Connect with us

Uncategorized

Tolak skema Power Wheeling Masuk RUU EBET , PLN Apresiasi Sikap Presiden

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Keiginan sejumlah pihak yang ingin kembali memaksakan masuknya skema Power Wheeling (PW) dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) yang akan disahkan DPR pada Juni 2023 mendatang, mendapat reaksi keras dari internal PLN.

Ketua Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Pusat, Abrar Ali menyatakan, haram hukumnya kembali memasukkan power wheeling dalam RUU tersebut, karena sebelumnya Presiden RI telah mengeluarkan skema tersebut dari daftar inventaris masalah (DIM).

“Haram hukumnya kembali memasukkan power wheeling dalam RUU EBET tersebut. Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkannya dari DIM, karena skema ini dinilai sangat membebani pemerintah dari sisi keuangan. Itu sebabnya Presiden Joko Widodo mengeluarkannya,” ungkap Abrar dalam siaran persnya kesejumlah media di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan, bahwa skema bisnis power wheeling atau pemanfaatan bersama jaringan listrik dikeluarkan dari draf Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET).

Adapun skema power wheeling merupakan pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik milik PLN. Skema ini diklaim memudahkan transfer energi listrik dari sumber energi terbarukan atau pembangkit non-PLN ke fasilitas operasi perusahaan dengan memanfaatkan jaringan transmisi yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN

Abrar juga meminta kepada seluruh stake holder PLN, untuk terus mengawal pembahasan RUU EBET tersebut. Pasalnya, dalam hal pengadaan energi listrik, konsep multi buyer-single seller (MBSS) yang diberlakukan saat ini, juga dinilai sangat merugikan negara.

Konsep ini sesungguhnya merupakan pola unbundling. Padahal pola unbundling itu sendiri sudah dibatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) karena bertentangan dengan UUD Pasal 33. Kemudian UU tersebut diganti dengan UU No.30/2009 tentang ketenagalistrikan, dengan menghilangkan unbundling.

Abrar menilai, sikap Presiden RI Joko Widodo menolak memasukkan power wheeling dalam DIM RUU EBET, sudah sangat tepat. “Keputusan Presiden Joko Widodo menolak power wheeling dalam DIM RUU EBET tersebut sudah sangat tepat. Kita sangat mengapresiasi sikap pemerintah ini. Mungkin di negara lain power wheeling itu ada yang sukses penerapannya. Tapi tidak dapat langsung diimplementasikan di negara ini, karena jelas berbeda karakter dalam segala hal, termasuk sejarah keberadaan perusahaan listrik nasional di tanah air,” paparnya.

“Kita harus ingat juga bahwa perusahaan ini (PLN) adalah salah satu aset bangsa yang terbesar, sehingga pengelolaannya harus murni dilakukan putra putri bangsa ini juga,” pungkas Abrar.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Tanggapi PBNU dan PKB, SAS Institute Sebut Nahdlatul Ulama Rumah Perjuangan Umat

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Said Aqil Siroj (SAS) Institute memberikan pandangan bijak tentang hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal ini terkait Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex) yang keberatan DPP PKB menyanyikan Mars Satu Abad NU dan mencantumkan logo Satu Abad NU.

Menurut Sekretaris Eksekutif SAS Institute, Abi Rekso, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi bangsa yang telah berdiaspora pada lintas partai. “PKB berhak turut merayakan Satu Abad NU, tidak boleh ada monopoli. PBNU bukan Event Organizer, ini organisasi umat dan bangsa, jadi pikiran dan hati kita harus besar,” kata Abi Rekso, Rabu (1/2/2023).

Abi Rekso menilai, justru dengan adanya keberatan dari PBNU, memperlihatkan friksi di antara kader NU. Padahal kata dia, jika PDIP, Golkar, dan PPP sekali pun ingin merayakan Satu Abad NU, justru menunjukkan kelas NU.

“Tidak ada yang numpang-numpang di Nahdlatul Ulama, karena PBNU bukan terminal angkot yang membuka loket dan menjual karcis. Semua mencari berkah dan karomah para kiai dan ulama,” tukasnya.

“Ini rumah perjuangan umat, fondasi bangsa, sendi negara. Musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan, dan ketamakan,” tutup Abi Rekso.

Sebelumnya Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex) yang keberatan DPP PKB menyanyikan Mars Satu Abad NU dan mencantumkan logo Satu Abad NU. “Bagi kami, mars ini sangat sakral, jadi jangan digunakan untuk kepentingan politik PKB,” ujar Gus Alex dalam keterangannya, Senin (30/1/2023).

Pada kesempatan sebelumnya, beredar video Sarasehan Satu Abad NU yang digelar PKB dengan menggunakan latar Backsound Mars 1 Abad NU karya KH Mustofa Bisri. Video ini lantas diunggah di akun resmi PKB.

Acara yang digelar di Jakarta 30 Januari 2023 ini bukan saja dihadiri kader PKB, tapi juga warga dan keluarga besar NU secara umum. Tidak hanya itu, Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 dan 2015-2020, KH Said Aqil Siroj yang hingga saat ini masih memiliki pengaruh yang kuat di akar rumput NU juga terlihat hadir.

Dalam acara tersebut Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selaku Ketua Umum PKB mengingatkan kembali dua fatwa atau warisan pendiri NU. Pertama dari KH Hasyim Asyari yang mengatakan “Siapa pun yang Berjuang dan Memperjuangkan NU, Maka Otomatis Menjadi Santriku” dan kedua dari KH Syamsuri yang mengatakan “Seluruh Hidupku, Aku Berjuang untuk NU.”

Acara refleksi ini juga melibatkan para budayawan, akademisi, dan praktisi dalam melihat dimensi perjuangan warga NU di masa depan.(s)

Continue Reading

Uncategorized

Pengacara Terdakwa: Keterangan Saksi Tak Terkait Fakta

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Pengacara terdakwa Syaiful Ma’arif menyatakan bahwa keterangan yang disampaikan dua orang saksi yang dihadirkan PT Meratus di Pengadilan Negeri Surabaya yakni Irwan Bahrudin dan Aryo dalam kasus tindak pidana penggelaan BBM yang dilakukan 17 oknum karyawan PT Meratus Line dan PT Bahana Line tidak sesuai dengan fakta. Pasalnya, keterangan dari dua saksi tersebut tidak terkait dengan fakta karena menceritakan soal proyek di kapal yang justru vendornya bukan Bahana

Kedua saksi tersebut sama-sama mengungkapkan bahwa mereka ditugaskan manajemen untuk melakukan penelitian atas penggunaan BBM di kapal, namun kapal yang diteliti keduanya berlayar dari Jakarta ke Surabaya sehingga vendor pengisi BBM dipastikan berasal dari Jakarta.

“Kapal yang diteliti perjalanannya dari Jakarta, diisinya (BBM) juga di Jakarta, vendornya juga bukan dari Surabaya. Karena Surabaya dengan Jakarta itu beda. Ironisnya, hasil dari penelitian kedua saksi itu disampaikan sebagai hasil yang dipakai untuk menghitung kerugian oleh auditor internal. Padahal, kapal itu vendornya bukan dari Surabaya,” ungkapnya.

“Jadi sudah pasti tidak ada korelasinya dan saya cek tidak ada hasil yang lain. Contoh yang digunakan dipukul rata, mereka punya 60 kapal, yang masuk (perkara pidana) itu 40, yang disebutkan itu tidak ada disitu,” tambahnya.

Syafri menegaskan, bahwa jika penelitian kedua saksi yang dianggap tidak kompeten itu digunakan, maka hasil audit yang dilakukan PT Meratus Line sebelumnya pun secara hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Audit internal mereka secara hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena juga hanya berdasarkan asumsi,” tandasnya.

Terkait perkara ini, Syafri menjelaskan bahwa keterangan saksi sebelumnya yang berusaha menumpahkan kesalahannya pada PT Bahana Line secara korporasi adalah tidak tepat. Pasalnya, dalam perkara ini oknum karyawan Meratus dan oknum karyawan Bahana lah yang bermain.

“Keterangan saksi kali ini juga tidak terkait dengan fakta karena menceritakan soal proyek di kapal yang justru vendornya bukan Bahana,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada sidang Selasa (17/1/2023) kemarin, kesaksian Dirut PT Meratus Slamet Raharjo maupun Audit Internal Fenny terkesan lebih banyak menyudutkan PT Bahana secara korporasi. Slamet bahkan sempat menyebut, bahwa karyawannya yang bernama Edi Setyawan menerima langsung sejumlah uang dari Bahana.

Sedangkan Fenny sempat mengakui soal perhitungan kerugian yang awalnya ditaksir mencapai Rp 501 miliar, namun melorot menjadi Rp 94 miliar setelah dicecar oleh para pengacara terdakwa. Fenny juga mengakui jika metode audit yang dilakukannya lebih banyak berdasarkan asumsi.

“Terdapat keterangan yang banyak kejanggalan dan memaksakan agar Bahana masuk walau sebenarnya tidak ada kaitan hingga mereka (saksi Slamet dan Fenny) diperingatkan ketua Majelis hakim. Jadi, makin jelas ini ada upaya memframing korporasi Bahana untuk kasus yang sebenarnya akibat pengawasan internal Meratus sendiri yang tidak jalan. Terbukti kasusnya diduga dilakukan dengan inisiatif oknum karyawan Meratus,” pungkasnya.

Sementara kesaksian Irwan dan Aryo yang dihadirkan PT Meratus di Pengadilan Negeri Surabaya itu justru bisa menggagalkan harapan Meratus Line sendiri. Dua karyawan yang diketahui menjabat sebagai Technical Superintendent itu dalam keterangannya sebagai saksi, menerangkan bahwa keduanya mendapat tugas dari manajemen PT Meratus Line untuk melakukan penghitungan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kapal-kapal milik PT Meratus Line.

Yang menjadi persoalan kedua saksi justru mengaku ditugaskan untuk mengawasi dan melakukan penyelidikan terhadap penggunaan BBM kapal yang berlayar dari Jakarta ke Surabaya.

Seperti yang disampaikan saksi Irwan. Ia mengaku diperintah pimpinannya untuk melakukan monitoring operasional kapal supaya bisa berlayar dan ikut berlayar di Kapal Wainampu.

“Saya diminta pimpinan ikut berlayar untuk memastikan konsumsi BBM di Kapal Wainampu. Kami berlayar dari Jakarta menuju Surabaya dengan perjalanan yang ditempuh selama 30 jam. Setelah di laut lepas baru saya melakukan perhitungan,” katanya, Kamis (19/1/2023).

Saksi Irwan juga sempat menjelaskan metode perhitungan yang dilakukannya, di mana kapal yang ditelitinya menggunakan tangki harian sehingga perhitungannya dilakukan per jam.

“Saya kasih garis, turunnya berapa, baru diakhir kita lakukan perhitungan. Saya hanya menghitung konsumsi, dikroscek dengan laporan kapal. Dari perhitungan yang saya lakukannya, terdapat selisih penggunaan BBM. Dan hasil temuan ini saya laporkan ke atasan,” tukasnya.

Sementara itu, saat ditanya Syaiful Maarif pengacara terdakwa soal dari mana suplai BBM yang diperoleh kapal yang ditelitinya, Irwan menjelaskan, jika kapal berasal dari Jakarta sehingga vendor dan bunker office nya pun berasal dari Jakarta. Namun ia mengaku tidak tahu siapa vendor yang menyuplai BBM ke kapal tersebut.

Saat di tanya pengacara terkait standar operasional prosedur (SOP) untuk menghitung BBM maupun soal standarisasi kapal dapat dikatakan boros atau irit, Irwan mengakui tidak ada. “Tidak ada, tapi menghitung berdasarkan riil laporan,” ucapnya.

Saksi kedua Aryo juga menyampaikan hal yang sama dengan Irwan. Ia mengaku mendapatkan tugas untuk menghitung jumlah konsumsi BBM namun pada kapal milik Meratus yang ditelitinya bernama Meratus Waigeo. “Di kapal tersebut, saya menemukan selisih BBM yang dipakai di kapal. Hasil selisih BBM itu pun saya laporkan pada manajemen,” katanya.

Ditanya soal vendor penyuplai BBM kapal tersebut, Aryo juga mengakui bahwa hal itu dilakukan oleh vendor dari Jakarta. Demikian pula saat ditanya mengenai penyebab dari selisih BBM hasil temuannya, Aryo mengaku tidak tahu.

“Pengisian dari vendor Jakarta. Saya tidak tahu penyebab selisihnya apa. Yang saya lakukan hanya pasang alat untuk memastikan agar tidak ada transfer BBM,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa proses penghitungan selisih BBM itu baru dilakukan kali ini.

Arya juga mengaku tidak tahu kalau kapal yang ditelitinya itu tidak masuk dalam perkara dugaan pidana penggelapan BBM ini. Atas ketidaktahuan saksi  itu, Syaiful lalu membeberkan daftar nama sejumlah kapal yang masuk dalam perkara ini. Dimana, dua kapal yang diteliti kedua saksi itu dipastikan tidak masuk dalam daftar kapal yang diperkarakan.

Namun saat ditanya soal hasil penelitian mereka yang dipakai sebagai dasar audit oleh auditor internal PTMeratus Line, baik Irwan maupun Aryo sama-sama membenarkan bahwa mereka pernah dimintai keterangannya oleh auditor internal. Aryo bahkan memastikan, bahwa salah satu auditor yang menanyainya adalah Fenny yang sebelumnya bersaksi di persidangan.”Pernah dimintai keterangan oleh auditor internal. Salah satunya oleh bu Fenny,” pungkasnya.(RAL)

 

Continue Reading

Ekonomi

Hulu Migas Pegang Peran Strategis Dalam Perekonomian Nasional

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Industri hulu migas masih memegang peranan strategis dan sangat penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, penting bagi para pelaku industri hulu migas untuk menegaskan bahwa industri ini tetap bersinar

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SKK Migas, Hudi Suryodipuro, saat menutup hajatan Forum Leadership Hulu Migas 2023, di AYANA Resort, Jimbaran – Bali, Rabu (18/1/2023).

”Kita buktikan dengan inisiatif-inisiatif yang akan kita lakukan pada 2023. Salah satunya, inisiatif dari para pimpinan Human Resources (HR) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan rekrutmen bersama, mengambil lulusan-lulusan terbaik universitas di Indonesia untuk bergabung di industri hulu migas,” katanya.

Menurut Hudi, penegasan bahwa hulu migas tetap industri yang bersinar, perlu ditegaskan antara lain lewat semangat untuk mengubah pola pikir (mindset) dari business as usual menjadi business not as usual.

“Semangat itu masih harus ditambah dengan pola pikir lead to win, di mana output-nya adalah bagaimana kita bisa menang di kemudian hari,” ujar Hudi, di depan 100-an peserta yang mayoritas adalah pimpinan HR di sejumlah KKKS.

Poin kedua yang menjadi catatan dari penyelenggaraan forum leadership ini, lanjut Hudi Suryodipuro, adalah kesiapan dari para pelaku industri hulu migas untuk mengimplementasikan kepemimpinan transformasional.

”Setelah kita mempelajari pola-pola leadership dan beragam tantangan ke depan, yang paling penting para leader yang hadir di forum ini adalah mencetak leader-leader baru di perusahaan masing-masing. Ini pesan yang sangat powerful,” lanjut Hudi.

Poin ketiga adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia hulu migas dengan fokus di berbagai kompetensi. Utamanya, meningkatkan dua kompetensi dasar seorang leader, yakni: planning & monitoring dan problem solving & decision making. ”Kalau seorang pemimpin tidak berani mengambil keputusan, itu celaka,” tegas Hudi.

Selanjutnya, poin keempat, mengharapkan agar alumni forum leadership angkatan pertama ini menjadi the first batch dari kader-kader pimpinan industri hulu migas untuk menyambung komunikasi dan berjejaring (networking). Di antaranya, untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan terkait isu-isu aktual dalam industri hulu migas.

Terakhir, lanjut Hudi, yakni pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi. Hal itu tidak lepas dari kondisi faktual di mana saat ini kita berada di era kolaborasi di semua aspek industri hulu migas.

”Kolaborasi bukan hanya terkait isu-isu teknis, tapi juga isu non-teknis. Ini sebenarnya sudah industri hulu migas lakukan cukup lama, tapi tidak terekspose dengan baik dan benar. Jadi, ini saatnya kita bersinergi lebih baik lagi,” tegas Hudi.

Di hari terakhir penyelenggaraan Forum Leadership Hulu Migas, kegiatan yang beroleh dukungan penuh dari perusahaan Energi Mega Persada (EMP) Group, Medco Energi Internasional, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan konsorsium asuransi KKKS itu menghadirkan narasumber Prof. Rhenald Kasali. Sehari sebelumnya, telah tampil sebagai narasumber para pakar leadership dan motivator, yakni: Ronald Gunawan, Iim Fahima Jachja, Dasep Suryanto, Gendut Suprayitno dan Steve Sudjatmiko.

Sesuai dengan jargon dari industri hulu migas “one team, one goal, one million” forum ini harus menjadi ajang kolaborasi seluruh industri hulu migas, sekaligus menjadi embrio awal untuk mencetak pimpinan di industri hulu migas yang akan membawa produksi hulu migas nasional menjadi 1 juta barel per hari.

Lebih jauh ia berharap, forum leadership ini suatu saat bisa menghasilkan pimpinan di KKKS. Mereka yang akan berkolaborasi, saling sharing, dan saling dukung. Hal ini karena, SKK Migas menyadari, tidak mungkin target produksi 1 juta barel minyak per hari dapat dicapai oleh satu pihak saja. “Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi. Sehingga, kalau ada masalah yang muncul, bisa dihadapi bersama,” pungkas Hudi Suryodipuro.(s)

Continue Reading
Advertisement

Trending