Connect with us

Nasional

Kakorlantas Sebut Tiga Aspek Kelola Kemacetan Saat Mudik Lebaran

Published

on

JAKARTA – Dalam pengelolaan arus lalu lintas menjelang musim mudik Lebaran 2025, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho menyatakan ada tiga aspek utama menjadi fokus dalam pengelolaan arus lalu lintas yakni, jalan tol, jalan nasional, dan penyeberangan pelabuhan.

“Kita harus betul-betul mengelola jalan tol dengan baik karena bebannya sangat berat saat terjadi one way menuju Jawa Tengah. Sedangkan kendaraan yang menuju Jakarta akan menggunakan jalan nasional, yang terdiri dari jalan kabupaten dan jalan alternatif,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (6/3).

Selain itu, kesiapan jalur penyeberangan juga menjadi aspek perhatian khususnya di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Tanjung Perak, dan Ketapang.

“Kami sudah melakukan survei dan menyiapkan berbagai skenario, tergantung jumlah penumpang serta kendaraan yang akan menyeberang,” tambahnya.

Terakhir, untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik Kakorlantas akan mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) dan libur bersama yang lebih fleksibel.

“Diharapkan dengan adanya WFA, pemudik bisa berangkat lebih awal sehingga tidak menumpuk di satu waktu. Saat arus balik, kami juga mengkaji sistem ganjil-genap, di mana kendaraan dengan nomor genap bisa berangkat lebih dulu, sementara yang ganjil menyesuaikan,” tutupnya.

Korlantas Polri bersama stakeholder terkait akan terus melakukan evaluasi dan persiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan

Ibukota

Sambut HUT Ke 81 RI, Kecamatan Pademangan Gelar Berbagai Lomba

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Menyambut HUT Kemerdekaan Ke-81 RI, Aparatur Kecamatan Pademangan mengikuti berbagai perlombaan di GOR Kecamatan Pademangan, Jumat (31/07/2026)).

Camat Pademangan Arief Wibowo didampingi Wakil Camat Polma dan Sekcam Ginanjar mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke – 81

yang dilombakan.Catur, Bulu Tangkis ganda putra/putri, Tenis Meja putra/putri, Balap Karung, putri/putri, Bakiak 3 Orang, dan lomba lomba lainnya.

Diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari Unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silahurahmi antar UKPD baik di Kelurahan maupun di Kecamatan, juga menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap Republik Indonesia serta menghargai Para Pahlawan yang telah berjuang pada Kemerdekaan Indonesa dari penjajahan,” katanya.

“Peserta lomba yang terdiri dari unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan terdiri dari unsur Bina Marga, SDA, LH, PTSP, Sosial, Pendidikan, Puskesmas, RSUD, Pertamanan, Dishub, Satpol PP, PPSU dan Gulkarmat Pademangan” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasie Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Pademangan Martin.S menjelaskan lomba, Bulu tangkis putra/putri dilaksanakan di GOR Kecamatan Pademangan.yang jadi wasitnya Saya dari Citata.

Sementara itu, Wulan (30) salah satu peserta lomba mngaku banggga mengikuti lomba, dirinya berharap bisa mempererat silaturahmi dengan petugas lainnya.

“Pelaksanaan lomba HUT RI Ke 81 berjalan sangat meriah dan seru, walaupun tidak juara namun bisa menjadi hiburan,” pungkasnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Hadiri Milad ke 25 FBR.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Pramono Anung, (Bang Pram) di dampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta H.Rano Karno (Bang Doel) berkomitmen kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global, melalui kebijakan, penguatan ruang ekspresi budaya, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3.Jalan H.Binyamin Sueb.Kelurahan Pademangan Timur kecamatan Pademangan Jakarta Utara, Sabtu (1/08/2026).

Ia juga mengapresiasi kontribusi FBR selama seperempat abad dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kondusivitas kota.

“Saya menyampaikan Selamat Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta,” ujar Gubernur Pramono di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat.

Mengangkat tema Merawat Akar, Merajut Masa Depan, peringatan tersebut dinilai sejalan dengan arah transformasi Jakarta. Menurut Gubernur Pramono, kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.

“Masyarakat Betawi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah dan perjalanan Jakarta melalui nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, serta semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat kehadiran budaya Betawi dalam kehidupan kota. Langkah tersebut antara lain penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen dan nuansa Betawi di ruang publik, serta penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Kebijakan itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Pengarusutamaan budaya Betawi tidak hanya diarahkan pada pelestarian simbol, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dan pewarisan nilai kepada generasi muda.

Gubernur Pramono menegaskan Jakarta harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan karakter yang membentuknya.

“Kami berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya. Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” tegasnya.

Rangkaian acara diawali dengan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama. Gubernur Pramono menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya toleransi dan semangat hidup bersama di Jakarta.

“Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar FBR, Kyai.Lutfi Hakim, menyampaikan Milad ke-25 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tanggung jawab organisasi dalam menjaga martabat masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.

“Hari ini saya berdiri dengan hati yang penuh syukur. Bukan hanya karena FBR telah mencapai usia 25 tahun, tetapi karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjaga amanah yang jauh lebih besar dari organisasi ini, yaitu amanah menjaga Betawi, Jakarta, dan masa depan anak cucu kita,” tuturnya.

Lutfi mengatakan perjalanan FBR selama seperempat abad diwarnai berbagai dinamika. Namun, komitmen organisasi terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi tetap menjadi pijakan utama.

“Selama seperempat abad ini kita telah melewati banyak musim. Kami pernah dipuji, disalahpahami, bahkan dicaci maki. Kami pernah berdiri di depan, dan pernah berada di belakang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi,” pungkasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Nasional

First HR Indonesia Investasi Bisnis Penyedia SDM Profesional

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – First HR Indonesia hadir sebagai penyedia layanan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada solusi strategis di bidang Human Resources, pengembangan, kepemimpinan, dan pembangunan organisasi berkinerja tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) First HR Indonesia, Robby Tambunan dalam Peresmian First HR Indonesia di Jakarta Sabtu (1/8/2026).

Robby mengatakan, masih banyak perusahaan yang belum memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur. Di tengah perubahan industri dan regulasi ketenagakerjaan yang berlangsung cepat, perhatian perusahaan kerap lebih besar pada aspek bisnis dibandingkan pengembangan karyawan.

“Bahkan sampai hari ini masih banyak perusahaan yang memandang karyawan sebagai cost, padahal seharusnya mereka adalah investment,” kata Robby.

Menurutnya, ketika karyawan dipandang sebagai investasi, perusahaan akan terdorong untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi, serta pengembangan karier. Pendekatan tersebut pada akhirnya akan menghasilkan organisasi yang lebih produktif sekaligus mampu menciptakan lingkungan kerja yang berorientasi pada manusia,” tuturnya.

First HR Indonesia hadir menawarkan dua pendekatan utama kepada dunia usaha. Pertama, membantu perusahaan memperoleh tenaga profesional yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Kedua, menyediakan solusi rekrutmen dalam skala besar bagi perusahaan yang membutuhkan percepatan pemenuhan tenaga kerja.
Selain layanan rekrutmen, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha maupun institusi pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama Komisioner First HR Indonesia, Indriany Rumbi Simatupang, mengatakan peluncuran First HR Indonesia bukan sekadar lahirnya sebuah perusahaan baru, melainkan awal dari perjalanan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan talenta dan peningkatan daya saing organisasi di Indonesia.

“First HR Indonesia hadir bukan hanya sebagai sebuah perusahaan, tetapi sebagai mitra strategis yang berkomitmen membantu individu dan organisasi berkembang, beradaptasi, serta siap menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak dinamis,” ujarnya.

Menurut Indriany, keberhasilan sebuah organisasi selalu berawal dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, integritas, profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi menjadi nilai utama yang harus diwujudkan dalam setiap layanan dan pengambilan keputusan.

Sementara, General Manager Operasional First HR Indonesia, Hana Tiranda, menambahkan bahwa perusahaan dibangun di atas keyakinan bahwa kemajuan organisasi selalu dimulai dari manusia yang unggul, kepemimpinan yang kuat, dan budaya kerja yang berintegritas.
“Kami percaya bahwa kepercayaan tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi melalui konsistensi, integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap langkah,” pungkasnya. (***)

Continue Reading
Advertisement

Trending