Connect with us

Ibukota

Pramono, Bakal Kumpulkan Petugas PPSU Jakarta Beri Arahan Penanganan Laporan JAKI

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan mengumpulkan seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan seluruh pegawai yang berkaitan dengan layanan aduan JAKI, dalam acara town hall yang akan digelar pekan depan. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti temuan kasus manipulasi laporan masyarakat pada aplikasi JAKI.

Dalam acara tersebut, Gubernur akan memberikan peringatan kepada semua pihak untuk tidak memanipulasi pekerjaan, terutama terkait tindak lanjut keluhan warga. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan mentoleransi aksi tersebut jika kembali dilakukan di kemudian hari.

“Saya akan menyampaikan dan memberikan, memperingatkan kepada siapa pun yang akan melakukan itu sekali lagi, kami tidak akan memberikan maaf. Jadi langsung kami berhentikan,” tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menyampaikan bahwa kasus manipulasi tindak lanjut laporan warga di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur beberapa waktu lalu, bukan yang pertama kalinya. Hal ini, kata dia, menunjukan kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintahan setempat.

“Kasus di Kalisari itu ternyata bukan kasus yang pertama kali dan yang melakukan adalah orang yang sama. Artinya kontrol yang tidak baik, baik itu apakah dari Lurah yang bertanggung jawab, Kasi Pemerintahan dan Kasi Ekonomi dan Pembangunan, menyerahkan sepenuhnya kepada PPSU,” jelas Pramono.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Pemprov DKI Jakarta pun telah menonaktifkan Lurah Kalisari serta jajaran terkait lainnya yang terlibat berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat.

Pramono menegaskan, tindakan penyimpangan penanganan pengaduan tersebut mencoreng wajah Jakarta dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemprov DKI.

“Kami memberikan hukuman yang akan dikeluarkan oleh Inspektorat karena ini adalah wajah Jakarta, ini adalah kepercayaan tentang Jakarta. Kami mengambil tindakan tegas dan untuk itu tidak boleh terulang kembali,” ucapnya.

Meski demikian, Pramono menyebut bahwa kasus ini tidak berdampak pada penurunan laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI. Ia memastikan, Pemprov DKI terus melakukan pemantauan layanan aduan setiap harinya.

“Laporan warga ke JAKI tidak turun, karena JAKI itu kita pantau per setiap hari,” tandas Pramono.(Sutarno)

Ibukota

Berantas Kejahatan, Polrestro Jakut Amankan 26 Pelaku Kejahatan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Polres Metro Jakarta Utara bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 15 kasus tindak pidana selama periode Maret hingga April 2026. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 26 orang tersangka berhasil diamankan.

Hal itu disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Utara, Rohman Yonky Dilatha, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa 14 April 2026.

Rohman menjelaskan, dari total 15 kasus yang diungkap, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi yang paling dominan.

“Dari 15 kasus tersebut terdiri dari 4 kasus pencurian dengan pemberatan, 9 kasus pencurian kendaraan bermotor, 1 kasus penganiayaan berat, dan 1 kasus pelanggaran Undang-Undang Darurat,” ujarnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil, tujuh unit sepeda motor, senjata tajam, serta satu unit telepon genggam.

Menurut Rohman, seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Penanganan kasus-kasus ini kami lakukan secara profesional, prosedural, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Awaludin Kanur,di dampingin Iptu M.Jonggi Kasi Humas mengatakan pihaknya terus meningkatkan upaya pengungkapan kasus kriminal, khususnya kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap tindak kriminal yang diketahui. “Kami mohon dukungan masyarakat. Jangan ragu melapor jika mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungan sekitar,” kata Awaludin.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal pidana, mulai dari Undang-Undang Darurat, penganiayaan, hingga pencurian dan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal hingga 9 tahun penjara.

Salah satu korban curanmor yang kendaraannya berhasil ditemukan turut menyampaikan apresiasi kepada kepolisian.

“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Utara karena motor saya berhasil ditemukan,” ungkapnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Satpol PP Jakut Sosialisasi Mitigasi Peran Masyarakat Peduli Tramtibum ke RT/RW, LMK, FKDM.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Utara kecamatan Pademangan menggelar sosialisasi peran Masyarakat Peduli Tramtibum (MPT) dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum yang diikuti mitra, di Aula Kantor kecamatan Pademangan di Jalan Got Pademangan Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara Selasa (14/04/2026).

Acara di hadiri Polma wakil Camat Pademangan, Iptu.Pol.Mansur Kanit Dalmas Polsek Pademangan, Asromadian. Manpol PP Kecamatan Pademangan, LMK, FKDM, RT/RW, Limas dan para Kasatgas Pol PP Kelurahan se Kecamatan Pademangan.

Krpala Manpol PP Kecamatan Pademangan Asromadian, mengatakan, kegiatan sosialisasi MPT ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur untuk berkolaborasi serta beradaptasi.

Asromadian juga meminta kepada para peserta untuk mengikuti sosialisasi ini dengan baik. “Untuk mencegah mitra agar bisa mengikuti sosialisasi ini dengan baik, sehingga ilmu yang diberikan dari para pembicara dapat diterima dan dapat diterapkan di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Asromadian menjelaskan, MPT merupakan salah satu inovasi yang dibuat oleh Satpol PP sejak tahun 2022 silam dan saat ini sudah terbentuk Relawan MPT yang tersebar di 3 kelurahan se- Pademangan

“MPT ini dibentuk untuk membangun kemitraan antara Polisi Pamong Praja dengan masyarakat,” jelasnya.

MPT ini, lanjutnya, dibentuk dari unsur masyarakat sebagai relawan yang akan membantu dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum di wilayahnya masing-masing.

Asromadian menambahkan, relawan itu mempunyai idealisme untuk menjaga wilayahnya agar tetap tertib, tentram, aman, dan nyaman. Maka dari itu, para relawan yang saat ini hadir mengikuti sosialisasi MPT nantinya diharapkan dapat berkontribusi bersama-sama dengan Satpol PP di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Untuk diketahui, sosialisasi yang diikuti oleh puluhan mitra perwakilan MPT dari tiga Kelurahan di wilayah kecamatan Kota administrasi Jakarta Utara.

Sementara dalam sesi tanya jawab Wulan dari FKDM kelurahan Pademangan Barat.meminta satpol PP Dan dinas sosial untuk turun langsung mengatur lalu lintas di putaran Gunung Sahari dan pintu kereta api.” Itu bikin tambah macet kalau yang mengatur para pak Ogah.” Tuturnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Freddy Setiawan Resmikan WC Komunal di Kelurahan Kalibaru.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.-Wakil Walikota administras Jakarta Utara, Fredy Setiawan meresmikan fasilitas WC komunal di Jalan Kalibaru Barat VII, Gang Alun-alun, RT 05/04, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.

Wakil Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan mengatakan, peresmian ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup bersih di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan WC komunal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) DKI Jakarta dan PT Cahaya Mas Cemerlang.

“Ini bukan sekadar pembangunan sarana, tetapi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kontribusi nyata yang sederhana, namun berdampak besar,” ujarnya, Jumat (10/4).

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun, termasuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.

Fredy juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai mengelola sampah dari sumbernya guna mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi sosial sangat penting. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” terangnya.

Perwakilan PSMTI DKI Jakarta, Hendi Suryanto menambahkan, pembangunan WC komunal di Kalibaru merupakan bagian dari program infrastruktur sanitasi yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan modern. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya

Lurah Kalibaru, Sukarmin memaparkan, wilayah RW 04 sebelumnya merupakan kawasan pesisir yang rentan terdampak rob. Namun, setelah pembangunan tanggul, kondisi lingkungan berangsur membaik. Meski demikian, persoalan sanitasi dan akses air bersih masih menjadi tantangan.

“Keberadaan WC komunal ini sangat membantu dalam mendukung program stop buang air besar sembarangan (BABS). Kami terus berupaya bersama puskesmas agar masyarakat beralih ke sanitasi yang lebih layak,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang warga RW 04, Kelurahan Kalibaru, Sri Sumarni (58), menyambut baik hadirnya fasilitas WC komunal yang terdiri dari tiga bilik tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas ini sangat membantu kebutuhan warga sehari-hari, khususnya di kawasan pesisir.

“WC komunal ini sangat dibutuhkan. Kami berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas tersebut agar tetap nyaman digunakan,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending