Connect with us

Bodetabek

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) Kompleks Pabrik Citeureup Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Published

on

Bogor, Hariansentana.com — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) Kompleks Pabrik Citeureup menerima kunjungan dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Andri Hadian, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor R. Soebiantoro. Pada Jumat (13/6/2025).

Rombongan tersebut diterima langsung oleh Direktur Indocement Oey Marcos beserta jajarannya. Rombongan diajak untuk melakukan penanaman sepuluh pohon di bundaran Gunung Putri Access Road (GPAR).

Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 dan rangkaian program HUT Indocement ke-50 yang akan jatuh pada 4 Agustus 2025.

Mengacu Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2025 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 bahwa, dalam pelaksanaannya perusahaan diminta untuk melakukan aksi nyata kegiatan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, serta kelompok/komunitas pecinta alam.

“Indocement merupakan perusahaan yang memiliki solusi konkrit pengurangan sampah plastik dengan menjadikan sampah plastik sebagai salah satu bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen,” papar Direktur Indocement, Oey Marcos.

“Indocement telah memiliki beragam perjanjian dengan pihak pemerintah untuk pemanfaatan refuse derived-fuel (RDF) di antaranya kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memanfaatkan RDF yang diproduksi oleh TPPAS Bantargebang dan kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat untuk memanfaatkan RDF yang diproduksi oleh TPPAS Lutut Nambo,” tambah Oey Marcos.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini, seluruh unit operasi Indocement berkolaborasi dengan perusahaan rekanan, komunitas warga peduli lingkungan, kampung ramah lingkungan, dan kelompok pecinta alam untuk menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan.

Yang berkaitan dengan tema Hentikan Polusi Plastik di antaranya melaksanakan kegiatan clean-up day (di pesisir pantai, danau), kompetisi daur ulang sampah plastik;

Kemudian seminar untuk meningkatkan wawasan lingkungan, dan tidak lupa melakukan penghijauan melalui penanaman pohon endemik (Kiteja, Pangsor, Picung, Peutag, Parengpeng, dan Mangrove).

Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini, Indocement juga meluncurkan “Environmental Booklet” untuk keperluan internal sebagai panduan karyawan dan kontraktor dalam melakukan kegiatan operasional agar selalu mematuhi peraturan lingkungan hidup yang berlaku, dan sebagai rujukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan. (Ron)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bodetabek

Sekber Wartawan Bogor Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama.

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Bogor menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor Sekber Wartawan Bogor, Cibinong Minggu (15/3/2026).

Dengan mengusung tema “Merekatkan Silaturahmi, Merawat Kebersamaan” acara ini dihadiri oleh para wartawan dan jurnalis dari berbagai media yang selama ini berkiprah di wilayah Bogor.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dihadiri undangan dari berbagai kalangan, seperti Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Achmad Yaudin Sogir, tokoh KNPI sekaligus budayawan Dawak Faturahman dan Ketua Forum RTRW Coky Ps.

Momentum Ramadan dimanfaatkan para jurnalis untuk bertemu, berbagi cerita, serta mempererat hubungan antar rekan seprofesi yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas peliputan di berbagai bidang.

Ketua Panitia kegiatan, Coky Pasaribu, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para wartawan yang menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan buka bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi serta menjaga kebersamaan di antara anggota Sekber Wartawan Bogor.

Sementara itu, Ketua Umum Sekber Wartawan Bogor HRM Danang Donoroso menegaskan bahwa Sekber merupakan rumah bagi para wartawan dan jurnalis. Menurutnya, meskipun para anggota memiliki aktivitas dan kiprah di berbagai media maupun bidang lainnya, Sekber tetap menjadi rumah besar yang menyatukan para jurnalis.

“Sekber ini adalah rumah bagi para wartawan dan jurnalis. Walaupun kita berkiprah di berbagai media dan kegiatan, kita selalu kembali ke rumah besar kita, yaitu Sekber,” ujar Danang.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Ketua Sekber HRM Danang Danuroso kepada Pondok Pesantren Yatim Hafidz Qur’an Darul Ulum – Pamijahan yang diwakili Ketua Panitia Coky Pasaribu. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada sebuah ponpes Darul Ulum sebagai bentuk kepedulian sosial dari komunitas wartawan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban, menandai kebersamaan para jurnalis dalam suasana Ramadan. (Ron).

Continue Reading

Bodetabek

Ketua LSM PRB Minta Transparansi Pengelolaan Zakat Kabupaten Bogor di Bulan Ramadan

Published

on

By

M Johan Pakpahan S.H Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB )

Bogor, Hariansentana.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S..H , saat di hubungi Sentana melalui telepon seluler nya minggu 8 / Maret / 2026 , Johan menghimbau Ketua Pengelolaan Zakat Kabupaten Bogor untuk menjalankan tugasnya dengan penuh transparansi, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus di bulan Ramadan.

Lebih lanjut Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang nilainya mencapai miliaran rupiah harus memberikan jaminan kepada pemberi zakat dan menjadikan data penerima zakat jelas serta terakses. “Jangan sampai terjadi penyelewengan zakat, karena hal ini bukan hanya berkaitan dengan hukum pidana korupsi, tetapi juga hukum yang telah ditetapkan Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Johan kondisi di mana penyelewengan anggaran zakat masih terjadi di bulan suci Ramadan sangat memprihatinkan. “Apabila zakat dikorupsi atas nama pribadi atau kelompok dan tidak sesuai dengan tujuan penyalurannya, hal itu sungguh miris,” tegasnya.

Ketua LSM Peduli Rajyat Bogor ( PRB ) juga mengimbau lembaga penegak hukum seperti KPK, Polisi, dan Jaksa Agung untuk mengambil sikap tegas. “Ini bukan persoalan sederhana, pengelolaan zakat yang tidak benar harus mendapatkan konsekuensi yang sesuai.” Papar nya. (Ron)

Continue Reading

Bodetabek

Pemkab Bogor Diminta Evaluasi Kebijakan, Berikan Solusi Bagi Masyarakat yang Terdampak

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM PRB M Johan Pakpahan S.H mengajukan permintaan serius kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengevaluasi kebijakan Surat Keputusan (SK) Bupati yang melarang kegiatan usaha hiburan dan sejenisnya selama Ramadan, serta kebijakan pengusiran pedagang kaki lima.” terang Johan saat di hubungi melalui telpon seluler nya Rabu (4 / 3 / 2026).

Kebijakan tersebut dinilai kontra dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sudah semakin lemah. Penutupan tempat hiburan selama satu bulan penuh membuat karyawan kesulitan menghadapi hidup menjelang Lebaran. Kondisi ini diperparah dengan pengusiran pedagang kaki lima yang berjualan dengan menggunakan motor atau sepeda di sekitar Kawasan Pakansari dan Cibinong oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tanpa adanya solusi yang jelas.” Ujar nya.

“Rakyat Bogor sudah tercatat memiliki jumlah miskin terbanyak, sehingga perlu perhatian khusus untuk mengangkat ekonomi dan memastikan mereka bisa bertahan hidup,” jelas Ketua LSM PRB.

Permintaan juga diajukan agar Pemkab Bogor memberikan bantuan yang dapat meringankan beban masyarakat terdampak, seperti bantuan tunai, bantuan pangan, penyediaan tempat usaha sementara, atau fasilitasi kredit usaha rakyat dengan bunga rendah. Selain itu, diperlukan toleransi dalam penerapan aturan agar pedagang kecil bisa tumbuh, tanpa mengabaikan hak mereka untuk mencari nafkah.

“Kabupaten Bogor memiliki 6 juta penduduk. Jangan sampai terjadi ‘tikus mati di lumbung padi’ di daerah yang subur ini hanya karena ketatnya aturan yang tidak disertai solusi,” tegasnya.

Untuk itu Johan berharap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor ,kedepan dapat lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi rakyat, sehingga pembangunan Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan baik dan tidak ada pihak yang terpinggirkan.”Papar nya…(Ron)

Continue Reading
Advertisement

Trending