di kulit. Proses sebelum perilisan produk ini juga memakan waktu yang cukup panjang mulai dari product testing, trial and error hingga market test.
“Kita sih ingin buat kain itu nomor satu nyaman digunakan, bisa dipakai sehari-hari seperti pesta, dan tetap yang tidak boleh dilupakan itu harus modis. Karena wanita Indonesia itu kalau nggak modis dia nggak mau beli, dan bisa dipakai mulai dari pelajar hingga wanita yang sudah bercucu,” ujar Devina.
Setelah masa pengujian di pabrik, efek terang Devina anti bakteri dalam bahan dengan teknologi terbaru ini, diakui bisa berkurang tergantung dari cara dan frekuensi pencucian kain, namun tidak serta merta akan menghilangkan keunggulan dari produk ini.
“Sejauh ini banyak brand yang tertarik karena ini teknologi baru yang bisa membuat wanita Indonesia lebih nyaman menggunakan hijab, karena dengan teknologi ini bisa lebih percaya diri, cuma kita masih dalam tahapan menjajaki lebih lanjut lagi,” tutupnya.
Editor: Pangihutan S
Trend
Empat Tahun Tak Selesai, Konsumen Keluhkan Proses Pengalihan Nomor di Gerai Indosat Pusat, Sebut Petugas Berbohong
JAKARTA, SENTANA – Seorang konsumen berinisial SL mengeluhkan lambannya proses pengalihan kepemilikan nomor telepon (change ownership) yang diajukan sejak Januari 2022 di Gerai Kantor Pusat Indosat, Jakarta Pusat.
Hingga memasuki tahun 2026, status kepemilikan nomor tersebut disebut masih belum berubah, meski seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sejak awal pengajuan.
Kondisi ini dinilai merugikan konsumen karena tagihan masih tercatat atas nama pemilik lama.
Permasalahan tersebut bermula ketika SL bersama rekannya IC mendatangi Gerai Kantor Pusat PT Indosat Ooredoo Hutchison di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, pada 2 Januari 2022 untuk mengurus pengalihan kepemilikan atas dua nomor telepon, yakni 0815 xxx dan 0816 xxx.
“Seluruh dokumen syarat sudah diserahkan lengkap pada pengurusan pertama tanggal 2 Januari 2022,” kata SL dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Menurut SL, saat itu proses pengurusan dilayani oleh petugas Indosat bernama Shelmy.
Seluruh dokumen administrasi yang diminta disebut telah dipenuhi, termasuk pengisian formulir resmi dan penyerahan dokumen pendukung.
Bahkan setelah proses administrasi selesai, petugas Shelmy menyampaikan bahwa pengalihan kepemilikan telah berhasil dilakukan.
Kartu SIM lama kemudian diganti dengan kartu baru, dan SL mengaku mendapat konfirmasi bahwa status kepemilikan akan otomatis beralih setelah kartu baru aktif.
Namun beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 14 Mei 2022, SL dan IC kembali mendatangi gerai karena mendapati bahwa data kepemilikan nomor tersebut ternyata belum berubah.
Dalam kunjungan kedua itu, mereka bertemu dengan petugas lain bernama Lian, yang menyampaikan bahwa Shelmy sedang cuti.
Lian kemudian menawarkan diri untuk membantu proses lanjutan dan meminta kembali dokumen pendukung, termasuk Kartu Keluarga (KK).
Belakangan, menurut SL, pernyataan tersebut terbukti tidak benar.
Dalam keterangannya, SL menyebut bahwa pernyataan petugas Lian yang menyebut Shelmy sedang cuti merupakan kebohongan.
Pasalnya, pada saat yang sama atasan petugas tersebut datang dan menyampaikan bahwa Shelmy sebenarnya tidak sedang cuti.
Karena tidak membawa dokumen fisik saat itu, SL langsung mengirimkan foto KK melalui aplikasi WhatsApp kepada Lian.
SL mengaku mempertanyakan alasan dimintanya kembali dokumen yang sebelumnya sudah diserahkan lengkap.
“Kenapa harus mengirimkan dokumen lagi? Padahal seluruh dokumen syarat sudah diserahkan lengkap pada pengurusan pertama tanggal 2 Januari 2022,” ujar SL.
Menurut dia, Lian kemudian menjelaskan bahwa proses harus diulang kembali sebagai permohonan baru dan meminta agar pengurusan sebelumnya dianggap tidak berlaku.
Pernyataan tersebut dinilai SL sebagai tindakan yang tidak profesional dan menyesatkan, karena sebelumnya petugas Shelmy telah menyatakan bahwa proses pengalihan kepemilikan sudah berhasil dilakukan.
Karena proses verifikasi ulang membutuhkan waktu lama dan jam operasional gerai hampir berakhir, pihak Indosat menyarankan agar pengurusan selanjutnya dilanjutkan melalui komunikasi WhatsApp di bawah supervisi Shelmy.
Sejak saat itu, kata SL, dirinya harus aktif melakukan follow-up untuk menanyakan perkembangan proses pengalihan kepemilikan nomor.
Pada 14 Mei 2022, petugas Shelmy menjelaskan bahwa dalam sistem terdapat keterangan “Eligibility Not Clear”, yang dikaitkan dengan dugaan adanya tunggakan tagihan pada nomor lain sehingga proses pengalihan ditangguhkan.
Namun SL membantah adanya tunggakan tersebut. Ia menyatakan seluruh pembayaran selama ini dilakukan secara otomatis melalui kartu kredit atau sistem autodebit.
Pada 26 Mei 2022, ia kembali melakukan follow-up kepada pihak Indosat. Meski demikian, petugas masih menanyakan persoalan tunggakan yang sama.
Baru pada 27 Mei 2022, setelah berulang kali melakukan tindak lanjut, pihak Indosat menyatakan bahwa seluruh tagihan telah dinyatakan lunas dan proses pengalihan tinggal menunggu tahap eskalasi untuk penyelesaian akhir.
Namun hingga kini, pengalihan kepemilikan nomor tersebut disebut belum pernah terealisasi.
Tagihan atas kedua nomor telepon tersebut masih terus terbit atas nama IC, yang menunjukkan bahwa status kepemilikan belum berubah sejak pengajuan pertama pada Januari 2022.
SL menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya kelalaian sistematis dan ketidakprofesionalan dalam pelayanan administrasi. Ia juga menyoroti adanya pernyataan yang tidak benar dari petugas, mulai dari klaim bahwa proses telah berhasil dilakukan hingga informasi yang menyebut petugas sedang cuti.
“Pengabaian proses selama lebih dari empat tahun menunjukkan ketiadaan tanggung jawab pelaku usaha atas jasa yang ditawarkan, yang berakibat pada kerugian materil dan imateril bagi konsumen,” kata SL.
Sebagai perusahaan telekomunikasi besar dan perusahaan publik, lanjut dia, sangat tidak wajar apabila proses administrasi sederhana seperti pengalihan kepemilikan nomor membutuhkan waktu bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
SL juga menegaskan bahwa tindakan petugas yang memberikan informasi tidak benar tersebut dinilai sebagai bentuk kebohongan kepada konsumen dan memperparah kerugian yang dialami.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Indosat terkait keluhan tersebut.
Gayahidup
Gandeng Anang dan Ashanty, ShortChall Hadirkan Platform Video Pendek Berbasis Web3
Jakarta, Hariansentana.com — Platform video pendek berbasis Web3, memperluas ekspansi global dengan menghadirkan sistem yang memungkinkan pengguna memperoleh imbalan nyata dari setiap aktivitas digital mereka.
Di Indonesia, pengembangan dan representasi ShortChall akan dijalankan oleh Vita World, yang diwakili oleh Anang Hermansyah bersama Hur Young. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus membangun ekosistem kreator lokal.
Kehadiran platform ini membawa konsep baru di mana setiap aktivitas digital pengguna, mulai dari menonton, memberikan suara (voting), hingga mengunggah konten, dapat menghasilkan imbalan ekonomi nyata secara transparan melalui teknologi blockchain.

