Connect with us

Bodetabek

Penyalahgunaan Narkoba, Konsumsi Miras, Aksi Anarkisme dan Kekerasan Dapat Mengancam Masa Depan Generasi Muda

Published

on

TANGERANG RAYA, SENTANA – Aktivis sekaligus Tokoh Pemuda dan Pelajar se-Tangerang Raya, Nazario Delima Adventus, mengajak seluruh alumni dan pelajar di wilayah Tangerang Raya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan menolak berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindakan yang melanggar hukum.

Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya berbagai persoalan yang melibatkan kalangan pelajar, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras (miras), perundungan (bullying), aksi anarkisme, hingga berbagai bentuk kekerasan yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi muda.

“Pelajar merupakan aset bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang. Karena itu, setiap pelajar diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan persatuan bangsa,” ungkap Nazario melalui keterangannya, Jum’at (31/7).

Menurutnya, Keberanian seorang pelajar bukan diukur dari keberaniannya melakukan tawuran atau tindakan anarkis, tetapi dari keberaniannya mengatakan tidak terhadap narkoba, kekerasan, bullying, minuman keras, serta segala bentuk pelanggaran hukum yang dapat menghancurkan masa depan

Ia menegaskan bahwa, aksi anarkisme dan tawuran oleh pelajar tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Menurutnya, aksi tersebut telah berkembang menjadi persoalan serius yang dapat mengakibatkan korban jiwa, kerugian bagi masyarakat, proses hukum, hingga hilangnya kesempatan generasi muda untuk meraih pendidikan dan prestasi.

Selain persoalan tawuran, Nazario juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang yang dinilai semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Ia menekankan bahwa, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, alumni, organisasi kepemudaan dan lingkungan sekitar.

“Sebagai bentuk komitmen membangun generasi muda yang positif, pihaknya mengajak seluruh alumni dan pelajar se-Tangerang Raya untuk menanamkan sejumlah nilai penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni menolak segala bentuk anarkisme dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum, menolak penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta obat-obatan terlarang, menolak segala bentuk bullying baik di sekolah, lingkungan pergaulan maupun media sosial, serta menolak tawuran dan mengedepankan dialog serta musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya

Selain itu, ia juga mengajak pelajar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan disiplin belajar dan prestasi akademik maupun nonakademik, menjunjung tinggi toleransi tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan, serta menjadi pelopor perdamaian, persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Nazario turut mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama berbagai informasi bohong atau hoaks yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar sering kali menjadi pemicu terjadinya konflik maupun aksi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Ia juga mengimbau para pelajar untuk tidak mudah terpancing mengikuti aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan maupun terlibat dalam aksi tawuran di jalanan. “Sebaliknya, generasi muda diharapkan mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi diri, seperti kegiatan pendidikan, olahraga, seni, organisasi, maupun aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir penyampaiannya, Nazario berharap seluruh pelajar di Tangerang Raya mampu menjadi agen perubahan yang memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam mencegah berkembangnya kekerasan, penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.

“Sudah saatnya generasi muda bersatu menjaga persatuan, mengukir prestasi, serta menjadi pelopor terciptanya Tangerang Raya yang aman, damai, bebas narkoba, bebas tawuran dan semakin maju. Masa depan bangsa ada di tangan para pelajar hari ini,” tutup Nazario Delima Adventus. (Red).

Bodetabek

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor
Tangani Dampak Kemarau

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Menindaklanjuti SK Bupati Bogor Nomor : 300.2/11/KEP-TD/BPBD Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2026, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen berperan aktif dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih untuk mendukung penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.

Langkah yang diambil Perumda Air Minum Tirta Kahuripan adalah membuka akses 8 instalasi pengolahan air untuk dijadikan stasiun pengisian air bersih melalui mobil tangki, menyediakan 12 armada tangki untuk membantu pendistribusian air bersih dan mengoptimalkan Water Treatment Plant (WTP) mobile di lokasi rawan kekeringan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengatakan bahwa Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mempunyai peran lain selain melayani pelanggannya, namun juga memiliki fungsi tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama.” Terang Abdul Somad.

Abdul Somad juga mengimbau kepada pelanggan maupun masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dengan mengutamakan kebutuhan pokok, menampung air sebagai cadangan serta menjaga sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena akan mengganggu proses produksi pengolahan air bersih di instalasi,”papar nya nya.

Untuk diketahui, bagi warga yang mengalami krisis air bersih dapat membuat permohonan bantuan melalui Pemerintah Desa yang ditujukan kepada BPBD Kabupaten Bogor. Selanjutnya BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengkoordinir pendistribusian melalui mobil tangki bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Damkar, Dinsos, PMI dan PU (BBWS).

Melalui sinergi antara Perangkat Daerah dan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kelestarian air diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terus terpenuhi sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.(Ron)

Continue Reading

Bodetabek

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Turut Ambil Bagian Dalam Helaran KaBogor Fest 2026

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan unsur hiburan, UMKM, kuliner, komunitas hingga pelayanan publik. Tentunya kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan untuk berinteraksi langsung baik dengan pelanggan maupun masyarakat Kabupaten Bogor.

Senin 8 Juni 2026 Perumda Air Minum Tirta Kahuripan turut ambil bagian dalam helaran KaBogor Fest 2026 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong hingga tanggal 14 Juni 2026.

Keikutsertaan ini sebagai wujud komitmen perusahaan menghadirkan pelayanan publik sekaligus mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, mengatakan bahwa kehadiran Tirta Kahuripan di KaBogor Fest tidak hanya untuk memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga sebagai sosialisasi program perusahaan yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat Kabupaten Bogor terhadap layanan air bersih perpipaan yang aman dan berkualitas,”terang nya.

“KaBogor Fest menjadi sarana kolaboratif yang sangat baik bagi Tirta Kahuripan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkonsultasi langsung mengenai info layanan air bersih hingga pendaftaran sambungan baru” ujar Abdul Somad.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk mengunjungi booth pelayanan selama event KaBogor Fest 2026 dan memanfaatkan berbagai layanan serta program yang tersedia.

“Petugas kami siap memberikan pelayanan prima dan memberikan penjelasan tuntas apabila ada aduan pelanggan, selain itu booth Tirta Kahuripan menyediakan berbagai doorprize dan pojok melukis anak bertemakan konservasi air. Untuk posisi booth Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berada di area pelayanan publik tepatnya di selasar gate 2 stadion Pakansari.” tutupnya.

Untuk diketahui, moment HJB ke-544 kali ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menghadirkan program Harga Spesial Sambungan Baru bagi kelompok tarif rumah tinggal (R3C–R4F). Program ini berlaku mulai 10 Mei hingga 30 Juni 2026 dengan biaya pemasangan hanya Rp 544.000,- dari harga normal Rp 1.600.000,- (syarat dan ketentuan berlaku)……..Ron

Continue Reading

Bodetabek

PT PMC Dorong Pengembangan Hortikultura dan Agrowisata, Penggarap Lahan Diajak Bermitra

Published

on

By

BOGOR, SENTANA – Upaya penyelesaian persoalan penggarapan lahan milik PT Prima Mustika Candra (PMC) di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, terus ditempuh melalui pendekatan dialog dan musyawarah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut diwujudkan dalam forum mediasi yang digelar di Kantor Kecamatan Tamansari, Kamis (4/6/2026), dengan menghadirkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Sukajaya, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan penggarap lahan.

Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam mencari solusi yang adil, berkelanjutan, dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, terutama masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya dari aktivitas pertanian di area lahan milik perusahaan.

Staf Pembebasan Lahan PT PMC, Toni Setiawan, memaparkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan yang telah dilakukan perusahaan terhadap para penggarap.

“Hingga saat ini perusahaan mencatat sekitar 20 penggarap dengan total luasan lahan sekitar 9,9 hektare yang telah melalui proses verifikasi lapangan,” ujar Toni.

Menurutnya, pendataan dilakukan secara cermat untuk memastikan identitas serta aktivitas para penggarap sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan skema penyelesaian yang dapat diterima seluruh pihak.

Sementara itu, General Manager Perencanaan PT PMC, Yongki, menegaskan komitmen perusahaan untuk mencari solusi yang tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi perusahaan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami ingin memikirkan bersama kegiatan yang dapat menunjang aktivitas masyarakat yang selama ini sudah berjalan. Mayoritas warga menanam tanaman palawija dan hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menyusun rencana ke depan,” katanya.

Yongki menjelaskan, PT PMC saat ini tengah menyiapkan konsep pengembangan kawasan berbasis hortikultura dan agrowisata yang disesuaikan dengan perizinan perusahaan. Melalui konsep tersebut, aktivitas pertanian masyarakat diharapkan tetap dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara terpadu.

Selain itu, perusahaan juga berencana menyusun perjanjian kerja sama dengan para penggarap yang telah terdata dan terverifikasi. Dokumen tersebut nantinya akan diketahui oleh pemerintah desa sebagai bentuk kepastian administrasi sekaligus perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.

Camat Tamansari, Yudi, menilai komunikasi yang terbuka dan konstruktif menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

“Saya menilai komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting dalam menciptakan kepastian dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar proses pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh penggarap lahan, baik yang telah mengikuti mediasi maupun yang belum berpartisipasi, sehingga tidak ada pihak yang merasa terabaikan.

“Yang terpenting adalah semua pihak memiliki kepastian. Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh agar proses penyelesaian berjalan adil dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tambahnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah, menyampaikan dukungannya terhadap langkah penyelesaian yang ditempuh melalui jalur dialog dan musyawarah.

Menurut Sambas, kesepakatan yang dicapai akan memiliki kekuatan yang lebih baik apabila dituangkan dalam dokumen tertulis yang diketahui pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.

“Kesepakatan tertulis akan menjadi pegangan bersama bagi masyarakat maupun perusahaan dalam menjalankan hak dan kewajiban masing-masing, sekaligus mencegah munculnya sengketa baru di kemudian hari,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam forum tersebut serta berharap hasil pertemuan dapat disosialisasikan secara luas kepada seluruh warga.

Sejumlah penggarap yang hadir turut menyampaikan harapan agar aktivitas pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka tetap dapat berjalan sembari menunggu penyelesaian yang disepakati bersama.

Melalui musyawarah yang terus dibangun antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, diharapkan tercipta solusi yang mampu memberikan kepastian hukum, menjaga stabilitas sosial, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sukajaya di masa mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending