Connect with us

Nasional

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Tinjau Ibadah Imlek di Wihara Satrya Dharma Teluk Gong

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengunjungi Wihara Satrya Dharma Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, kecamatan Penjaringan, kota administrasi Jakarta Utara, Minggu (22/1/2023) siang.

Kunjungannya ke lokasi dalam rangka Kunjungan kerja sekaligus pengecekan kesiapan Anggota polda metro jaya dalam Pengamanan Tahun Baru Imlek 2574. yang berlangsung di wihara tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. Drs. H. M. Fadil Imron, M. Si., diterima oleh Pengurus Wihara Satrya Dharma Bpk. Ami Swanto Winata, dan dilanjutkan dengan berkeliling mengecek Lokasi Persembayangan Umat.

Pantauan di lokasi, Kapolda Metro Jaya dalam kunjungannya didampingi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kapolsek Metro Penjaringan Kompol M. Bobby Danuardi.

Irjen Fadil Imran juga ditemani seorang pengurus wihara untuk melihat-lihat beberapa bangunan yang dijadikan tempat peribadatan.
Ia juga memantau aktivitas para jemaah yang sedang khusyuk beribadah serta menyapa pengunjung di dalam kompleks wihara tersebut.

“Kunjungan (hari ini) untuk melihat bagaimana perayaaan Imlek sekaligus bagaimana pengamanannya,” kata Fadil di Wihara Satrya Dharma.

Fadil mengatakan, Wihara Satrya Dharma merupakan salah satu dari sedikitnya 10 titik yang dikunjunginya dalam momen Imlek.

Kapolda Metro Jaya memastikan situasi dan kondisi keamanan di wilayah hukum DKI Jakarta kondusif di momen Imlek ini.

“(Situasinya) aman,” singkat Irjen Fadil.

Irjen Pol Fadil Imran lantas menyampaikan harapannya di peringatan Imlek 2023 tahun kelinci ini.

Terutama soal situasi dan kondisi Jakarta serta Indonesia yang semakin baik ke depannya.

“Harapan kita sebagai Kapolda di tahun kelinci air, Jakarta semakin aman, Indonesia semakin baik. Selamat merayakan Imlek. 2574 pada saudara yang merayakan. Gong Xi Fa Cay” tutupnya.

(Sutarno)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bodetabek

Jelang HPN / HUT PWI ke 77 Tetap Jaga Kualitas dan Jangan Tergerus Integritas

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke 77 tanggal 9 Februari mendatang yang mengusung tema Pers Bebas Demokrasi bermartabat ,Radio Tegar Beriman 95.3 FM melalui Program Bicara dari Bogor menggelar Dialog Masa Depan Dunia Jurnalisme

Yang dipandu (Host) Mey Cresentya menghadirkan Ketua PWI Kabupaten Bogor dan Kamaludin Insan Anggota Dewan Pers Indonesia.

Dalam Dialog tersebut Subagiyo mengatakan dengan HPN dan HUT PWI ke 77 sudah barang tentu sejarah panjang disertai berbagai masa rejim. Seperti di Indonesia mengalami tiga rejim, Orla, Orba, dan Reformasi.

“Sebelum era pers juga pada era penjajahan Belanda dengan pertama kali sebuah koran diterbitkan oleh kolonial Belanda.
Seiring perjalanan tersebut, tokoh pergerakan ikut di dunia jurnalistik dengan membawa pergerakan kemerdekaan.

Kini era digital terjadi pertumbuhan luar biasa dengan era digital, sejak 2013 – sampai sekarang munculah digitalisasi semakin menjamur, Seperti di Bogor hampir tiap hari bermunculan webside atau media daring.

Sudah barang tentu kebebasan, dan tidak ada lagi Surat Usaha Izin Penerbitan (SIUP) dengan terbit UU No. 40 Tahun 1999 tentang kemerdekaan Pers .

Lebih lanjut era Reformasi inilah, terjadi pergeseran cukup kuat media massa cetak/ koran mulai tumbang satu persatu. Seperti Sinar Harapan tutup secara resni pada tahun 2015 dan berlanjut hingga kini terakhir di penghujung 2022 koran harian Republika tutup secara permanen.

Bertumbangan sejumlah media cetak/koran, majalah,seperti poskota, Hai, Soccer, dan lainnya. Semakin semarak menjamur media daring di Indonesia.

Namun, berbagai media daring dan ditambah dengan jurnalis citizen, media sosial bertebaran dalam setiap hari menghiasi digital Indonesia.
Fenomena ini, menambah semakin eufura di era Reformasi tersebut. Sehingga masyarakat menerima berbagai informasi telanjang sebagian hoax.
Belum lagi jurnalis dadakan bermunculan, akibat mulai menggusur citra wartawan intelek berjalan bergeser kepada nilai jurnalistik tak mengindahkan rambu-rambu UU No. 40 tahun 1999 dengan kode etik wartawan,”jelas Bagiyo.

Sementara itu , anggota Dewan Pers Indonesia, kamaluldin insan mengatakan ia berpesan kepada jurnalis agar dalam karya jurnalistik memperhatikan aturan UU No. 40 tahun 1999 dan kode etik,” ujar nya.

Lebih lanjut Kamaludin Insan menjelaskan dari tahun ke tahun konflik pers ke Dewan Pers semakin meningkat untuk tahun 2022 lebih dari 600 orang melakukan somasi ke Dewan Pers. Belum lagi jumlah konflik pers dengan nara sumber semakin meningkat.

Hal ini menandakan, masyakarat mulai cerdas dan para jurnalis harus berhati-hati dalam setiap karya jurnalistik menganut aturan minimal kode etik jurnalistik,” Papar nya.

( Tabrani / Dedy F / Subur )

Continue Reading

Polhukam

WNA Belanda Terancam Dideportasi, Deolipa Amankan Aset Milik Klien

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Deolipa Yumara bersama kliennya Mimi Maryati Said yang berperkara dengan Adrianus Christianus Cornelius Van Meer (ACC) mantan suaminya warga negara Belanda pada Senin, 6 Februari 2023 mengamankan aset yang sempat dikuasai ACC.

Eks kuasa hukum Bharada Eliezer dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua itu mengatakan, ketika mendapat lampu hijau dari pihak Imigrasi yang telah menyatakan Surat Keterangan Imigrasi (SKIM) ACC palsu maka secepatnya mengamankan aset dari WNA Belanda itu dengan memasang tanda hak milik.

“Ini memang milik ibu Mimi, tapi untuk menjaga segala kemungkinan dari siapapun juga maka kami beri tanda berupa plang,” ujar Deolipa kepada wartawan di kawasan Tangerang Selatan.

Ia juga menegaskan, jika ada yang mencopot tanda hak milik di kediaman kliennya maka akan berhadapan dengan hukum.

“Kalau ada yang melepas plang tanda ini akan diproses secara hukum. Karena plang ini dipasang di dalam pekarangan rumah milik bu Mimi maka jika ada yang melepas berarti dia masuk ke rumah orang tanpa ijin konsekuensinya pidana nanti,” ucap Deolipa.

Langkah mengamankan aset yang dilakukan Deolipa tersebut merupakan lanjutan atas perkara yang dialami kliennya, di mana saat ini ACC tidak tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) karena dokumen kependudukan yang dimiliki dinyatakan palsu.

“Ini adalah lanjutan dari perkara yang bergulir sebelumnya. Dan ternyata mantan suaminya saat ini tidak memiliki kewarganegaraan, bukan WNI dan WNA juga belum tahu juga. Tapi yang terpenting, aset kepemilikan yang memang atas nama bu Mimi harus dikuasai dan segera diamankan,” kata Deolipa.

Diketahui, sebelumnya pihak Imigrasi tengah berkirim surat kepada Kedutaan Besar Belanda untuk mengonfirmasi kebenaran status kewarganegaraan Van Meer.

“Kalau jawabannya benar Van Meer warga negara Belanda maka berarti dia overstay dan Imigrasi akan mengeluarkan surat cegah tangkal (cekal) supaya bisa segera dideportasi ke negaranya,” tutur Deolipa, Jumat 27 Januari lalu.

Ia juga menekankan pihaknya akan bergerak cepat bersama Imigrasi untuk segera menyelesaikan kasus ini termasuk pembatalan akta perusahaan yang diambil alih ACC.

“Ketika keputusan cegah tangkal (cekal) sudah keluar maka dalam satu atau dua hari sudah bisa dieksekusi. Imigrasi akan mencari ACC, ketika dapat bisa langsung segera dideportasi. Kemudian kami mengajukan permohonan pembatalan akta perusahaan kepada Kemenkum HAM yang sebelumnya diambil alih Van Meer,” pungkasnya.(***)

Continue Reading

Polhukam

H. Maslani, Putra Asli Kota Wali Demak Dido’akan Jadi Anggota DPR RI

Published

on

Karawang, Hariansentana.com  – Bakal calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI Dapil Jawa Barat VII (Karawang, Purwakarta dan Kabupaten Bekasi) dari Partai Nasdem, H. Maslani mengunjungi kantor Dewan Pengurus Daerah Kabupaten Karawang Jawa Barat Bersama Anies (DPD Jabar Manies) di Pondok Pesantren Al Munawar Kampung Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang, Senin (6/2/23).

Kedatangan H. Maslani bersama timnya yang dikenal “Sahabat Haji Maslani” dan Srikandi Nasdem Karawang langsung disambut oleh Ketua DPP, H. Tarmidzi Yusup serta Ketua DPD Kabupaten, H. Iyus Maraliyus bersama jajaran dan para tokoh yang secara antusias turut hadir.

H. Maslani yang juga Pengusaha Properti di Cikampek, Karawang Subang, Purwakarta ini
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, Ketua Umum Pusat dan Daerah beserta jajaran, para tokoh yang turut hadir berkumpul di Sekretariat Jabar Manies.

Pria asli kelahiran Kota Wali Demak ini menjelaskan bahwa, kedatangannya merupakan kebahagiaan tersendiri serta dalam rangka memenuhi undangan pengurus Jabar Manis Kabupaten Karawang dalam rangka membangun silaturahmi menjalin persaudaraan dan komunikasi.

“Ini semata-mata untuk berjuang demi cita-cita yang baik serta kita memiliki gagasan yang cemerlang. Semangat terus demi kesuksesan bersama. “KITA PASTI BISA,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD Jabar Manies Kabupaten Karawang, H. Iyus Maraliyus dalam sambutannya mengungkapkan, hadirnya H. Maslani merupakan bentuk silaturahmi serta komitmen yang nyata.

“Tim Jabar Manies bertekad untuk senantiasa mendukung serta berjuang untuk menghantarkan Pak Haji Maslani menuju DPR-RI, serta Anies Baswedan menjadi Presiden,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Manies, H. Tarmidi Yusup menghimbau, agar segala sesuatunya berkoordinasi dengan baik, guna tepat sasaran.

“Koordinasi harus dilakukan dengan baik. Agar semua berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” terangnya.

Di penghujung acara, KH. Munawar, Dewan Pembina Jabar manies mengatakan bahwa, semua atas ijin Allah SWT, Alhamdulillah kita Relawan Sukarela dan tidak berharap apa-apa.

“Kita berjuang dan berdo’a, berusaha secara maksimal, Insya Allah, Allah SWT Akan mengabulkan semua keinginan kita,” jelasnya.

Lebih Lanjut KH. Munawar mengatakan bahwa, figur H. Maslani menurutnya sangat layak dan cocok. “Saya memohon kepada bapak/ibu dan semua pihak yang hadir untuk senantiasa berjuang untuk kemenangan serta mendo’akan H. Maslani menjadi anggota DPR RI dan cucunya Desi Ratnasari, SH menjadi anggota DPRD Dapil 6 dan H. Anies Baswedan menjadi Presiden,” harapnya.

Bersamaan itu, Kyai memperkenalkan cucu-nya yaitu Desi Ratnasari, SH yang saat itu hadir beserta orang tuanya, H. Hendy Irawan, juga Ibu Hj. Suryani Irawan, mantan Kepala Desa Karanganyar, Kecamatan Klari.

Acara ditutup dengan do’a Hizib Nashor dan berharap, agar aemua diberi kelancaran dan dijauhkan segala rintangan apapun. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending