Polhukam
343 Kasus Penyalahgunaan Narkotika Berhasil di Tangani Mapolres Jakarta Utara Sepanjang Tahun 2023
Jakarta, Hariansentana.com – Menjelang Akhir tahun 2023, Polres Metro Jakarta Utara menggelar pres rilis akhir tahun yang langsung di pimpin Kapolres Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan didampingi AKBP Wiraga Dimas Tama Wakapolres Jakarta Utara, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara AKP Ken Rustoko, S.H, dan Kabag OPS AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si, Bertempat di Aula Lantai 6 Mapolres Jakarta Utara, Jl. Yos Sudarso No.13, RT.1/RW.12, Rawabadak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis, (28/12/2023).
Sepanjang tahun 2023 kasus yang terbanyak di wilayah hukum Mapolres Jakarta Utara didomisi oleh penyalahgunaan Narkotika dengan jumlah Laporan sebanyak 343 kasus dan berhasil ditangani sebanyak 222 kasus,dibanding tahun lalu di 2022 laporan sebanyak 258 kasus dan penanganan 245 kasus,yang mengalami peningkatan sebanyak 33% disusul kasus lain antara lain laporan kasus Pembunuhan sebanyak 3 Kasus dan penanganan 1 kasus,Anirat 192 kasus dan penanganan 63 kasus,Curat 311 kasus dan penanganan 403 kasus,Curas 24 kasus dan penanganan 28 kasus,Curanmor 97 kasus dan penanganan 157 kasus,Kebakaran 87 Kasus dan 0 kasus,Judi 6 kasus dan penanganan 5 kasus,Peras 10 kasus dan penanganan 5 kasus,Perkosaan 4 kasus dan penanganan 1 kasus,dan kenakalan remaja jumlah nihil,Dengan jumlah index kriminal di sepanjang tahun 2023 sebanyak 1077 kasus dan 855 kasus dengan jumlah presntase 29% dan -9,3%
Untuk penyalahgunaan Narkoba yang berhasil diungkap dan lagi ditangani di tahun 2022 -2023 oleh Resnarkoba sebanyak 198 kasus dan penanganan 160 kasus ditahun 2022 sedangakan di tahun 2023 yang ditangani oleh Resnarkoba 245 kasus dan 152 kasus di tangani,dan jumlah kasus Narkoba di Polsek Koja tahun 2023 sebanyak 8 laporan kasus dan 7 kasus sudah ditangani,Polsek Penjaringan 19 kasus dan penanagan 14 kasus,Polsek Cilincing 21 kasus dan penanganan 13 kasus,Polsek Tanjung Priok 13 kasus dan penanganan 12 kasus,Polsek Pademangan 22 Kasus dan penanganan 12 Kasus dan Polsek Kelapa Gading 15 kasus dan penanganan 12 kasus,dengan jumlah penyalahgunaan narkoba di tahun 2023 sebanyak 343 laporan kasus dan penanganan 222 kasus, dibanding di tahun 2022 ada kenaikan sebanyak 32,99% .
Laporan Lalu lintas di tahun 2023 di Sat Lantas Polres Jakarta Utara antara lain untuk Laka sebanyak 814 kejadian,Meninggal dunia 145 orang,Luka Berat sebanyak 11 orang ,Luka Ringan 933 orang,Penindakan KR 2 12.699 kendaraan,Penindakan KR 4 5.523 kendaraan.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan Dalam Pres Rilis Akhir Tahun yang digelar dengan Media baik itu Cetak, elektronik,online mengungkapkan kenapa dari tahun ke tahun jumlah kriminalitas malah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau 2020-2021 2022 pasti mengalami peningkatan dalam strata yang normal juga biasanya mengalami peningkatan karena jumlah penduduknya semakin banyak.
“Mobilitas orang semakin banyak kalau bicara kriminalitas terjadi karena adanya niat dan kesempatan,maka mobilisasi dari masa itu menjadi bagian yang sangat penting,kemudian dibandingkan tahun lalu yang masih mungkin kegiatan belum seperti normal, seperti saat ini tahun 2023,,bisa dikatakan bahwa kehidupan sosial berjalan dengan normal dan mobilitas masyarakat juga semakin meningkat,kasus juga terjadi peningkatan, jumlah populasi di Jakarta Utara,Maka kriminalitas juga mengalami peningkatan,baik modus maupun quantity nya.”ungkap Gidion
Kombes Pol Gidion Arif Setyawan lebih lanjut menyampaikan salah satu penyumbang terbesar adalah kinerja Resnarkoba yang mengalami peningkatan sehingga angka angka kriminalitasnya meningkat,karena ada angka narkoba ini kan tergantung aktivitas atau tergantung Represif yang dilakukan oleh personil, dari pengungkapan atau penyelesaian perkara juga mengalami peningkatan.
“Praktis,berarti ini sudah linear kasus boleh meningkat tapi penyelesaian perkaranya juga harus meningkat.”tandasnya.(Sutarno)
Polhukam
Hut Ke-65 Kolinlamil Bersama Forkopimko Jakut Kerja Bakti Bersihkan Kawasan Danau Sunter Selatan l dan ll.
Jakarta, Hariansentana.com.- Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Danau Sunter Selatan, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang bertema “Kita Wujudkan Danau Sunter yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan bersama unsur masyarakat.
Kegiatan karya bakti ini dipimpin langsung oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, serta dihadiri oleh Wali Kota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz, Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, para pejabat utama dan prajurit Kolinlamil, unsur Forkopimko Jakarta Utara, serta perwakilan instansi maritim terkait.
Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengapresiasi kolaborasi Forkopimko yang terjalin dalam kegiatan memastikan kebersihan di kawasan Danau Sunter.
Hendra menjelaskan, aksi bersih-bersih seperti ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan harus menjadi budaya hidup yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Program ini harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten. Kebersihan harus menjadi bagian dari gaya hidup kita,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Menurutnya, kegiatan itu juga sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih akan memberikan banyak manfaat, mulai dari mencegah penyakit, mengurangi pencemaran air, hingga meminimalisir potensi banjir di wilayah sekitar,” terangnya.
Rudhi menuturkan, Danau Sunter merupakan salah satu ruang publik strategis di Jakarta Utara yang memiliki fungsi ekologis dan sosial. Untuk itu, kebersihan dan keindahan kawasan tersebut harus terus dijaga agar tetap nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Rudhi menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Langkah sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.
“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa melalui sinergi dan semangat gotong royong, kita mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ucapnya.
Rudhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan pihak yang terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya.(Sutarno)
.
Polhukam
Narapidana Prof. Marthen Napang Kini Digugat Perdata, 4 wanita Dekatnya Turut Tergugat
Jakarta, hariansentana.com – NARAPIDANA Prof, Mathen Napang (MN) kini digugat Perdata. Diketahui, dalam Perkara Perdata di Pengadilan Negeri (PN.) Jakarta Pusat (Jakpus), Nomor; 105/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst, terdapat 4 orang wanita menjadi turut tergugat.
Keempat wanita itu adalah; Ny. Eliyantini Palimbunga, sebagai TURUT TERGUGAT I, Ny. Elizabeth Nathalia Tamara, sebagai TURUT TERGUGAT IISdr(i). Dian Purnamawati, sebagai TURUT TERGUGAT III Sdr(i). Anggia Murni, S.H., sebagai TURUT TERGUGAT IV.
Disinyalir, keempat wanita tersebut memiliki hubungan dekat dengan Tergugat Prof. MN karena menguasai aset milik MN yang bakal disita jaminan kerugian Penggugat, Dr, John N Palinggi, MM, M.BA.
Diketaui, Pada sidang perkara dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Penggugat di PN. Jakpus, Tergugat Prof. MN dan Tergugat I, III dan IV tidak hadir, hanya Tergugat II, Elisabeth Nathalia Tamara bersama kuasa hukum yang hadir.
Diketahui, Tergugat Prof. MN saat ini sedang menjalani tahanan penjara di Rutan Salemba. ia terbukti bersalah tindak pidana penipuan terhadap John N Palinggi dan dijatuhi hukuman penjara 3 Tahun. John Palinggi pulalah yang melakukan gugatan perdata terhadap MN. Pasalnya, akibat ulah penipuan MN, John Palinggi mengalami kerugian Puluhan Miliar Rupiah.
Dalam keterangannya sebagai saksi penggugat, Rusmini, staff Keuangan perusahaan milik John Palinggi mengungkapkan, akibat ulah MN, bossnya mengalami kerugian puluhan Miliar Rupiah, kerugian terbesar ialah dibatalkannya proyek pembangkit listrik di Palu oleh investor China, lalu ada biaya pengacara perkara pidana 2,5 M, dan Rp. 950 juta (penggelapan) yang diterima MN. sedangkan saksi Sutiah mengaku melihat sendiri tergugat MN menerima uang cash Rp. 100 juta dari John Palinggi.
Terkait turut tergugat II, Elisabeth Nathalia Tamara yang hadir di sidang itu, dirinya mengaku kaget mendapatkan surat panggilan dari PN. Jakpus untuk kasus MN.
“Saya memang tinggal di rumah yang diberikan oleh Marthen Napang, meski kami tidak memiliki surat resmi pernikahan, saya punya 2 anak oleh Marthen. ini anak pertama saya dengan MN bernama; Noel Marhten junior, yang Kedua; Brent Vander Senapang,” ungkap Elisabeth usai sidang perkara, di area PN. Jakpus, Rabu (17/06/2026).
Dikisahkan Elisabeth. ditinya mengenal MN pada Tahun 2010, dari hubungan suami-isteri tak resmi memiliki 2 anak, namun sejak meninggalnya anak kedua mereka Tahun 2018, Elisabeth tak pernah lagi bertemu dengan MN.
Pada. 9 November 2022, Elisabeth pernah berusaha menemui MN di Makasar bersama anaknya Noel yang saat itu duduk di kelas 4 SD. Ia melakukan itu guna meminta pertanggungjawaban MN yang tidak lagi menafkahi mereka.
“Hanya sesekali komunikasi dengan anaknya via WA, dan hanya memberikan uang Rp. 1 Juta transfer ke rekening anak,” ujar Elisabeth.
Yang membuat Elisabeth sedih, MN tidak mau menemui mereka. dia (MN) mengucapkan kata yang menyakiti anaknya. Elisabeth lantas meminta Noel anaknya untuk menceritakan kejadian di Makasar, namun Noel hanya menangis tak sanggup bercerita.
“Kami informasikan via pesan WA ke MN kalau kami ada di Makasar namun MN tidak mau menemui kami malah bilang kr anak saya sebagai bandar narkoba,” ungkapnya.
Sementara, diketahui Turut Tergugat I adalah isteri sah MN, sedangkan Dua wanita lainnya; Tergugat III dan IV tidak diketahui hubungannya dengan MN, namun diduga kedua wanita itu menjadi turut tergugat karena memegang aset milik MN yang akan dijadikan sita jaminan tuntutan perdata tersebut.
Polhukam
Cooling System untuk Menjaga Keteraturan Sosial di Masa Suhu Politik yang Memanas
Prof Dr Chryshnanda DL, M.Si (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)
JAKARTA , SENTANA – “Hati yang gembira adalah obat”, Pepatah di atas benar adanya, ketegangan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan bisa membuat keruh suasana. Di masa menjelang pemilihan umum suhu politik memanas. Saling serang, saling dukung dengan cara cara yang kadang kontra produktif. Plato ribuan tahun yang lalu menulis rakyat dianalogikan sebagai “big animal and beast”. Kaum sofis tahu cara menuruti, menyenang nyenangkan sampai memaksa dan memberayakan sesuai keinginannya. Di era post truth, fenomena yang ada diolah dengan sedemikian rupa diviralkan terus menerus pembenaran mengalahkan kebenaran.
Opini publik diobok-obok seolah-olah sudah gempar, geger genjik udan kirik. Heboh dengan berbagai isue yang dikemas dengan primordialisme (sara) dengan mengadu domba satu sama lainnya. Ketegangan dan memanasnya suhu politik akan semakin membuat antar saudara sesama anak bansa bisa saling serang dan sling bunuh satu sama lain. Manuver-manuver politik membuat baper dan hilangnya hati gembira. Sudah saling intip saling balas satu sama lain, saling membunuh karakter. Rakyat diberi tontonan yang menjerumuskan diprovokasi sebagai jaran keplakan.
Hati yang gembira adalah obat bagi kehidupan sosial yang sedang memanas. Membuat event-event dengan berbagai program yang membuat happy dan mencerahkan menjadi solusi cooling system. Acara acara yang menggembirakan bisa dengan model menjelang hari kemerdekaan di bulan Agustus, antara lain:
- Lomba lomba di kampung seperti: balap karung, panjat pinang, lomba kebersihan, gerak jalan, dsb,
- Syukuran dan makan bersama,
- Kongkow kongkow ngobrol seni budaya,
- Hiburan dari orgen tunggal, folk song, paduan suara, dsb,
- Kerja bakti gotong-royong,
- Memasak bersama Bapak-bapak,
- Wayangan, ludruk, keroncongan, ketoprakan, dsb,
- Do’a bersama, sesuai agama dan keyakinan,
- Pameran pembangunan atau pameran seni budaya,
- Karnaval atau pawai sesuai konteks deklarasi pemilu damai, dsb.
Acara di atas dapat dikemas dengan berbagai model kreatif yang dibuat dan memberdayakan area publik maupun media menjadi area atau tempat tempat nongkrong untuk interaksi sosial. Model dialog langsung atau melalui media untuk menggerakan komunitas komunitas yang ada. Kesepakatan untuk tetap rasional dan penyelesaian masalah dengan mengedepankan jalur hukum maupun dialog. Kegiatan di atas dapat memberdayakan soft power dan smart power sebagai ikon yang inspiratif dan meng counter issue, yang mendamaikan, mendinginkan dan mencerdaskan. ***
-
Daerah7 days agoUsai Bertemu Jokowi, Mantan Koruptor Ini Gabung PSI
-
Polhukam7 days agoNarapidana Prof. Marthen Napang Kini Digugat Perdata, 4 wanita Dekatnya Turut Tergugat
-
Ekonomi4 days agoKetum Garuda Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja ke IKN Jajaki Peluang Usaha Kuliner Khususnya UMKM
-
Ibukota7 days agoWarga dan Pelajar Antusias Ikuti Workshop Eco Enzyme di Kecamatan Penjaringan

