Pendidikan
Menghadapi Tantangan Transformasi Kinerja di Era Digital, Kabadiklat Kemhan Buka Workshop Pejabat Eselon IV Kemhan TA 2024
Jakarta, Hariansentana.com — Plt Kabadiklat Kemhan Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. membuka Workshop Sistem Pertahanan Negara Eselon IV Kemhan TA. 2024 di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Salemba Senin (26/2/2024).

Dalam sambutannya, Plt. Kabadiklat Kemhan mengemukakan bahwa Workshop ini mengangkat tema “TRANSFORMASI KINERJA DI ERA DIGITAL” . kegiatan ini dipandang sangat penting dan strategis dihadapkan tantangan saat ini, dimana pemerintah ingin mewujudkan Birokrasi Profesional Berkelas Dunia. Karena Workshop yang dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 16 Februari s.d. 1 Maret 2024 ini, selain sebagai wahana silaturahmi dan komunikasi antar Pejabat Eselon IV Kemhan, juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan persamaan persepsi tentang tugas, fungsi, dan tanggung jawab organisasi satuan-satuan kerja yang ada di Kementerian Pertahanan,” ujarnya.
Selain itu lanjutnya, kegiatan workshop ini juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergitas dan koordinasi antar pejabat Eselon IV dalam pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pertahanan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk tujuan yang lebih besar yaitu sebuah sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) pada bidang pertahanan negara.

Hal tersebut menjadi penekanan Plt Kabadiklat, mengingat Pejabat Eselon IV merupakan tulang punggung organisasi yang berperan penting dalam mewujudkan pertahanan negara yang tangguh. Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang tugas dan pekerjaan tersebut maka perlu diberikan pendidikan dalam rangka pengembangan kompetensi dalam menghadapi tantangan transformasi kinerja di era digital. Untuk itu, dalam rangka mewujudkan kualitas kinerja para pejabat Eselon IV, perlu didukung oleh pemberian bekal kemampuan koordinasi serta komunikasi yang baik tentang perlunya kesamaan persepsi didalam penyelenggaraan Organisasi dan Tata kerja serta ketatalaksanaan kelembagaan pemerintahan di bidang pertahanan yang bersih transparan dan akuntabel.
Oleh karena itulah, materi workshop ini sengaja didesain, tidak hanya memahami tentang berbagai kebijakan tentang pertahanan negara, tetapi juga diberikan materi tentang berbagai kebijakan terkait transformasi kinerja yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan di era digital ini.
Selanjutnya, dihadapkan pada tantangan era digital saat ini, tugas dan tanggung jawab menjadi semakin kompleks dan penuh tantangan ditandai dengan adanya arus informasi beredar dangan sangat cepat dan mudah diakses. Hal ini menuntut bagi pejabat Eselon IV untuk mampu mencerna dan menganalisis informasi dengan cepat dan akurat, agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat memanfaatkanya dalam dunia kerja masing-masing.
Dengan perkembangan situasi tersebut para Pejabat Eselon IV perlu senantiasa dapat mengikuti perkembangan teknologi dan mampu beradaptasi dengan cepat, agar dapat memanfaatkan tehnologi untuk menunjang peningkatan kualitas kinerja serta efektifitas organisasi.
Pelaksanaan Workshop ini diharapkan akan menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan pejabat sesuai jabatan pada levelnya, sekaligus juga dapat membantu mengembangkan keterampilan pemahaman organisasi lingkungan kerja, kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi dan kemampuan teknis lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan lebih efesien.
Melalui kegiatan ini para pejabat juga dapat belajar bagaimana membangun dan memelihara kerjasama tim yang efektif, meningkatkan keterlibatan tim dan kemampuan bekerja sama untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Dedikasi dan kinerja para pejabat Eselon IV Kementerian Partahanan sangatlah menentukan efektivitas dan efisiensi organisasi Kementerian Pertahanan.
Kabadiklat Kemhan dalam sambutannya menyampaikan bahwa para Pejabat Eselon IV diharapkan mampu bekerjasama dan bersinergi untuk memaknai bahwa setiap program dan kegiatan dipastikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Turut hadir pada upacara pembukaan Workshop Sistem Pertahanan Negara Eselon IV tersebut, Karopeg Setjen Kemhan atau yang mewakili, Para Kapusdiklat Badiklat Kemhan, Tamu Undangan, dan para Peserta.
Pendidikan
Pondok Pesantren Qurrota A’yun Go Internasional, Jalin Kerja Sama Strategis dengan PCI Malaysia
FOTO BERSAMA-K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur bersama rombongan, foto bersama usai melakukan kunjungan ke PCI Malaysia. (Foto Ist).
MALAYSIA, SENTANA – Pondok Pesantren Qurrota A’yun Jakarta, terus meneguhkan langkah menuju pesantren berkelas dunia melalui kerja sama strategis dengan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Malaysia yang dipimpin oleh Datuk K.H. Rudi Mahfudz. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring pendidikan, dakwah, ekonomi dan pemberdayaan umat di kawasan ASEAN, Jum’at (7/8).

PENANDATANGANAN MoU-Datuk K.H. Rudi Mhafud, Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur, saat melakukan Penandatanganan MoU. (Foto Ist).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Roadmap Qurrota A’yun 2030, yaitu membangun pesantren yang unggul dalam ilmu keislaman, berkarakter, menguasai teknologi, memiliki wawasan global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban Islam dan kemajuan bangsa.
Melalui keterangannya, Jum’at (7/8), Pengasuh Pondok Pesantren Qurrota A’yun, K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, menyampaikan bahwa, era globalisasi menuntut pesantren untuk mampu membangun kolaborasi lintas negara tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
“Pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia. Pesantren harus hadir sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak mulia, berwawasan internasional, menguasai bahasa, teknologi, kewirausahaan dan siap membangun peradaban Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kerja sama dengan PCI Malaysia, Pondok Pesantren Qurrota A’yun akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain pertukaran wawasan pendidikan pesantren, peningkatan kompetensi guru dan santri, penguatan dakwah internasional, pengembangan ekonomi pesantren, bisnis halal, ekspor-impor produk unggulan pesantren, hingga pengembangan jejaring investasi dan kewirausahaan berbasis syariah.
Sementara itu, Datuk K.H. Rudi Mahfudz, menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan global melalui inovasi, ekonomi dan pendidikan.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Selain memperkuat hubungan antarlembaga, sinergi ini juga membuka peluang bagi santri untuk memiliki pengalaman internasional, memperluas jejaring keilmuan, serta mengenal praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan, ekonomi, dan dakwah di tingkat regional,” ujarnya.
Dengan semangat “Think Globally, Act Locally, and Serve Universally”, Pondok Pesantren Qurrota A’yun optimistis mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi inovator, entrepreneur, pendidik dan pemimpin yang mampu bersaing di tingkat global.
Langkah menuju “Qurrota A’yun Go Internasional”, bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan keunggulan tahfiz Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta diplomasi pendidikan internasional.
“Melalui kolaborasi dengan PCI Malaysia, diharapkan akan lahir generasi santri yang siap menjadi duta Islam yang moderat, berilmu, mandiri, dan mampu membangun peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat di tingkat regional maupun global,” pungkas Zaenul. (Red).
Pendidikan
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.
Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.
Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.
Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.
“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.
Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.
“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.
Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .
Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.
Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.
“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron
Pendidikan
LSM PRB Desak Disdik Kab Bogor Profesionalkan SPMB, SD-SMP 2026, Usul Sekolah Swasta Digratiskan Lewat APBD
Bogor, Hariansentana .com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membuat Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) SD dan SMP tahun ajaran 2026 lebih profesional dan berpihak ke masyarakat.
Saat di hubungi tlp seluler nya Kamis 25 ,Juni 2026
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan ,S .H. mengatakan Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) untuk jenjang wajib belajar 9 tahun seharusnya dipermudah. “SD-SMP ini wajib belajar dan sesuai UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Jadi pemerintah wajib memastikan SD-SMP tidak dipersulit sistem. Administrasi harus mudah, jangan bikin orangtua pusing,” terang nya.
Lebih lanjut Johan mendorong Disdik menambah daya tampung dengan menambah kursi/rombongan belajar ( Rombel ) di sekolah negeri. Tujuannya agar siswa yang orangtuanya tidak mampu ke swasta tetap bisa masuk sekolah negeri.
Ia juga mengusulkan terobosan: Pemda Kab. Bogor mengalokasikan anggaran pendidikan lewat APBD untuk menggratiskan sekolah swasta. “Kalau negeri dan swasta sama-sama gratis, masalah pendidikan di Kab. Bogor terjawab. Nggak ada lagi alasan orangtua tidak menyekolahkan anak SD-SMP karena biaya,” tegasnya.
Johan juga meminta Bupati Bogor memberikan arahan ke DPRD Kab. Bogor agar program “sekolah swasta gratis” bisa diwujudkan dengan alokasi APBD yang cukup. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan secara teknis menambah kursi di sekolah negeri SD dan SMP supaya daya tampung naik. “Jangan malas bikin terobosan untuk kebaikan masyarakat,” katanya.
Johan juga menyatakan mendukung program Bupati Bogor, khususnya di bidang pendidikan. “Kami paling khusus dukung kalau ada program sekolah swasta gratis. Ini langkah Kab. Bogor berubah, memberitakan pendidikan sebagai program pokok menuju SDM unggul,” pungkasnya………Ron
-
Ibukota12 hours agoJalan Pademangan I Raya Kembali Kumuh dan Jorok, Warga Tuding Aparat Pemerintahan Pademangan Timur Tutup Mata.
-
Ibukota4 days agoPMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan
-
Polhukam3 days agoLSM PRB : KPK “Gertak Sambal” di Bappenda Kabupaten Bogor
-
Ibukota6 days agoDr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

