Connect with us

Ibukota

Polres Metro Jakut bersama Polsek Koja Gelar Kegiatan Apel Terkait Operasi Mantap Praja Jaya 2024

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Kabag Ops Polres Metro Jakarta Utara AKBP Achmad Akbar bersama Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menggelar apel Operasi Mantap Praja 2024 bertempat di Halaman Mapolsek Koja Jl. Bhayangkara Nomor 01 kelurahan Tugu Utara kecamatan Koja, Jakarta Utara, Rabu (02/10/2024).

Kegiatan apel Operasi Mantap Praja 2024 di pimpin langsung Kabag Ops Polres Metro Jakarta Utara AKBP Achmad Akbar diikuti sebanyak 64 personil.

AKBP Achmad Akbar memberikan arahan, kita semua patut memahami bahwa tensi pelaksanaan Operasi Mantap Praja harus dinaikkan semenjak 25 September kemarin sudah berlaku tahapan kampaye kalau sebelum- sebelumnya pengarahan- pengarahan disampaikan mungkin melalui media komunikasi atau perwakilan dari perangkat operasi, maka mulai minggu ini saya akan berkeliling ke polsek- polsek untuk meninjau kesiapan jajaran Polsek dalam rangka pelaksanaan operasi Mantap Praja Jaya 2024.

Ia juga menambahkan, dalam melaksanakan tugas dengan berpedoman pada asas – asas yang sudah ditentukan secara berjenjang dari Polda Metro Jaya selaku penanggung jawab operasi kewilayahan Praja Jaya 2024,” Ucapnya.

Dalam melaksanakan operasi kita harus kenal dengan istilah Asta Siap delapan persiapan untuk panduan untuk panduan kita yaitu:

Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan pemetaan melaui Indeks potensi kerawanan pilkada dari anggota Intelkam dan Bhabinkamtibmas sebagai dasar melaksanakan operasi Mantap Praja Jaya 2024,” Tambahnya.

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Utara juga di dampingan AKP. Ken Rustoko Kasie Humas, menjelaskan, kita juga menugaskan Satgas untuk Cooling System dengan berbagai kegiatan seperti Sat Kamling. Sambang untuk menjaga situasi aman, damai dan kondusif selama tahapan pemilu dan pilkada di wilayah Jakarta Utara. Minggu lalu saya sudah menyampaikan secara lisan kepada seluruh Kapolsek untuk Kapolsek Koja pedomani betul kerawanan disetiap TPS yang jumlahnya 438 TPS dan DPT 245.615 , semoga semua indikator kerawanan sedang dan semoga aman semuanya dari Pencoblosan sampai penghitungan suara,”Ujarnya.

Apabila ada yang bertanya tentang anggaran Pilkada ” Kami Transparansi ” silahkan menanyakan ke Bagops. Demikian yang dapat saya sampaikan sangat banyak mohon bisa dipahami, mudah- mudahan bisa memberikan pengetahuan untuk kita semua memberikan pemahaman untuk kita dalam melaksanakan tugas- tugas khusunya di dalam melaksanakan Pilkada.

Semoga Tuhan selalu melindungi kita semua diberikan kesehatan untuk anda semua panjang umur tanpa ada sakit atau apapun dijauhkan dari marabahaya, terimakasih apresiasi saya untuk Polsek Koja dan jajaran, ” Pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Koja AKP Hartono, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara AKP Ken Rustoko, Kasubag Dalops Polres Metro Jakarta Utara AKP Tri Hidayat, Kanit Reskrim AKP Alex Candra, Kanit Binmas AKP Slamet Rajiman, Kanit Intelkam IPTU Tri Agus Suharto, Panit Reskrim IPDA M. Erfan, Kanit Propam IPDA Sugeng, Panit Propam Polres Metro Jakarta Utara IPDA Agus, para Kapolsubsektor dan anggota Polsek Koja.(Sutarno)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibukota

Kelurahan Pademangan Barat Bersama PT KAI Daop I Bersihkan Tumpukan Sampah di Rel KA Pademangan Barat dan Timur

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Waspada raya dan Pademangan V Raya, tepatnya di bantaran rel kereta api Pademangan Barat dan Timur, dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pademangan Barat dan Timur, Rabu (3/9/2026).

Sebanyak 45 petugas PPSU dan karyawan PT KAI Daop I dikerahkan untuk membersihkan tempat tersebut.

Kasie Ekbang kelurahan Pademangan Barat Teguh Suprihatin di dampingi Ustadz Robby Ketua LMK mengatakan, pembersihan sampah di lakukan karena sampah di lokasi tersebut kembali menumpuk dan mengganggu serta adanya kereta api kontainer yang anjlok.

“Sampah di lokasi tersebut merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang warga. Tumpukan sampah sudah membuat wilayah tersebut jadi tampak kumuh dan kotor,” ujar Teguh

Sebanyak dua truk sampah diangkut dari lokasi tersebut. Selanjutnya, agar kawasan tersebut tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar, akan dipasang spanduk larangan membuang sampah.

“Tapi, yang paling utama agar kawasan tersebut bersih dari sampah. Diminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Teguh.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

PMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan

Published

on

By

JAKARTA, Sentana — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menilai demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius berupa menguatnya dominasi kekuasaan dan melemahnya mekanisme check and balance antarlembaga negara.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menyampaikan kritik tersebut dalam forum “Mimbar Menggugat” bertema “81 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Semakin Berkuasa?” pada Sabtu (29/8/2026).

Yohanes menilai muncul gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika institusi negara seolah diperlakukan sebagai kepentingan kelompok atau pihak tertentu.

“Kita sedang menghadapi gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika negara seolah-olah diperlakukan sebagai barang yang dimiliki oleh para pejabat atau kelompok yang sedang berkuasa. Padahal negara ini adalah Republik, Res Publica, sesuatu yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” ujar Yohanes.

Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah, terutama ketika sejumlah pimpinan partai politik berada dalam struktur eksekutif.

“Apa yang mau diharapkan dari DPR saat ini sebagai sebuah mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan apabila ketua-ketua partai banyak yang ada di dalam kabinet pemerintahan?” katanya.

Menurut Yohanes, persoalan tersebut bukan sekadar masalah individu anggota DPR, melainkan berkaitan dengan relasi kekuasaan dan praktik sistem kepartaian.

Partisipasi Publik Dinilai Melemah

PMKRI juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.

Yohanes menilai masyarakat harus memiliki kesempatan nyata untuk mengetahui, memberikan masukan, menyampaikan keberatan, serta memastikan aspirasinya dipertimbangkan dalam proses legislasi.

“RUU itu bukan urusan privat para elite politik, melainkan urusan publik,” tegasnya.

Karena itu, PMKRI mendorong mahasiswa dan pemuda memperkuat konsolidasi serta kembali mengambil peran sebagai kekuatan kritis dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.

“Bangsa ini lahir dari pergerakan pemuda. Masa depan bangsa harus tetap digenggam oleh tangan anak muda, karena ini adalah tuntutan sejarah,” pungkas Yohanes.

Continue Reading

Ibukota

Dr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung, mengukuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Fauzi Bowo alias Bang Foke sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB).

Pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum baru dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus melestarikan adat, budaya, dan identitas Betawi di Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengukuhkan LAKB. Menurut dia, keberadaan lembaga tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

“Kami masyarakat Betawi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano dalam keterangannya, pada.Sabtu (29/8/2026).

Menurut Riano, pembentukan LAKB diharapkan menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.
Ia berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian yang berada di Jakarta.

Dengan demikian, berbagai organisasi dan komunitas Betawi dapat berhimpun secara lebih terarah, tertib, dan terkoordinasi.

Riano juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur-unsur yang selama ini berada di lingkungan Bamus Betawi, untuk bersama-sama berhimpun dalam LAKB.

“Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,” kata Riano.

Satukan Organisasi Kebetawian

Riano menilai keberadaan LAKB menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi.

Menurutnya, selama ini terdapat beragam organisasi dan perkumpulan yang bergerak dalam bidang kebudayaan, adat, sosial, dan kemasyarakatan Betawi.
Dengan terbentuknya LAKB, ia berharap seluruh unsur tersebut dapat terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid tanpa menghilangkan peran dan keberagaman masing-masing organisasi.

“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan LAKB merupakan hasil dari proses dan perjuangan yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pengukuhan lembaga tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi masyarakat Betawi di Jakarta.

“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,” ujar Riano.

Fauzi Bowo Dianugerahi Gelar Dato Mualim

Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim. Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin DKI Jakarta dan dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan masyarakat serta kebudayaan Betawi.

Pengukuhan Bang Dr.H.Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Ke depan, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi kebetawian, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat serta kebudayaan Betawi kepada generasi berikutnya.

Pembentukan lembaga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta, sehingga pembangunan dan modernisasi Ibu Kota tetap berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya masyarakat Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan jati diri Jakarta.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending