Ekonomi
Hotel Jannah Firdaus Makkah, Travel Umroh Pertama di Indonesia dan Dunia yang Memiliki Hotel Sendiri Di Kota Mekkah
HARIANSENTANA.COM – Setiap jamaah tentu menginginkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan. Namun bagi Jannah Firdaus Tour & Travel, pelayanan terbaik tidak berhenti pada keberangkatan menuju Tanah Suci.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, Jannah Firdaus resmi menghadirkan Hotel Jannah Firdaus Makkah, sebuah hotel yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan jamaah. Kehadiran hotel ini menjadi tonggak penting karena menjadikan Jannah Firdaus sebagai travel umroh pertama di Indonesia yang memiliki hotel sendiri di Kota Makkah.
Langkah ini merupakan wujud investasi jangka panjang untuk memastikan setiap jamaah memperoleh pelayanan yang lebih terintegrasi, nyaman, dan berkualitas selama menjalankan ibadah.
Mengapa Memiliki Hotel Sendiri Menjadi Keunggulan?
Banyak travel bekerja sama dengan hotel pihak ketiga. Namun Jannah Firdaus mengambil langkah yang berbeda. Dengan memiliki hotel sendiri, perusahaan dapat mengendalikan secara langsung kualitas pelayanan, kebersihan, kenyamanan kamar, hingga koordinasi operasional selama jamaah berada di Tanah Suci.
Artinya, setiap standar pelayanan dapat dijaga dengan lebih konsisten karena seluruh proses berada dalam satu ekosistem pelayanan. Inilah yang menjadi salah satu pembeda Jannah Firdaus dibandingkan penyelenggara perjalanan umrah pada umumnya.
Komitmen Pelayanan One Stop Service.
Hotel Jannah Firdaus bukanlah satu-satunya investasi pelayanan yang dimiliki perusahaan. PT Jannah Firdaus Tour & Travel merupakan bagian dari Booking International Group, yang telah memiliki jaringan operasional di:
• Arab Saudi
• Indonesia
• Malaysia
• Mesir
• Tunisia
Selain itu, perusahaan juga memiliki:
• Muassasah di Arab Saudi
• Operasional penerbitan visa umrah
• Armada bus sendiri
• Tim operasional di Arab Saudi.
Seluruh fasilitas tersebut mendukung sistem One Stop Service, yaitu pelayanan yang terintegrasi mulai dari proses pendaftaran, pengurusan dokumen, keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan jamaah selama berada di Tanah Suci.
Hotel Jannah Firdaus, Lebih Dekat dengan Masjidil Haram.
Hotel Jannah Firdaus berada di lokasi yang sangat strategis, yaitu: Ajyad, Bir Bililah Belakang Hotel Al Shohada Makkah, Arab Saudi. Dengan waktu tempuh sekitar 5–7 menit berjalan kaki menuju Masjidil Haram, jamaah dapat menghemat waktu perjalanan sehingga lebih fokus menjalankan ibadah.
Keunggulan lokasi lainnya meliputi:
• Dekat Masjidil Haram
• Dekat Menara Abraj Al Bait
• Dekat pusat kuliner
• Dekat pusat perbelanjaan
• Dekat ATM, money changer, minimarket, dan apotek
• Mudah memperoleh transportasi
Kenyamanan yang Menjadi Prioritas
Hotel Jannah Firdaus dirancang untuk menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman bagi jamaah.
Fasilitas yang tersedia antara lain:
• Kamar modern, bersih, dan nyaman
• Pendingin ruangan (AC)
• WiFi gratis
• Lift
• Resepsionis 24 jam
• Housekeeping harian
• Area lobi yang nyaman
• Proses check-in dan check-out yang praktis.
Seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan agar jamaah dapat beristirahat dengan optimal setelah menjalankan ibadah.

Desain kamar Hotel Jannah Firdaus. Setiap kamar dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal dengan suasana yang bersih, rapi, dan dilengkapi pendingin ruangan (AC), sehingga memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan bagi para tamu.
Didukung Legalitas dan Standar Internasional. Kepercayaan jamaah merupakan prioritas utama.
Karena itu PT Jannah Firdaus Tour & Travel telah memiliki legalitas yang lengkap, meliputi: PIHK Kementerian Agama 91203014304940003. PPIU Kementerian Agama 91203014304940004 ISO 9001:2025. Certificate Number : 25-9001/Q/08083. Registration Number : AA0008083.
Legalitas tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan standar pelayanan yang profesional dan berkualitas.

Jamaah Umroh Jannah Firdaus
Dipercaya Ribuan Jamaah Indonesia
Kepercayaan ribuan jamaah yang telah memilih Jannah Firdaus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dari tahun ke tahun. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pencapaian dan keunggulan yang dimiliki, antara lain:
• Paket Umrah mulai dari Rp23 juta dengan fasilitas terbaik untuk memberikan pengalaman ibadah yang nyaman dan berkualitas.
• Berkomitmen menjaga harga paket tetap kompetitif, meskipun terjadi kenaikan harga tiket pesawat internasional dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jamaah.
• Menjadi salah satu travel dengan jumlah keberangkatan jamaah terbanyak pada musim 1447 Hijriah.
• Menjadi travel yang memberangkatkan jamaah pada awal musim 1448 Hijriah.
• Memiliki Hotel Jannah Firdaus Makkah sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada jamaah.
• Didukung operasional langsung di Arab Saudi melalui tim pelayanan, muassasah, transportasi, serta sistem One Stop Service yang memastikan kebutuhan jamaah terlayani secara menyeluruh sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
Jamaah Umroh Jannah Firdaus
Lebih dari Sekadar Travel Umroh
Jannah Firdaus tidak hanya mengantarkan jamaah menuju Baitullah. Kami membangun ekosistem pelayanan yang terintegrasi agar setiap perjalanan ibadah berlangsung lebih nyaman, aman, dan berkualitas.
Kehadiran Hotel Jannah Firdaus Makkah
menjadi simbol komitmen tersebut bahwa pelayanan terbaik dimulai dari persiapan di Indonesia hingga jamaah kembali ke tanah air. Bagi kami, perjalanan ibadah bukan sekadar berangkat dan pulang, tetapi menghadirkan pengalaman spiritual yang didukung oleh pelayanan profesional di setiap langkah.
Umroh Bersama Jannah Firdaus Sekarang. Wujudkan impian beribadah ke Tanah Suci bersama Jannah Firdaus, travel umroh yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap jamaah.
Dengan dukungan operasional yang profesional, pendampingan yang berpengalaman, serta fasilitas Hotel
Jannah Firdaus Makkah, kami siap menemani perjalanan ibadah Anda dengan lebih nyaman dan tenang. (***)
Ekonomi
Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya
Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.
“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.
Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.
“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.
Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.
Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.
“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.
Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.
“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.
Ekonomi
Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital
Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.
“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.
Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.
Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.
“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.
Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.
Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.
Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.
“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)
Ekonomi
Direstui Presiden Prabowo, Kepala Bapanas Amran Siap Hajar Pelaku Anomali Beras
Jakarta, Hariansentana.com — Pemerintah berkomitmen menindak tegas pelaku anomali dalam sektor perberasan dalam negeri. Tidak boleh ada penipuan berkedok beras dengan klaim tambahan gizi, namun nyatanya kandungan tidak sesuai. Apalagi langkah tegas ini telah memperoleh restu dari Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan dalam waktu dekat akan ada pengumuman sebagai tindak lanjut pada temuan ketidaksesuaian pada beras khusus. Ia pastikan tidak akan mundur sejengkal pun dan siap menghajar para pelaku anomali tersebut.
“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp 56.000 satu kilo, padahal harganya Rp 13.000 dan ini sudah masuk lab. Rp 20.000 dijualkan. Rp 40.000 satu kilo. Rp 56.000 dijualkan. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat,” beber Amran dikutip di Jakarta pada Minggu (13/9/2026).
Dalam perspektif Amran, keuntungan sepihak dapat diperoleh pelaku anomali perberasan. Sementara ada unsur penipuan yang dialami masyarakat sebagai konsumen karena harus membayar lebih tinggi.
“Untungnya itu kalau Rp 30.000 dikali 10 ton, itu Rp 300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insya Allah minggu depan kami umumkan. Kalau terus menerus seperti ini, kapan kita Republik ini menikmati negaranya? (Tapi) ada mafia. Tolong saya didukung. Saya ledakkan. Saya pertaruhkan segalanya, demi merah putih, demi ummat,” tegas Kepala Bapanas Amran.
Amran pun mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah merestui langkah tegas ini. Menurutnya, Kepala Negara sudah memintanya untuk segera injak gas sepenuhnya tanpa ragu.
“Itu perintah Bapak Presiden. Kami tidak boleh gentar. Kami tidak diskusi di ruang yang tidak penting, tapi kami lebih mementingkan keselamatan negara, keselamatan Republik Indonesia, harus hitam putih kalau negara dan itu perintah Presiden,” ungkap Amran.
“Kami lapor Bapak Presiden, ini mafia beras, gimana Bapak Presiden? Beliau bilang gaspol, siap terima kasih Bapak Presiden. Sama kemarin kita laporkan (temuan beras fortifikasi) insya Allah kami bongkar, karena harusnya beras, konglomerat tidak boleh masuk. Kenapa? Ini ruang ekonomi rakyat kecil. Beras itu adalah barang subsidi,” sambung dia.

Adapun anomali beras ini tidak bisa terus berlanjut. Ini karena pemerintah harus menjaga kepentingan generasi masa depan Indonesia. Beras harus mampu diakses masyarakat dengan harga yang wajar.
“Ini perintahnya beliau (Presiden Prabowo), Pak saya lanjut atau tidak? Beliau jawab lanjutkan. Apa pun risikonya, kita harus jaga generasi kita, generasi yang akan datang,” pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Untuk diketahui, hasil pengujian laboratorium terhadap beras yang diklaim sebagai produk fortifikasi menunjukkan 93 persen sampel yang diperiksa tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut merupakan bagian dari pengawasan yang terus dilakukan Bapanas terhadap produk beras yang beredar di masyarakat, termasuk beras fortifikasi dan beras dengan klaim diperkaya zat gizi.
Ini merupakan hasil pengawasan yang diperoleh dari pemantauan terhadap produk beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi yang beredar di wilayah Jakarta pada April 2026. Dari pengawasan tersebut, Bapanas menemukan sejumlah produk yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan 93 persen sampel yang diperiksa belum memenuhi persyaratan untuk mencantumkan klaim sebagai beras fortifikasi maupun beras diperkaya. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara informasi dan klaim yang disampaikan kepada konsumen dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk.
Selain kandungan gizi, pengawasan juga menemukan produk yang dipasarkan dengan harga yang jauh dari harga beras pada umumnya. Dari aspek pelabelan, terdapat pula produk yang hanya mencantumkan dua jenis zat gizi pada kemasan meskipun dipasarkan dengan klaim sebagai beras yang diperkaya zat gizi.
Pengawasan yang masih berlangsung hingga saat ini telah mencakup 178 sampel beras fortifikasi di 11 provinsi, dengan temuan ketidaksesuaian pada aspek pelabelan, mutu, maupun kandungan gizi produk. Pengujian laboratorium untuk memastikan kesesuaian antara klaim yang tercantum pada kemasan dengan kandungan aktual produk. Melalui pengujian tersebut, pemerintah dapat memastikan apakah produk yang mencantumkan klaim fortifikasi maupun klaim diperkaya zat gizi telah memenuhi persyaratan yang berlaku.
Adapun secara standar, beras fortifikasi wajib memenuhi ketentuan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi. Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, ditetapkan kandungan vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25–0,38 miligram, vitamin B12 1,0–1,5 mikrogram, zat besi 3,50–5,25 miligram, dan seng 3,0–4,5 miligram.
SNI 9372:2025 juga mengatur kesesuaian kandungan vitamin dan mineral dengan informasi yang tercantum pada label. Kandungan vitamin dan mineral dalam produk sekurang-kurangnya harus mencapai 80 persen dari nilai yang dicantumkan pada label, sementara kandungan mineral seperti zat besi dan seng tidak boleh melebihi 120 persen dari nilai yang tertera pada label. (***)
-
Bodetabek6 days agoKasus Dugaan KDRT di Tambora Dilaporkan ke Polda Metro
-
Ibukota2 days agoWakil Ketua DPRD DKI Minta RTH/RPTRA Kalijodo Diawasi: Jangan Sampai Balik ke Wajah Lama
-
Polhukam6 days agoPWOD Jakarta Utara Soroti Dugaan Pemblokiran WhatsApp Wartawan oleh Kasubag Umum BPN Jakut
-
Ibukota6 days agoPerkuat Kapasitas RT, RW, LMK, dan Dekot, Pemkot Administrasi Jakarta Utara Gelar Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi

