Ibukota
Kapolres Metro Jakarta Utara bersama Kapolsek Metro Penjaringan Bagikan Takjil dan Sembako
Jakarta, Hariansentana.com. – Dalam rangka meningkatkan kedekatan dengan masyarakat serta berbagi di bulan suci Ramadan, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. H. Ahmad Fuady, SH, S.IK, MH, beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Jakarta Utara, menggelar kegiatan sosial di wilayah Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (10/3/2025).

Kegiatan ini diawali dengan pembagian 200 paket takjil kepada para pengendara yang melintas di depan Polsek Metro Penjaringan. Kapolres Metro Jakarta Utara didampingi Kapolsek Metro Penjaringan, Akbp. Agus Ady Wijaya, SH, S.IK, M.Si, serta jajaran PJU tampak turun langsung ke jalan untuk memberikan takjil kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Tak hanya itu, rombongan juga melanjutkan kegiatan dengan membagikan 10 paket sembako kepada warga Muara Baru. Setiap paket berisi beras 5 kg, mie instan 4 bungkus, minyak goreng ½ kg, dan gula pasir 1 kg. Bantuan ini disambut dengan antusias oleh warga setempat yang merasa terbantu dengan kepedulian dari jajaran kepolisian.
Setelah berbagi sembako, Kapolres dan rombongan menyapa para pedagang dan warga di Pasar Muara Baru, memastikan kondisi keamanan serta mendengar langsung keluhan dari masyarakat. Interaksi hangat antara aparat kepolisian dan warga menjadi momen penting dalam membangun sinergi antara polisi dan masyarakat.
Menariknya, Kapolres Metro Jakarta Utara juga turut serta dalam kegiatan pengaturan lalu lintas di Jl. Muara Baru Raya, membantu kelancaran arus kendaraan menjelang waktu berbuka puasa. Aksi ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang terkesan dengan kepedulian aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
Sebagai penutup, rombongan melaksanakan buka puasa bersama di sebuah Warteg di Jl. Luar Batang V, Penjaringan. Momen ini semakin mempererat kebersamaan antara kepolisian dan warga sekitar, menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan di bulan penuh berkah ini.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan dapat terus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Kapolres Metro Jakarta Utara menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk mendukung ketertiban serta memberikan manfaat nyata bagi warga. (Sutarno)
Ibukota
Panen Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Gubernur Jakarta, Pramono: Pulihkan Ekosistem Perairan Jakarta.
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di dampingi Hendra Hidayat Walikota administrasi Jakarta Utara mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen populasi ikan sapu-sapu di Indonesia saat ini berada di wilayah Jakarta. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil telaah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Pernyataan itu disampaikan Pramono usai mengikuti operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Saluran RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kota Administrasi Jakarta Utara, (17/4/2026).dengan Hasil tangkapan 200 kg.di luar dugaan.
“Diketahui ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta. Dari hasil telaah dari KKP diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta,” kata Pramono.
Menurut dia, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang sangat merugikan ekosistem perairan. Kemampuan adaptasi yang tinggi membuat ikan tersebut mudah berkembang biak dan menguasai habitat air tawar di Jakarta.
Pramono menjelaskan, keberadaan ikan sapu-sapu mengancam populasi ikan lokal karena memiliki daya saing yang kuat serta memangsa telur ikan lain. Kondisi itu menyebabkan banyak spesies endemik kesulitan bertahan hidup.
“Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive karena memang telurnya dimakan,” ujarnya.

Selain berdampak pada ekosistem, Pramono juga menyoroti kandungan residu berbahaya dalam tubuh ikan sapu-sapu yang hidup di perairan Jakarta.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadar residu pada ikan tersebut rata-rata sudah melebihi ambang aman.
“Yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali,” kata Pramono.
Ia mengingatkan, ikan sapu-sapu tidak layak dikonsumsi masyarakat karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Selain itu, kebiasaan ikan tersebut membuat liang atau sarang dengan menggerogoti dinding saluran air juga dinilai dapat merusak infrastruktur perairan.
“Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya dan kalau dibiarkan maka dia akan merusak karena selalu dalam membuat rumahnya itu dia menggerogoti dinding dan sebagainya,” tandasnya.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu jenis ikan yang memiliki daya tahan hidup tinggi. Dalam kondisi lingkungan yang buruk sekalipun, ikan ini tetap mampu bertahan dibandingkan jenis ikan lainnya.
Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merujuk pada kelompok ikan pleco seperti Hypostomus plecostomus dan Pterygoplichthys. Habitat aslinya berasal dari Amerika Selatan, namun kini telah menyebar ke berbagai negara dan menjadi spesies invasif, termasuk di Indonesia.
Kemampuan adaptasi menjadi faktor utama yang membuat ikan ini sulit mati. Ikan sapu-sapu mampu hidup di air keruh, tercemar, hingga perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, saat debit air menyusut drastis, ikan ini masih dapat bertahan hidup.
Beberapa jenis ikan sapu-sapu juga mampu mengambil oksigen langsung dari udara dan menyimpannya dalam tubuh. Hal ini membuat mereka tidak sepenuhnya bergantung pada oksigen terlarut di air.
Dari sisi makanan, ikan sapu-sapu tergolong omnivora oportunistik. Mereka dapat memakan alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil. Kemampuan memanfaatkan berbagai sumber makanan inilah yang membuat populasinya terus berkembang pesat.
Tak heran jika ikan sapu-sapu kerap dijuluki sebagai ikan pembersih, meski dalam jumlah besar justru menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem perairan.(Sutarno)
Ibukota
Pramono Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno Wakil Gubernur resmi melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertempat, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Pelantikan dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan birokrasi dalam rangka menghadapi tantangan Jakarta sebagai kota global serta pusat perekonomian nasional.
Pelantikan 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ini berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 385 sampai dengan 388 Tahun 2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi pratama (Eselon II) Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemprov Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Keputusan Gubernur ini ditetapkan pada 14 April tahun 2026.
“Secara khusus saya selamat kepada saudara-saudara yang baru saja dilantik dan ini merupakan tanggung jawab yang besar,” ujar Pramono.
Pramono menekankan, penunjukan para pejabat baru tersebut telah melalui proses pertimbangan matang selama tiga pekan, dengan mengedepankan sistem manajemen talenta.
“Kami bertiga berkomunikasi, berdiskusi untuk menentukan nama-nama tadi dan kemudian menggunakan manajemen talenta karena ini kewenangan yang dimiliki oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” ungkapnya.

Gubernur berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara sungguh-sungguh, menjunjung tinggi integritas, dedikasi, loyalitas, transparansi, dan mengabdi kepada Pemprov DKI Jakarta.
Meski pelantikan dilakukan serentak, namun masa waktu mulai jabatan tersebut berlaku tidak seragam. Masa jabatan dari tiga orang pejabat yang telah dilantik mulai berlaku hari ini. Sedangkan masa jabatan empat pejabat berlaku mulai 1 Juni 2026, tiga pejabat berlaku 1 Agustus 2026, dan satu pejabat menunggu terbitnya SK dalam pengangkatan sebagai Pejabat Fungsional Utama.
Melalui pelantikan ini, Pramono memastikan tidak ada lagi jabatan penting yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Gubernur berharap para pejabat tersebut memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Pelantikan dilakukan pada hari ini, sedangkan nantinya sudah tidak ada pelantikan lagi. Mereka akan menjabat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam surat keputusan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung tantangan Pemprov DKI ke depan dalam menghadapi dampak geopolitik dan fenomena El Nino yang menyebabkan musim panas dan kering yang panjang.
“Untuk itu, kerja kolektif, kerja bersama, orkestrasi yang akan dipimpin oleh saya dan Pak Wagub yang akan mengarahkan kepada saudara-saudara sekalian,” tandas Pramono.
Adapun kesebelas pejabat yang dilantik tersebut yakni:
- Syafrin Liputo sebagai Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan
- Budi Awaludin sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
- Marulina Dewi Mutiara sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta
- Dudi Gardesi Asikin sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
- Marulitua sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta
- Tona Hutauruk sebagai Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta
- Purwanti Suryandari sebagai Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
- Asep Kuswanto sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang
- Ali Murthadho sebagai Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Barat
- Firmanudin sebagai Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan
- Imron sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat.(Sutarno)
Ibukota
Berantas Kejahatan, Polrestro Jakut Amankan 26 Pelaku Kejahatan
Jakarta, Hariansentana.com.- Polres Metro Jakarta Utara bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 15 kasus tindak pidana selama periode Maret hingga April 2026. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 26 orang tersangka berhasil diamankan.
Hal itu disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Utara, Rohman Yonky Dilatha, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa 14 April 2026.
Rohman menjelaskan, dari total 15 kasus yang diungkap, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi yang paling dominan.
“Dari 15 kasus tersebut terdiri dari 4 kasus pencurian dengan pemberatan, 9 kasus pencurian kendaraan bermotor, 1 kasus penganiayaan berat, dan 1 kasus pelanggaran Undang-Undang Darurat,” ujarnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil, tujuh unit sepeda motor, senjata tajam, serta satu unit telepon genggam.
Menurut Rohman, seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Penanganan kasus-kasus ini kami lakukan secara profesional, prosedural, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Awaludin Kanur,di dampingin Iptu M.Jonggi Kasi Humas mengatakan pihaknya terus meningkatkan upaya pengungkapan kasus kriminal, khususnya kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap tindak kriminal yang diketahui. “Kami mohon dukungan masyarakat. Jangan ragu melapor jika mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungan sekitar,” kata Awaludin.
Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal pidana, mulai dari Undang-Undang Darurat, penganiayaan, hingga pencurian dan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal hingga 9 tahun penjara.
Salah satu korban curanmor yang kendaraannya berhasil ditemukan turut menyampaikan apresiasi kepada kepolisian.
“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Utara karena motor saya berhasil ditemukan,” ungkapnya.(Sutarno)
-
Polhukam4 days agoGAMKI Bersama Sejumlah Elemen dan Ormas Kecam Pernyataan JK Soal Doktrin Kristen
-
Ibukota5 days agoFreddy Setiawan Resmikan WC Komunal di Kelurahan Kalibaru.
-
Ibukota6 days agoLebaran Betawi 2026, Tradisi Budaya dan Identitas Kota Jakarta
-
Olahraga6 days agoRakernas Muaythai Indonesia 2026 Jadi Ajang Pembuktian, Kritik Ditepis

