Ibukota
Pemprov DKI Jakarta Raih 269 Penghargaan Selama Dua Tahun Terakhir
Jakarta, Hariansentana.com — Di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih 269 penghargaan, mulai dari bidang pemerintahan, pembangunan ekonomi, hingga lingkungan hidup. Jumlah tersebut merupakan total penghargaan yang diraih sejak Pj. Gubernur Heru menjabat pada pertengahan Oktober 2022 sampai dengan 1 Oktober 2024.
Pj. Gubernur Heru menuturkan, raihan penghargaan ini adalah wujud nyata dari sinergi para Perangkat Daerah, stakeholder, dan masyarakat. Tentunya, akan menjadi pemantik semangat untuk capaian prestasi mendatang.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, para stakeholder terkait, dan masyarakat Jakarta yang sudah bersama-sama melakukan yang terbaik untuk Kota Jakarta. Penghargaan ini sepatutnya menjadi pemantik semangat untuk kinerja yang lebih baik lagi ke depan. Semoga kepemimpinan selanjutnya dapat meneruskan apa yang sudah dikerjakan selama ini dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” ungkap Pj. Gubernur Heru, di Balai Kota Jakarta, pada Senin (14/10).

Untuk diketahui, dari 269 raihan penghargaan tersebut, bidang pemerintahan memperoleh 63 penghargaan, bidang perekonomian dan keuangan meraih 83 penghargaan, bidang pembangunan dan lingkungan hidup mendapat 18 penghargaan, bidang kesejahteraan rakyat menyabet 45 penghargaan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebanyak 60 penghargaan.
Bidang perekonomian meraih penghargaan terbanyak berkat beragam upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang turut berdampak terhadap perekonomian nasional. Hal ini sejalan dengan slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia yang diusung Pj. Gubernur Heru.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat, angka inflasi Jakarta pada Agustus 2024 sebesar 1,98 persen. Jumlah ini lebih rendah 2,12 persen dibanding inflasi nasional pada Agustus 2023 secara year on year (y-on-y). Laju inflasi yang terkendali mengantarkan Pj. Gubernur Heru meraih penghargaan Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah untuk tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kategori Apresiasi Khusus Fiskal Sangat Tinggi pada Agustus 2024.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta juga meraih penghargaan TPID Terbaik Kategori Provinsi di Jawa dan Bali dalam TPID Awards. Penghargaan tersebut diberikan Presiden RI Joko Widodo kepada Pj. Gubernur Heru pada 31 Agustus 2023.
Penghargaan prestisius lainnya di bidang ekonomi yang diraih Pemprov DKI Jakarta adalah peningkatan digitalisasi transaksi daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pada 2023, Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik I Tingkat Provinsi Wilayah Jawa. Kemudian, pada 2024, Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan TP2DD Terbaik II Tingkat Provinsi Jawa-Bali. Penghargaan ini merupakan hasil sinergi serta inovasi dari 45 instansi anggota TP2DD.
Bidang pemerintahan turut menunjukkan kinerja yang baik. Pemprov DKI Jakarta mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Predikat ini berkat optimalisasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pencapaian prestisius lainnya di bidang pemerintahan, yaitu Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dan beberapa penghargaan terkait inovasi digital. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam memperkuat ekosistem digital dan keberlanjutan.
Sementara itu, di bidang pembangunan dan lingkungan hidup, Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan Green Leadership hingga Piala Adipura. Sebagai bentuk apresiasi atas penghijauan dan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan, Pemprov DKI Jakarta juga menerima Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia atas 6.560.396 penanaman yang dilakukan, meliputi 246.651 pohon pelindung dan produktif, 6.158.518 tanaman hias, dan 155.227 pohon mangrove. Berbagai penghargaan ini membuktikan DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi terbaik dalam mengelola lingkungan hidup.
Adapun di bidang kesejahteraan rakyat, penghargaan terbanyak berasal dari sektor kesehatan. DKI Jakarta berhasil melakukan pelaporan indikator kesehatan nasional dan mengeliminasi malaria.(sutarno)
Ibukota
Kelurahan Pademangan Barat Bersama PT KAI Daop I Bersihkan Tumpukan Sampah di Rel KA Pademangan Barat dan Timur
Jakarta, Hariansentana.com – Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Waspada raya dan Pademangan V Raya, tepatnya di bantaran rel kereta api Pademangan Barat dan Timur, dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pademangan Barat dan Timur, Rabu (3/9/2026).
Sebanyak 45 petugas PPSU dan karyawan PT KAI Daop I dikerahkan untuk membersihkan tempat tersebut.
Kasie Ekbang kelurahan Pademangan Barat Teguh Suprihatin di dampingi Ustadz Robby Ketua LMK mengatakan, pembersihan sampah di lakukan karena sampah di lokasi tersebut kembali menumpuk dan mengganggu serta adanya kereta api kontainer yang anjlok.
“Sampah di lokasi tersebut merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang warga. Tumpukan sampah sudah membuat wilayah tersebut jadi tampak kumuh dan kotor,” ujar Teguh

Sebanyak dua truk sampah diangkut dari lokasi tersebut. Selanjutnya, agar kawasan tersebut tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar, akan dipasang spanduk larangan membuang sampah.
“Tapi, yang paling utama agar kawasan tersebut bersih dari sampah. Diminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Teguh.(Sutarno)
Ibukota
PMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan
JAKARTA, Sentana — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menilai demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius berupa menguatnya dominasi kekuasaan dan melemahnya mekanisme check and balance antarlembaga negara.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menyampaikan kritik tersebut dalam forum “Mimbar Menggugat” bertema “81 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Semakin Berkuasa?” pada Sabtu (29/8/2026).
Yohanes menilai muncul gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika institusi negara seolah diperlakukan sebagai kepentingan kelompok atau pihak tertentu.
“Kita sedang menghadapi gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika negara seolah-olah diperlakukan sebagai barang yang dimiliki oleh para pejabat atau kelompok yang sedang berkuasa. Padahal negara ini adalah Republik, Res Publica, sesuatu yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” ujar Yohanes.
Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah, terutama ketika sejumlah pimpinan partai politik berada dalam struktur eksekutif.
“Apa yang mau diharapkan dari DPR saat ini sebagai sebuah mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan apabila ketua-ketua partai banyak yang ada di dalam kabinet pemerintahan?” katanya.
Menurut Yohanes, persoalan tersebut bukan sekadar masalah individu anggota DPR, melainkan berkaitan dengan relasi kekuasaan dan praktik sistem kepartaian.
Partisipasi Publik Dinilai Melemah
PMKRI juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.
Yohanes menilai masyarakat harus memiliki kesempatan nyata untuk mengetahui, memberikan masukan, menyampaikan keberatan, serta memastikan aspirasinya dipertimbangkan dalam proses legislasi.
“RUU itu bukan urusan privat para elite politik, melainkan urusan publik,” tegasnya.
Karena itu, PMKRI mendorong mahasiswa dan pemuda memperkuat konsolidasi serta kembali mengambil peran sebagai kekuatan kritis dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.
“Bangsa ini lahir dari pergerakan pemuda. Masa depan bangsa harus tetap digenggam oleh tangan anak muda, karena ini adalah tuntutan sejarah,” pungkas Yohanes.
Ibukota
Dr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung, mengukuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Fauzi Bowo alias Bang Foke sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB).
Pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum baru dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus melestarikan adat, budaya, dan identitas Betawi di Jakarta.
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengukuhkan LAKB. Menurut dia, keberadaan lembaga tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
“Kami masyarakat Betawi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano dalam keterangannya, pada.Sabtu (29/8/2026).

Menurut Riano, pembentukan LAKB diharapkan menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.
Ia berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian yang berada di Jakarta.
Dengan demikian, berbagai organisasi dan komunitas Betawi dapat berhimpun secara lebih terarah, tertib, dan terkoordinasi.
Riano juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur-unsur yang selama ini berada di lingkungan Bamus Betawi, untuk bersama-sama berhimpun dalam LAKB.
“Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,” kata Riano.
Satukan Organisasi Kebetawian
Riano menilai keberadaan LAKB menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi.
Menurutnya, selama ini terdapat beragam organisasi dan perkumpulan yang bergerak dalam bidang kebudayaan, adat, sosial, dan kemasyarakatan Betawi.
Dengan terbentuknya LAKB, ia berharap seluruh unsur tersebut dapat terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid tanpa menghilangkan peran dan keberagaman masing-masing organisasi.
“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan LAKB merupakan hasil dari proses dan perjuangan yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pengukuhan lembaga tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi masyarakat Betawi di Jakarta.
“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,” ujar Riano.
Fauzi Bowo Dianugerahi Gelar Dato Mualim
Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim. Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin DKI Jakarta dan dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan masyarakat serta kebudayaan Betawi.
Pengukuhan Bang Dr.H.Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Ke depan, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi kebetawian, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat serta kebudayaan Betawi kepada generasi berikutnya.
Pembentukan lembaga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta, sehingga pembangunan dan modernisasi Ibu Kota tetap berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya masyarakat Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan jati diri Jakarta.(Sutarno)
-
Peristiwa6 days agoPLN Akui Abaikan Hak Hidup Warga Dalam Pembangunan SUTET 500 Kv Tg.Priok-Muara Tawar
-
Polhukam6 days agoPremanisme dan Calo Marak di ATR/BPN Jakarta Utara, Ruang Kerja Pers Dipertanyakan
-
Polhukam6 days agoKetua Umum DPP GMNI, Mengajak Seluruh Elemen Bangsa untuk Jaga Indonesia
-
Polhukam6 days agoPT Jaya Putra Kundur Memohon Perlindungan Hukum kepada Ketua MA Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

