Connect with us

Hiburan

Akhir Tahun, Trans Studio Bandung Persembahkan Circus on Ice

Published

on

Jakarta, HarianSentana

Momen Natal dan Tahun Baru akan segera tiba. Menyambut bulan Desember, sekaligus momen libur akhir tahun, Trans Studio Bandung mempersembahkan pertunjukan sirkus internasional ‘Circus On Ice by Savaliev’s Grand Circus.’ Atraksi sirkus ini merupakan pertunjukan sirkus di atas es pertama yang diselenggarakan di Trans Studio Bandung.

Tidak main-main, pertunjukannya dimeriahkan oleh pemain profesional yang berasal dari Ukraina dan Rusia, berkolaborasi dengan performer dari Trans Studio Bandung. Atraksi yang memadukan keahlian ice skating, aksi akrobatik, dilengkapi dengan tata cahaya, serta aransemen musik yang aktraktif berada di atas areal 29×26 meter2.

“Dengan durasi selama kurang lebih 45 menit, para pemain sirkus tersebut akan memainkan beberapa atraksi di atas es seperti Aerial silk, Bubbles, Acrobatic Trick, Palantine dan masih banyak lagi,” ujar Triya Filia Santi Head of Marcomm Trans Studio Bandung di Pondok Indah Indah Mall Jakarta Selatan, Rabu, (28/11/2019).

Seno Gautama Rinaldi manager Show and Talent mengatakan, secara teknis pertunjukan ini menceritakan tentang sebuah kerajaan es yang sedang melaksanakan pesta ulang tahun. Suasana meriah tentunya sangat kental dan seluruh rakyat pesta pora menyajikan pertunjukan terbaik, sebagai kado untuk sang raja.

“Circus On Ice bakal menghadirkan sebuah konsep baru pertunjukan, di mana pengunjung seolah-olah dibawa ke kerajaan es yang sedang melaksanakan pesta ulang tahun, di kerajaan es di mana akan ada persembahan untuk raja. Sebuah pesta rakyat dan ada beberapa karakter, kita harapkan anak-anak suka dan berinteraksi dengan pengunjung yang hadir,” terang Seno.

Apabila penasaran, pertunjukan ‘Circus On Ice by Savaliev’s Grand Circus’ dapat disaksikan di Amphiteater, Trans Studio Bandung setiap hari pukul 14.00 WIB, kecuali Jumat pukul 15.00 WIB mulai tanggal 20 Desember 2019 – 4 Januari 2020. Harga tiket untuk menyaksikan pertunjukan ini adalah Rp280.000, sudah termasuk bermain di 20 wahana dan menyaksikan semua pertunjukan di Trans Studio Bandung.

Selain menampilkan aksi ‘Circus On Ice by Savaliev’s Grand Circus’, di awal bulan tepatnya 1 Desember 2019 Trans Studio Bandung juga menghadirkan Swaraloka vol.2.

Dengan menghadirkan Tulus, penyanyi asal Bandung yang telah merebut hati para pendengar music di Indonesia saat ini dengan single pertamanya ‘Sewindu.’ Dalam Swaraloka vol. 2 kali ini Tulus tidak tampil sendirian, dia akan ditemani oleh penyanyi wanita asal Bandung yakni Rahmania Astrini.

“Ya dalam swaraloka vol. 2 kami menghadirkan penyanyi Tulus yang akan di temeni Rah,amia Astrini penyanyi muda yang tenar dari media sosial dan kini sudah debut di industri musik tanah air dengan merilis single Menua Bersama. Konser diselenggarakan di Amphitheater, Trans Studio Bandung mulai pukul 19.00 WIB,” tutup Triya.

Editor: Pangihutan S

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seni Budaya

Pameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).

Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.

Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.

“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.

Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Hiburan

“Hapika” Bikin Heboh! Pokémon Pilih Happy Asmara dan Dangdut untuk Dekat dengan Warga Indonesia

Published

on

By

JAKARTA — Fenomena kolaborasi antara penyanyi dangdut koplo Happy Asmara dan The Pokémon Company sukses mencuri perhatian publik. Di balik kolaborasi unik tersebut, ternyata ada alasan khusus mengapa Pokémon memilih Happy Asmara sebagai ikon kolaborasi mereka di Indonesia.

Corporate Officer Pokémon, Susumu Fukunaga, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang ingin menghadirkan kolaborasi yang dekat dengan identitas musik Indonesia.

“Dari rencana awal kami memang ingin berkolaborasi dengan dangdut yang merupakan soul music Indonesia. Dan sebagai perwakilan dangdut, artis besar yang kami pilih adalah Happy Asmara,” ujar Fukunaga dalam sesi wawancara.

Tak hanya memilih artis dangdut populer, Pokémon juga secara khusus memilih lagu “Kopi Dangdut” sebagai bagian utama kolaborasi. Menariknya, lagu legendaris tersebut ternyata sudah cukup dikenal di Jepang dengan sebutan “Kopi Rumba”.

“‘Kopi Dangdut’ juga terkenal di Jepang dengan title ‘Kopi Rumba’. Kami tahu lagu ini sangat disayangi oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurut Fukunaga, nuansa dangdut dipilih karena dianggap paling cocok dengan konsep anime Pokémon yang identik dengan petualangan seru dan penuh keceriaan.

“Untuk anime itu kan melakukan perjalanan yang seru. Jadi tema yang cocok kami pilih dangdut, karena saat didengar juga jadi seru sendiri dan cocok dengan feel animenya,” lanjutnya.

Kolaborasi yang memadukan budaya pop Jepang dengan dangdut Indonesia itu ternyata tidak dibuat secara instan. Pokémon membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mempersiapkan proyek tersebut.

Salah satu tantangan terbesar selama proses produksi adalah menyesuaikan karakter Pikachu agar terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

“Bagian yang cukup sulit adalah menyesuaikan image Pikachu dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia,” ungkap Fukunaga.

Karena itu, dalam video musik kolaborasi tersebut, Pokémon mencoba menampilkan suasana yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Pikachu digambarkan hadir di tengah aktivitas santai seperti nongkrong, berbincang, hingga menikmati suasana khas lokal bersama warga.

“Tujuan terbesar kami adalah menampilkan image bahwa Pikachu dan Pokémon merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Meski Pokémon memiliki banyak karakter ikonik, pihaknya sengaja hanya menonjolkan Pikachu dalam proyek kali ini. Selain karena paling populer, pemilihan itu juga berkaitan dengan konsep nama kolaborasi “Hapika” yang menggabungkan unsur Happy dan Pikachu.

“Kalau ada Pokémon lain, kesannya jadi tidak fokus. Jadi kami fokus di Pikachu sendiri,” katanya.

Fukunaga menegaskan, tujuan utama Pokémon melalui kolaborasi ini adalah membuat masyarakat Indonesia semakin dekat dan menikmati dunia Pokémon dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan budaya lokal.

Ke depan, Pokémon juga membuka peluang menghadirkan kolaborasi baru di Indonesia, meski belum memastikan siapa artis berikutnya yang akan diajak bekerja sama.

“Kami akan lihat dulu bagaimana reaksi teman-teman di Indonesia terhadap kolaborasi ini. Setelah itu baru kami pikirkan lagi apa yang bisa dilakukan ke depannya,” tutupnya.

Continue Reading

Hiburan

Rayakan Ultah Ke-11, Mimich Perkenalkan Empat Single Baru “Negeri Gemilang Kami Pulang”

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Rayakan Ultah ke-11, Mimich (Michelle Vallerie Kee) memperkenalkan empat single terbarunya yang merefleksikan arah artistik yang semakin terdefinisi, menggabungkan ekspresi personal, nilai inspiratif, serta pendekatan multibahasa yang relevan dengan audiens global.

Empat lagu buah karya pencipta lagu Andrei Aksana tersebut adalah, Negeri Gemilang Kami Pulang, I Wish Upon A Shining Star, Fly Like A Butterfly, dan Im Not Just A Girl.

Andrei Aksana pencipta lagu Negeri Gemilang Kami Pulang menjelaskan bahwa, lagu ini merupakan salah satu lagu golden song dalam film “Timun Mas In Wounderland” yaitu film legenda rakyat Nusantara dengan sentuhan fantasi modern, dengan konsep magical yang bertujuan menembus pasar global, dengan menghadirkan cerita tradisional dalam visual yang segar,” jelas Andrei di Novotel Mangga Dua Square Jakarta Utara Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya lagu ini dihadiahkan kepada Mimich, karena Mimich merupakan salah satu anak yang memiliki vokal yang terbaik dalam soundtrack film ini.
“Film Timun Mas In Wounderland ini nantinya juga akan dibawa dalam Film Internasional Festival, agar semua orang diluar sana melihat bahwa, Indonesia memiliki talenta-talenta yang berbakat pada usia dini seperti Mimich ini,” terang Andrei.

“Lagu ini juga akan dipersembahkan untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Andrei berharap, lagu ini nantinya dapat dinyanyikan di Istana Presiden dalam perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” harapnya.

Di usia 11 tahun, Mimich menempati posisi unik sebagai emerging young artist yang tidak hanya mengandalkan performa vokal, tetapi juga kapasitas sebagai multitalenta, meliputi musik, modeling, dan akting.

Kemampuannya membawakan lagu dalam Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris memperluas spektrum audiens sekaligus memperkuat positioning sebagai talenta muda dengan orientasi lintas pasar.

“Musik bagi saya adalah cara untuk berbagi semangat dan kebahagiaan. Saya ingin lagu-lagu ini bisa menemani dan memberi inspirasi,” ujar Mimich.

Portofolio Mimich juga diperkuat oleh sejumlah Capaian kompetitif di tingkat regional dan internasional sepanjang 2024, yang menjadi fondasi kredibilitasnya dalam membangun karier jangka panjang di industri hiburan.

Segudang capaian pernah diraihnya antara lain, sebagai Little Miss Tionghoa Favorite Indonesia 2024., Sebagai Gold award YEFF Danang Vietnam 2024. Mimich juga telah meraih Gold award IPSF Indonesia 2024, Silver award ASF Singapore 2024 dan .First place HKYPA Indonesia 2024.

Mimich memiliki belasan single yg bisa didengarkan di berbagai digital flatform. Fasih berbicara/bernyanyi dalam 3 bahasa yaitu bahasa Indonesia, Chinese, dan bahasa Inggris.

Keempat single tersebut kini tersedia di berbagai platform musik digital, menandai langkah lanjutan Mimich dalam mengembangkan identitas artistik yang kompetitif dan relevan di era industri musik yang semakin global. (***).

Continue Reading
Advertisement

Trending