Connect with us

Pendidikan

Rektor Sampoerna University Dr. Wahdi Yudhi : Pendidikan Yang Berkualitas Dorong Generasi Muda Indonesia Memiliki Kemampuan Daya Saing Global

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pendidikan yang berkualitas menjadi faktor penting yang dapat membantu mendorong generasi muda Indonesia agar memiliki kemampuan berdaya saing, baik di kancah nasional maupun internasional. Pendidikan yang berkualitas adalah fondasi bagi kemajuan individu dan masyarakat.

Demikian hal tersebut diungkapkan Rektor Sampoerna University Dr. Wahdi Yudhi dalam realisnya Rindu aja Persiapan Generasi Muda Untuk Bersaing di Pasar Global Rindu Pramesti, Sabtu (25/2/2023).

Dikatakannya, untuk menjadi berdaya saing global, generasi muda Indonesia harus memperoleh pendidikan yang berkualitas, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Pendidikan yang berkualitas dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk berpikir kritis yang diperlukan untuk berhasil di pasar,” tambahnya.

Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum berstandarkan pendidikan di Amerika.
“Dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University berkomitmen untuk selalu memberikan kontribusi substantif kepada masyarakat Indonesia melalui pendidikan.

Hal ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi pengembangan pemimpin masa depan Indonesia yang siap berkompetisi di kancah global,” jelas Wahdi Yudhi.

Selain itu lanjutnya, faktor kedua adalah, Kreativitas dan Inovasi.

Pasar global sangat dinamis dan terus berubah, oleh karena itu generasi muda Indonesia perlu memiliki kreativitas dan inovasi untuk menghadapi tantangan ini. Kreativitas dapat membantu menghasilkan ide-ide baru dan memecahkan masalah dengan cara yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, sedangkan inovasi dapat membantu menciptakan produk dan layanan yang lebih baik dan lebih efisien.

Ketiga, Keahlian Bahasa Asing

Dalam era globalisasi, kemampuan berbahasa asing menjadi sangat penting dalam berinteraksi dengan pasar global. Generasi muda Indonesia harus memperoleh kemampuan berbahasa asing yang baik untuk dapat berkomunikasi dengan mitra bisnis dan pelanggan di seluruh dunia. Bahasa Inggris merupakan bahasa utama dalam bisnis global, sehingga keahlian bahasa Inggris sangat penting.

Keempat, Keterampilan Digital

Teknologi digital telah menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi dan bisnis di seluruh dunia. Generasi muda Indonesia harus memperoleh keterampilan digital yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan kesempatan yang ditawarkan oleh teknologi digital. Keterampilan digital dapat membantu mengembangkan produk dan layanan yang lebih inovatif, mempermudah proses bisnis, dan memungkinkan akses ke pasar global.

Kelima, Etika Kerja yang Baik

Etika kerja yang baik menjadi kunci kesuksesan dalam bisnis global. Generasi muda Indonesia harus memiliki etika kerja yang baik, termasuk integritas, tanggung jawab, dan disiplin. Etika kerja yang baik dapat membantu membangun reputasi yang baik di pasar global dan memperkuat kepercayaan pelanggan.

Keenam, Jiwa Kewirausahaan

Jiwa kewirausahaan sangat penting bagi generasi muda Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis. Kewirausahaan dapat membantu generasi muda Indonesia untuk menghasilkan ide-ide baru, membangun bisnis yang sukses, dan memajukan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Saat ini Indonesia mempunyai populasi terbesar keempat di dunia, dengan sekitar 270 juta penduduk. Namun, keterbatasan sumber daya dan tantangan ekonomi telah menghalangi kemampuan Indonesia untuk menjadi pemimpin global di beberapa sektor utama. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi generasi yang berdaya saing global untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial di masa depan.

Siapa Generasi Indonesia yang Harus Berdaya Saing Global?

Generasi Indonesia yang harus berdaya saing global adalah generasi muda yang saat ini berusia antara 18 hingga 35 tahun. Mereka adalah generasi yang akan memimpin dan membentuk masa depan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Apa yang Harus Dilakukan oleh Generasi Indonesia untuk Berdaya Saing Global?

Generasi Indonesia harus memiliki pendidikan yang berkualitas, kreativitas dan inovasi, kemampuan bahasa asing, keterampilan digital, etika kerja yang baik, serta jiwa kewirausahaan. Semua faktor ini menjadi kunci bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Kapan Generasi Indonesia Harus Memulai Persiapan untuk Berdaya Saing Global?

Persiapan untuk berdaya saing global harus dimulai sejak dini. Generasi muda Indonesia harus memperoleh pendidikan yang berkualitas, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta memperoleh keterampilan digital sejak dini. Kemampuan bahasa asing juga dapat diperoleh sejak usia dini dengan program-program belajar bahasa yang tersedia.

Di Mana Generasi Indonesia Harus Mengembangkan Kemampuan untuk Berdaya Saing Global?

Generasi muda Indonesia dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya saing global melalui berbagai cara, seperti melalui pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi, pelatihan atau kursus keterampilan, partisipasi dalam komunitas atau organisasi, serta pengalaman kerja di perusahaan multinasional atau start-up yang memiliki fokus pada pasar global.

Mengapa Generasi Indonesia Harus Berdaya Saing Global?

Generasi Indonesia harus berdaya saing global untuk memajukan ekonomi dan sosial Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dengan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk berkompetisi di pasar global, generasi muda Indonesia dapat menghasilkan ide-ide baru, mengembangkan produk dan layanan yang inovatif, serta membuka peluang kerja yang lebih banyak.

Bagaimana Generasi Indonesia Dapat Meningkatkan Daya Saing Global?

Generasi Indonesia dapat meningkatkan daya saing global dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas dan inovasi, memperoleh kemampuan bahasa asing, meningkatkan keterampilan digital, memperkuat etika kerja yang baik, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan. Dalam hal ini, pemerintah juga memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi muda Indonesia dalam rangka memperkuat daya saing global.(***)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

Pondok Pesantren Qurrota A’yun Go Internasional, Jalin Kerja Sama Strategis dengan PCI Malaysia

Published

on

By

FOTO BERSAMA-K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur bersama rombongan, foto bersama usai melakukan kunjungan ke PCI Malaysia. (Foto Ist).

MALAYSIA, SENTANA – Pondok Pesantren Qurrota A’yun Jakarta, terus meneguhkan langkah menuju pesantren berkelas dunia melalui kerja sama strategis dengan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Malaysia yang dipimpin oleh Datuk K.H. Rudi Mahfudz. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring pendidikan, dakwah, ekonomi dan pemberdayaan umat di kawasan ASEAN, Jum’at (7/8).

PENANDATANGANAN MoU-Datuk K.H. Rudi Mhafud, Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur, saat melakukan Penandatanganan MoU. (Foto Ist).

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Roadmap Qurrota A’yun 2030, yaitu membangun pesantren yang unggul dalam ilmu keislaman, berkarakter, menguasai teknologi, memiliki wawasan global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban Islam dan kemajuan bangsa.

Melalui keterangannya, Jum’at (7/8), Pengasuh Pondok Pesantren Qurrota A’yun, K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, menyampaikan bahwa, era globalisasi menuntut pesantren untuk mampu membangun kolaborasi lintas negara tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia. Pesantren harus hadir sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak mulia, berwawasan internasional, menguasai bahasa, teknologi, kewirausahaan dan siap membangun peradaban Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kerja sama dengan PCI Malaysia, Pondok Pesantren Qurrota A’yun akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain pertukaran wawasan pendidikan pesantren, peningkatan kompetensi guru dan santri, penguatan dakwah internasional, pengembangan ekonomi pesantren, bisnis halal, ekspor-impor produk unggulan pesantren, hingga pengembangan jejaring investasi dan kewirausahaan berbasis syariah.

Sementara itu, Datuk K.H. Rudi Mahfudz, menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan global melalui inovasi, ekonomi dan pendidikan.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Selain memperkuat hubungan antarlembaga, sinergi ini juga membuka peluang bagi santri untuk memiliki pengalaman internasional, memperluas jejaring keilmuan, serta mengenal praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan, ekonomi, dan dakwah di tingkat regional,” ujarnya.

Dengan semangat “Think Globally, Act Locally, and Serve Universally”, Pondok Pesantren Qurrota A’yun optimistis mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi inovator, entrepreneur, pendidik dan pemimpin yang mampu bersaing di tingkat global.

Langkah menuju “Qurrota A’yun Go Internasional”, bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan keunggulan tahfiz Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta diplomasi pendidikan internasional.

“Melalui kolaborasi dengan PCI Malaysia, diharapkan akan lahir generasi santri yang siap menjadi duta Islam yang moderat, berilmu, mandiri, dan mampu membangun peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat di tingkat regional maupun global,” pungkas Zaenul. (Red).

Continue Reading

Pendidikan

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.

Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.

“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.

Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.

“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.

Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .

Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.

“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.

Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron

Continue Reading

Pendidikan

LSM PRB Desak Disdik Kab Bogor Profesionalkan SPMB, SD-SMP 2026, Usul Sekolah Swasta Digratiskan Lewat APBD

Published

on

By

Bogor, Hariansentana .com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membuat Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) SD dan SMP tahun ajaran 2026 lebih profesional dan berpihak ke masyarakat.

Saat di hubungi tlp seluler nya Kamis 25 ,Juni 2026
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan ,S .H. mengatakan Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) untuk jenjang wajib belajar 9 tahun seharusnya dipermudah. “SD-SMP ini wajib belajar dan sesuai UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Jadi pemerintah wajib memastikan SD-SMP tidak dipersulit sistem. Administrasi harus mudah, jangan bikin orangtua pusing,” terang nya.

Lebih lanjut Johan mendorong Disdik menambah daya tampung dengan menambah kursi/rombongan belajar ( Rombel ) di sekolah negeri. Tujuannya agar siswa yang orangtuanya tidak mampu ke swasta tetap bisa masuk sekolah negeri.

Ia juga mengusulkan terobosan: Pemda Kab. Bogor mengalokasikan anggaran pendidikan lewat APBD untuk menggratiskan sekolah swasta. “Kalau negeri dan swasta sama-sama gratis, masalah pendidikan di Kab. Bogor terjawab. Nggak ada lagi alasan orangtua tidak menyekolahkan anak SD-SMP karena biaya,” tegasnya.

Johan juga meminta Bupati Bogor memberikan arahan ke DPRD Kab. Bogor agar program “sekolah swasta gratis” bisa diwujudkan dengan alokasi APBD yang cukup. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan secara teknis menambah kursi di sekolah negeri SD dan SMP supaya daya tampung naik. “Jangan malas bikin terobosan untuk kebaikan masyarakat,” katanya.

Johan juga menyatakan mendukung program Bupati Bogor, khususnya di bidang pendidikan. “Kami paling khusus dukung kalau ada program sekolah swasta gratis. Ini langkah Kab. Bogor berubah, memberitakan pendidikan sebagai program pokok menuju SDM unggul,” pungkasnya………Ron

Continue Reading
Advertisement

Trending