Ibukota
Perayaan Jumat Agung, PBB Bantu Pengamanan di Gereja HKBP Petojo
Jakarta, HarianSentana.com – Pemuda Batak Bersatu (PBB) PAC Grogol Petambura (Gropet) membantu pengamanan Gereja HKBP Petojo bersama TNI dan POLRI. Dalam bantuan pengamanan tersebut, Ketua PBB PAC Gropet Franky Hutagaol turut serta, bersama anggota, Jumat (2/4/2021).
Franky mengatakan, kehadiran PBB PAC Gropet pada giat pengamanan tersebut, merupakan bagian dari peran serta organisasi-nya dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat, termasuk pengamanan Gereja Petojo. “Tanpa diminta pun, kami akan menawarkan peran serta kami dalam berbuat kebaikan,” katanya.

Sementara, Koordinator Lapangan (Korlap) PBB PAC Gogol Petamburan, Gomos Manurung juga menyampaikan, bahwa dirinya merasa bersyukur karena kondisinya aman.
“Perasan saya bersyukur karena kondisi terkendali dan aman, walaupun sebelumnya ada aksi teror bom di Makassar dan penembakan di Mabes Polri,” jelasnya.
Sekretaris PBB PBB PAC Gogol Petamburan, Rico Sirait menambahkan, keamanan pada Jumat (2/4/2021) di Gereja HKBP Petojo patut disyukuri.
“Pengamanan hari ini luar biasa damai dan tentram, berjalan dengan lancar,” tandasnya.(Red)
Ibukota
Rutinitas Senam Sehat Lansia Gapura Kuning RW 01 Jelang Ramadhan Sementara Ditutup
Jakarta, Harian sentana.com – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Salah satunya dengan berolahraga senam. Senam tidak hanya dilakukan oleh remaja ataupun dewasa saja, akan tetapi banyak lansia yang menyukai kegiatan senam sehat.
Menjelang bulan Ramadhan 2026. Senam Sehat Gapura kuning yang diketua oleh Waryono, akan ditutup sementara. Kegiatan senam sehat lansia yang selama ini sudah rutin dilakukan setiap hari Minggu pagi di halaman Gapura Kuning akan dimulai kembali setelah lebaran.
“Senam sehat merupakan salah satu ajang tali silaturrahmi antar warga dan pengurus RW dan RT dengan aktivitas senam untuk menggerakkan tubuh, dan tidak memerlukan biaya. Senam dapat dilakukan dimana saja. Senam Sehat Lansia Gapura Kuning RW 01 kelurahan Pademangan Barat, selain untuk menggerakkan semua tubuh sehingga metabolisme menjadi bagus, aliran darah menjadi bagus, kemudian menjadi sehat juga pikirannya. Sehat karena kumpul dengan teman-teman, imunitasnya menjadi meningkat, sehingga orang-orang yang berkumpul di sini tidak membicarakan hal yang negatif, tetapi membahas hal-hal yang baik,” ujar H.Purwadi Tokoh Masyarakat penasehat RW 01 Minggu (8/2/2026).
Ketua RW 01 Dr.Taslim menambahkan, dirinya sangat mensuport dan mengapresiasi kegiatan warga. Menyala, mereka rutin melakukan senam sehat lansia pada Minggu pagi. Ia berharap, semoga dengan penutupan sementara kegiatan senam sehat lansia bisa membuat tubuh dan imun kaum ibu/Bapak anggota Kelompok Senam Sehat Lansia Gapura Kuning RW 01 bisa terjaga dan sehat dalam menjalankan Ibadah Puasa.
“Tentu manfaat senam begitu besar, terlebih menghadapi bulan Ramadhan, manfaat yang dapat dirasakan akan betul-betul terasa. Walaupun puasa selama satu bulan lamanya, bagi orang yang gemar berolahraga, terlihat segar dan awet muda,” ucapnya (Sutarno)
Ibukota
Kerja Bakti Massal “Jaga Jakarta Bersih” Digelar di Kelurahan Pademangan Barat
Jakarta, Hariansentana.com – Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, menggelar kegiatan kerja bakti bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” pada Minggu, 8 Februari 2026.
Kegiatan ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia kepada para kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026.
Perintah langsung Pramono Anung Gubernur DKI Jakarta dan Hendra Hidayat Walikota kota administrasi Jakarta Utara untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), PPSU, Babinsa, Babinkantibmas, Kasatgas Pol PP, Kasie Ekbang, pengurus RW dan RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Tim Penggerak PKK, Dawis, Jumantik ,Karang Taruna, serta warga rw.01.Kelurahan Pademangan Barat.
Ginanjar Seketaris kecamatan Pademangan, memimpin apel sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Selanjutnya, Hari Firmansyah Lurah Pademangan Barat bersama ketua RW memimpin langsung kegiatan. Peserta kerja bakti membersihkan saluran air, mengangkut sampah, serta menata lingkungan di sejumlah titik permukiman. Partisipasi aktif warga menunjukkan semangat gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.
Lurah Pademangan Barat Hari Firmansyah menggatakan,” Melalui kegiatan ini, pemerintah kelurahan berharap masyarakat terus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan Jakarta Utara yang bersih, tertata, dan aman.”Tegasnya
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Hari Firmansyah Lurah Pademangan Barat yang langsung memimpin kerja bakti bersama warga, ini membuat warga bersemangat dalam bekerja baktinya.” Ungkap warga .(Sutarno)
Ibukota
Komisi A Nilai Penyerahan Fasos – Fasum Semakin Membaik di Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, Hariansentana.com.– Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menghadiri penandatanganan berita acara serah terima pemenuhan kewajiban penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) semester II tahun 2025 dari pengembang kepada Pemprov DKI di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Hadir Hendra Hidayat Walikota administrasi Jakarta Utara, Arifin walikota administrasi Jakarta Pusat, Anwar walikota administrasi Jakarta Timur dan ketua komisi A.Inggrard Joshua.
Inggard menegaskan, penyerahan fasos dan fasum merupakan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh pengembang. Fasilitas tersebut, kata dia, selanjutnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan peruntukannya.
“Fasos dan fasum itu kewajiban pengembang. Setelah diserahkan ke pemerintah, harus dimanfaatkan untuk warga sesuai fungsinya. Kalau taman ya untuk taman, kalau rumah ibadah untuk ibadah, dan kalau olahraga untuk sarana olahraga,” ujar Inggard.
Inggard mengakui masih ada pengembang yang belum sepenuhnya memenuhi kewajiban tersebut. Meski demikian, ia menilai, proses penyerahan fasos dan fasum dalam tiga tahun terakhir menunjukkan perbaikan signifikan setelah melibatkan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pengembang yang membandel bisa diserahkan ke KPK, terutama jika fasos dan fasum disalahgunakan, misalnya disewakan dan hasilnya masuk ke kas pribadi. Itu jelas pelanggaran karena menggunakan aset negara atau kepentingan umum untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Inggard mengapresiasi komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang kembali menegaskan pentingnya pencatatan fasos dan fasum sebagai aset daerah.
Menurutnya, setelah tercatat sebagai aset, fasilitas tersebut harus segera diserahkan kepada dinas terkait agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau itu taman, serahkan ke dinas pertamanan. Kalau untuk sekolah atau rumah ibadah, serahkan ke instansi terkait supaya bisa segera dibangun dan dimanfaatkan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlambatan penyerahan fasos dan fasum berdampak langsung pada masyarakat. Selama aset belum diserahkan secara resmi, anggaran dari APBD tidak dapat dialokasikan untuk pengelolaan maupun pembangunan fasilitas tersebut.
Bahkan, Inggard menyebut, masih ada fasos dan fasum yang belum diserahkan oleh pengembang hingga lebih dari 10 tahun. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga mengurangi kenyamanan serta merugikan warga.
“Banyak warga yang belum memahami persoalan ini. Karena itu DPRD terus memberikan penjelasan dan penekanan agar pengembang segera menyerahkan fasos dan fasumnya. Jika kewajiban itu belum dipenuhi, pengembang tidak boleh diberikan izin untuk melakukan pengembangan di lahan lain,” tandasnya.
Dalam periode ini, Pemprov DKI berhasil menagih kewajiban dari para pengembang sebanyak 26 BAST dengan nilai mencapai Rp1,36 triliun. Perolehan ini mencakup lahan seluas 100.592 meter persegi, konstruksi seluas 22.181 meter persegi, serta konversi RSMS.
Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma menyampaikan, pada 2024, jumlah kewajiban fasos-fasum dari para pemegang SIPPT, IPPT, IPPR kepada Pemprov DKI berupa penyerahan lahan seluas 26.923.090 meter persegi, telah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta seluas 18.244.850 meter persegi. Dan masih tersisa kewajiban yang belum diserahkan seluas 8.678.240 meter persegi, atau masih tersisa sebesar 32,23 persen.
“Dengan demikian, dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2025, total kewajiban yang sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta sebanyak 213 BAST senilai Rp42,537 triliun,” katanya.
Dhany merinci, penyerahan BAST di Jakarta Utara senilai Rp627,37 miliar, Jakarta Selatan senilai Rp307,72 miliar, Jakarta Barat senilai Rp272,22 miliar, Jakarta Pusat senilai Rp102,75 miliar, dan Jakarta Timur senilai Rp56,77 miliar.(Sutarno)
-
Ibukota7 days agoDPRD DKI Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Atasi Masalah RDF Rorotan
-
Kesehatan5 days agoPT Fast Beauty Indonesia Dukung Generasi Muda Melalui Program CSR “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.
-
Ibukota2 days agoKerja Bakti Massal “Jaga Jakarta Bersih” Digelar di Kelurahan Pademangan Barat
-
Polhukam4 days agoAkhirnya, Bimtek Nasional DPRD F-PPP Dibatalkan

