Connect with us

Ibukota

Pramono Apresiasi Pengembang Serahkan Fasos Fasum ke Pemprov DKI Jakarta.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan penandatanganan 45 Berita Acara Serah Terima (BAST) Pemenuhan Kewajiban Fasos Fasum dari para pengembang kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Semester I Tahun 2025, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (29/7).

Fasos fasum yang diserahkan tersebut berasal dari Pemegang Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT); Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT); ataupun Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR).

“Saya sungguh berterima kasih ada 45 pengembang yang hari ini secara penuh secara kesadarannya telah menyelesaikan SIPPT dan IPPT dan juga IPPR, menurut saya ini adalah awal yang baik,” kata Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan keinginannya untuk membangun Jakarta tanpa bergantung pada dana APBD. Karena itu, ia juga berjanji akan memberikan berbagai kemudahan birokrasi kepada para pengembang, termasuk dalam urusan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

“Kami akan memberikan berbagai kemudahan bapak-Ibu saudara-saudara sekalian. Tetapi transparansi itu juga penting, kalau fasos-fasum harus diserahkan, ya harus diserahkan. Jangan ditahan-tahan,” kata dia.

Dengan dana KLB tersebut, Pramono ingin mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik dan nyaman. Salah satunya memanfaatkan dana tersebut untuk mengintegrasikan tiga taman di Jakarta Selatan serta membangun sejumlah kawasan TOD, di antaranya di Blok M dan Bundaran Hotel Indonesia.

“Maka dengan cara-cara pendekatan itulah kami membangun Jakarta. Transparansi menjadi sangat penting,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga meminta para pengembang untuk menyampaikan jika menghadapi kesulitan birokrasi dalam masalah perizinan. Ia berkomitmen Pemprov DKI akan melakukan pembenahan sehingga sistem birokrasi di Jakarta menjadi lebih mudah.

Selain itu, Gubernur Pramono juga mengajak para pengembang untuk mendukung Pemprov DKI dalam membangun Jakarta secara transparan.

“Saya akan melakukan pembenahan untuk itu. Saya ingin membuat Jakarta lebih aman lebih nyaman, lebih mudah, transportasinya baik,” kata Pramono.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma menyampaikan, pada periode triwulan ke 4 tahun 2024 hingga semester 1 tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta berhasil menagih kewajiban fasos fasum sebanyak 45 BAST dari 40 pengembang senilai Rp 4,4 triliun.

“Terdiri dari lahan seluas 278.460 meter persegi senilai Rp 3,5 triliun, konstruksi seluas 151.189 meter persegi senilai Rp 59,6 miliar, serta lahan dan konstruksi seluas 152.722 meter persegi senilai Rp 843,3 miliar,” ungkapnya.

Penandatanganan BAST ini diikuti dengan penyerahan dokumen aset dari para Wali Kota dan Bupati kepada PPAD dan dilanjutkan dengan penyerahan BAST ke masing-masing SKPD pengguna. Dengan begitu aset fasos-fasum yang diserahkan oleh pengembang dapat langsung tercatat untuk dimanfaatkan sesuai peruntukan. (Sutarno)

Ibukota

Sinergitas Lurah Pademangan Barat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Penataan Kawasan Sesuai Ingub Nomor 5 Tahun 2026

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Hari Firmansyah Lurah Pademangan Barat bersama LMK, FKDM dan tokoh masyarakat Pademangan Barat, membahas dan memperkuat sinergitas untuk mendukung program penataan kawasan di wilayah Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah, RT /RW, LMK, FKDM dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan. Rabu (29/07/2026).

Hari Firmansyah Lurah kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, menyampaikan apresiasi atas koloberasi yang dilakukan tokoh masyarakat tersebut. Menurutnya, dukungan dan partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menyukseskan berbagai program kebersihan dan penataan lingkungan yang sedang dijalankan pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Robby ketua LMK menegaskan pentingnya membangun kerja sama antara unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam mewujudkan kawasan yang lebih tertib dan nyaman. Ia berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Pertemuan tersebut juga membahas implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Pilih Sampah dari Sumbernya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang dan proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Sementara, Teguh Suprihatin menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat membiasakan diri memilah sampah organik, anorganik, dan residu sesuai ketentuan yang berlaku.

Sinergi antara kelurahan Pademangan Barat dengan LMK, FKDM, RT/RW dan tokoh masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung penataan kawasan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di Jakarta Khususnya kelurahan Pademangan Barat.Kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Fraser Residence Sudirman, Setiabudi Gandeng PMI Jakarta Selatan Peduli Kemanusiaan dengan Donor Darah

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Fraser Residence Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah pada Senin (27/7/2026).

General Manager Fraser Residence Sudirman Jakarta Wita Junifah mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR).tahunan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah sekaligus kontribusi perusahaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Wita menambahkan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh 75 pendonor dari target 100 kantong darah yang ditargetkan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena bakti sosial itu masih berlangsung hingga batas waktu yang telah ditetapkan oleh PMI.

Menurut Wita, peserta donor darah tidak hanya berasal dari penghuni Fraser Residence Sudirman dan The Peak at Sudirman, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan Sudirman. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan.

Meski demikian, tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya. PMI tetap menerapkan proses skrining kesehatan, meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), tekanan darah, serta kondisi kesehatan lainnya guna memastikan keamanan pendonor dan kualitas darah yang dikumpulkan.

Wita menegaskan, kegiatan donor darah akan terus menjadi program CSR tahunan Fraser Residence Sudirman. Selain donor darah, Fraser Residence Sudirman juga menjalankan sejumlah program keberlanjutan lainnya, seperti penanaman mangrove, pembinaan panti asuhan di sekitar kawasan Sudirman, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Fraser Residence Sudirman tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis dengan terus menghadirkan layanan terbaik sekaligus menjalankan program-program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wita.

Continue Reading

Ibukota

DPRD Kota Denpasar Kunker ke Pemkot Jakarta Utara

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara menerima kunjungan kerja studi banding Pimpinan dan Anggota Komisi I hingga Komisi IV DPRD Kota Denpasar di Kantor Wali Kota setempat. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas sekaligus bertukar pengalaman terkait tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi di dampingi Muhammad Andri Asisten Pemerintahan Seko memaparkan karakteristik wilayah kerjanya serta berbagai program pembangunan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pemerintah pusat, dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pelindo.

“Sebagian program memang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra strategis. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Selasa (21/7).

Iyan menjelaskan, kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk saling bertukar informasi dan berbagi praktik baik antardaerah. Sebab, setiap daerah memiliki tantangan dan keunggulan masing-masing yang dapat menjadi pembelajaran bersama.

Ia menambahkan, pembangunan sebuah kota tidak hanya membutuhkan sumber daya, tetapi juga kolaborasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan DPRD Kota Denpasar ke Jakarta Utara. Semoga informasi yang diperoleh dapat menjadi referensi dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkot Jakarta Utara.

Ia menuturkan, kunjungan kerja tersebut diikuti 45 anggota DPRD Kota Denpasar yang berasal dari tujuh partai politik dan terbagi dalam empat fraksi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik. Perekonomian Kota Denpasar sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata. Namun, masih banyak hal yang perlu terus dibenahi agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ucapnya.

Ia berharap, kunjungan kerja tersebut dapat mempererat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.

“Semoga hubungan baik ini terus terjalin. Kami juga mengundang Pemkot Jakarta Utara untuk berkunjung ke Kota Denpasar agar silaturahmi dan pertukaran informasi dapat terus berlanjut,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending