Connect with us

Ibukota

Urus Kutipan Akte Kematian Suami di Dinas Dukcapil DKI Jakarta di Persulit

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.– Berstatus sebagai warga DKI Jakarta tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan pelayanan yang cepat dan pro anak yatim. Hal ini dialami seorang janda berinisial ML, ahli waris dari almarhum Hariyanto Wibowo.

Pasca kematian Almarhum Hariyanto Wiboyo meninggalkan salah satu anak perempuan sebagai ahli waris yang masih bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), tinggal bersama ibunya (mantan istri almarhum) berjuang untuk mendapatkan kutipan atau salinan akta kematian ayahnya Almarhum Hariyanto Wibowo.

Untuk mendapatkan kutipan akta kematian mereka mulai dari mendatangi kantor kelurahan di suruh kesudin Dukcapil Kota Administrasi Jakarta Barat hingga keDinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, ahli waris dan ibunya tidak mendapatkan kutipan atau salinan akta kematian Hariyanto Wibowo, karena akta itu akan digunakan ahli waris untuk meringankan biaya sekolah anaknya.

Menurut keterangan dari (ML) ibu dari salah satu ahli waris yang berdomisili di Kelurahan Duri Kepa. Kecamatan Kebun Jeruk. Kota administrasi Jakarta Barat selama ini biaya pendidikan anaknya selalu manjadi tanggung jawab suaminya almarhum Hariyanto Wibowo.

“Sebelum meninggal anak tanggung jawab Almarhum, tapi sesudah Almarhum meninggal (26/2/2023), ini menjadi tanggung jawab kami, sehingga kita mengurus Akta Kematian Almarhum,” kata ML Rabu (10/5/2023) di kediamannya.

Dia juga menambahkan saat ML mendatangi Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Barat, oleh petugas pelayanan hanya diberikan sehelai kertas untuk diteruskan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta.

Namun saat tiba di Dinas Dukcapil DKI Jakarta, oleh petugas loket bernama Ria memberitahukan, agar pemohon melengkapi persyaratan dan, si ibu memperoleh surat tanda bukti untuk pengambilan kutipan Akta Kematian pada minggu depannya.

“Sesuai arahan petugas loket, saya mendatangi kembali dengan maksud untuk mengambil kutipan Akta tersebut, namun jawaban yang diperoleh bahwa Akta Kematian atas nama mantan suaminya belum didapatkan dari Kepala Dinas dan staff lainnya, dan kata mereka, biasanya akan ada tiga kali pemanggilan,” ujar si ibu.

ML merasa kecewa atas pelayanan Dukcapil DKI Jakarta, padahal kutipan atau salinan Akta Kematian itu ada datanya di dinas tersebut, dan mudah di print atau di copy saja.

“Karena saya amat memerlukannya untuk keperluan sekolah, saya mohon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru budi hartono dan Wali Kota administrasi jakarta Barat UUS. untuk membantu saya,” ujarnya dengan wajah melas. (Hariri/Tar)

Ibukota

Warga Penjaringan Meminta Keadilan Kepada Gubernur DKI Jakarta

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com –
Nada tuntutan datang dari pekerja pelaku usaha yg sempat didenda. paksa maksimal 10 juta rupiah terkait dianggap sembarangan membuang sampah di lokasi terlarang, RTH/Hutan kota Penjaringan Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan kota administrasi Jakarta Utara. Seperti sebelumnya Dinas LH DKI Jakarta memghukum denda paksa sebesar 10 juta PT.FJM dan 5 juta dari CV. CBB

Sementara itu tokoh masyarakat penjaringan yang aktif di lingkungan menggatakan jika implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Pilih Sampah dari Sumbernya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang dan proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Warga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta agar bersikap adil, sanksi bukan hanya diberikan kepada masyatakat namun juga sanksi diberikan kepada petugas dinas LH.

“Pak gubernur jangan kami saja yg didenda sementara oknum petugas dinas LH tidak,” pintanya dengan nada menuntut keadilan, pada awak media, selasa, (4/8/2026.) sore

Ia mengungkapkan kedepan nya pasca dikenai biaya denda paksa oleh dinas LH DKI Jakarta dan Sudin LH Jakarta Utara.

“Oknum yang mengetahui dan mengarahkan kenapa tidak di sanksi, kami buang ke lokasi juga memberikan tips” Katanya enggan menyebut nominal yg dikeluarkan untuk buang sampah di RTH/Hutan Kota penjaringan.

Ia mengaku sampah limbah yg dikelola yang di ambil dari sejumlah rumah makan, Pabrik dan ruko di kawasan pemukiman Kecamatan Penjaringan. Saya sekarang bingung mau buang sampah kemana, ” tuturnya

Sementara itu, kepala satuan pelaksana dinas lingkungan hidup Jakarta Utara Kecamatan Penjaringan, Fadil, tidak menjawab saat diminta keterangannya.dan ketika Hariansentana.com.Rabu.(4/8/2026).mendatangi Kantornya di kecamatan Penjaringan tidak ada.” (Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

Sambut HUT Ke 81 RI, Kecamatan Pademangan Gelar Berbagai Lomba

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Menyambut HUT Kemerdekaan Ke-81 RI, Aparatur Kecamatan Pademangan mengikuti berbagai perlombaan di GOR Kecamatan Pademangan, Jumat (31/07/2026)).

Camat Pademangan Arief Wibowo didampingi Wakil Camat Polma dan Sekcam Ginanjar mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke – 81

yang dilombakan.Catur, Bulu Tangkis ganda putra/putri, Tenis Meja putra/putri, Balap Karung, putri/putri, Bakiak 3 Orang, dan lomba lomba lainnya.

Diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari Unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silahurahmi antar UKPD baik di Kelurahan maupun di Kecamatan, juga menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap Republik Indonesia serta menghargai Para Pahlawan yang telah berjuang pada Kemerdekaan Indonesa dari penjajahan,” katanya.

“Peserta lomba yang terdiri dari unsur ASN dan PJLP Kelurahan se-Kecamatan Pademangan terdiri dari unsur Bina Marga, SDA, LH, PTSP, Sosial, Pendidikan, Puskesmas, RSUD, Pertamanan, Dishub, Satpol PP, PPSU dan Gulkarmat Pademangan” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasie Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Pademangan Martin.S menjelaskan lomba, Bulu tangkis putra/putri dilaksanakan di GOR Kecamatan Pademangan.yang jadi wasitnya Saya dari Citata.

Sementara itu, Wulan (30) salah satu peserta lomba mngaku banggga mengikuti lomba, dirinya berharap bisa mempererat silaturahmi dengan petugas lainnya.

“Pelaksanaan lomba HUT RI Ke 81 berjalan sangat meriah dan seru, walaupun tidak juara namun bisa menjadi hiburan,” pungkasnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Hadiri Milad ke 25 FBR.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Pramono Anung, (Bang Pram) di dampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta H.Rano Karno (Bang Doel) berkomitmen kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global, melalui kebijakan, penguatan ruang ekspresi budaya, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3.Jalan H.Binyamin Sueb.Kelurahan Pademangan Timur kecamatan Pademangan Jakarta Utara, Sabtu (1/08/2026).

Ia juga mengapresiasi kontribusi FBR selama seperempat abad dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kondusivitas kota.

“Saya menyampaikan Selamat Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta,” ujar Gubernur Pramono di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat.

Mengangkat tema Merawat Akar, Merajut Masa Depan, peringatan tersebut dinilai sejalan dengan arah transformasi Jakarta. Menurut Gubernur Pramono, kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.

“Masyarakat Betawi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah dan perjalanan Jakarta melalui nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, serta semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat kehadiran budaya Betawi dalam kehidupan kota. Langkah tersebut antara lain penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen dan nuansa Betawi di ruang publik, serta penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Kebijakan itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Pengarusutamaan budaya Betawi tidak hanya diarahkan pada pelestarian simbol, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dan pewarisan nilai kepada generasi muda.

Gubernur Pramono menegaskan Jakarta harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan karakter yang membentuknya.

“Kami berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya. Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” tegasnya.

Rangkaian acara diawali dengan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama. Gubernur Pramono menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya toleransi dan semangat hidup bersama di Jakarta.

“Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar FBR, Kyai.Lutfi Hakim, menyampaikan Milad ke-25 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tanggung jawab organisasi dalam menjaga martabat masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.

“Hari ini saya berdiri dengan hati yang penuh syukur. Bukan hanya karena FBR telah mencapai usia 25 tahun, tetapi karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjaga amanah yang jauh lebih besar dari organisasi ini, yaitu amanah menjaga Betawi, Jakarta, dan masa depan anak cucu kita,” tuturnya.

Lutfi mengatakan perjalanan FBR selama seperempat abad diwarnai berbagai dinamika. Namun, komitmen organisasi terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi tetap menjadi pijakan utama.

“Selama seperempat abad ini kita telah melewati banyak musim. Kami pernah dipuji, disalahpahami, bahkan dicaci maki. Kami pernah berdiri di depan, dan pernah berada di belakang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi,” pungkasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending