Connect with us

Ibukota

PWI Kordinatoriat Jakarta Utara Sambangi BPJS Kesehatan Untuk Memberi Edukasi ke Masyarakat.

Published

on

Pengurus PWI kordinatoriat Jakarta Utara bersama BPJS kesehatan

Jakarta, Hariansentana.com – Dalam rangka memberikan edukasi serta pemahaman seputar informasi Program JKN yang sebenarnya kepada masyarakat dan sebagai lembaga yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, BPJS Kesehatan membutuhkan kolaborasi dengan media untuk menyebarluaskan hal tersebut secara langsung.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara, Ropik Patriana saat melakukan sosialisasi dengan struktur Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Jakarta Utara di Kelapa Gading.

“Kalau untuk melakukan kegiatan sosialisasi, kami sudah sering sosialisasi tapi memang terbatas lingkupnya. Saat sosialisasi pasti penerimaan pemahamannya mungkin terbatas, mungkin yang menyangkut di masyarakat mungkin tidak akan sampai 100%. Untuk itu, BPJS Kesehatan membutuhkan media dan teman-teman wartawan bersinergi dengan kami sebagai sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mencari informasi tentang Program JKN. Terlebih sekarang media online sangat mudah diakses oleh masyarakat kapan saja dan di mana saja,” ujar Ropik.

Ropik menambahkan bahwa penduduk wilayah Jakarta Utara yang berjumlah lebih dari 1,8 juta penduduk, dan sudah 95% menjadi peserta JKN, maka BPJS Kesehatan Jakarta Utara fokus kepada meningkatkan mutu layanan, salah satunya dengan memastikan informasi tentang layanan JKN sudah sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Banyak ditemui kasus bahwa masyarakat tidak tahu apa yang harus dilakukan jika menemui masalah dalam layanan JKN. Untuk itu, Ropik berharap sebagai organisasi yang menaungi para wartawan, PWI khususnya di Jakarta Utara bisa menjadi salah satu yang dapat diandalkan oleh masyarakat dalam mencari wadah informasi.

“Karena sebuah informasi itu sangat luas pemahamannya, bisa jadi ada informasi sesat. Hal tersebut menjadi sesuatu yang krusial bagi kami sebagai lembaga layanan publik. Khususnya ketika masyarakat tidak tahu informasi padahal dia sedang membutuhkan JKN. Sedangkan seperti yang kita ketahui budaya membaca itu masih rendah, dan salah satu caranya melalui media untuk memberikan informasi yang valid kepada masyrakat. Karena itu edukasi sangat penting kami berikan kepada masyarakat untuk meluruskan antara informasi yang dimereka ketahui dan informasi yang sebenarnya tidak sinkron,” ujar Ropik.

Untuk itu Ropik mengungkapkan pentingnya bersinergi dengan media untuk menyebarluaskan informasi Program JKN. BPJS Kesehatan butuh mitra untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi tersebut. Terutama ketika ada berita negatif dapat dikonfirmasi dahulu, agar informasi yang sebenarnya bisa diklarifikasi. Ropik mengajak struktur PWI Jakarta Utara untuk mempunyai tujuan yang sama yaitu mengedukasi masyarakat tentang Program JKN.

“Setelah beberapa tahun sempat vakum, PWI Jakarta Utara pada bulan Maret 2023 kembali diisi oleh orang-orang terpilih untuk menjalankan kembali program-program yang sempat tertunda. Untuk itu sebagai ketua saya langsung ingin bersilahturahmi dan berkolaborasi dengan stakeholder yang ada untuk memajukan wilayah Jakarta Utara. Kami sudah bertemu dengan beberapa rumah sakit dan disambut baik oleh direkturnya. Dijelaskan ada program-program yang sudah ada terkait fasilitas kesehatan dan juga digitalisasi pelayanan kesehatan,” ujar Ketua PWI Jakarta Utara, Ilham Dharmawan.

Ilham menyampaikan bahwa ia dan seluruh struktur PWI Jakarta Utara siap untuk bekerjasama dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara dalam rangka melakukan transformasikan dan menyampaikan informasi dan kegiatan BPJS Kesehatan kepada masyarakat. Ilham mengemukakan bahwa yang ia lihat, masalah yang ia lihat memang biasanya dari luar BPJS Kesehatan tetapi berimbas kepada BPJS Kesehatan. Untuk itu ia siap membantu untuk memberikan edukasi dan menyampaikan kepada masyarakat terkait fakta yang ada tentang Program JKN.(sutarno)

Ibukota

Hendra Hidayat Pimpin Gerakan Menanam di Jakarta Utara

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat memimpin Gerakan Menanam Jakarta Utara Tahun 2026 bertema “Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga”.

Seremonial pelaksanaan kegiatan dilakukan di area urban farming Walkot Farm, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Kegiatan ini diinisiasi Tim Penggerak (TP) PKK Jakarta Utara bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas KPKP DKI Jakarta.

Hendra mengatakan, gerakan tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan inflasi daerah.

Ia mengajak masyarakat, lurah, dan camat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam komoditas seperti edamame, semangka, dan cabai.

“Jika setiap rumah tangga mampu menghasilkan bahan pangan sendiri, kebutuhan dapur dapat tercukupi dan ketergantungan pada pasar akan berkurang,” ujarnya, Kamis (30/4).

Ketua TP PKK Jakarta Utara, Fida Hendra mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Sudin dan Dinas KPKP serta PT East West Seed (Panah Merah), dalam penyediaan sarana dan benih unggul.

“Melalui kolaborasi ini diharapkan ketersediaan dan kemandirian pangan keluarga dapat meningkat, sekaligus mendukung pemenuhan gizi serta menjaga stabilitas harga pangan,” terangnya.

Fida menjelaskan, gerakan menanam tahun ini dilaksanakan di 143 lokasi yang terdiri dari Kantor Wali Kota (satu lokasi), kantor kecamatan (rnam lokasi), kantor kelurahan melalui Taman Hatinya PKK (31 lokasi), RPTRA (75 lokasi), serta 30 lokasi penggiat urban farming.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit secara produktif serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Masyarakat juga telah mendapatkan Bimtek penanaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit memaparkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti, 143 sachet benih edamame dan 760 polybag benih cabai.

Kemudian, sebanyak 2.860 polybag ukuran 40×40 sentimeter, 143 kilogram pupuk NPK, 715 karung pupuk kandang sapi, serta 429 karung sekam bakar yang telah didistribusikan ke berbagai lokasi.

“Untuk Benih semangka merupakan dukungan dari PT East West Seed, sedangkan bibit singkong berasal dari Komunitas Lovely Hands,” imbuhnya.

Ia berharap, gerakan ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan sekaligus lingkungan yang lebih hijau di Jakarta Utara.

“Sejak Januari hingga saat ini, urban farming di Jakarta Utara telah dilaksanakan di 51 lokasi. Hal ini menunjukkan masyarakat semakin aktif dalam mendukung ketahanan pangan,” tandasnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Pramono Siap Tindak Lanjuti Pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan akan menindaklanjuti proses pencalonan Suhud Alynudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, menggantikan Khoirudin, setelah mendapatkan surat dari DPRD DKI Jakarta. Nantinya, surat pergantian tersebut akan disampaikan Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Nantinya surat kalau kemudian sudah disampaikan ke Pemerintah DKI Jakarta, kepada saya sebagai gubernur, saya akan segera tindak lanjuti kepada Kemendagri untuk menjadi keputusan,” ujar Pramono di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4).

Dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta siang hari ini, salah satunya membahas usulan pemberhentian Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin serta mengumumkan calon penggantinya yakni Suhud Alynudin untuk sisa masa jabatan tahun 2024-2029.

Usulan pemberhentian dan pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta ini sesuai Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 dan Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedomanan Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Sisa Masa Jabatan Tahun 2024-2029.

Pramono pun menyampaikan ucapan selamat kepada Suhud yang telah ditetapkan sebagai calon pengganti secara resmi dalam rapat paripurna DPRD hari ini.

“Saya ingin mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Pak Suhud yang telah ditetapkan secara ofisial sebagai calon, karena belum ada keputusan Kemendagri, walaupun tadi sudah diputuskan dalam rapat paripurna DPRD sebagai Ketua DPRD,” ucap Pramono.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

DKI Jakarta Kembali Sabet Gelar Pemerintahan Terbaik Tahun 2025

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemprov DKI Jakarta kembali menyabet gelar Pemerintahan Terbaik tahun 2025 di ajang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang digelar Di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/04/2026).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai menerima penghargaan mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

“Ini hasil kerja bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta sehingga kami dapat mempertahankan prestasi ini. Mudah-mudahan bisa terus dijaga pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri atas penghargaan dan pembinaan yang terus diberikan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Ia berharap capaian ini mendorong Pemprov DKI meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan publik, serta efektivitas program pembangunan.

“Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus menjaga kinerja pemerintahan yang akuntabel, responsif, dan berdampak langsung bagi warga, sejalan dengan semangat otonomi daerah dan arah pembangunan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi 29 kepala daerah yang hadir. Mereka dinilai mampu mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi dan kinerja yang terukur.

“Para kepala daerah hari ini menunjukkan bahwa di balik retorika ada angka-angka yang bermakna, mulai dari kinerja pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, hingga pengangguran terbuka, yang dirasakan langsung oleh warga,” ucapnya.

Menurut Wamendagri Bima, esensi otonomi daerah bukan sekadar pembagian kewenangan, melainkan tanggung jawab menghadirkan pelayanan publik yang nyata.

“Otonomi daerah harus diiringi ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia. Bukan hanya kepala daerah yang andal, tetapi juga jajaran OPD hingga tingkat kecamatan dan desa,” urainya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending