Polhukam
Sengketa Tanah, Puluhan Warga Jl Gorontalo, Gugat Kantor BPN Jakarta Utara ke PTUN
Jakarta, Hariansentana.com — Persidangan setempat di lokasi sengketa yang di Pimpin Hakim Saifuddin SH. MH.di Jalan Gorontalo RT 05 dan RT 14 RW 01 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi jakarta Utara menggugat Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Administrasi Jakarta Utara ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Warga melayangkan gugatan mengenai Sertifikat Hak Pakai nomor 767/Sungai Bambu atas nama Polri, yang di keluarkan oleh BPN kota administrasi Jakarta Utara, diklaim terbit di tanah warga. Total ada 75 warga melayangkan gugatan tersebut.

Kuasa hukum warga, saat mengelar jumpa press di Balai Warga warga Renny F Winata, menegaskan, gugatan ini menyoroti proses penerbitan sertifikat atas nama Polri yang diduga terbit tidak berdasarkan dasar hukum yang jelas, juga proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) warga yang tidak ada tindak lanjutnya oleh kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.
“Tadi, pada sidang setempat itu, memperlihatkan batas-batas yang diukur oleh petugas PTSL pada tahun 2019. Dari ujung batas RT 014 sampai RT 005. Saat ditanyakan oleh hakim batas batas-batasnya mana saja. Dan di tengah-tengah hunian warga RT 14 yang sudah ada yang bersertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama Irwan Syarifuhdin tahun 2009,” ujar Renny Jumat (23/2/2024).
“Artinya PTSL tahun 2019 itu kita lakukan dengan cara-cara yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas umum pemerintahan yang baik. Tetapi, kenapa pada tahun 2021 pihak Polri mengajukan sertifikat? Dan keluar pada tanggal 15 Desember 2021,” sambung Renny.
“Padahal pengajuan PTSL ini dilakukan setelah warga menerima sosialisasi dari Kantor Pertanahan (BPN) Jakarta Utara melalui para Ketua RT dan RW di Kantor Kelurahan Sungai Bambu agar warga yang tanahnya belum ter-plotting dapat segera mendaftarkan dengan petunjuk dan mengisi formulir oleh kantor Pertanahan Jakut,” lanjutnya.
Renny juga menyoroti ketidak wajaran dalam proses penerbitan sertifikat atas nama Polri. Dia mengungkapkan bahwa pihak Kantor Pertanahan Jakut mengklaim dasar penerbitan sertifikat atas nama Polri adalah karena lahan tersebut dulunya merupakan asrama.
“Pada tahun 1955 atau tahun 60-anlah, pihak PT Pelindo menugaskan Polisi Perintis untuk menjaga keamanan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Dibangunlah rumah-rumah sederhana di sini untuk polisi-polisi yang bertugas di pelabuhan. Jadi bukan Polri yang membangun, tetapi tanah tersebut adalah Tanah Pelindo (Pelabuhan Indonesia),” bantah Renny.
Ia mengatakan pihak Polri mengajukan tiga alat bukti di dalam persidangan tetapi tidak ada warkah, sementara pihaknya menyampaikan ratusan alat bukti.
Renny juga menjelaskan pihaknya melaporkan dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakut dalam proses PTSL kepada Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Komnas HAM, hingga Kementerian ATR.
Hingga pada akhirnya, Ombudsman RI mengirimkan surat penutupan laporan pada tanggal 17 September 2023, menjelaskan bahwa tanah yang terletak di Jl. Gorontalo Kelurahan Sungai Bambu telah terbit Sertifikat Hak Pakai No. 767/Sungai Bambu atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Diketahui, 75 warga sebagai penggugat telah membayar Pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kurang lebih sejak 44 tahun silam. Selain itu, ada beberapa warga yang memiliki Iuran Pembangunan Daerah (Ipeda) sejak tahun 1979.
Mereka juga memberikan bukti surat berupa rekapitulasi pembayaran PBB yang menunjukkan bahwa pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) lunas hingga tahun 2023.
Ia juga mengklaim 75 warga sebagai penggugat telah membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti tempat Ibadah dibangun sepenuhnya dengan biaya swadaya dari warga dan masyarakat.
Dasar Kepemilikan Tanah Penggugat:
Pada 1955, Pelabuhan Tanjung Priok membangun 10 Blok yang tiap Blok terdiri dari 5 rumah untuk Petugas Perintis Polri.
Bangunan dibangun di atas tanah seluas 16.572 M2 di Jalan Gorontalo Raya.
Bangunan awal berukuran 20 m2, kemudian diperluas oleh para penghuni.
Pada 1980, penghuni mengonfirmasi status tanah kepada Pelabuhan Tanjung Priok.
Pihak Polri tidak memiliki klaim atas tanah tersebut, seperti ditunjukkan pada surat tahun 1993.
Sejak 1979, para penghuni lah yang merawat dan membayar pajak atas bangunan tersebut.
Polri tidak pernah mengurus renovasi atau memberikan bantuan, menunjukkan tanggung jawab warga atas bangunan.
Surat dari Kantor Pertanahan menegaskan bahwa tanah tersebut bukan aset Polri.
Pada 2009, sertifikat atas nama individu diterbitkan oleh Kantor Pertanahan. Kota Administrasi Jakut
Sejumlah sertifikat telah diterbitkan sebelumnya atas hamparan tanah tersebut.
Dasar dan Alasan-Alasan Pengajuan Gugatan:
Penggugat memiliki klaim atas kepemilikan tanah dan bangunan yang telah mereka rawat dan tempati sejak 1960. Mereka menolak klaim atau tuntutan atas tanah tersebut dari pihak lain. Mereka mencari kepastian hukum atas kepemilikan tanah dan bangunan tersebut.
Hingga berita ini ditayangan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polri mau BPN kota administrasi Jakarta Utara. (Sutarno)
Polhukam
Safari Jum’at di Ngadirojo, Kapolres Wonogiri Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkades
WONOGIRI, SENTANA – Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan, S.I.K, M.H, mengajak masyarakat menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta tidak mudah terprovokasi berita bohong menjelang pelaksanaan pemilihan kepala Desa (Pilkades).
Pesan tersebut disampaikan Kapolres saat kegiatan Safari “Jum’at Keliling” Polri Bersama Masyarakat di Masjid Assalam, Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jum’at (23/10/2026).

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pondok atas partisipasi dan kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga situasi tetap aman dan kondusif.
“Menjelang pelaksanaan Pilkades, mari kita bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman, damai dan sejuk. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Jangan sampai perbedaan tersebut menjadi penyebab perpecahan di tengah masyarakat,” pesan AKBP Deni Septiawan.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, agar bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, kerukunan dan persaudaraan harus tetap dijaga di tengah perbedaan pandangan maupun pilihan politik.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, Kapolres mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tindak kejahatan, khususnya penipuan daring melalui media sosial dan sarana elektronik lainnya.
“Kami telah memerintahkan seluruh anggota, termasuk Bhabinkamtibmas, untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kejahatan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah dan warga menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Ajak Jamaah Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Sebelum sambutan Kapolres, khotbah Jum’at disampaikan oleh Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Wonogiri, AKP Surono, S.H, M.H. Dalam khotbahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Mengutip QS. Ali Imran ayat 133, khatib mengingatkan pentingnya bersegera memohon ampunan Allah SWT dan senantiasa memperbaiki diri melalui taubat yang sungguh-sungguh.
Jamaah juga diajak menyadari bahwa, setiap manusia akan menghadapi kematian, sehingga kesempatan hidup hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan berbuat baik kepada sesama.
Melalui kegiatan Safari “Jum’at Keliling” ini, Polres Wonogiri berupaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban secara langsung. (Red).
Polhukam
PSI Jakarta Utara Minta Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
Jakarta, Hariansentana.com. – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Utara (21/10/2026) menghasilkan keputusan untuk meminta Bapak Joko Widodo Presiden ke VII bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia.
Keputusan ini merupakan sikap bersama seluruh pengurus, kader, dan anggota PSI se-Jakarta Utara, yang disampaikan langsung oleh Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Bun Joi Phiau, dalam Rakerda yang digelar pada 17 Oktober 2026 di Kantor Sekretariat DPD PSI Jakarta Utara, di Jalan Pademangan.I Raya RW.04.kelurahan Pademangan Timur kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Bun Joi Phiau menyampaikan bahwa permintaan tersebut lahir dari aspirasi seluruh jajaran partai di Jakarta Utara, mulai dari pengurus hingga anggota di tingkat akar rumput, dan ditetapkan sebagai hasil Rakerda. “Hasil Rakerda ini adalah sikap kami bersama. Seluruh pengurus, kader, dan anggota PSI Jakarta Utara memohon dengan hormat kesediaan Bapak Ir.Haji.Joko Widodo untuk memimpin Dewan Pembina PSI. Kehadiran beliau akan memberi arah, keteladanan, dan semangat baru bagi perjuangan partai,” ujarnya.
Alasan Pak Jokowi Layak Memimpin Dewan Pembina
Menurut Bun Joi Phiau, Joko Widodo dinilai layak menjadi Ketua Dewan Pembina PSI karena dua hal utama: sosoknya sesuai dengan apa yang dibutuhkan PSI saat ini, dan beliau memiliki DNA yang sama dengan partai.
Pertama, Joko Widodo adalah sosok yang dibutuhkan PSI. Sebagai partai yang tengah bersiap menghadapi verifikasi dan memperkuat struktur hingga tingkat ranting, PSI membutuhkan figur pembina yang berpengalaman, dihormati, dan mampu memberi arah jangka panjang.
Rekam jejak kepemimpinan beliau yang panjang dan teruji, mulai dari Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia dua periode, memberikan pemahaman utuh tentang persoalan rakyat dan tata kelola pemerintahan. Pengalaman itu menjadi bekal berharga untuk membimbing kader dan membesarkan partai.
Kedua, Joko Widodo memiliki DNA yang sama dengan PSI. Gaya kepemimpinan beliau yang sederhana, merakyat, dan mengedepankan kerja nyata sejalan dengan nilai yang diperjuangkan PSI, yakni pelayanan kepada rakyat dan keberpihakan pada kepentingan publik. Kedekatan beliau dengan generasi muda serta semangat pembaruan politik yang ia bawa selaras dengan jati diri PSI sebagai partai anak muda yang terbuka dan antikorupsi.
Ketiga, selama masa pemerintahannya, beliau dikenal mendorong pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang menyentuh masyarakat, termasuk warga Jakarta. Keteladanan dan integritas beliau juga dinilai penting untuk menjaga kader muda tetap berpegang pada pengabdian kepada rakyat.
“Pak Jokowi adalah sosok yang kami butuhkan, dan beliau punya DNA yang sama dengan PSI: sederhana, merakyat, dan bekerja nyata. Kami yakin beliau adalah sosok yang tepat untuk membina dan membesarkan PSI,” ujar Bun Joi Phiau.
Siap Diverifikasi sebagai Partai Politik
Selain menetapkan permintaan tersebut, Rakerda juga menyatakan kesiapan PSI Jakarta Utara untuk menjalani proses verifikasi sebagai partai politik. Bun Joi Phiau menegaskan bahwa kepengurusan PSI se-Jakarta Utara saat ini telah lengkap 100 persen, mulai dari tingkat DPD hingga tingkat kelurahan/ranting.
“Struktur kepengurusan kami di Jakarta Utara sudah lengkap 100 persen sampai ke tingkat kelurahan atau ranting. Kami siap diverifikasi,” tegasnya.Jumat.(24/10/2026) di DPD PSI.Jakarta Utara.
Seluruh peserta menyatakan dukungan penuh terhadap hasil Rakerda ini sebagai sikap resmi jajaran PSI Jakarta Utara.
DPD PSI Jakarta Utara akan terus berkoordinasi dengan struktur partai di tingkat yang lebih tinggi agar aspirasi ini dapat disampaikan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.(Sutarno).
Polhukam
Ketua LSM PRB Sayangkan Somasi Maryono ke Raja Manail Purba, Sebut Tak Relevan dan Abaikan Putusan PN Cibinong.
Bogor, Hariansentana.com –Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) menyayangkan sikap Maryono yang melayangkan somasi kepada Raja Manail Purba terkait tanah yang diklaim miliknya di kawasan Dua Raja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Ketika di hubungi tlp seleluler nya Kamis 22 ,10 ,2026 Ketua LSM Peduli Rakyak Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan , menurut Johan somasi tersebut sudah tidak relevan karena sudah ada putusan perdata yang berkekuatan hukum.
“Ini sudah tidak relevan karena sudah ada putusan perdata Nomor 13/Pdt.G/2021 di Pengadilan Negeri Cibinong. Di dalam putusannya sudah jelas, akhirnya Maryono, Angkat Simbolon, dan Arifin Sianipar sama-sama tidak berhak menjual, mengadakan, dan menyewakan kepada pihak manapun,” ujar Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan.

Ia menegaskan, seharusnya Maryono menghormati dan menghargai putusan pengadilan tersebut, bukan malah mencoba melakukan pembangkangan dengan mengusir pedagang dan menagih uang sewa melalui orang lain,”terang nya.
“Padahal dasar hukum kepemilikan lahan di persidangan terdahulu tidak dapat dibuktikan alas hak kepemilikan tanahnya. Baik dia (Raja) termasuk ketiga orang yang digugat perdata oleh Maryono, semua sama-sama dinyatakan tidak berhak,” tegasnya.
Ketua LSM PRB meminta Maryono untuk menghormati putusan PN Cibinong.
“Indonesia adalah negara hukum, hukum itu harus dipatuhi dan dijalankan. Jangan merasa semua hukum bisa diatur,” katanya.
Pihaknya juga menyatakan siap mendampingi para pedagang di kawasan Dua Raja yang merasa dimintai uang sewa dan bahkan diusir, padahal status lahan tersebut adalah status quo berdasarkan putusan pengadilan.
“Siapa yang mendampingi pedagang? Kami LSM PRB. Pedagang di Dua Raja merasa diminta uang dan tidak jelas status kepemilikan lahan yang meminta sewa, bahkan mengusir pedagang padahal lahan status quo,” ungkap Johan.
Untuk itu, dalam waktu dekat LSM PRB akan melaporkan dugaan pengambilan uang sewa di Dua Raja dan dugaan perusakan bangunan ke Mabes Polri.
“Ini agar jadi pelajaran dan tidak terjadi lagi. Karena Indonesia negara hukum, harus tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Terakhir, Ketua LSM PRB meminta kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang berdagang di wilayah Dua Raja, Kecamatan Sukaraja, untuk tidak resah.
“Kepada masyarakat yang berdagang di Dua Raja, tidak usah resah dalam mencari nafkah. Jangan mau jadi budak pihak yang ingin mengklaim tanah status quo,” pungkasnya…….Ron
-
Polhukam3 days agoPSI Jakarta Utara Minta Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
Ibukota4 days ago1.000 Lebih Berkas PTSL Warga Jakarta Utara Belum Tuntas, Dokumen Hilang Jadi Sorotan
-
Daerah7 days agoHUT Humas Polri Ke-75, Kapolres Wonogiri Salurkan Air Bersih untuk Warga Bendokerep
-
Polhukam2 days agoSafari Jum’at di Ngadirojo, Kapolres Wonogiri Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkades

