Ibukota
Kepala SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading: Alkafest 2024 Digelar Untuk Rayakan Kreativitas, Prestasi, dan Kepedulian Sosial Pelajar
Jakarta, Hariansentana.com – Kepala Sekolah SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Jakarta Utara, Mashuri, M.Pd, mengungkapkan, Festival Alkafest 2024 yang digelar sejak Juni 2024 bertujuan untuk merayakan kreativitas, prestasi, dan kepedulian sosial pelajar serta masyarakat umum se-Jabodetabek.
Menurut Mashuri, dengan mengusung tema “The Wonderland a Step Into a Magical Moment”, festival Alkafest 2024 ini mengajak peserta untuk menyalurkan bakat di berbagai bidang olahraga, seni, dan sosial.
Ia mengungkapkan, bahwa tema tersebut dipilih oleh para siswa sendiri sebagai representasi semangat mereka untuk merayakan momen spesial ini dengan penuh kegembiraan dan hiburan.
“Tema ini juga mencerminkan harapan untuk menciptakan suasana yang menghibur dan meriah bagi semua peserta dan pengunjung,” kata Mashuri kepada wartawan di sela acara Closing Alkafest 2024 di Sport Klub Britama Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (11/1/2025) malam.
“Setiap tahun tema Alkafest memang disesuaikan dengan kesepakatan dan semangat angkatan siswa. Dan tahun ini pihaknya ingin membawa suasana karnaval yang penuh warna dan keceriaan,” sambung Mashuri.

Disebutkan juga bahwa Alkafest 2024 menawarkan kompetisi di berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga seni. Lomba olahraga yang dipertandingkan mencakup futsal, basket, dan renang, yang memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan fisik dan strategi mereka.
“Kegiatan seni juga menjadi bagian penting dalam festival ini. Lomba solo vokal, FIFA, Mobile Legend, Ratoh Jaroe, dan Valorant akan menguji keterampilan para peserta dalam bidang seni dan permainan digital,” tukasnya.
Lebih jauh ia mengatakan, ajang kompetisi Alkafest juga mengedepankan nilai sosial dan peduli lingkungan. Hal itu ditandai dengan adanya berbagai kegiatan sosial seperti penanaman pohon bakau dan bakti sosial menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Lewat program ini, para pelajar diajak untuk aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan mempererat solidaritas antar sesama. Kita ingin siswa-siswa tidak hanya berprestasi dalam bidang akademis dan non-akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Itulah mengapa Alkafest juga melibatkan kegiatan sosial dan ekologi yang bertujuan untuk memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” paparnya.

Festival Alkafest 2024 yang melibatkan seluruh siswa, tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk bersaing, tetapi juga sebagai platform mengembangkan karakter dan kemampuan kepemimpinan. Sejak awal tahun, siswa-siswa SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading mulai terlibat dalam kepanitiaan, dengan setiap angkatan memainkan peran penting dalam menyukseskan acara.
“Semua panitia dilatih untuk mengasah kreativitas, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta komunikasi yang efektif,” ujarnya.
Pererat Hubungan Antar Angkatan
Sementara salah satu siswa kelas 10, Rheszano Rhesztiko mengatakan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga, tetapi juga mempererat hubungan antar angkatan.

Chiko yang juga terlibat dalam kepanitiaan dan ikut mendampingi Kepala Sekolah dalam wawancara tersebut mengatakan, bahwa Alkafest adalah ajang di mana semua siswa dari kelas 10 hingga 12, bisa bekerja sama dan merasakan keseruan yang sama. Ini pengalaman yang luar biasa.
“Persiapan panitia sudah cukup lama atau sejak bulan Juni 2024. Awal Juni itu sudah mulai pendaftaran panitia dan nanti di pendaftaran panitia itu akan dibentuk berbagai divisi di mana semua siswa yang ingin mengikuti kepanitiaan memilih divisinya di mana setiap divisi ada jobdesknya masing-masing. Jadi semuanya berpartisipasi,” paparnya.
Menurut Thiko, manfaat yang dirasakan setelah terlibat langsung dalam kegiatan Alkafest 2024 banyak. Yang paling terasa adalah hubungan antara kelas 10, 11 dan kelas 12, jadi lebih erat, lebih saling mengenal karena juga spend time bareng.
“Kan jadi banyak waktu bareng dan banyak pengalaman. Selain itu, berurusan dengan pemain, segala macam registrasi, bagaimana menyambut penonton, juga persiapan di belakang layar menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, walaupun super sibuk dan ribet namun kegiatan ini tidak terlalu mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Bisa melonggarkan jadwal dulu kalau misalnya ada pelajaran yang harus dikejar, jadi bisa dipercepat untuk ngejarnya,” ucapnya.
Untuk ke depannya, ia berharap bakal jadi lebih totalitas lagi lebih dan semuanya benar-benar bisa ada partisipasinya, agar bisa lebih maksimal lagi acaranya.
“Jangan pernah takut atau malu untuk berkarya, karena untuk berkarya di usia SMA itu akan mendapatkan hal-hal yang sangat berharga dan sangat luar biasa untuk nanti ke depannya,” tutup Chiko.
Alkafest sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 dan sejak saat itu telah menjadi festival bergengsi yang menggabungkan berbagai aspek prestasi dan kreativitas siswa.
Setiap tahun, Alkafest mengusung tema berbeda yang memberikan pengalaman unik bagi peserta dan pengunjung. Dengan berbagai kompetisi, kegiatan seni, dan program sosial, Alkafest terus berkomitmen untuk membentuk generasi muda yang berprestasi dan peduli terhadap sesama.(s)
Ibukota
PMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan
JAKARTA, Sentana — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menilai demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius berupa menguatnya dominasi kekuasaan dan melemahnya mekanisme check and balance antarlembaga negara.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menyampaikan kritik tersebut dalam forum “Mimbar Menggugat” bertema “81 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Semakin Berkuasa?” pada Sabtu (29/8/2026).
Yohanes menilai muncul gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika institusi negara seolah diperlakukan sebagai kepentingan kelompok atau pihak tertentu.
“Kita sedang menghadapi gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika negara seolah-olah diperlakukan sebagai barang yang dimiliki oleh para pejabat atau kelompok yang sedang berkuasa. Padahal negara ini adalah Republik, Res Publica, sesuatu yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” ujar Yohanes.
Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah, terutama ketika sejumlah pimpinan partai politik berada dalam struktur eksekutif.
“Apa yang mau diharapkan dari DPR saat ini sebagai sebuah mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan apabila ketua-ketua partai banyak yang ada di dalam kabinet pemerintahan?” katanya.
Menurut Yohanes, persoalan tersebut bukan sekadar masalah individu anggota DPR, melainkan berkaitan dengan relasi kekuasaan dan praktik sistem kepartaian.
Partisipasi Publik Dinilai Melemah
PMKRI juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.
Yohanes menilai masyarakat harus memiliki kesempatan nyata untuk mengetahui, memberikan masukan, menyampaikan keberatan, serta memastikan aspirasinya dipertimbangkan dalam proses legislasi.
“RUU itu bukan urusan privat para elite politik, melainkan urusan publik,” tegasnya.
Karena itu, PMKRI mendorong mahasiswa dan pemuda memperkuat konsolidasi serta kembali mengambil peran sebagai kekuatan kritis dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.
“Bangsa ini lahir dari pergerakan pemuda. Masa depan bangsa harus tetap digenggam oleh tangan anak muda, karena ini adalah tuntutan sejarah,” pungkas Yohanes.
Ibukota
Dr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung, mengukuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Fauzi Bowo alias Bang Foke sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB).
Pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum baru dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus melestarikan adat, budaya, dan identitas Betawi di Jakarta.
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengukuhkan LAKB. Menurut dia, keberadaan lembaga tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
“Kami masyarakat Betawi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano dalam keterangannya, pada.Sabtu (29/8/2026).

Menurut Riano, pembentukan LAKB diharapkan menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.
Ia berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian yang berada di Jakarta.
Dengan demikian, berbagai organisasi dan komunitas Betawi dapat berhimpun secara lebih terarah, tertib, dan terkoordinasi.
Riano juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur-unsur yang selama ini berada di lingkungan Bamus Betawi, untuk bersama-sama berhimpun dalam LAKB.
“Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,” kata Riano.
Satukan Organisasi Kebetawian
Riano menilai keberadaan LAKB menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi.
Menurutnya, selama ini terdapat beragam organisasi dan perkumpulan yang bergerak dalam bidang kebudayaan, adat, sosial, dan kemasyarakatan Betawi.
Dengan terbentuknya LAKB, ia berharap seluruh unsur tersebut dapat terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid tanpa menghilangkan peran dan keberagaman masing-masing organisasi.
“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan LAKB merupakan hasil dari proses dan perjuangan yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pengukuhan lembaga tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi masyarakat Betawi di Jakarta.
“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,” ujar Riano.
Fauzi Bowo Dianugerahi Gelar Dato Mualim
Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim. Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin DKI Jakarta dan dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan masyarakat serta kebudayaan Betawi.
Pengukuhan Bang Dr.H.Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Ke depan, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi kebetawian, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat serta kebudayaan Betawi kepada generasi berikutnya.
Pembentukan lembaga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta, sehingga pembangunan dan modernisasi Ibu Kota tetap berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya masyarakat Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan jati diri Jakarta.(Sutarno)
Ibukota
Meriahkan HUT RI ke-81 PT Oval Advertising Bersama Yayasan Gardu 08 Indonesia Gelar Turnamen Adu Penalti
JAKARTA, SENTANA – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Oval Advertising dan Yayasan Gardu 08 Indonesia menggelar lomba turnamen adu penalti yang berlangsung di lingkungan RW 02 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/8).
Lomba turnamen adu penalti ini merupakan kegiatan yang kali keduanya digelar pada momen perayaan HUT RI. “Tahun lalu kegiatan adu penalti berlangsung seru dan sukses. Untuk itu pada tahun ini kita selenggarakan lagi dan banyak pesertanya,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) PT Oval Advertising Gunawan Agus Salim yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Gardu 08 Indonesia.
Pertandingan adu penalti yang diprakarsai Agus Salim diikuti oleh 32 tim. Sebanyak 16 tim tuan rumah dari RW 02 Pejagalan. Sedangkan 16 tim dari lingkungan seberangnya yakni 07 Kelurahan Angke, Jakarta Barat. Tiap tim terdiri dari tiga orang pemain.
Adapun hadiah yang disiapkan berupa uang tunai Rp 10 juta dengan rincian Juara 1 dapat Rp 7 juta, sedangkan runner UP Rp 2 juta, dan juara ketiga Rp 1 juta.
Ajang penuh kebersamaan ini sukses menarik perhatian warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja, pemuda hingga orang tua, yang antusias turun ke lapangan. Para peserta tampak berjuang sekuat tenaga mengerahkan semua kemampuan terbaiknya demi menjadi juara dan meraih hadiah utama.
Lomba turnamen adu penalti ini selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai ajang untuk berolah raga. Para pemenang akan mendapat hadiah yang cukup menarik. Hadiah pemenang turnamen ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Gardu 08 Indonesia, Bapak Letkol Inf (Purn) Soewito. (**)
-
Peristiwa4 days agoPLN Akui Abaikan Hak Hidup Warga Dalam Pembangunan SUTET 500 Kv Tg.Priok-Muara Tawar
-
Polhukam6 days agoKonsumen Gugat Informa Rp1,5 Miliar, Sofa Pengganti Kembali Rusak dalam Hitungan Bulan
-
Polhukam4 days agoKetua Umum DPP GMNI, Mengajak Seluruh Elemen Bangsa untuk Jaga Indonesia
-
Ibukota7 days agoPeduli Kemanusiaan, Walikota dan Dandim 0502 Jakarta Utara, Bedah Rumah Nenek Umayah

