Connect with us

Ekonomi

Kenalkan Produk UMKM Asal Papua, Tong Baronda Gelar Festival UMKM & Talk Show

Published

on

Ragunan, Hariansentana.com – Dalam rangka memperkenalkan lebih luas produk UMKM, budaya dan seni Papua, Tong Baronda menggelar kegiatan Festival UMKM & Talk Show pada hari Minggu 27 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Terdapat 2 momen acara dalam kegiatan tersebut. Yakni, Festival pameran produk UMKM dan Talk Show interaktif yang mengundang berbagai narasumber.

Turut hadir pada acara tersebut ialah Pdt. Albert Yoku, Ketua BP3OKP Papua. Jenny Widjaya, Pengusaha Perempuan Inspiratif
& CEO Sagolicious. Alfred Pablika, Tokoh Anak Muda Papua, dan dimoderatori oleh Agnia Anddini Founder Biang Project.

Acara yang diselenggarakan oleh komunitas Tong Baronda ini bekerja sama dengan Biang Project. Diketahui, Tong Baronda merupakan komunitas yang digerakkan oleh anak-anak muda dari Papua yang bertujuan untuk menyuarakan budaya, adat, dan hasil komoditas asal Papua. Selanjutnya, Biang Project merupakan kanal media atau wadah bagi Tong Baronda dan yang lainnya.

Kegiatan ini juga melibatkan anak muda, mahasiswa dan masyarakat umum seJABODETABEK. Dibuka dengan melakukan tradisi bakar batu, hingga sambutan tarian adat seka oleh teman-teman komunitas UNJ Kaimana. Kemudian acara tersebut dibuka secara langsung Pdt. Albert Yoku, Ketua BP3OKP Papua.

Dalam sambutan pembukannya Charles Kossay selaku koordinator acara menyampaikan apresiasi setinggi dan sehormat-hormatnya kepada penyelanggara dan rekan-rekan yang hadir. “Momentum ini sangat tepat diselenggarakan. Sebagai langkah awal dari teman-teman mahasiswa maupun teman teman asal Papua untuk menunjukan kreatifitas, budaya dan hasil olahan komoditas asal Papua.” – Ucap, Charles Kossay.

Dihadapan teman teman yang hadir, Pdt. Albert Yoku, Ketua BP3OKP Papua, menyampaikan pentingnya kolaborasi oleh rekan rekan dari berbagai latar belakang. Dirinya, mengungkapkan bahwa acara ini sebagai bentuk wujud kolobrasi tradisi di era digitalisasi. “Selaras dengan tema yang dicantumkan oleh penyelenggara Merajut Identitas Papua yang Kreatif, Inovasi dan Kolaborasi Tradisi, di Era Digital, ini bentuk komitmen dan sikap adaptif yang sudah semestinya kita lakukan bersama sebagai masyarakat Papua, dan sebagai
warga negara Indonesia.” Ucap Pdt. Albert Yoku.

Selain itu Albert Yoku juga menyampaikan pentingnya sinergi antara seluruh masyarakat Papua, atau komunitas Tong Baronda ini untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dirinya mengungkapkan ini menjadi bagian penting agar masyarakat Indonesia yang lainnya lebih mengenal budaya, adat, komoditas yang ada di Papua.

Dalam sesi selanjutnya, salah satu narasumber yakni Jenny Widjaya, Pengusaha Perempuan Inspiratif & CEO Sagolicious, merasa senang bisa hadir di tengah acara Festival UMKM ini, sebagai sosok pengusaha yang mempunyai bisnis dengan bahan dasar sagu.

Jenny menyampaikan rasa bangganya.
“Senang dan bangga, ketika sebagai seseorang yang memiliki usaha di bidang makanan dengan bahan dasar sagu dan dapat menciptakan hasil olahan dengan berbagai macam yang saat ini tersedia di sagolicius. Tentu, prosesnya tidak mudah, diperlukan banyak waktu dan tenaga, memikirkan segala hal yang tujuannya untuk memperkenalkan sagu ini ke khalayak ramai dan ke seluruh Nusantara Indonesia.” ucap Jenny Widjaja.

Jenny Widjaja juga menyampaikan pengalamannya ketika melakukan riset and development di Papua, untuk memastikan bahwa sagu mempunyai potensi yang sangat besar, dan dirinya bermimpi bahwa sagu ini dapat menjadi hidangan favorit di atas meja makan bagi setiap orang diberbagai daerah.

Setelah melalui proses yang panjang, Jenny Widjaja mengungkapkan keberhasilannya menciptakan produk dengan berbahan dasar sagu ini merupakan suatu hal yang membanggakan. Dirinya, dihadapan para peserta menyampaikan cita-citanya untuk
memperkenalkan sagu sampai tingkat kancah internasional.
“Ketika sagu ini terkenal, akan banyak hal yang berdampak dan bermanfaat. Terutama bagi masyarat Papua, mulai secara ekonomi, kesejahteraan, sampai nanti banyaknya minat masyarakat secaea umum membeli sagu. Entah untuk diolah secara pribadi atau dijadikan bahan olahan.” Ungkap Jenny, CEO Sagolicious.

Lebih lanjut Alfred Pablika, Tokoh Anak Muda Papua menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kalangan mahasiswa asal Papua yang berdomisili di JABODETABEK.

“Ini kesempatan bagi kami para mahasiswa memperkenalkan karya, kreatifitas, hasil masakan dari anana kami, anana ini ungkapan ialah teman lah secara umum.” Ucap Alfred.

Alferd berharap kegiatan ini terus berjalan dan berlanjut. Bukan hanya di Jakarta, melainkan diseluruh pelosok daerah Kota, Kabupaten yang berada di Indonesia. Dirinya ingin, gerakan Tong Baronda ini menjadi wadah bagi teman teman asal Papua untuk memperkenalkan budaya, adat, maupun pariwisata yang ada di Papua kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Terakhir, Agnia Addini selaku founder dari Biang Project menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan rekan Biang Project akan terus melakukan upaya dan bergerak secara masif bersama dengan anak-anak Muda Papua untuk melakukan berbagai kegiatan yang bisa mewadahi kreatifitas dan berbagai usaha (UMKM) anak-anak papua diseluruh titik di Indonesia bahkan Luar Negeri. “Tentu Tong Baronda akan menjadi wadah akar rumput bagi setiap elemen masyarakat, mahasiswa asal Papua untuk terus bertumbuh bersama.

Biang Project akan menjadi kanalisasi untuk terus menyuarakan baik itu ide, kreatifitas serta keanekaragaman budaya papua dalam ruang digital ” Ucap Agni.

Bagi Agni, digitalisasi menjadi peran penting dalam melakukan campaign sehingga hal itu selaras dengan apa yang ingin dilakukan oleh komunitas Tong Baronda. Dirinya mengaku juga akan mempersiapkan kegiatan lainnya dengan berbagai bentuk yang berbeda. Yang bertujuan untuk memperkenalkan Papua ke masyarakat umum. (***)

Ekonomi

LSM PRB Minta OJK Periksa BCA Finance Bintaro Serpong Damai Terkait Dugaan Kredit Bermasalah

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa PT BCA Finance Bintaro Serpong Damai. Permintaan ini terkait kasus kredit kendaraan atas nama Rikson Dablok untuk unit Toyota Fortuner nopol B 1054 PJO yang datanya tidak terdaftar dalam sistem online.

Akibatnya, kendaraan tersebut ditilang oleh polisi. Padahal kredit sudah berjalan hampir 3 tahun dan angsuran lancar.

“Peristiwa ini sudah disampaikan ke BCA Finance dan langsung ke kantor Serpong Damai, tapi tidak ada respon. Karena itu Rikson Dablok memberi kuasa kepada kami dan kami datang ke kantor BCA di Cibinong. Sudah bertemu staf bernama Yeni dan menyerahkan dokumen untuk dipelajari. Sampai hari ini tidak ada titik temu,” ujar Ketua LSM PRB.

Saat di hubungi tlp seluler nya Senin 24 / Agustus 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan ,permasalahan muncul karena dokumen kendaraan yang dibiayai tidak akurat. Hal itu membuat debitur enggan melanjutkan pembayaran kredit,”terang nya.

“Nasabah akhirnya masuk kredit macet dan kena BI Checking kol 2 , Padahal sebelumnya lancar. Setelah dicek di Samsat, keluar surat bahwa mobil tidak masuk dalam sistem. Ada “dugaan indikasi “ mobil yang dikreditkan adalah mobil bekas dengan dokumen ganda,” jelasnya.

LSM PRB menilai OJK sebagai lembaga pengawas harus menelusuri perbuatan yang diduga dilakukan kreditur nakal.

“Kami minta OJK yang mengawasi BCA Finance untuk periksa hal ini. Bisa jadi kasus ini merugikan masyarakat yang kredit mobil bekas. Sesuai aturan, jangan ada perusahaan yang kebal hukum,” tegasnya.

Johan juga meminta OJK mempertimbangkan status debitur macet. Menurutnya, macet dalam kasus ini bukan karena sengaja tidak bayar, melainkan karena kendaraan ditangkap polisi akibat dokumen tidak terdaftar online.

“Jangan ketika urusan rakyat OJK langsung tindak, pasang BI Checking. Tapi kreditur nakal harus juga ditindak. Nasabah macet karena ada persoalan saat ditangkap polisi dan dokumen mobil bermasalah,” ujarnya.

LSM PRB menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi konsumen yang dirugikan akibat pembiayaan kendaraan dengan dokumen tidak jelas,”papar nya………Ron

Continue Reading

Ekonomi

PT RBM Logistik Indonesia Perkuat Manajemen dan Siapkan Ekspansi Pasar Jelang RUPS

Published

on

By

JAKARTA, Sentana – PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat bisnis dan memperluas pasar menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan solusi rantai pasok terintegrasi itu tidak hanya mempersiapkan agenda korporasi, tetapi juga melakukan penguatan struktur kepemimpinan dengan melibatkan sejumlah eksekutif senior dan pengusaha berpengalaman.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi PT RBM Logistik Indonesia untuk meningkatkan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri logistik nasional yang semakin kompetitif.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, perusahaan memproyeksikan sejumlah nama dengan pengalaman di sektor korporasi dan dunia usaha untuk menempati posisi strategis.

Beberapa nama yang diproyeksikan masuk dalam jajaran strategis perusahaan di antaranya Haryo Silalahi dan Anita Rahmi. Keduanya disebut memiliki pengalaman serta jaringan bisnis yang diharapkan dapat mendukung ekspansi pasar dan pengembangan arah bisnis perusahaan.

Selain itu, Subhan, yang pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Semen Indonesia, juga diproyeksikan memperkuat jajaran manajemen. Pengalaman dalam mengelola operasional korporasi berskala besar dinilai relevan dengan kebutuhan PT RBM Logistik Indonesia dalam mengembangkan layanan rantai pasok.

Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, mengatakan persiapan RUPS menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis dan mengambil langkah strategis menuju pertumbuhan yang lebih besar.

“Persiapan RUPS ini merupakan momentum krusial bagi perusahaan untuk melakukan lompatan strategis yang lebih besar. Dengan mengintegrasikan keahlian profesional eksekutif senior serta kekuatan jaringan pengusaha papan atas seperti Bapak Haryo Silalahi dan Ibu Anita Rahmi, kami optimis PT RBM Logistik Indonesia mampu menghadirkan solusi rantai pasok yang jauh lebih inovatif, efisien, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” ujar Agus.

Fokus Transformasi Digital dan Ekspansi Bisnis

Selain penguatan jajaran manajemen, agenda strategis perusahaan juga diarahkan pada pengembangan layanan berbasis teknologi.

PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik, termasuk optimalisasi armada dan pengelolaan rantai pasok.

Perusahaan juga membuka peluang kemitraan strategis baru, termasuk dengan mitra bisnis di tingkat internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan posisi PT RBM Logistik Indonesia dalam industri logistik nasional.

Dengan penguatan tata kelola, pengalaman jajaran eksekutif, serta pengembangan teknologi, perusahaan menargetkan mampu memberikan layanan logistik yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

PT RBM Logistik Indonesia selama ini menyediakan layanan solusi rantai pasok, pergudangan, dan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menempatkan ketepatan, efisiensi, dan inovasi teknologi sebagai bagian dari strategi untuk mendukung konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Continue Reading

Ekonomi

HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pesantren kini tidak hanya dituntut berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi dan kemampuan membangun jejaring yang lebih luas.

Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur dalam memperkuat ekosistem pesantren.

Melalui keterangannya, Rabu (12/8), Ketua HEBITREN Jakarta Timur, K.H. Zaenul Muttaqin, SE, M.Pd, Doctor Candidat, mengatakan, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dari upaya membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki pesantren cukup besar. Selain memiliki sumber daya manusia berupa santri dan para pengelola pesantren, lembaga pendidikan tersebut juga memiliki jaringan alumni serta basis masyarakat yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan berbagai unit usaha.

“Pesantren memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian pesantren,” ujar K.H. Zaenul Muttaqin.

Ia menilai, HEBITREN dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut, terutama dalam hal pengembangan usaha, peningkatan kapasitas pengelola, berbagi pengalaman dan membangun jaringan antarpesantren.

Namun, menurutnya, kemandirian ekonomi tidak semata-mata diukur dari banyaknya unit usaha yang dimiliki pesantren.

“Yang paling penting adalah membangun ekosistem. Ada peningkatan kapasitas SDM, tata kelola yang baik, jaringan usaha dan keberlanjutan. Jadi bukan sekadar memiliki usaha, tetapi bagaimana usaha itu benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi pesantren,” katanya.

Di sisi lain, FKPP Jakarta Timur memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarpondok pesantren.

Dewan Penasehat HEBITREN Jakarta Timur sekaligus Ketua FKPP Jakarta Timur, K.H. Mahmud Efendy, Lc., MA, mengatakan, pesantren perlu terus memperkuat komunikasi dan kerja sama agar berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pesantren memiliki karakter dan potensi masing-masing. Dengan komunikasi dan kolaborasi, potensi itu bisa saling menguatkan,” ujar K.H. Mahmud.

Ia menambahkan, perkembangan zaman membuat pesantren harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Karena itu, penguatan kelembagaan, pendidikan, ekonomi dan jejaring menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan pesantren ke depan.

Sementara itu, Pengurus DPW HEBITREN DKI Jakarta, Gus Adnan Hafizh, S.Pd., M.Pd, menilai, pengembangan ekonomi pesantren juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi generasi santri.

Menurutnya, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan kewirausahaan, kemampuan berkomunikasi serta wawasan yang lebih luas.

“Santri harus dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah. Karena itu, pendidikan, kewirausahaan dan jejaring harus berjalan beriringan,” katanya.

Membuka Jejaring ke Dunia Internasional

Upaya memperluas jejaring tersebut, salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur dengan Lembaga Santri Mendunia.

Kolaborasi tersebut dideklarasikan di Kota Songkhla, Thailand, dengan tujuan membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi pesantren dan santri Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi HEBITREN Jakarta Timur dipimpin K.H. Zaenul Muttaqin, didampingi K.H. Mahmud Efendy dan Gus Adnan Hafizh. Kolaborasi tersebut juga berlangsung atas arahan Ketua Umum DPW HEBITREN DKI Jakarta, Dr. KH. Sofwan Yahya, Lc., MA.

Dari pihak Santri Mendunia, kerja sama tersebut diinisiasi oleh Gus Muhammad Aziz Baedhowi, S.Pd., M.Pd., PhD, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Gus Nizom.

K.H. Zaenul Muttaqin mengatakan, jejaring internasional bukan tujuan akhir, melainkan salah satu sarana untuk membuka akses pengetahuan, pengalaman, kerja sama dan peluang baru bagi pesantren serta santri.

“Ketika pesantren mampu membangun jejaring yang lebih luas, peluang untuk belajar dan berkembang juga semakin terbuka. Tetapi yang harus tetap menjadi pijakan adalah nilai-nilai pesantren dan kepentingan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pesantren memiliki ruang yang semakin luas untuk mengambil bagian dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama lintas negara.

Bagi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur, penguatan pesantren tidak cukup dilakukan melalui satu bidang saja. Kemandirian ekonomi, kualitas pendidikan, kapasitas sumber daya manusia dan jejaring harus dibangun secara beriringan.

“Dari sinilah pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lembaga yang mandiri, produktif dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari pesantren membangun kemandirian, dari santri menebar manfaat dan dari Indonesia membuka jalan menuju dunia,” pungkas pria Kelahiran Kota Wali Demak ini. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending