Connect with us

Nasional

Penuhi Target 1800 Orang Divaksin, TNI AL Kembali Gelar Serbuan Vaksin di Mangga Dua Square

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pemberian dosis vaksinasi anti Covid-19 di hari yang kedua yang masih dilaksanakan oleh TNI AL dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) di gelar di tengah pusat sentra ekonomi di Jakarta Utara yaitu di Mangga Dua Square, Ancol, Jakarta Utara. Minggu (01/08).

Pelaksanaan vaksinasi di hari kedua ini dimaksudkan untuk memenuhi target pemberian vaksin sebanyak 1800 orang di Pusat perbelanjaan Mangga Dua Square dan kawasan sekitarnya, dengan vaksin Astra Zeneca pada vaksinasi tahap II.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang digelar TNI AL di berbagai wilayah pesisir dan masyarakat maritime di seluruh Indonesia.

Terlihat sekali pengunjung yang datang ke pusat sentra ekonomi di Mangga Dua Square sangat tertarik dan antusias untuk ikut serta dalam serbuan vaksinasi yang di gelar oleh Pushidrosal di hari kedua. Masyarakat yang berkunjung pun langsung menyerbu dimana tempat vakasinasi massal di gelar.

Di hari ke dua ini Pushidrosal tetap menerjunkan 1 tim Tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pushidrosal sebanyak 19 personel dibantu oleh para pendukung dari kantor manajemen Mangga Dua Square sebanyak 43 orang.

Pemberian vaksin dosis tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari pemberian vaksin dosis pertama yang digelar Pushidrosal pada 31 Juli 2021 lalu di tempat yang sama. Dalam pelaksanaannya target vaksinasi di hari pertama dan kedua, Pushidrosal telah memberikan dosis vaksin mencapai 1223 orang untuk warga masyarakat. Sementara vaksin yang diberikan hari ini masih tetap sama yaitu Astra Zeneca (AZ).

Sasaran serbuan vaksinasi ini dilakukan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bahwa institusi TNI dan Polri menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan serbuan vaksin guna memutus penyebaran virus covid-19, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Terlihat sekali pengunjung yang datang ke pusat sentra ekonomi di Mangga Dua Square sangat tertarik dan antusias untuk ikut serta dalam serbuan vaksinasi yang di gelar oleh Pushidrosal di hari kedua. Masyarakat yang berkunjung pun langsung menyerbu dimana tempat vaksinasi massal di gelar.

Di hari ke dua ini Pushidrosal tetap menerjunkan 1 tim Tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pushidrosal sebanyak 19 personel dibantu oleh para pendukung dari kantor manajemen Mangga Dua Square sebanyak 43 orang.

Pemberian vaksin dosis tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari pemberian vaksin dosis pertama yang digelar Pushidrosal pada 31 Juli 2021 lalu di tempat yang sama. Dalam pelaksanaannya target vaksinasi di hari pertama dan kedua, Pushidrosal telah memberikan dosis vaksin mencapai 1223 orang untuk warga masyarakat. Sementara vaksin yang diberikan hari ini masih tetap sama yaitu Astra Zeneca (AZ).

Sasaran serbuan vaksinasi ini dilakukan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bahwa institusi TNI dan Polri menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan serbuan vaksin guna memutus penyebaran virus covid-19, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ibukota

DKI Jakarta Kembali Sabet Gelar Pemerintahan Terbaik Tahun 2025

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemprov DKI Jakarta kembali menyabet gelar Pemerintahan Terbaik tahun 2025 di ajang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang digelar Di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/04/2026).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai menerima penghargaan mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

“Ini hasil kerja bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta sehingga kami dapat mempertahankan prestasi ini. Mudah-mudahan bisa terus dijaga pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri atas penghargaan dan pembinaan yang terus diberikan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Ia berharap capaian ini mendorong Pemprov DKI meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan publik, serta efektivitas program pembangunan.

“Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus menjaga kinerja pemerintahan yang akuntabel, responsif, dan berdampak langsung bagi warga, sejalan dengan semangat otonomi daerah dan arah pembangunan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi 29 kepala daerah yang hadir. Mereka dinilai mampu mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi dan kinerja yang terukur.

“Para kepala daerah hari ini menunjukkan bahwa di balik retorika ada angka-angka yang bermakna, mulai dari kinerja pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, hingga pengangguran terbuka, yang dirasakan langsung oleh warga,” ucapnya.

Menurut Wamendagri Bima, esensi otonomi daerah bukan sekadar pembagian kewenangan, melainkan tanggung jawab menghadirkan pelayanan publik yang nyata.

“Otonomi daerah harus diiringi ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia. Bukan hanya kepala daerah yang andal, tetapi juga jajaran OPD hingga tingkat kecamatan dan desa,” urainya.(Sutarno)

Continue Reading

Polhukam

Johan : Ada Perbedaan Kebijakan Antara Gubernur Jabar dan Bupati Bogor terkait Izin Usaha di Kabupaten Bogor

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB), M Johan Pakpahan, S.H, menyoroti kebijakan berbeda antara Bupati Bogor dan Gubernur Jawa Barat terkait pencabutan segel izin usaha di wilayah Kabupaten Bogor.

Saat dihubungi sentana melalui telepon selulernya Senin (27/4/2026), M Johan Pakpahan S.H mengatakan, mencermati adanya izin yang sebelumnya sudah diterbitkan pemerintah daerah, namun kemudian dicabut oleh Gubernur Jawa Barat KDM. Di sisi lain, Bupati Bogor membuka kembali segel tersebut karena menilai proses perizinan sudah berjalan sesuai aturan.

“Dua pendapat ini sama-sama klaim benar. Bupati berpegang pada aturan karena prosesnya sudah berjalan. Gubernur juga punya dasar yang tepat untuk menjaga nasib hutan di Kabupaten Bogor agar tidak gundul dan tandus. Artinya ada yang salah dari awal pemberian izin,” ujar M Johan.

Menurutnya, ke depan proses izin penambangan dan alih fungsi hutan untuk kepentingan perusahaan di Kabupaten Bogor harus benar-benar memenuhi syarat. Kajian Amdal dan analisis dampak jangka panjang terhadap alam harus diperketat agar kasus serupa tidak terulang.

“Yang sedang berjalan malah dicabut Gubernur, sementara pemerintah setempat mengizinkan. Ini contoh tidak baik. Sama-sama penguasa tapi kebijakannya bertabrakan,” tegasnya.

M Johan menyayangkan kontroversi dua pemimpin ini karena membuat publik Kabupaten Bogor bertanya-tanya. Ia mempertanyakan apakah ada yang tidak beres dalam proses perizinan atau ada konflik kepentingan yang tidak transparan.

“Ia juga menyoroti sistem Pilkada. Menurutnya, jika Gubernur di tunjuk langsung oleh Presiden sementara bupati tetap dipilih rakyat, perbedaan arah kebijakan seperti ini berpotensi terus terjadi. Padahal kedua pemimpin sama-sama ingin memajukan daerah.”terang nya.

“Jangan main cabut izin saja. Sebaiknya Gubernur koordinasi dulu dengan Bupati. Kalau proses izin berjalan lalu dicabut sepihak, ini bisa menampar muka Bupati di wilayahnya sendiri,” tambahnya.

Karena itu, Ketua LSM PRB meminta Gubernur Jawa Barat KDM dan Bupati Bogor segera menyelesaikan polemik ini. Publik butuh jawaban komprehensif: izin dicabut karena apa, dan dibuka kembali kenapa.

“Harus ada kepastian, dicabut atau diteruskan. Kalau tidak, ini jadi persoalan panjang karena menyangkut izin hutan. Jangan sampai saling menyalahkan ke depan,” papar M Johan. (Ron).

Continue Reading

Polhukam

Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA — Diskusi publik bertajuk “Peran dan Fungsi Pelajar serta Pemuda dalam Mewujudkan Cita-cita Pendidikan Nasional” digelar, pada Sabtu (25/4/2026) di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Basecamp Demokrasi tersebut diikuti sekitar 35 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Haykal, selaku Ketua KBM Universitas Pamulang dan Rafli, tokoh pergerakan dari Universitas Atma Jaya. Diskusi dipandu oleh Tsafiq sebagai moderator.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Basecamp Demokrasi, Nabil.

Dalam sambutannya, Nabil menekankan pentingnya membangun kontrol sosial pemuda dari tingkat paling dasar melalui wadah diskusi.

“Pelajar dan pemuda merupakan elemen penting dalam pendidikan, karena mereka yang langsung merasakan dampak kebijakan. Kritik perlu disampaikan secara konstruktif melalui diskusi, bukan dengan aksi anarkis,” ujarnya melalui keterangan, Sabtu (25/4).

Sesi pemaparan materi kemudian diisi oleh Haykal yang menyoroti dinamika dunia pendidikan saat ini.

“Pelajar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, sekaligus menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih perlu pembenahan, baik dari sisi kultur maupun kebijakan,” kata Haykal.

Sementara itu, Rafli menekankan pentingnya penguatan dasar keilmuan serta budaya intelektual di kalangan pelajar. Menurutnya, pembelajaran di luar ruang kelas juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis.

“Ruang kelas seharusnya menjadi tempat diskusi yang mendorong pemikiran kritis. Selain itu, pelajar perlu memahami isu nasional secara mendalam agar setiap gerakan memiliki arah dan solusi,” ungkap Rafli.

Diskusi juga menyoroti perlunya evaluasi sistem pendidikan, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, peran guru, serta pengelolaan anggaran pendidikan agar lebih merata, terutama di daerah terpencil.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat salat Maghrib, kemudian ditutup dengan pernyataan dari para narasumber.

Dalam penutupnya, Nabil mengajak peserta untuk terus belajar dan aktif mengeksplorasi dunia di luar pendidikan formal.

“Mahasiswa harus menjadi corong perubahan dalam dunia pendidikan. Teruslah belajar dan mencari mentor,” pesannya.

Senada dengan itu, Haykal menyampaikan bahwa, diskusi semacam ini diharapkan dapat berlanjut ke pertemuan berikutnya. Sementara Rafli mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat serta peran pelajar sebagai jembatan menuju perdamaian.

Acara ditutup pada pukul 19.00 WIB dengan penampilan akustik dari para pelajar, menandai berakhirnya kegiatan dalam suasana hangat dan partisipatif. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending