Connect with us

Nasional

Badiklat Kemhan Resmikan Theatre Merah Putih dan Luncurkan Aplikasi Pelayanan Pendidikan One-Klik Badiklat.

Published

on

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementenan Pertahanan RI (Badiklat Kemhan RI) meresmikan “Theater Merah Putih” dan Launching Aplikasi One-Klik Badiklat, bertempat di Ruang Marta Cristina Tiahahu Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan. Jl. Salemba Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2025).

Peresmian Theater Merah Putih dan pembangunan sistem aplikasi One Klik Badiklat, di resmikan dan diluncurkan oleh Wamenhan, Donny Ermawan T., MD.S., M.SP, dengan didampingi oleh., Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Zainul Anfin, S.A P., M.Sc.,

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc, mengatakan, ini merupakan momentum bersejarah bagi Badiklat Kemhan khususnya dan bagi kita semua dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan di Kemhan dan TNI.
“Pembangunan Theatre Merah Putih merupakan salah satu wujud nyata dan komitmen untuk menghadirkan sarana dan prasarana yang refresentatif sebagai pusat kegiatan dan pendidikan yang berlandaskan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Kabadiklat menjelaskan, Theatre Merah Putih ini berkapasitas 112 orang yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas Audiovisual yang canggih, sehingga diharapkan dapat menjadi ruang kreatif dan inovatif dalam mendukung kegiatan mulai dari pendidikan, pelatihan, seminar, presentasi, diskusi, serta kegiatan lain,” jelasnya

Sejalan dengan itu, Badiklat Kemhan juga membangun inovasi Sistem Pendidikan berbasis Web yang menyediakan layanan satu pintu Badiklat Kemhan yang dinamakan Sistem Aplikasi One Klik Badiklat.

Menurutnya One-Klik Badiklat dinilai sebagai langkah maju dalam upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di kemhan.

One-Klik Badiklat juga mengintegrasikan secara online tiga fungsi penting yang didalam nya memiliki fitur-fitur menarik sehingga dapat memudahkan penggunanya.

Adapun tiga fungsi penting tersebut yaitu, Knowledge Management System/KMS (didalamnya terdapat sistem Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Bangkom, Merdeka Belajar, Literasi Digital Humas dan system E-Library).

Learning Management System/LMS (Sisfodiklat atau sistem mendukung pebelajaran tatap muka’/klasikal dan Blended Leaming).

Office Management System/OMS (sistem ditujukan untuk pengguna internal Badiklat dalam mendukung surat-menyurat, E-arsip, E-dosir dan terintegrasi dengan Sistem Kepegawaian).

Lebih lanjut Kabafiklat Kemhan menjelaskan, secara keseluruhan One Klik Badiklat adalah sebuah layanan terintegrasi secara online yang dirancang untuk mempercepat, menyederhanakan, dan meningkatkan kualitas layanan di Iingkungan Kemhan, TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya, serta siapa pun dapat mengakses semua informasi hanya dengan sekali Klik.

Untuk ke depannya, aplikasi One-Klik Badiklat Kemhan juga dapat diunduh melalui playstore dan Appstore sehingga, peserta didik dapat belajar melalu smartphone masing-masing.

Badiklat Kemhan kedepannya juga terus merancang program-program pengembangan kompetensi yang memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk memilih materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan waktu belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat masingmasing pegawai, sebagaimana menjadi konsep merdeka belajar yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang fleksibel, inovatif, dan berpusat pada pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja organisasi.

Diakhir sambutannya Kabadiklat berharap kedepan transformasi Badiklat menjadi BPSDM dapat terlaksana, sehingga pengembangan kopetensi pegawai dapat terencana dengan baik,” pungkasnya.

Turut hadir dalam moment peresmian ini Rektor UNHAN, Letnan Jenderal TNI (Pum.) Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D dan para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan dan TNI. Selain itu pada peresmian ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Kompetensi LAN RI DR. Baseng, M.Ed, pejabat dilingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN), PPSDM ANRI, Pusbang SDM BSSN, Pusdiklat BPS, Pusdiklat Manajemen MA RI, BPIP RI dan Pusdiklatmin Balitbang dan Diklat Kemenag RI.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Andreas PDIP: Demonstrasi Mahasiswa Jadi Alarm untuk Pemerintah

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, angkat bicara mengenai demonstrasi mahasiswa pada hari jumat, 12 Juni 2026 kemarin

Dalam keterangannya pada wartawan, ia mengatakan jika demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin oleh UUD 1945 (ps. 28E ayat 3)”bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

“Demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari ini merupakan bentuk ekspresi kebebasan untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” ujarnya dalam keterangan tertulis pada wartawan 14 Juni 2026

Ia juga menyebut, berbagai kalangan yang ikut serta mulai dari mahasiswa hingga pengemudi gojek merupakan aspirasi yang “genuine” dari masyarakat

“Demonstrasi Jumat, 12/6 merupakan bentuk kebebasan berkumpul dan mengeluarkan pendapat yang “genuine”, diwakili oleh mahasiswa dan pengemudi ojek.” tuturnya

“Tuntutannya sederhana; turunkan harga BBM, Revisi program2 unggulan pemerintah; MBG dan Koperasi Merah Putih, yang menyedot porsi besar APBN dan tolak militerisasi yang mengancam kelangsungan demokratisasi yang merupakan buah perjuangan reformasi 1998.” lanjutnya

Menurutnya, selanjutnya yang perlu dipertanyakan adalah respon dari pemerintah dan aspirasi masyarakat ini merupakan alarm bagi pemerintah saat ini

“Persoalannya, apakah pemerintah mau mendengarkan atau tidak? Ini adalah alarm serius untuk pemerintah.” tegasnya

“Ditengah tingkat kepercayaan terhadap pemerintah yang cenderung menurun, kalau alarm ini tidak direspon dengan kebijakan2 yang mengarah pada perbaikan, bukan tidak mungkin ini akan berkembang lebih jauh.” pungkasnya

Continue Reading

Daerah

Selesaikan Konflik PT PMC dan Penggarap Lahan, Ini Cara Kades Sukajaya

Published

on

By

BOGOR, SENTANA – Kepala Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Topik Hamid, menegaskan pihaknya akan terus mendorong penyelesaian konflik lahan yang melibatkan warga penggarap dan PT Prima Mustika Candra (PMC), yang menurutnya telah berlangsung sejak tahun 1997 dan hingga kini belum menemukan titik akhir.

Hamid mengatakan insiden ketegangan yang terjadi dalam pertemuan antara perwakilan penggarap dan pihak penerima kerohiman beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting agar seluruh pihak tidak mengambil langkah terburu-buru.

“Kejadian itu masih baru dan situasi saat itu memang cukup memanas. Kami tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena khawatir justru salah langkah,” ujar Hamid.

Menurutnya, pertemuan tersebut awalnya merupakan tindak lanjut dari undangan pihak kecamatan untuk membahas persoalan kerohiman yang telah diterima sebagian pihak. Sebagai kepala desa, ia merasa berkewajiban memberikan klarifikasi dan memastikan informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Hamid mengakui persoalan lahan yang disengketakan sangat kompleks karena melibatkan banyak pihak dengan versi dan klaim yang berbeda-beda.

“Konflik ini bukan terjadi sekarang. Ini masalah lama yang sudah berlangsung sejak 1997. Ada pihak yang mengaku sebagai penggarap lama karena memegang surat, sementara ada pihak lain yang memiliki pandangan berbeda. Kronologinya panjang dan masing-masing punya cerita sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, saat suasana pertemuan mulai memanas dan terjadi perdebatan antara beberapa pihak, dirinya memilih meminta seluruh peserta membubarkan diri untuk menghindari terjadinya bentrokan fisik.

“Saya tidak ingin ada keributan apalagi sampai baku pukul di depan mata saya. Makanya saya minta semua pulang dulu supaya situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Sebagai kepala desa, Hamid menegaskan prioritasnya adalah menjaga stabilitas wilayah sekaligus mencari solusi yang dapat diterima seluruh pihak.

“Target saya selama menjabat adalah bagaimana persoalan PMC ini bisa selesai. Jangan sampai konflik terus berulang dan berkepanjangan,” tegasnya.

Hamid juga membuka kemungkinan pemerintah desa mengambil peran lebih besar dalam memfasilitasi penyelesaian sengketa apabila seluruh pihak sepakat. Namun menurutnya, langkah tersebut harus ditempuh sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku dengan melibatkan pemerintah kecamatan hingga pemerintah kabupaten.

“Kalau memang ada kesepakatan dari semua pihak, tentu kami akan pelajari langkah-langkahnya. Tetapi legalitas dan mekanismenya harus jelas karena menyangkut aset dan kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Desa Sukajaya berencana melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk kelompok penggarap, PT PMC, unsur Forkopimcam, serta pihak-pihak yang dinilai dapat membantu mencarikan jalan keluar.

Menurut Hamid, salah satu kendala selama ini adalah banyaknya pihak yang berbicara tanpa adanya perwakilan tunggal yang dapat mengambil keputusan atau menyampaikan sikap resmi kelompok.

“Kami ingin ada koordinator yang benar-benar dipercaya untuk mewakili masing-masing pihak. Jadi ketika ada keputusan atau kesepakatan, semuanya jelas dan tidak menimbulkan perbedaan pendapat lagi,” ujarnya.

Hamid berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan musyawarah sehingga konflik lahan yang telah berlangsung hampir tiga dekade tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun perusahaan.

“Kalau konflik ini terus berlangsung, tidak akan ada penyelesaian. Karena itu semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa penggarap yang memiliki surat keabsahan menggarap melaporkan seseorang berinisial SH ke Polres Cibinong Bogor. Pelaporan tersebut dilakukan karena SH diduga melakukan penganiayaan

Salah seorang korban, melaporkan SH setelah dirinya ditendang dan dipukul usai bersuara dalam sebuah forum pertemuan ganti rugi yang dilakukan oleh PT PMC kepada pihak menggarap lahan.

“Saya dapat kerohiman dari PMC, namun saya disebut tidak ada hak. Saya juga gak dilarang bersuara saat pertemuan, namun saat bersuara saya ditendang dan dipukul. Atas kejadian itu saya mundur dan gak mau berantem dan saya sempat dikeroyok,” katanya.

Dirinya pun meminta pihak Polisi harus segera menindak pelaku yang telah merugikan dirinya.

Continue Reading

Polhukam

Merespons Aksi Mahasiswa, Neng Ais PPP: Pendekatan Humanis dan Ketegasan Hukum Presiden Prabowo, Jadi Teladan Utama

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Tokoh politik muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Siti Aisah, S.Pd (Neng Ais), memberikan tanggapan resmi terkait gelombang aksi unjuk rasa serentak oleh elemen mahasiswa di berbagai kota besar Indonesia pada Jum’at (12/6/2026) malam.

Neng Ais menilai, eskalasi suara kritis dari kampus harus dihadapi dengan jiwa besar, mencontoh karakter kenegarawanan, pendekatan humanis, serta komitmen keberpihakan pada rakyat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Aliansi BEM Universitas Indonesia (UI) serta elemen kampus di Solo dan Makassar, turun ke jalan membawa gerakan “Menuju Indonesia Bangkrut.” Aksi yang terkonsentrasi di kawasan Bundaran HI Jakarta dan Gedung DPR/MPR RI ini menyuarakan lima tuntutan ekonomi-politik. Isu yang diangkat mulai dari evaluasi kenaikan harga BBM nonsubsidi (Pertamax), stabilitas nilai tukar rupiah, hingga efisiensi anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Merespons dinamika tersebut, Neng Ais menegaskan bahwa, gerakan mahasiswa adalah bukti nyata demokrasi Indonesia yang tetap hidup. Ia menilai, Presiden Prabowo secara tegas membuktikan kepemimpinan nasional yang inklusif, toleran dan sama sekali tidak anti-kritik.

“Pemerintah memandang kritik publik sebagai instrumen kontrol sosial yang sah untuk mengevaluasi akuntabilitas program kerja. Sikap kenegarawanan Presiden Prabowo yang sangat humanis dalam menangani setiap permasalahan bangsa, adalah role model terbaik bagi pemimpin di setiap tingkatan,” ungkapnya melalui keterangan kepada wartawan, Sabtu (13/6).

Beliau menegaskan, posisi sebagai pemimpin yang sangat berpihak pada rakyat. Oleh karena itu, seluruh kebijakan strategis nasional yang tengah digulirkan, seperti akselerasi mega-proyek hilirisasi, penguatan ketahanan energi bersih, hingga penataan masif program Makan Bergizi Gratis (MBG), dirancang berbasis pada pemenuhan kebutuhan rakyat untuk jangka pendek sekaligus investasi kesejahteraan jangka panjang, ujarnya Neng Ais.

Neng Ais kemudian menjabarkan sejumlah contoh nyata pendekatan humanis serta ketegasan hukum yang telah ditunjukkan oleh Presiden Prabowo, di antaranya:
Presiden Prabowo secara resmi menginstruksikan kementerian dan lembaga negara untuk membuka jalur komunikasi, menerima utusan mahasiswa, serta mengundang tokoh masyarakat sipil ke Istana guna mendengarkan kritik secara langsung.

Selanjutnya Presiden Prabowo secara konsisten menegaskan prinsip zero tolerance dengan tidak melakukan intervensi apa pun terhadap proses hukum bagi para koruptor, sekalipun kasus tersebut menyasar lingkaran dekat atau oknum yang pernah terafiliasi dengan program strategis pemerintah. Hukum ditegakkan secara independen, adil dan transparan tanpa pandang bulu.

Politikus muda berlatar belakang pendidikan ini menambahkan, keterbukaan informasi publik, ketegasan membasmi korupsi, serta respons yang persuasif dari pemerintah pusat harus menjadi standar wajib yang ditiru oleh para kepala daerah.
Kader PPP ini mendorong agar seluruh saluran komunikasi dialogis antara pembuat kebijakan dan kelompok pemuda terus dibuka tanpa penyumbatan aspirasi, guna merumuskan masa depan Indonesia yang adil, makmur dan berdaulat. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending