Connect with us

Ibukota

Hadiri Penetapan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih, Pj. Gubernur Teguh Apresiasi KPU, Bawaslu, dan Para Paslon

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com -Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali, Khoirudin ketua DPRD DKI Jakarta,asisten pemerintahan sekda dki jakarta Dr. Sigit Wijatmoko dan jajaran menghadiri Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, pada Kamis (9/1).

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Teguh di dampingin Ketua DPRD dki jakarta,mengapresiasi kinerja penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, yaitu KPU Provinsi DKI Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas terselenggaranya Pilkada di DKI Jakarta secara kondusif.

“Pastinya juga kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menjalaninya dengan jujur, adil, transparan, dan juga penuh integritas. Secara khusus kami juga menyampaikan apresiasi kepada pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu hingga tiga, beserta seluruh tim pendukung sehingga bisa mewujudkan Pilkada serentak yang aman, tertib, kondusif, dan bermartabat. Sehingga ini Insya Allah menjadi role model implementasi demokrasi di Indonesia,” ujar Pj. Gubernur Teguh.

Pj. Gubernur Teguh juga menyampaikan selamat kepada pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Ia berpesan, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan penuh dedikasi dan integritas. Sebab, masyarakat Jakarta menaruh harapan besar agar kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat melanjutkan dan meningkatkan pembangunan di Jakarta menuju kota global yang inklusif, layak huni, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kesuksesan pembangunan di Jakarta tidak hanya bergantung kepada pimpinan daerah saja, tetapi juga kolaborasi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung kepemimpinan yang baru dengan merajut kembali persatuan untuk bersama, membawa Jakarta menuju masa depan yang lebih baik,” tambah Pj. Gubernur Teguh.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengungkapkan, Pilkada merupakan wujud nyata demokrasi yang telah dibangun dan dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia turut memuji kinerja KPU dan Bawaslu DKI Jakarta yang telah mengawal dan memastikan seluruh proses Pilkada berjalan dengan transparan, jujur, dan adil.

“Jadi, Pilkada ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Tetapi tentang semangat untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan sebagai warga Jakarta. Kami di DPRD DKI Jakarta siap bekerja sama dengan pemerintah daerah yang baru untuk mewujudkan visi dan misi yang telah disampaikan selama masa kampanye. Kami berharap, pasangan terpilih dapat membawa kemajuan bagi Jakarta,” ungkap Khoirudin.

Ia juga menilai, Jakarta memiliki tantangan yang sangat kompleks, mulai dari masalah transportasi, lingkungan, hingga ekonomi dan sosial. Khoirudin pun mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk menyatukan semangat kebersamaan dalam membangun Jakarta. Sehingga kepemimpinan baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, serta menjadi pemimpin yang amanah dan dekat dengan rakyat.

“Mari kita buat Jakarta semakin menjadi rumah bagi setiap warganya, yang memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan kesempatan untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, yang memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau, serta menjaga harga-harga kebutuhan pokok agar terus menjadi penopang ketahanan rumah tangga di Jakarta. Mari kita bersama-sama mendukung kepemimpinan yang baru ini demi Jakarta yang terus lebih baik lagi dan lagi,” pungkasnya. (Sutarno)

Ibukota

Kelurahan Pademangan Barat Bersama PT KAI Daop I Bersihkan Tumpukan Sampah di Rel KA Pademangan Barat dan Timur

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Waspada raya dan Pademangan V Raya, tepatnya di bantaran rel kereta api Pademangan Barat dan Timur, dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pademangan Barat dan Timur, Rabu (3/9/2026).

Sebanyak 45 petugas PPSU dan karyawan PT KAI Daop I dikerahkan untuk membersihkan tempat tersebut.

Kasie Ekbang kelurahan Pademangan Barat Teguh Suprihatin di dampingi Ustadz Robby Ketua LMK mengatakan, pembersihan sampah di lakukan karena sampah di lokasi tersebut kembali menumpuk dan mengganggu serta adanya kereta api kontainer yang anjlok.

“Sampah di lokasi tersebut merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang warga. Tumpukan sampah sudah membuat wilayah tersebut jadi tampak kumuh dan kotor,” ujar Teguh

Sebanyak dua truk sampah diangkut dari lokasi tersebut. Selanjutnya, agar kawasan tersebut tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar, akan dipasang spanduk larangan membuang sampah.

“Tapi, yang paling utama agar kawasan tersebut bersih dari sampah. Diminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Teguh.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

PMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan

Published

on

By

JAKARTA, Sentana — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menilai demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius berupa menguatnya dominasi kekuasaan dan melemahnya mekanisme check and balance antarlembaga negara.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menyampaikan kritik tersebut dalam forum “Mimbar Menggugat” bertema “81 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Semakin Berkuasa?” pada Sabtu (29/8/2026).

Yohanes menilai muncul gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika institusi negara seolah diperlakukan sebagai kepentingan kelompok atau pihak tertentu.

“Kita sedang menghadapi gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika negara seolah-olah diperlakukan sebagai barang yang dimiliki oleh para pejabat atau kelompok yang sedang berkuasa. Padahal negara ini adalah Republik, Res Publica, sesuatu yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” ujar Yohanes.

Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah, terutama ketika sejumlah pimpinan partai politik berada dalam struktur eksekutif.

“Apa yang mau diharapkan dari DPR saat ini sebagai sebuah mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan apabila ketua-ketua partai banyak yang ada di dalam kabinet pemerintahan?” katanya.

Menurut Yohanes, persoalan tersebut bukan sekadar masalah individu anggota DPR, melainkan berkaitan dengan relasi kekuasaan dan praktik sistem kepartaian.

Partisipasi Publik Dinilai Melemah

PMKRI juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.

Yohanes menilai masyarakat harus memiliki kesempatan nyata untuk mengetahui, memberikan masukan, menyampaikan keberatan, serta memastikan aspirasinya dipertimbangkan dalam proses legislasi.

“RUU itu bukan urusan privat para elite politik, melainkan urusan publik,” tegasnya.

Karena itu, PMKRI mendorong mahasiswa dan pemuda memperkuat konsolidasi serta kembali mengambil peran sebagai kekuatan kritis dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.

“Bangsa ini lahir dari pergerakan pemuda. Masa depan bangsa harus tetap digenggam oleh tangan anak muda, karena ini adalah tuntutan sejarah,” pungkas Yohanes.

Continue Reading

Ibukota

Dr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung, mengukuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Fauzi Bowo alias Bang Foke sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB).

Pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum baru dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus melestarikan adat, budaya, dan identitas Betawi di Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengukuhkan LAKB. Menurut dia, keberadaan lembaga tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

“Kami masyarakat Betawi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano dalam keterangannya, pada.Sabtu (29/8/2026).

Menurut Riano, pembentukan LAKB diharapkan menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.
Ia berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian yang berada di Jakarta.

Dengan demikian, berbagai organisasi dan komunitas Betawi dapat berhimpun secara lebih terarah, tertib, dan terkoordinasi.

Riano juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur-unsur yang selama ini berada di lingkungan Bamus Betawi, untuk bersama-sama berhimpun dalam LAKB.

“Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,” kata Riano.

Satukan Organisasi Kebetawian

Riano menilai keberadaan LAKB menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi.

Menurutnya, selama ini terdapat beragam organisasi dan perkumpulan yang bergerak dalam bidang kebudayaan, adat, sosial, dan kemasyarakatan Betawi.
Dengan terbentuknya LAKB, ia berharap seluruh unsur tersebut dapat terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid tanpa menghilangkan peran dan keberagaman masing-masing organisasi.

“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan LAKB merupakan hasil dari proses dan perjuangan yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pengukuhan lembaga tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi masyarakat Betawi di Jakarta.

“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,” ujar Riano.

Fauzi Bowo Dianugerahi Gelar Dato Mualim

Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim. Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin DKI Jakarta dan dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan masyarakat serta kebudayaan Betawi.

Pengukuhan Bang Dr.H.Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Ke depan, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi kebetawian, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat serta kebudayaan Betawi kepada generasi berikutnya.

Pembentukan lembaga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta, sehingga pembangunan dan modernisasi Ibu Kota tetap berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya masyarakat Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan jati diri Jakarta.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending