Ibukota
Akhirnya RDF Rorotan Dihentikan Sementara, Warga Menang Lawan Bau Menyengat
Jakarta ,Hariansentana.com.- Warga yang tinggal di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Cakung dan Rorotan, Jakarta Utara telah menemukan titik tengah permasalahan terkait bau tak sedap dari aktivitas pabrik. Telah disepakati bahwa kegiatan operasional pengolahan sampah RDF dihentikan sementara.untuk meredam aksi demo besar- besar yang akan di lakukan warga. Hal ini diputuskan usai warga bertemu dengan Walikota Jakarta Timur Munjirin bersama jajarannya termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Camat dan Lurah se-Cakung, pengurus RT, RW 14, dan perwakilan warga se-Jakarta Garden City pada Jumat malam (13/2/2026) di Clubhouse Jakarta Garden City (JGC).

Selain menghentikan sementara aktivitas pabrik, akan dibentuk pula satuan tugas (Satgas) Pengawasan Operasional RDF Rorotan dan Standard Operating Procedure (SOP) baru yang disetujui oleh satgas tersebut.
Satgas ini nantinya akan terdiri dari unsur pemerintah, seperti Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wali Kota administrasi Jakarta Timur Munjirin, Wali Kota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama dinas terkait, serta perwakilan warga yang terdampak dari Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kabupaten/Kota Bekasi Jawa Barat.
Kegiatan Operasional Pengolahan Sampah RDF Dihentikan: Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan sampah di RDF Rorotan akan dihentikan sementara. Pabrik nggak boleh beroperasi sampai Satgas terbentuk dan ada Standard Operating Procedure (SOP) baru yang disetujui oleh Satgas,” ujar Forum Warga Terdampak RDF Rorotan dalam keterangan tertulis, seperti yang dikutip detikcom pada Sabtu (14/2/2026).
Menyusul dengan kesepakatan ini, aksi unjuk rasa yang akan digelar Sabtu (14/2/2026) dibatalkan.”Kita pegang janji ini. Penghentian operasional adalah harga mati sampai SOP pengawasan benar-benar jelas dan melibatkan warga secara langsung. Jangan kasih kendor, kita kawal terus sampai tuntas,” kata perwakilan dari Forum Warga Terdampak RDF Rorotan.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatasi operasional RDF maksimal 750 ton sampah per hari.dilansir dari detikNews, ia menyebut langkah ini sebagai penanganan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pengoperasian RDF. “Ketika kapasitasnya 750 ton per hari, sebenarnya tidak ada bau. Tapi begitu dinaikkan sampai 1.000 ton, sebagian kecil mulai tercium bau,” kata Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/1/2026) lali.
Pramono mengatakan sumber utama bau berasal dari pengangkutan sampah menuju lokasi, bukan proses pengolahan di mesin RDF. Bau muncul karena air lindi tercecer selama pengangkutan.” Persoalan bau yang utama itu sebenarnya di pengangkutan, karena air lindinya tercecer ke mana-mana,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta akan menggunakan dump truck baru dan menambah armada truk kompaktor untuk menangani masalah bau. Truk keluaran tahun 2025 ini diharapkan dapat meminimalkan ceceran air lindi ketika pengangkutan. “Untuk sementara commissioning tidak lebih dari 750 ton per hari dan kami gunakan dump truck yang baru,” ucapnya.
Sementara Jumat 13/2/2026 Chairul Hasibuan (75th).salah seorang Tokmas Jakarta Utara menggatakan pada Hariansentana.com.Mas Pramono itu pemimpin Bijaksana sangat perhatian sama warganya.’ RDF Rorotan itu di bangun bukan di era Kepemimpiannya sebagai Gubernur DKI Jakarta cuma kena Sialnya saja.’ Ungkapnya di kantor Walikota administrasi Jakarta Utara (Sutarno)
Ibukota
Camat Pademangan Hadir di Puncak HUT RPTRA Budi Mulia Ke – 9 Tahun.
Jakarta, Hariansentana.com – Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 RPTRA Budi Mulia di Jalan BudiMulia Raya berlangsung meriah dan penuh kebersamaan dengan dihadiri jajaran unsur pemerintah, mitra, serta elemen masyarakat di wilayah Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Kota Administrasi Jakarta Utara Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Arief Wibowo Camat Pademangan, Ginanjar Sekretaris Kecamatan Pademangan, Hari Firmansyah Lurah Pademangan Barat, Husniyati Handayani Rusni, Sekretaris Kelurahan Pademangan Barat, Jhon Kasie Pemerintahan, Teguh Suprihatin Kasie Ekbang dan Nining Kasie Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pademangan Barat, Andi Novi Andri Dewan Kota, perwakilan Dinas Sosial, PTSP Kelurahan Pademangan Barat, Puskesmas Pademangan Barat 1 dan 2, PT Impian Jaya Ancol, Aipda Iwan.S.Bhabinkamtibmas dan Sertu Rambe Babinsa Kelurahan Pademangan Barat, Ketua RW 01 hingga RW 15, LMK Kelurahan Pademangan Barat, Ketua PKK kecamatan, kelurahan dan anggota PKK Kelurahan Pademangan Barat, Dawis, Jumantik, PPSU dan Karang Taruna.

Camat Pademangan Arief Wibowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif pengelola dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan RPTRA sebagai ruang publik terpadu yang ramah anak dan inklusif. RPTRA tidak hanya menjadi sarana bermain anak, tetapi juga pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Selama sembilan tahun, RPTRA Budi Mulia telah menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dan wadah interaksi positif masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan partisipasi warga.” Ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Lurah Pademangan Barat Hari Firmansyah menambahkan bahwa keberadaan RPTRA Budi Mulia menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program pembangunan berbasis masyarakat di tingkat kelurahan. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.” Tegasnya
Sementara Kordinator RPTRA Budi Mulia Imam menjelaskan rangkaian kegiatan hari puncak diisi dengan berbagai acara, di antaranya Lomba Futsal, Senam, Tumpeng, Busana dan penampilan seni dari anak-anak dan warga, pelayanan kesehatan dari Puskesmas, pelayanan Dukcapil serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan PKK dan Karang Taruna. Kehadiran PT Impian Jaya Ancol dan unsur mitra lainnya turut memperkuat kolaborasi dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan HUT ke-9 ini menjadi momentum refleksi atas capaian yang telah diraih sekaligus komitmen bersama untuk terus mengoptimalkan fungsi RPTRA Budi Mulia sebagai pusat kegiatan warga yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kecamatan Pademangan dan Kelurahan Pademangan Barat berharap RPTRA Budi Mulia dapat terus menjadi ruang publik yang produktif, inspiratif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.(Sutarno)
Ibukota
Satpol PP Jakut Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL dan Parkir Liar Di Tindak
Jakarta, Hariansentana.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota administrasi Jakarta Utara tancap gas menggelar Operasi Rabu Tertib (RATIB), Kamis (12/2/2026).

Petugas langsung menyisir enam kecamatan dan menyikat pelanggaran ketertiban umum, mulai dari PKL bandel hingga parkir liar yang makan trotoar.
Kasatpol PP Jakarta Utara, Budhi Novian, memimpin langsung operasi. Ia mengerahkan personel kota dan kecamatan untuk bergerak serentak sesuai amanat PP Nomor 16 Tahun 2018, Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007, dan Permendagri Nomor 16 Tahun 2023.
Enam Kecamatan Disisir, Titik Rawan Jadi Sasaran
Seusai apel, petugas langsung bergerak cepat. Tim menyasar Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Pademangan, hingga Kelapa Gading.
Di Penjaringan, petugas menertibkan kawasan Muara Karang dan Pluit. Selanjutnya, tim menyisir Yos Sudarso, RE Martadinata, dan Danau Sunter di Tanjung Priok.
Kemudian, operasi berlanjut ke Koja dan Cilincing. Petugas mengawasi Bendungan Melayu, STM Walang Jaya, Cakung Cilincing, hingga Kalibaru Timur.
Sementara itu, di Pademangan dan Kelapa Gading, petugas menjaga Gunung Sahari, Budi Mulia, serta jalur Boulevard tetap steril.
Tak hanya itu, Seksi PPNS, Linmas, dan Tramtibum turut menyisir Inspeksi Kali Sunter dan Danau Bisma.
PKL, Reklame, dan Parkir Liar Ditindak
Dalam operasi tersebut, Satpol PP bertindak tegas. Petugas menertibkan 2 PKL dan mengimbau 65 PKL agar tidak lagi menguasai trotoar.
Selain itu, petugas meminta 4 pemilik usaha merapikan kanopi yang menutup fasilitas umum. Tim juga mencopot 1 baleho, 5 spanduk, 5 banner, dan 5 papan reklame yang melanggar aturan.
Di sisi lain, petugas menindak 18 sepeda motor lewat Operasi Cabut Pentil (OCP). Bahkan, petugas menderek 1 mobil yang parkir sembarangan di atas trotoar. Sebanyak 7 pemilik mobil juga mendapat peringatan keras.
Aduan Warga Langsung Ditindak
Satpol PP tak tinggal diam. Petugas langsung menindaklanjuti laporan bangunan liar dan mengimbau 7 pemilik untuk membongkar sendiri bangunannya.
Selain itu, tim menegur pelaku usaha terkait izin reklame, menertibkan penjemuran kardus bekas sembarangan, hingga merapikan kabel semrawut. Petugas juga mengecek laporan hilangnya besi pagar TPS Danau Cincin.
Sebanyak 6 PPKS, lima pak ogah dan satu anak, langsung dikirim ke Sudin Sosial Jakarta Utara untuk pembinaan.
Barang Bukti Diamankan
Dari hasil penertiban, petugas mengamankan:
2 gerobak
1 meja lemari
23 bangku plastik
2 meja
2 terpal
2 dudukan kompor besi
1 meja lipat
1 jerigen
2 payung
Selama operasi berlangsung, situasi tetap aman dan terkendali.
Satpol PP Jakarta Utara memastikan Operasi Rabu Tertib akan terus digelar rutin. Petugas ingin menjaga trotoar tetap bersih, menekan parkir liar, dan merespons cepat keluhan warga.
Dengan langkah tegas dan terukur, Satpol PP menegaskan komitmennya menjaga Jakarta Utara tetap tertib, aman, dan nyaman.(Sutarno)
Ibukota
HPSN 2026, Wali Kota Jakarta Utara Resmikan Gedung Recycle Business Unit Sudin LH
Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian Gedung Recycle Business Unit (RBU) Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Utara.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara berkelanjutan. Timbunan sampah di Jakarta Utara mencapai sekitar 1.300 ton per hari, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kontribusi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat sebagai penghasil sampah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata pengelolaan sampah. Diperlukan langkah yang masif dan terintegrasi dari hulu, tengah hingga hilir, dengan menitikberatkan pada sistem pengelolaan sampah terpadu,” tegasnya saat bertindak sebagai pembina apel Peringatan HPSN Tahun 2026 dan penguatan edukasi pengolahan sampah 26 di Halaman Kantor Sudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, masyarakat perlu terus didorong untuk melakukan pemilahan sampah melalui sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Program Gerakan Bersih Sampah yang dicanangkan pemerintah menjadi tindak lanjut arahan Presiden untuk membudayakan aksi bersih lingkungan secara masif di seluruh lapisan masyarakat.
Momentum HPSN 2026 ini juga ditandai dengan peresmian Gedung Recycle Business Unit Sudin LH Jakarta Utara. Gedung tersebut difungsikan sebagai sarana edukasi dan inovasi pengolahan sampah bagi warga, sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dalam menerapkan paradigma baru pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Diharapkan masyarakat dan sekolah-sekolah di Jakarta Utara dapat berkunjung untuk meninjau langsung proses pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Hendra Hidayat.
Dengan diresmikannya Gedung Recycle Business Unit, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara optimistis edukasi, komunikasi, dan inovasi pengelolaan sampah akan semakin masif. Langkah ini diharapkan memperkuat budaya pilah sampah sekaligus mendorong terwujudnya Jakarta Utara yang bersih, berdaya, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Sudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menjelaskan bahwa Jakarta Utara telah ditunjuk sebagai lokasi percontohan road map pengelolaan sampah oleh Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2025.
Sebagai tindak lanjut, berbagai langkah strategis dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor diantaranya, pengelolaan sampah di hulu dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Sampah Lingkup RW (Kupilah) sebagai implementasi Pergub Nomor 77 Tahun 2020 yang telah berjalan di 460 RW. Selain itu, penguatan ekonomi sirkular melalui 579 Bank Sampah (Pergub Nomor 33 Tahun 2021), pengendalian sampah plastik sekali pakai di 538 retail (Pergub Nomor 142 Tahun 2019), serta pengelolaan sampah perusahaan termasuk sektor HOREKA di 976 perusahaan (Pergub Nomor 102 Tahun 2021) turut dioptimalkan.
Pengolahan sampah organik melalui kompos, maggot, dan metode lainnya juga telah diterapkan di 169 lokasi sebagai implementasi Pergub Nomor 534 Tahun 2022. Di tingkat tengah, pengelolaan dilakukan melalui TPS dan TPS 3R, sedangkan di hilir melalui UPST Bantargebang dan fasilitas RDF Rorotan.
Upaya pengurangan sampah juga diperkuat dengan pemberdayaan masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya pendistribusian 1.468 unit drop point sampah organik di RW pada kelurahan percontohan di enam kecamatan, pelibatan kader PKK dalam Gerakan Pilah Sampah, anggota Pramuka Saka Kalpataru, serta sekolah-sekolah di Jakarta Utara.total 228.737 rumah di Jakarta Utara, sebanyak 23.691 rumah atau 10,36 persen telah melakukan pemilahan sampah, mendekati target 11 persen pada Tahun 2025. “Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan pelibatan berbagai pihak mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya,” pungkasnya.(Sutarno)
-
Ibukota3 days agoSatpol PP Jakut Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL dan Parkir Liar Di Tindak
-
Ibukota5 days agoLantik Pengurus DMI DKI Jakarta Priode 2025–2030, Gubernur Pramono Dukung Penguatan Fungsi Masjid
-
Nasional5 days agoRespon Sahat Sinurat Terhadap Sikap Jokowi Bakal All Out Untuk PSI
-
Polhukam3 days agoWagub Sulsel Diadukan ke Bareskrim Polri, Diduga Ganjal Putri Dakka ke Senayan dengan Pengaduan Palsu