Managing Director Vita World, Anang Hermansyah dalam jumpa media, Rabu, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus membangun ekosistem bagi kreator lokal di tanah air.
Berbeda dengan platform konvensional yang cenderung mendominasi keuntungan, ShortChall mengusung model bisnis yang lebih adil dengan mendistribusikan kembali pendapatan platform kepada pengguna dalam bentuk reward.
Anang menekankan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan konsep tantangan berkelanjutan atau serial challenger yang dijalankan secara bergantian oleh figur publik dan komunitas kreator untuk menjaga antusiasme masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ashanty mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan peluang di platform yang baru saja mengudara di Indonesia ini.
Ia menjelaskan bahwa pengguna bisa mendapatkan keuntungan finansial hanya dengan melakukan aktivitas sederhana seperti mengunduh dan membagikan konten.

Ashanty juga menyoroti bahwa ShortChall memiliki rekam jejak yang matang dengan persiapan selama tiga tahun sebelum diluncurkan di Korea Selatan, sehingga kehadirannya di Indonesia diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi industri kreatif nasional.
“Ini adalah challenge pertama yang bekerja sama dengan pihak Indonesia yaitu kami berdua. Mumpung masih baru, kalian semua memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemenang. Saya berharap ShortChall bisa berkembang pesat di Indonesia dan menjadi wadah kolaborasi bagi artis-artis lainnya,” ujar Ashanty saat memperkenalkan program tersebut di Jakarta.
Sebagai penanda awal kehadirannya, ShortChall meluncurkan program bertajuk “Jodohku Challenge” yang terinspirasi dari lagu hit milik Anang dan Ashanty. Tantangan ini menyiapkan total hadiah mencapai Rp100 juta bagi para pengguna yang mampu menciptakan konten video kreatif dengan durasi maksimal satu menit.

Pemenang utama dari kompetisi ini tidak hanya mendapatkan uang tunai sebesar Rp50 juta, tetapi juga didapuk menjadi duta merek atau Ambassador ShortChall selama satu tahun.
Hingga Maret 2026, ShortChall dilaporkan telah menjangkau 226 negara dengan basis pengguna mencapai 1,7 juta orang dan pertumbuhan rata-rata 50.000 pengguna baru setiap harinya. Dengan fokus awal di pasar Asia, platform ini menargetkan potensi pasar konten video pendek global yang nilainya kini telah menembus angka 100 miliar dolar AS melalui model pendapatan dari iklan digital, tantangan bersponsor, dan sistem berlangganan.(***)
Gayahidup
X THE LEAGUE Round 1, PT Nutrione Indonesia Jaya Perkenalkan Brand K-Wellness Terbarunya, BBLAB dan Tecateca, ke Pasar Indonesia.
Jakarta, Sentana – Tim Indonesia yang diperkuat oleh empat figur publik, yakni Ashanty, Aurelie Hermansyah, Mami Louisse dan Ibnu Wardani, tampil percaya diri dalam ajang global X THE LEAGUE Round 1 yang berlangsung pada 23 Maret hingga 11 April. Mengusung semangat “Let’s Go, Team Indonesia”, keempatnya menjadi ujung tombak strategi pemasaran berbasis live commerce melalui Shopee Live.
Pendekatan live streaming dipilih sebagai strategi utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membangun interaksi langsung dengan konsumen. Melalui program Shopee Live Super Star, Tim Indonesia tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman belanja yang interaktif, real-time, dan berbasis kepercayaan publik terhadap figur yang terlibat.

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh PT Nutrione Indonesia Jaya untuk memperkenalkan brand K-Wellness terbarunya, BBLAB dan tecateca, ke pasar Indonesia. Peluncuran ini mendapat respons positif, seiring tingginya antusiasme audiens dalam sesi live yang dinilai mampu menggabungkan edukasi produk dengan pendekatan hiburan.

Perwakilan perusahaan, Grace Han, mengungkapkan apresiasinya terhadap para influencer Indonesia yang dinilai mampu memahami produk secara mendalam. “Kami sangat terkesan dengan bagaimana mereka menjelaskan produk secara detail kepada audiens. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Dalam mendukung performa penjualan, Tim Indonesia turut membawa sejumlah produk unggulan. Di antaranya BB LAB dengan produk Pomegranate Collagen S, serta rangkaian produk perawatan kulit berbasis Centella asiatica (tecateca) yang diformulasikan untuk membantu menenangkan dan memperbaiki kondisi kulit. Selain itu, diperkenalkan pula varian BB Lab Organic Olive Lemon Dual Shot dan BB Lab Organic Olive Tomato Dual Shot yang sudah tersertifikasi organik Indonesia dan BPOM sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat berbasis K-Wellness.

Tak sekadar berjualan, sesi live streaming juga disisipi unsur budaya lokal. Para host tampil mengenakan busana adat Indonesia, memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi digital.
Hal ini menunjukkan bahwa live commerce kini berkembang menjadi medium promosi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga pada nilai budaya.

Nutrione sendiri menargetkan capaian ambisius hingga Rp120 miliar dalam satu tahun melalui strategi kolaborasi lintas negara ini. Seluruh produk yang dipasarkan telah mengantongi sertifikasi halal dari Korea dan tengah dalam proses sertifikasi di Indonesia melalui BPJPH, dengan dukungan riset ilmiah dari pusat R&D mereka. “Indonesia negara yang solid. Kami yakin bisa berkembang dan berkontribusi di sini,” ujar Ms Ayu ( Hur Young Soon).
Dengan mengandalkan kekuatan figur publik, strategi live commerce, serta dukungan produk berbasis kesehatan dan kecantikan, Tim Indonesia optimistis mampu bersaing dan mencuri perhatian dalam ajang X THE LEAGUE. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa Shopee Live kini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan di era ekonomi digital.(***)
-
Trend5 days ago
Empat Tahun Tak Selesai, Konsumen Keluhkan Proses Pengalihan Nomor di Gerai Indosat Pusat, Sebut Petugas Berbohong
-
Ibukota6 days agoSatpol PP DKI Jakarta Tegas,Tutup Kelab Malam di PIK Jakut Terkait Kasus Narkoba, Izin Usaha Dicabut
-
Ibukota6 days agoCapai 8.000 Ton per Hari, Penanganan Sampah dilakukan Secara Bertahap dan Terencana.
-
Bodetabek6 days agoStrategi Tirta Kahuripan Meningkatkan Suplai Air di Tarikolot

