Connect with us

Ibukota

PWI Pusat Kembali Melanjutkan
Program UKW Gratis PWI se-Indonesia

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pasca-Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, kembali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PWI menggelar kelanjutan UKW gratis di 38 Provinsi se-Indonesia dan satu daerah PWI khusus yaitu PWI Surakarta.

Keberlanjutan UKW gratis ini, menurut Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun didampingi Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandarsyah, Rabu (3/4), lanjutan UKW gratis telah terjadwal di PWI Provinsi sesuai dengan pengajuan pengurus PWI Provinsi tersebut.

Beberapa PWI daerah yang telah siap melaksanakan UKW gratis ini, ujar Hendry, yaitu Provinsi Papua Tengah yang akan menggelar UKW di ibukota Nabire sebanyak lima kelas pada 18-19 April 2024, dilanjutkan di Provinsi Riau enam kelas pada 23-24 April 2024 dan selanjutnya di Sumsel sebanyak 8 kelas pada 26-27 April 2024 dan di Provinsi Kepri enam kelas, pada 3-4 Mei 2024.

Dengan keberlanjutan UKW PWI gratis, para ketua PWI Provinsi menyambut antusias. Ketua PWI Kepri, Andi Gino, diminta komentarnya, menyatakan berterima kasih kepada sponsor dan PWI pusat yang memahami kebutuhan anggota untuk meningkatkan kualitas wartawan. Hal senada diungkapkan oleh Ketua PWI Sulawesi Tenggara, Sarjono. Menurutnya, program terobosan PWI Pusat sangat tepat terkait untuk meningkatkan kualitas wartawan anggota PWI. “Apalagi ini program gratis yang telah ditunggu-tunggu anggota PWI,” ujar Sarjono.
Bahkan Ketua PWI Sumsel Kurnaidi, menyatakan, UKW PWI Pusat ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas wartawan di daerah.

Menurut Hendry Ch Bangun yang biasa dipanggil HCB, minimal tahap periode April – Mei 2024 ini akan dilaksanakan UKW di 10 Provinsi. Beberapa daerah Provinsi telah melakukan proses uploud data peserta UKW.

Di antaranya PWI Provinsi Sultra, PWI Sulteng, PWI Jawa Timur, PWI Sumbar, dan satu Provinsi dari Kalimantan, pilihannya di Kalsel atau di Kaltara.

Dengan dilaksanakan UKW PWI gratis di 10 PWI Provinsi ini, menurut HCB, maka secara simultan akan meneruskan program UKW gratis PWI Pusat bersama BUMN yang telah digelar di 10 PWI Provinsi pada waktu sebelum ini. Dengan demikian jadi total PWI Provinsi yang telah melaksanakan program UKW gratis PWI Pusat sebanyak 20 PWI provinsi.

“Setelah kick off pada akhir Desember 2023, UKW PWI Pusat gratis bersama BUMN yang telah sukses dilaksanakan di 10 PWI Provinsi yaitu di Papua Induk, Papua Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Yogyakarta, NTB, NTT, Bengkulu, Lampung, dan PWI Provinsi Kalteng.”jelas HCB.

Selain pelaksanaan program UKW PWI gratis juga dalam tahun anggaran 2024, menurut Direktur LUKW PWI Pusat, Firdaus Komar, melalui usulan PWI Provinsi, sebanyak 21 PWI Provinsi mendapat kesempatan UKW gratis dengan fasilitas Dewan Pers. Gelaran UKW fasiiitas DP ini telah dimulai oleh LUKW PWI pada 7-8 Maret 2024 di PWI Sumut.

Pada bagian lain, Direktur UKW Firdaus Komar, menyampaikan, terima kasih kepada pihak Kementerian BUMN yang selama ini telah membantu gelaran UKW gratis. Terkait keberlanjutan dengan UKW gratis ini, Firdqus menyampaikan tetap akan digelar kompetisi jurnalistik.

Menurut Firko, peserta UKW PWI Pusat gratis tetap memiliki kesempatan mengikuti lomba kompetisi jurnalistik seperti halnya UKW PWI gratis bersama BUMN dengan memperebutkan total hadiah Rp50 juta.

Kompetisi jurnalistik khusus bagi peserta yang mengikuti UKW PWI gratis tidak terpisahkan dengan peserta yang telah kebih awal ikut UKW PWI gratis yang kick-off-nya, pada Kamis-Jumat (28-29/12), serentak di tiga daerah sekaligus, yaitu di Manado, PWI Sulawesi Utara (Sulut), di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan di Banda Aceh, PWI Provinsi Aceh.

Secara teknis mengenai kompetisi jurnalistik bagi peserta UKW PWI pusat ini, ujar Firdaus, wajib memenuhi kriteria sebagai berikut, tema tulisan lomba tetap mengacuh pada topik terkait BUMN yaitu “peran BUMN terhadap kemajuan pers melalui UKW’, seiring dengan lanjutan program UKW gratis ini maka topik lomba dapat juga mengenai “peran stretegis UKW meningkatkan kualitas pers Indonesia”.

Karya jurnalistik yang diikutkan dalam lomba berupa feature dengan minimal 1.500 karakter.
Selanjutnya karya yang dilombakan dikirimkan ke link yang telah disediakan oleh admin PWI Pusat setelah tiga hari pelaksanaan UKW yang digelar di masing-masing daerah.

Terkait pelaksanaan UKW PWI gratis ini, yang lebih digelar di 38 PWI Provinsi dan PWI Surakarta, maka PWI daerah yang akan melaksanakan UKW gratis perlu menyiapkan administrasi berkas peserta sesuai ketentuan yang berlaku di LUKW PWI, kemudian PWI Provinsi melakukan koordinasi untuk memastikan teknis pelaksanaan UKW dengan LUKW PWI berkaitan dengan waktu dan tempat pelaksanaan.
Kemudian PWI Provinsi diwajibkan memberitakan atau mempublikasikan rilis berita berkaitan dengan penyelenggaraan UKW PWI gratis tersebut. (Sutarno

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibukota

HBKB Danau Sunter Selatan Hadirkan Pameran Fotografi Wisata Pesisir

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Danau Sunter Selatan.1-2.Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, kota administrasi Jakarta Utara, Minggu (25/10), menghadirkan beragam kegiatan menarik bagi masyarakat. Selain berolahraga, warga dapat menikmati layanan publik gratis, bazar UMKM, hingga pameran fotografi yang mengangkat potensi pariwisata 12 Destinasi wisata pesisir Jakarta Utara

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan, pelaksanaan HBKB bulan ini digeser ke pekan keempat untuk menyesuaikan agenda lomba lari di kawasan Sudirman yang digelar serentak di lima wilayah Jakarta.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kelanjutan rangkaian program Cinta Lingkungan (Ciluk) yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya.

“HBKB kali ini istimewa karena menghadirkan pameran foto Jakarta Coastal City Frame (JCCF) 2026 yang mengangkat 12 destinasi wisata unggulan di Jakarta Utara,” ujarnya.

Wawan menjelaskan, pameran fotografi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata pesisir Jakarta Utara kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.

Selain pameran fotografi, HBKB Danau Sunter Selatan juga menghadirkan berbagai kegiatan, seperti Senam Bugar Ceria, wahana flying fox, perpustakaan keliling, pelayanan mobil arsip, pemeriksaan kesehatan, Samsat Keliling, pendaftaran BPJS Kesehatan, bazar binaan Jakpreneur, serta lokakarya diversifikasi olahan pangan ternak 2026.

“Kegiatan semakin semarak dengan panggung hiburan yang menghadirkan musisi Alfin Habib DA3 dan Eka Alexa,” terangnya.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti memaparkan, kompetisi JCCF 2026 berhasil menjaring 144 peserta. Dari jumlah tersebut, dewan juri memilih 30 karya terbaik untuk dipamerkan kepada masyarakat.

“Selain pameran, kami juga mengadakan lokakarya fotografi gratis bagi warga dan pengunjung,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Yulza Romadhoni Putra menuturkan, HBKB kali ini juga menyediakan layanan pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) Transjakarta bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Layanan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kami menyediakan kuota 50 pemohon dengan pencetakan kartu langsung di lokasi untuk memudahkan warga,” tandasnya.

Dari pengamatan Hariansentana.com.Danau Sunter Selatan kembali Kumuh PKL tidak tertata dan parkir motor di atas trotoar yang mengelilingin Danau Sunter Selatan.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Senam Harmoni Primadona 2026, Energi Kebersamaan yang Menggerakkan Jakarta Utara

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Semangat dan energi positif berpadu dalam gelaran Harmoni Primadona Jakarta Utara 2026 di Halaman Plaza Barat, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (23/10).

Tak sekadar menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, dan pelaku usaha lokal dalam suasana penuh keakraban sekaligus menghadirkan beragam pelayanan yang bermanfaat.

Sejak kegiatan berlangsung, suasana semarak terasa melalui berbagai aktivitas yang melibatkan kreativitas, kebugaran, dan kepedulian sosial. Lomba senam aerobik mengajak peserta bergerak aktif dan menjaga kesehatan, sementara lomba poster digital menjadi wadah untuk menuangkan ide serta kreativitas.

Kemeriahan semakin lengkap dengan bazar UKM Jakarta Utara yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.

Tak hanya menghadirkan hiburan, Harmoni Primadona juga mendekatkan beragam layanan kepada warga. Mulai dari donor darah, sosialisasi penyakit lupus, pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), pelayanan keimigrasian, jasa gambar arsitek gratis, informasi izin penggunaan tanah makam, hingga pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai doorprize menarik turut menambah antusiasme peserta sepanjang kegiatan.

Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kegiatan tidak hanya terletak pada kemeriahannya, tetapi juga pada nilai kebersamaan dan manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat.

“Harmoni Primadona bukan sekadar tempat kita berkumpul, berolahraga, dan menikmati hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kebersamaan, memperkuat kekompakan, serta mempererat hubungan seluruh elemen masyarakat dan keluarga besar Jakarta Utara,” tegas Fredy.

Menurutnya, semangat tersebut relevan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Semangat pemuda harus terus hidup melalui karya nyata, kreativitas, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Fredy pun mengajak seluruh peserta menjadikan Harmoni Primadona sebagai momentum untuk menghidupkan tiga semangat utama, yakni sehat, kompak, dan berprestasi. “Pertama, semangat sehat. Dengan ASN dan masyarakat yang sehat, kita bisa bekerja lebih kreatif dan produktif. Kedua, semangat kompak, dengan menghilangkan sekat-sekat perbedaan agar kita menjadi tim yang tangguh dan solid. Ketiga, semangat berprestasi, dengan terus mengembangkan kreativitas serta menunjukkan kemampuan terbaik yang kita miliki,” tuturnya.

Ia menambahkan, berbagai perlombaan yang digelar bukan hanya menjadi ajang mencari pemenang, melainkan juga sarana membangun sportivitas, menumbuhkan kreativitas, dan memperkuat kepercayaan diri. Prestasi yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi Jakarta Utara.

Di sisi lain, kehadiran bazar UMKM dan beragam pelayanan publik memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Masyarakat tidak hanya menikmati kemeriahan acara, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengakses layanan serta mendukung pertumbuhan usaha lokal. “Manfaatkan berbagai pelayanan yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Mari kita dukung dan berdayakan UMKM lokal agar semakin berkembang serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ajak Fredy.

Lebih dari sekedar perayaan, Harmoni Primadona menjadi panggung kebersamaan untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan energi positif, serta mengobarkan semangat kolaborasi demi Jakarta Utara yang semakin maju, harmonis, dan melayani.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Gebyar PSN dan JUMANTIK RW 02 Pademangan Barat: Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyakit DBD.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus menjadi perhatian dalam kegiatan kesehatan lingkungan di Kelurahan Pademangan Barat. Sebagai bagian dari penguatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, dengan titik kegiatan di Kantor RW 02, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memantau keberadaan jentik nyamuk, serta melakukan langkah-langkah pencegahan DBD secara konsisten.

Melalui pendekatan berbasis kewilayahan, upaya pengendalian nyamuk tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pengurus lingkungan, kader kesehatan, dan seluruh warga.

Gebyar PSN dan Jumantik RW 02 di Hadiri Tommy Kasie Pemerintahan, Ketua RW.02, LMK, ASN Kelurahan Pademangan Barat, Puskesmas Kelurahan dan Puskesmas Kecamatan Pademangan, Ketua dan Kader TP PKK Kelurahan Pademangan Barat, Koordinator Jumantik RW 01 hingga RW 16, sebagaimana tercantum dalam informasi kegiatan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat. Pemerintah kelurahan berperan dalam penguatan koordinasi kewilayahan, Puskesmas mendukung aspek kesehatan dan pencegahan penyakit, sementara kader PKK dan Jumantik memiliki peran penting dalam menggerakkan kepedulian keluarga serta masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Dalam konteks pencegahan DBD, keberadaan kader Jumantik menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan pemantauan lingkungan. Jumantik berperan dalam mendorong pemeriksaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, terutama wadah yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembangnya jentik.

Pemantauan jentik merupakan langkah pencegahan yang perlu dilakukan secara berkala. Nyamuk Aedes aegypti, salah satu penular utama virus dengue, dapat berkembang biak pada tempat penampungan air di sekitar rumah dan lingkungan permukiman. Karena itu, kebersihan lingkungan perlu disertai pemeriksaan langsung terhadap wadah-wadah yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Melalui Gebyar PSN, perhatian masyarakat diarahkan pada penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

Menguras tempat penampungan air merupakan tindakan penting untuk mengurangi kemungkinan berkembangnya jentik. Kegiatan ini dapat dilakukan pada bak mandi, ember, maupun wadah air lainnya yang digunakan dalam aktivitas rumah tangga.

Langkah berikutnya adalah menutup rapat tempat penampungan air agar tidak mudah dimasuki nyamuk untuk bertelur. Kebiasaan sederhana ini memiliki arti penting, terutama pada wadah yang digunakan untuk menyimpan air dalam waktu relatif lama.

Sementara itu, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas bertujuan mengurangi keberadaan benda yang dapat menampung air hujan maupun genangan. Kaleng, botol, ban bekas, dan berbagai wadah yang tidak digunakan perlu dikelola dengan baik agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain ketiga langkah tersebut, pendekatan Plus mencakup tindakan pencegahan tambahan, antara lain memasang kawat kasa pada ventilasi, menggunakan perlindungan yang sesuai untuk menghindari gigitan nyamuk, serta memelihara ikan pemakan jentik pada tempat yang memungkinkan dan sesuai.

Penerapan 3M Plus menunjukkan bahwa pencegahan DBD membutuhkan perhatian terhadap kondisi rumah, halaman, saluran air, dan lingkungan sekitar. Lingkungan yang terlihat bersih tetap perlu diperiksa secara berkala karena tempat perkembangbiakan nyamuk dapat ditemukan pada wadah kecil yang luput dari perhatian.

Dalam pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat, kader Jumantik juga memiliki peran edukatif. Melalui komunikasi dengan warga, kader dapat membantu mengingatkan pentingnya pemeriksaan jentik, pengelolaan tempat penampungan air, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.

Keterlibatan Koordinator Jumantik RW 01 hingga RW 16 memberikan dimensi koordinasi yang lebih luas pada kegiatan yang berpusat di RW 02. Melalui jejaring kader antarwilayah, gerakan PSN diharapkan tidak berhenti pada satu lokasi kegiatan, melainkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan di lingkungan masing-masing.

Dukungan TP PKK Kelurahan Pademangan Barat juga memiliki keterkaitan erat dengan penguatan kesehatan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan terdekat dalam penerapan perilaku pencegahan penyakit. Ketika anggota keluarga terbiasa memeriksa tempat penampungan air dan menjaga kebersihan rumah, upaya pengendalian sarang nyamuk dapat dilakukan secara lebih konsisten.

Sementara itu, keterlibatan Puskesmas Kecamatan Pademangan memperkuat hubungan antara kegiatan kesehatan lingkungan dan upaya pencegahan penyakit di masyarakat. Edukasi mengenai DBD, pengenalan faktor risiko, serta pentingnya pemeriksaan lingkungan menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Pencegahan DBD memerlukan kesinambungan karena perkembangbiakan nyamuk dapat terjadi kembali apabila tempat penampungan air dan barang-barang yang berpotensi menampung genangan tidak diperiksa secara rutin. Oleh sebab itu, kegiatan PSN perlu didukung oleh kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Gebyar PSN dan Jumantik di RW 02 menjadi salah satu bentuk penguatan perhatian bersama terhadap kesehatan lingkungan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah dan lingkungan masing-masing.

Sementara itu Tri Krisna Mukti ketua RW.02.Kelurahan Pademangan Barat.(RW.Gen.Z)

” Melalui sinergi pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader Jumantik, TP PKK, dan masyarakat, diharapkan kepedulian terhadap pencegahan DBD terus tumbuh serta menjadi bagian dari budaya hidup bersih dan sehat di Pademangan Barat.” Ungkapnya.

Pemberantasan sarang nyamuk bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu dijalankan secara rutin. Pemeriksaan jentik, penerapan 3M Plus, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan langkah nyata untuk mengurangi risiko penularan DBD. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending