Connect with us

Hiburan

Rayakan Nataru di Hotel HARRIS Suites Puri Mansion Bersama Panti Asuhan Karena Kasih, Banyak Acara Menariknya

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Hotel HARRIS Suites Puri Mansion telah menyiapkan dekorasi khas natal untuk menyambut para tamu yang hadir hingga malam pergantian tahun.

Hotel HARRIS Suites Puri Mansion juga menghadirkan acara Natal dengan kegiatan Dinner dan Brunch yang akan dimulai pada tanggal 24 Desember hingga 25 Desember 2022.

Namun tak kalah ketinggalan Hotel HARRIS Suites Puri Mansion juga mengadakan acara pada malam pergantian akhir tahun dengan berbagai macam acara menarik diantaranya seperti Fun Games, Accoustic Live Music dan juga Live Cooking BBQ pada malam pergantian tahun baru.

Selain untuk menyambut tahun kelinci air di 2023, Hotel HARRIS Suites Puri Mansion juga turut mengundang Adik-adik dari Panti Asuhan Karena Kasih yang berlokasi di sunter untuk mengikuti kegiatan ini dengan acara makan bersama yang di adakan di Ballroom Hotel HARRIS Suites Puri Mansion, yang bertujuan menjaga dan tetap menjalin tali silaturahmi di antara kami.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Anton Rezie selaku General Manager Hotel HARRIS Suites Puri Mansion, Kemudian oleh Bapak Yunus selaku ketua yayasan dari Panti Asuhan Karena Kasih dan ditutup dengan doa dari Pendeta George Ferry, lalu dimeriahkan juga penampilan dari Adik-adik Panti Asuhan Karena Kasih yang super keren yaitu paduan suara dan juga Quiz yang membuat suasana semakin hangat dan meriah.

“Ya, sudah menjadi kewajiban kami untuk bisa berbagi kebahagiaan terutama dalam rangka merayakan Natal seperti ini karena tidak ada batasan untuk kita saling mengasihi dan Hotel HARRIS Suites Puri Mansion berharap semoga di tahun yang akan datang kami tetap bisa mengadakan acara ataupun kegiatan-kegiatan seperti ini dan kami juga turut mengucapkan terima kasih atas support dan kepercayaan yang telah di berikan sampai saat ini dan “Merry Christmas 2022 and Happy New Year 2023 ujar Bapak Anton Rezie selaku General Manager Hotel HARRIS Suites Puri Mansion”.(*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

Kasau Perankan Tokoh Resi Abiyasa di Pentas Wayang Orang “Pandawa Boyong”

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com  – Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA, ikut meramaikan pementasan wayang orang lakon “Pandawa Boyong” yang digelar di Teather Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu malam (15/1/2024).

Wayang Orang, digelar dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang jatuh tanggal 15 Januari.

Dalam jagad pewayangan, Resi Abiyasa, adalah putra dewi Setyowati dan Palasara, yang memiliki sifat pandai, cerdas, bijaksana, sholeh, dan berwibawa. Resi Abiyasa juga seorang pertapa, ahli pengobatan, berumur panjang dan memiliki ilmu kesaktian yang tinggi.

Kasau mengungkapkan, pementasan wayang orang “Padawa Boyong”, sebagai simbol soliditas TNI – Polri selaku alat pertahanan keamanan negara. Kasau juga menyatakan pentingnya melestarikan budaya Indonesia (wayang orang) yang bernilai tinggi.

“Secara pribadi saya mencintai budaya Indonesia, khususnya Jawa. Makna dibalik pementasan ini, kita dapat mengetahui karakter seseorang, bahwa karakter baik akan di tempat yang baik, dan karakter tidak baik juga akan berada di tempat yang tidak baik, apalagi dengan maksud yang tidak baik,” ungkap Kasau.

Lakon “Pandawa Boyong”, menceritakan kepindahan (boyong) lima kesatria bersaudara Pandawa dari negeri Alengka yang dikuasai Kurawa ke negeri Astinapura.

Kepindahan tersebut, untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa . Dalam kepindahan tersebut, para kesatria Pandawa yang terdiri dari Putadewa, Bimasena, Arjuna, Nakula, Sadewa, harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dan persenjataan lebih lengkap. Dalam peperangan tersebut kesatria Pandawa dapat mengalahkan Kurawa.

Pergelaran wayang orang, juga melibatkan beberapa pejabat TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri, serta 450 prajurit TNI AL.

Makna yang terkandung dalam cerita “Pandawa Boyong”, adalah pesan moral tentang penghayatan, dan pengamalan Pancasila secara lebih luas. Makna tersebut digambarkan oleh sifat-sifat yang melekat pada sosok lima kesatria Pandawa.

Puntadewa memiliki sifat religi sebagai simbol sila pertama Pancasila Ketuhanan YME, Bimasena yang adil dan penuh rasa kemanusiaan, representasi sila ke dua Pancasila. Arjuna mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam sila ke tiga Pancasila.

Nakula yang demokratis merepresentasikan sila ke empat Pancasila, dan Sadewa yang welas asih simbol sila ke lima, Pancasila.

Dalam pementasan ini, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.M.M., M.Tr.Opsla, memerankan Bima Sena,
Ny. Veronica Yudo Margono, sebagai Dewi Nagagini, Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. sebagai Batara Guru. Kasal Laksamana TNIi Muhammad Ali S.E., M.M., M.Tr.Opsla, sebagai Batara Baruna, Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M,Si, berperan sebagai Puntadewa. (Red)

Continue Reading

Hiburan

Koopsud I Beserta Jajaran Gelar Nobar Pagelaran Wayang Orang Dari TNI – Polri Dengan Judul Pandawa Boyong.

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com –  Penkoopsud I. Koopsud I beserta satuan jajaran menggelar acara nonton bareng Pagelaran Wayang Orang secara live streaming dengan judul Pandawa Boyong. Bertempat di Gedung Roesmin Noerjadin Makoopsud I. Acara nobar di Koopsud I dipimpin oleh Dandenma Koopsud I. Minggu, (15/1/2023).

Pagelaran Wayang Orang dengan judul Pandawa Boyong bercerita tentang perjuangan Pandawa yang merupakan lambang kehidupan, mengajak kita sebagai bagian dari masyarakat untuk lebih memahami, menghayati, dan mengamalkan semangat serta nilai-nilai Pancasila yang diwakili oleh masing-masing sosok Pandawa Lima. Pagelaran Wayang Orang ini merupakan salah satu upaya TNI-Polri dalam pelestarian budaya nusantara.

Dalam Pagelaran Wayang Orang tersebut, dimainkan oleh para pimpinan utama TNI – Polri yaitu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., CSFA., sebagai Bima Sena. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai Prabu Puntadewa. Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., sebagai Batara Guru. Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., sebagai Batara Baruna. Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., sebagai Eyang Abiyasa.

Acara Pagelaran Wayang Orang tersebut disiarkan secara langsung dari Taman Ismail Marzuki, Jakarta dan disiarkan juga di laman, AIRMEN TV DISPENAU, JJM TV DISPENAL, FACEBOOK dan INSTAGRAM TNI AU. (***)

Continue Reading

Seni Budaya

Renungan Lintas Agama Akhir Tahun 2022 Kasau: Senjata Yang Terkuat Adalah Doa

Published

on

Cilangkap, Hariansentana.com – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., mengatakan, sebagai insan yang beriman, prajurit dsn PNS TNI AU harus meyakini bahwa sejatinya senjata yang terkuat adalah doa. Berbagai keberhasilan tugas dan segala keselamatan, sesungguhnya berkat doa.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasau saat membuka kegiatan renungan lintas agama TNI Angkatan Udara tahun 2022 di Gedung Suharnoko Harbani, Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2022).

Kasau menjelaskan, kegiatan renungan lintas agama TNI AU, untuk mengevaluasi dan introspeksi diri dalam melanjutkan cita-cita mewujudkan TNI AU yang disegani di kawasan.

Menurut Kasau TNI AU telah mampu menjawab berbagai dinamika dan tantangan tugas yang diamanahkan, karena berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang dilimpahkan karena keteguhan landasan nilai-nilai keagamaan yang dimiliki.

“Kita harus terus menanamkan didalam diri kita bahwa perjungan TNI AU sebagai penegak kedaulatan angkasa Indonesia, selalu dibangun dengan semangat Sapta Marga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kasau.

Kasau juga mengajak seluruh personel TNI AU untuk menghayati dan meneguhkan prinsip keagamaan, seperti mendekatkan diri dan terus beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, Menghargai sesama dan keberagaman, serta menjalani hidup sebaik-baiknya sesuai ajaran agama masing-masing.

Kasau berharap kegiatan renungan lintas agama, dapat dijadikan pendorong semangat spiritual keagamaan yang dilandasi keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan tugas sehingga bernilai ibadah.

Kegiatan renungan lintas agama mendatangkan empat rohaniawan yaitu Kolonel Sus Dr. H. Muttaqin, M.AG., (Islam), Kolonel Sus Romo Yos M M Bintoro, S.Fil., M.Sc., PR., (Katholik), Kolonel Sus Pendeta Dr. Daniel Albert Tobing, S.Th., MAP., M.I.Pol., (Protestan), Kolonel Sus Pinandita Drs. Suwarno, (Himdu), dan satu pembaca renungan ahir tahun yaitu Kolonel Sus Dr. H. Moh. Kemalsyah, M.Ag.

Hadir pada acara tersebut secara luring Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman, M.si (Han)., Pangkoopsudnas Marsdya TNI M. Toni Hardjono, Irjenau, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, Para pejabat TNI AU, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo, personel Mabesau, dan secara daring seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Udara di Indonesia.(Red)

Continue Reading
Advertisement

Trending