Connect with us

Ibukota

Iqbal Irsyad : Jadikan PWI Jaya Lahan Pengabdian & Akan Gelar UKW Gratis

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Iqbal Irsyad, Calon Ketua PWI Jaya periode 2024-2029, bersama dengan Calon Ketua DKP PWI Jaya, Berman Nainggolan dan Ketua Tim Pemenangan, Dadang Rahmat, Rabu (27/3) mengadakan pertemuan penting di markas pemenangan, Wisma Kosgoro, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah wartawan senior yang turut mendukung perjuangan Iqbal Irsyad dan Berman Nainggolan.

Menurut Iqbal Irsyad, pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat sistem kerja dan melakukan pendataan seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan oleh PWI Pusat melalui Ketua Panitia Konferensi Provinsi PWI DKI Jakarta, Budi Nugraha.

“Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat pemenangan kami pada proses pemilihan nanti. Kami bersyukur atas kehadiran seluruh pendukung dan juga wartawan senior yang turut serta membantu,” ujar Iqbal Irsyad.

Sebagai pemimpin redaksi VOI.ID, Iqbal Irsyad menyampaikan visi misinya untuk membawa PWI Jaya ke arah yang lebih baik di masa mendatang. Salah satu program prioritasnya adalah menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Gratis, sebagai upaya mendukung pendidikan jurnalistik di tengah arus informasi yang begitu deras, terutama di media sosial.

Iqbal Irsyad juga menegaskan bahwa, pertemuan tersebut merupakan kesempatan untuk memperkuat tim dan menerima masukan dari para senior yang akan membantu pemenangannya.

“Kami fokus pada koordinasi dan penguatan tim. Dengan semangat yang telah terkumpul, kami optimis meraih kemenangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iqbal Irsyad menegaskan bahwa, dia akan menaungi semua seksi di PWI dengan tujuan bersama untuk memajukan PWI Jaya.

Sosok Iqbal Irsyad tidak hanya dikenal sebagai wartawan berpengalaman, tetapi juga memiliki riwayat karir yang mumpuni. Iqbal Irsyad telah meniti karir wartawan dari berbagai media terkemuka, seperti majalah Vista TV, Tabloid C&R dan KTV (Stasiun TV lokal milik Kompas Gramedia), hingga akhirnya menjadi pemimpin redaksi di VOI.id.

Dalam dunia organisasi, Iqbal Irsyad juga memiliki rekam jejak yang panjang. Mulai dari Wakil ketua seksi, Ketua Seksi hingga pengurus harian dan kini menjabat sebagai Bendahara PWI Jaya. Dengan jabatan-jabatan yang pernah diembannya dalam PWI serta prestasinya dalam mengemban tugas-tugas penting, seperti sebagai Ketua Tim Satgas Anti Hoax PWI Pusat dan Anggota Satgas Perlindungan Wartawan Terhadap Kekerasan Dewan Pers, Iqbal Irsyad terbukti sebagai sosok yang kompeten dan memiliki integritas dalam dunia jurnalistik.

Dengan segudang pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya, Iqbal Irsyad siap memimpin PWI Jaya menuju masa depan yang lebih baik.

Iqbal Irsyad juga mengapresiasi rekannya yang juga sahabatnya, Kesit B Handoyo, yang juga maju menjadi Calon Ketua PWI Jaya periode 2024-2029. Ia sangat mengenal sosok Kesit yang selama ini bekerja sama dengannya di PWI Jaya. Ia yakin, Kesit dan timnya akan bersaing sehat.

“Kita berteman bahkan bersahabat. Tidak ada masalah. Dan saya bersama tim tidak akan melakukan kampanye hitam dengan membuka kekurangan pihak-pihak tertentu. Kita fokus dengan program kerja ke depan. Saya yakin Kesit juga demikian. Karena kita sama-sama punya tujuan yang sama, ingin memajukan PWI Jaya. Karena itu, jika saya diberi kepercayaan sebagai Ketua PWI Jaya periode nanti, saya akan rangkul semua. Itulah PWI, milik bersama-sama, kita majukan bersama-sama,” tandas Iqbal Irsyad. (Red).

Ibukota

Kominfotik Jakut Ingin Gen Z Terus Berkembang dan Inovatif di Tengah Tantangan Yang Dinamis

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Upaya mendorong generasi muda Jakarta Utara agar semakin kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi perhatian dalam dialog interaktif bertajuk “Memanfaatkan Media Digital dan Infrastruktur Teknologi untuk Karya Anak Muda Jakarta Utara”.

Kegiatan yang digagas bersinergi dengan Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Utara serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tersebut berlangsung di Walang Kopi (Wako) Koja, Jumat (4/9) sore.

Dialog interaktif ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Nur Iswan, Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara, Ruki Cita Munggaran, serta Pembina Jakut Hub, Ikhwan Ridwan Boim.

Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara, Ruki Cita Munggaran, mengatakan tema “Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas” menjadi relevan di tengah tantangan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia kerja dan persaingan yang semakin dinamis.

“Pengangguran usia muda masih menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Karena itu, Jakut Hub dibentuk sebagai semacam inkubator bagi generasi Z di Jakarta Utara. Ini menjadi wadah untuk berkumpul, bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kemampuan,” ujar Ruki.

Ruki menambahkan, keberadaan Jakut Hub diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda untuk saling menguatkan, menggali potensi, serta menemukan peluang baru melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas.

“Manfaatkan Jakut Hub sebaik-baiknya. Kami ingin anak-anak muda Jakarta Utara menjadi generasi yang berdaya, produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya dan peluang,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Nur Iswan, menilai perkembangan ekosistem digital saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun digital value dari setiap karya yang dihasilkan. Menurutnya, menjadi content creator tidak cukup hanya dengan memiliki ide dan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan sikap dan konsistensi dalam menjalani proses.

Berbagi pengalamannya sebagai seorang YouTuber, Nur Iswan mengatakan setiap anak muda, khususnya Gen Z, pada dasarnya memiliki potensi untuk berkembang di dunia digital. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan tiga hal utama, yakni skill, attitude, dan consistency.

“Setiap Gen Z itu sebenarnya punya potensi untuk menjadi bagian dari dunia digital creator. Tetapi untuk bisa berhasil, tidak cukup hanya punya ide dan skill. Harus ada attitude yang baik dan yang paling penting adalah konsistensi. Skill bisa dipelajari, attitude menentukan bagaimana kita menjalani proses, sedangkan konsistensi yang membuat kita terus berkembang dan menghasilkan karya,” ujar Nur Iswan.

Ia berharap Jakut Hub dapat menjadi ruang yang mendorong anak muda Jakarta Utara untuk berani memulai, tidak takut mencoba, serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai.

“Saya berharap dari Jakut Hub ini anak-anak muda tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga berani mengeksekusi ide. Karena pada akhirnya, yang membedakan antara ide dan karya adalah keberanian untuk memulai,” pungkasnya.

Pembina Jakut Hub, Ikhwan Ridwan Boim, mengatakan Jakut Hub hadir sebagai ruang yang memberikan kesempatan kepada anak muda Jakarta Utara untuk bertemu, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

“Kami ingin Jakut Hub menjadi rumah bersama bagi anak-anak muda Jakarta Utara. Dari sini mudah-mudahan lahir lebih banyak karya, komunitas, kolaborasi, bahkan peluang usaha baru. Jadi, anak muda bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga ikut menciptakan perubahan,” pungkasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Sampah dari Kantor Walikota Jakut Numpuk di GRJU Wali Murid Protes

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Kinerja Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Utara di bawah kepemimpinan Edy Mulyanto kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, tumpukan sampah terlihat berserakan dan terus menumpuk di lingkungan Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok, kota administrasi Jakarta Utara.

Pemandangan tak sedap dan bau menyengat tersebut mengundang keprihatinan dan kritik keras dari wali murid dan warga pengunjung fasilitas olahraga setempat.

Dari pantauan di lokasi tersebut tumpukan sampah itu hanya berasal dari Komplek Kantor Walikota administrasi Jakarta Utara dan GRJU tidak ada sampah warga yang membuang disana. Sampah tersebut umumnya kantong plastik, sisa makanan, daun dan ranting pohon.

Namun demikian dari hari kehari sampah terus menumpuk bak gunung kecil dengan ketinggian hampir 2 meter menyebar hingga radius 10 sampai 20 meter.

Seorang warga pengunjung GRJU yang mengantar anaknya berenang mengatakan pemandangan sampah di GRJU merusak lingkungan dan estetika perkantoran dan sarana olah raga kota.

“Padahal GRJU ini pusat kegiatan anak-anak muda dan warga untuk berolahraga. Sangat disayangkan sampah ditumpuk begitu saja tanpa penanganan cepat dari petugas,” ujar Saimin, (40), salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi, Jumat, (4/9/2026).

“Kalau sampah dekat kantor walikota Jakarta Utara saja ditanganinya seperti ini, apa lagi sampah warga. Pantas saja Sudin LH jadi sorotan terus,” tanya dia, menambahkan.

Kepala Seksi Sarana Prasarana GRJU, Murifin, mengaku bukan pihaknya dalam penanganan sampah dilokasi tersebut.

“Ini dibawah pengelolaan LH bang, GRJU tidak terkait dalam pengelolaan sampah yang dimaksud. Kalau sampah kami sehari kurang lebih hanya dua gerobak saja,” ungkapnya.

Sementara seorang petugas LH dilokasi membenarkan sampah tersebut berasal dari kantor walikota Jakarta Utara. “saat ini kami sedang menunggu kouta untuk mengangkutnya. Sehari sekali saja diangkut kalau ada koutanya,” jelas petugas Sudin LH dilokasi TPS GRJU.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta Utara, Edy Mulyanto, ketika dikonfirmasi terkait sampah volume kecil belum ada tanggapan.

Sementara itu Amir Kasatpel LH Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok.menggataksn siap akan kami tindak lanjuti jawabnya singkat.(Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

Jalan Pademangan I Raya Kembali Kumuh dan Jorok, Warga Tuding Aparat Pemerintahan Pademangan Timur Tutup Mata.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Jalan Pademangan I Raya wilayah RW.02-03-04 Kelurahan Pademangan Timur Kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara kembali kumuh dan Jorok, banyak warga pendatang mendirikan bangunan di lahan RTH taman sepanjang kali/sungai tersebut.

Sebelumnya wilayah tersebut bersih dan rapi bahkan sempat menjadi juara satu tingkat Walikota administrasi Jakarta Utara dalam penataan wilayahnya.

Warga sekitar mengeluhkan keadaan saat ini. Mereka berharap wilayah tersebut kembali menjadi percontohan penataan yang pernah diraih sebelumnya.

“Kita sudah kasih teguran dan himbauan kepada aparat terkait, namun sampai saat ini Jumat (4/9/2026) belum juga dilaksanakan pembersihan,” ucap warga sekitar. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending