Connect with us

Peristiwa

Motor Pengurus PWI Kabupaten Bogor di Gondol Maling

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Aksi kawanan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) kembali beraksi, Kali ini aksi curanmor itu berhasil menggondol kendaraan bermotor jenis Honda Scoopy warna merah hitam bernopol F-4771-FCT milik seorang wakil ketua (Waket) PWI Kabupaten Bogor, pada Jumat (20/1/23) sekira pukul 09.30 WIB.

Waket PWI Kabupaten Bogor, Deddy Firdaus mengatakan awal mula kejadian aksi pencurian terhadap kendaraan bermotor miliknya itu, saat istrinya mengantar sekolah anaknya di TK Islam Bani Saleh yang beralamat di Jalan Sirojul Munir Perum Bogor Asri blok D8 nomor 11-13 Kelurahan Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, sekira pukul 09.30 WIB.

motor saya di curi oleh kawanan ranmor ketika istri saya sedang memarkir kendaraan jenis Honda Scoopy warna merah hitam disekitaran TK tempat anak saya bersekolah,” jelas Deddy yang juga merupakan wakil Ketua PWI pada Jum’at (20/1/23).

Lebih lanjut Dedi mengatakan aksi curanmor terhadap unit miliknya yang telah lunas itu, dimana pelaku hanya butuh waktu lima (5) menit saja dalam membobol stop kontak motor saat tengah terparkir disekitaran TK anaknya sekolah.

“Kalau keterangan dari istri saya, motornya itu cuma ditinggal lima menit saja. Dan parahnya keadaan saat itu tengah ramai karena di TK anak saya sekolah sedang lagi ada acara kunjungan dari Damkar Kabupaten Bogor,” jelas nya.

Menurut Deddy, dirinya bersama sang istri telah melaporkannya ke  Unit 4 Mapolres Bogor.

“Saya sudah melaporkan kejadian pencurian kendaraan motor milik saya itu ke polres Bogor, dan sampai sekarang masih dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di unit empat Reskrim. Dan saya berharap pelaku pencurian tersebut dapat segera diringkus kepolisian agar tidak lagi merugikan banyak pihak serta meresahkan orang banyak,” harapnya.

” semoga kedepannya, pihak TK Islam Bani Saleh bisa mengadakan pekerja keamanan (security) saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga hal ini tidak kembali menimpa orang tua murid yang lain di TK tersebut,” jelas nya.

Di tempat terpisah ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo meminta kepada pihak Polres Bogor agar bisa segera meringkus para komplotan curanmor yang dirasa telah meresahkan banyak pihak khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Selain itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor Subagiyo berharap semoga atas insiden yang menimpa salah seorang dari keluarga PWI Kabupaten Bogor ini, tidak kembali menimpa kepada warga Bumi Tegar Beriman lain nya.,” papar ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo.

( Tabrani / Dedy F / Subur )

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peristiwa

Penyalahgunaan Narkotika Dua orang Pelaku di Amankan Polsek Citeureup

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Dua orang pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis sabu berhasil di amankan Polsek Citeureup Polres Bogor pada Sabtu (4/2/2023). Penangkapan terhadap dua orang pelaku berinisial RF (22) dan AN (23) tersebut berhasil di lakukan penangkapan berkat adanya informasi yang di terima oleh pihak polsek Citeureup terkait adanya peredaran Narkotika di Wilayah Desa karang asem Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

Dalam penangkapan yang di lakukan Rekrim Polsek Citeureup terhadap dua pelaku penyalahgunaan Narkotika tersebut, pihak kepolsian berhasil mengamankan barang bukti 8 gram narkotika jenis sabu, 1 Unit timbangan, 1 buah alat hisap dan 2 Unit hadphone.

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandara Mulyana S.H,.S.I.K.,M.H mengatakan bahwa terkait penangkapan dua orang pelaku penyalahgunaan Narkotika tersebut telah di limpahkan ke Sat Narkoba Polres Bogor, Sehingga proses penyidikan selanjutnya pun akan di lakukan oleh Sat Narkoba Polres Bogor,”papar nya.

( Tabrani / Dedy F / Subur )

Continue Reading

Peristiwa

Datangi Kantor Lurah RBS, Ketua RW/RT dan Puluhan Warga Meminta Lurah RBS Mengundurkan Diri

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Ketua RW ,RT, jumantik, Dasawisma, Karang Taruna di ikuti puluhan warga melakukan aksi damai di Kantor Lurah Rawa Badak Selatan (RBS), Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (3/2/2023). Masa menuntut agar Lurah Rawa Badak Selatan Dra. Suhaena.M.M dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Lurah.

Arif Rahman Ketua Rukun Warga (RW) 08 selaku Koordinator aksi mengungkapkan, ini merupakan tindak lanjut dari surat mosi atau permohonan evaluasi terhadap kinerja Lurah RBS yang dikirimkan langsung terhadap Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang tak kunjung mendapatkan tanggapan.

“Surat tersebut ditandatangani sebanyak sembilan Ketua RW dan seluruh RT. Namun hingga 16 hari kerja tidak ditanggapi atau tidak ada realisasi apapun maka kami sepakat melakukan aksi damai hari ini,” terangnya.

Dalam surat tersebut, terang Arif dijelaskan apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkrit yakni pemindahan atau menonaktifkan Lurah Rawa Badak Selatan maka pihaknya akan melakukan aksi.

“Kehadiran pengurus RT dan RW disini adalah untuk membuktikan statemen dalam surat itu,” katanya.

Aksi damai tersebut dipicu adanya miskomunikasi antara Lurah RBS dan jajaran pengurus RW dan RT. Menurut Arif penyampaian narasi ataupun diksi yang dilakukan Lurah RBS Suhaena sering kali menyakiti hati para pengurus RT dan RW.

“Dalam surat yang dikirimkan kepada Pj Gubernur DKI Jakarta ada sepuluh point namun salah satunya seringnya terjadi miskomunikasi antara Lurah RBS dan Pengurus RT dan RW,” terangnya.

Arif menegaskan, pihaknya akan melakukan aksi damai kembali jika tuntutan para pengurus RT dan RW yakni agar Lurah RBS di non aktifkan dan digantikan tidak ditanggapi.

“Harapan kami cuma satu yakni sesegera mungkin Lurah RBS mengundurkan diri dari jabatannya atau kepada pimpinan yang berwenang agar mem Plt kan Lurah di Kelurahan Rawa Badak Selatan ini,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Rawa Badak Selatan Suhaena mengaku kaget dengan adanya aksi Demo damai yang dilakukan para pengurus RT dan RW itu. Padahal kata dia pihaknya akan mengundang para pengurus RT dan RW untuk melakukan rembukan atau pertemuan silaturahmi.

Suhaena berharap agar para pengurus RT dan RW dapat lebih dewasa dalam melakukan keputusan maupun tindakan.

“Seharusnya mereka selaku tokoh masyarakat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, harus memberi contoh yang positif kepada masyarakat serta merukunkan warga dan masyarakat itu harapan saya,” harap Suhaena.

Pada kesempatan itu, ia mengajak para Pengurus RT dan RW untuk menyelesaikan maslah bersama jika ada permasalahan diwilayah. “Mari kita selesaikan bersama-sama jika ada permasalahan dilingkungan. Saya ini hanya ditugaskan sebagai Lurah. Tanpa mereka saya ini bukan apa-apa,” Ungkapnya.

Sementara Ade Himawan Camat Koja di lokasi didampingi AKP. Agung dari polsek Koja, menghimbau agar warga membubarkan diri.

“Bapak ibu dan adik adik kiranya dapat membubarkan diri, aspriasi akan kami sampaikan kemudian,” ucapnya.

(Sutarno)

Continue Reading

Peristiwa

Aksi Penipuan dan Penggelapan Telan Korban Hingga 121 Orang, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Aksi penipuan dan penggelapan jual beli tanah terjadi di Desa Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Yang mana akibat kejadian tersebut ratusan orang menjadi korban.

Kejadian tersebut berawal saat pelaku berinisial A menawarkan sebidang tanah dengan luas kurang lebih 100 meter persegi kepada korbannya senilai 50 juta rupiah, namun saat korban menyerahkan uang sebesar 49 juta rupiah Kepada terduga pelaku terkait transaksi jual beli tanah tersebut, pihak pembeli tidak mendapatkan kejelasan hingga saat ini. atas kejadian tersebutlah korban langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. (2/2/2023).

Dari hasil penyelidikan yang di lakukan oleh Polsek Ciomas Polres Bogor tersebut pun tercatat sebanyak 121 orang menjadi korban dan akibatkan total kerugian hingga milyaran rupiah.

Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi SH jelaskan bahwa dari data yang kami kumpulkan terkait aksi penipuan dan penggelapan tersebut , hingga saat ini tercatat kurang lebih sebanyak 121 orang menjadi korban dari aksi terduga Pelaku A ini, dan apabila di akumulasikan kerugian yang ditimbulkan akibat penipuan dan penggelapan tersebut di tafsir mencapai 3,2 miliar rupiah. Saat proses penyelidikan pun masih kami lakukan terkait laporan penipuan dan penggelapan tersebut,” jelas Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi.

( Tabrani / Dedy F / Subur )

Continue Reading
Advertisement

Trending