Connect with us

Ibukota

Provinsi DKI Jakarta Raih Adipura dari KLHK, PJ Gubernur Heru: Ini Sejarah

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com – Provinsi DKI Jakarta mencatat sejarah baru dengan meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang dicapai seluruh Kota Administrasi DKI.

Capaian ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas perolehan penghargaan Adipura. Ia berharap capaian ini dapat dipertahankan di tahun-tahun berikutnya.

“Selamat kepada Wali Kota dan Bupati atas penghargaan Adipura ini. Termasuk, di Jakarta Selatan yang mendapatkan penghargaan taman. Ke depan, saya minta kita bisa mempertahankan kembali Adipura ini di seluruh wilayah,” kata Heru, Rabu (1/3/2023).

Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen mendorong pencapaian target Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga sesuai Perpres No. 97 Tahun 2017 untuk menjadikan semua kota/kabupaten mengelola sampah 100 persen dengan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan pada tahun 2025.

“Tentunya, kita berharap sinergi dari tingkat Provinsi dan Dinas bisa ditingkatkan. Saling membantu fasilitasi prasarana untuk mem-back up wilayah, sehingga kondisi yang sudah ada saat ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,”ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menambahkan, penghargaan Adipura tahun ini merupakan capaian yang terbesar yang pernah diraih oleh Pemprov DKI Jakarta.

Ia melanjutkan, peningkatan penghargaan Adipura yang diterima oleh Provinsi DKI Jakarta ini menjadi salah satu bukti keseriusan semua pihak dalam menggarap isu lingkungan hidup dan pengelolaan sampah dalam kewenangannya masing-masing. Pemprov DKI terus berupaya melakukan pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu, tengah, sampai ke hilir. Di bagian hulu, mengajak masyarakat agar melakukan pengurangan sampah sejak dari rumah tangga dan pendampingan BPS/Rw.

Kemudian di bagian tengah, dilakukan peningkatan fungsi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) menjadi Tempat Pengolahan SampahReduce, Reuse, Recycle(TPS 3R) di berbagai lokasi agar sampah dapat diolah Kemudian diminimalkan sebelum residu diangkut ke TPST Bantargebang.

Di bagian hilir, dilakukan program optimalisasi TPST Bantargebang, seperti pembangunan Landfill Mining, RDF Plant, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). ”Untuk melengkapi seluruhnya, gerakan Jakarta Sadar Sampah dibentuk sebagai wadah edukasi kepada masyarakat dan sinergi dengan berbagai pihak untuk membentuk paradigma pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 ini, Provinsi DKI Jakarta mendapatkan penghargaan di seluruh kota dan kabupaten dengan rincian empat Anugerah Adipura, dua Sertifikat Adipura, dan satu Plakat Adipura. Adapun capaian Adipura DKI Jakarta dari tahun ke tahun sebagai berikut:- 2012: empat Anugerah Adipura – 2013: tiga Anugerah Adipura- 2014: tidak memperoleh- 2015: tidak memperoleh – 2016: satu Anugerah Adipura2017: dua Anugerah Adipura dan dua Sertifikat Adipura

  • 2018: dua Plakat Adipura, yaitu Jakarta Selatan untuk pasar terbaik dan Jakarta Timur untuk hutan kota terbaik
  • 2019-2021: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tak mengumumkan penghargaan Adipura dikarenakan pandemi Covid-19.(sutarno)

Ibukota

Warga Penjaringan Meminta Keadilan Kepada Gubernur DKI Jakarta

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com –
Nada tuntutan datang dari pekerja pelaku usaha yg sempat didenda. paksa maksimal 10 juta rupiah terkait dianggap sembarangan membuang sampah di lokasi terlarang, RTH/Hutan kota Penjaringan Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan kota administrasi Jakarta Utara. Seperti sebelumnya Dinas LH DKI Jakarta memghukum denda paksa sebesar 10 juta PT.FJM dan 5 juta dari CV. CBB

Sementara itu tokoh masyarakat penjaringan yang aktif di lingkungan menggatakan jika implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Pilih Sampah dari Sumbernya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang dan proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Warga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta agar bersikap adil, sanksi bukan hanya diberikan kepada masyatakat namun juga sanksi diberikan kepada petugas dinas LH.

“Pak gubernur jangan kami saja yg didenda sementara oknum petugas dinas LH tidak,” pintanya dengan nada menuntut keadilan, pada awak media, selasa, (4/8/2026.) sore

Ia mengungkapkan kedepan nya pasca dikenai biaya denda paksa oleh dinas LH DKI Jakarta dan Sudin LH Jakarta Utara.

“Oknum yang mengetahui dan mengarahkan kenapa tidak di sanksi, kami buang ke lokasi juga memberikan tips” Katanya enggan menyebut nominal yg dikeluarkan untuk buang sampah di RTH/Hutan Kota penjaringan.

Ia mengaku sampah limbah yg dikelola yang di ambil dari sejumlah rumah makan, Pabrik dan ruko di kawasan pemukiman Kecamatan Penjaringan. Saya sekarang bingung mau buang sampah kemana, ” tuturnya

Sementara itu, kepala satuan pelaksana dinas lingkungan hidup Jakarta Utara Kecamatan Penjaringan, Fadil, tidak menjawab saat diminta keterangannya.dan ketika Hariansentana.com.Rabu.(4/8/2026).mendatangi Kantornya di kecamatan Penjaringan tidak ada.” (Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

Sambut HUT Ke 81 RI, Kecamatan Pademangan Gelar Berbagai Lomba

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Menyambut HUT Kemerdekaan Ke-81 RI, Aparatur Kecamatan Pademangan mengikuti berbagai perlombaan di GOR Kecamatan Pademangan, Jumat (31/07/2026)).

Camat Pademangan Arief Wibowo didampingi Wakil Camat Polma dan Sekcam Ginanjar mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke – 81

yang dilombakan.Catur, Bulu Tangkis ganda putra/putri, Tenis Meja putra/putri, Balap Karung, putri/putri, Bakiak 3 Orang, dan lomba lomba lainnya.

Diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari Unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silahurahmi antar UKPD baik di Kelurahan maupun di Kecamatan, juga menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap Republik Indonesia serta menghargai Para Pahlawan yang telah berjuang pada Kemerdekaan Indonesa dari penjajahan,” katanya.

“Peserta lomba yang terdiri dari unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan terdiri dari unsur Bina Marga, SDA, LH, PTSP, Sosial, Pendidikan, Puskesmas, RSUD, Pertamanan, Dishub, Satpol PP, PPSU dan Gulkarmat Pademangan” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasie Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Pademangan Martin.S menjelaskan lomba, Bulu tangkis putra/putri dilaksanakan di GOR Kecamatan Pademangan.yang jadi wasitnya Saya dari Citata.

Sementara itu, Wulan (30) salah satu peserta lomba mngaku banggga mengikuti lomba, dirinya berharap bisa mempererat silaturahmi dengan petugas lainnya.

“Pelaksanaan lomba HUT RI Ke 81 berjalan sangat meriah dan seru, walaupun tidak juara namun bisa menjadi hiburan,” pungkasnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Hadiri Milad ke 25 FBR.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Pramono Anung, (Bang Pram) di dampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta H.Rano Karno (Bang Doel) berkomitmen kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global, melalui kebijakan, penguatan ruang ekspresi budaya, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3.Jalan H.Binyamin Sueb.Kelurahan Pademangan Timur kecamatan Pademangan Jakarta Utara, Sabtu (1/08/2026).

Ia juga mengapresiasi kontribusi FBR selama seperempat abad dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kondusivitas kota.

“Saya menyampaikan Selamat Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta,” ujar Gubernur Pramono di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat.

Mengangkat tema Merawat Akar, Merajut Masa Depan, peringatan tersebut dinilai sejalan dengan arah transformasi Jakarta. Menurut Gubernur Pramono, kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.

“Masyarakat Betawi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah dan perjalanan Jakarta melalui nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, serta semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat kehadiran budaya Betawi dalam kehidupan kota. Langkah tersebut antara lain penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen dan nuansa Betawi di ruang publik, serta penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Kebijakan itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Pengarusutamaan budaya Betawi tidak hanya diarahkan pada pelestarian simbol, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dan pewarisan nilai kepada generasi muda.

Gubernur Pramono menegaskan Jakarta harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan karakter yang membentuknya.

“Kami berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya. Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” tegasnya.

Rangkaian acara diawali dengan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama. Gubernur Pramono menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya toleransi dan semangat hidup bersama di Jakarta.

“Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar FBR, Kyai.Lutfi Hakim, menyampaikan Milad ke-25 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tanggung jawab organisasi dalam menjaga martabat masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.

“Hari ini saya berdiri dengan hati yang penuh syukur. Bukan hanya karena FBR telah mencapai usia 25 tahun, tetapi karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjaga amanah yang jauh lebih besar dari organisasi ini, yaitu amanah menjaga Betawi, Jakarta, dan masa depan anak cucu kita,” tuturnya.

Lutfi mengatakan perjalanan FBR selama seperempat abad diwarnai berbagai dinamika. Namun, komitmen organisasi terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi tetap menjadi pijakan utama.

“Selama seperempat abad ini kita telah melewati banyak musim. Kami pernah dipuji, disalahpahami, bahkan dicaci maki. Kami pernah berdiri di depan, dan pernah berada di belakang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi,” pungkasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending