Connect with us

Ibukota

Terpilih Aklamasi H Aliyudin Di Lantik Lurah pademangan Barat

Published

on

Jakarta,HarianSentana.Com – Lurah Sugiarto Timbo mengukuhkan Ketua RW.02 berserta 11 ketua RT, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dimana undangan yang hadir wajib menggunakan masker dan jarak kursi diatur, bertempat di Aula Seketariat Kantor RW 02 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota Adminitrasi Jakarta Utara, Rabu (5/01/2022)

Turut hadir dalam kegiatan,  Yudi ketua PPBC, Brika.Pol.Iwan.Siregar Babinkatibmas, Pelda.Jumiwan Babinsa,Sugimin Satpol.PP, PKK, Dasa Wisma, Karang taruna dan para Rt beserta warganya.

Dalam kesempatan tersebut Sugiarto Timbo lurah pademangan barat berharap agar Ketua Rt dan RW tidak Gaptek( Gagab tekhnologi) ke depan sistim pelayanan akan di ambil pemerintah dengan sistim digital “Contoh dulu PBB di kirim ke Rw tapi sekarang di Cetak melalui JAKI.”Ungkapnya.

Para ketua Rt/Rw terlantik segera melengkapi struktur kepengurusan RT/RW serta segera menyusun program kerja bersama- sama stackholder di wilayahnya yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dilingkungannya masing-masing.

‘Saya bangga dengan kebersamaan para pengurus RT.01 sampe dengan 011.dengan warga dan pengurus RWnya. Laporan keuangannya pun trasparan yan di bacakan RW.dalam. laporannya berharap Ketua RW terlantik agar segera bersinergi dengan warganya serta Ketua-ketua RW yang lainnya untuk melaksanakan kerjasama yang konstruktif dan berkesinambungan. Jadi jangan malas malasan bekerja untuk warga,

“Kan sudah dapat Dana Oprasional dari Pemda DKI Jakarta yaitu Rt.2 juta dan Rw 2,5 juta, LMK mendapat Honor 2,5 juta.”Kata Timbo

Lebih lanjut berpesan kepada Ketua RW.02 terlantik secara aklamasi agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi di dalam pemberdayaan masyarakat.

Sementara Erwin LMK. menuturkan pada Hariansentana.com. “Kami akan bekerja sama dengan ketua Rw.02 terpilih dengan melanjutkan program kepentingan warga,khususnya Musrembang.”Ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW.02 Aliyudin.di dampingi ketua unit PKK Rw.02.pada harianSentana.com. mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pelantikan ini, yang mana beliau di percaya warga untuk menjadi Ketua RW.02 selama 3 tahun ke depan.

‘Terima kasih kepada warga yang antusias mendukung dan memberikan amanah kepada saya, mudah-mudahan kepercayaan ini dapat membuat saya bisa bekerja dengan maksimal untuk warga,”Kata Aliyudin.hal sama di utarakan Sayuti ketua Rt.010.”Kami akan siap membantu program Pemda DKI Jakarta.”Tuturnya. (Sutarno).

Ibukota

Jamuan Rakyat HUT RI ke 81, Warga Jakarta Utara Kompak Serukan Stop Tawuran

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta Utara berlangsung meriah, ribuan kupon Sembako di bagikan ke warga sekaligus sarat pesan sosial, dalam jamuan rakyat yang digelar di sembilan titik oleh Forkopimko Jakarta Utara. Senin (17/8/2026).

Acara tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, juga memperkuat kebersamaan serta menggaungkan gerakan anti tawuran.

Turut hadir Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat. SAp. Msi, Plh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf. Mohammad Syaifudin Fanany, S.H., M.I.P., perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Kasi Intelijen Mirza Nugraha Akbar, serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si, Seko Iyan Sopian, Kasuban Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Utara M. Reza Phahlevi, Kasudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara Rudy Saptari, Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara Budhy Novian, S.H., M.H., Ketua FKDM Kota Jakarta Utara, serta Ketua Forum RT/RW Jakarta Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama.

Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Deklarasi Anti Tawuran sebagai bentuk ikrar bersama menolak segala bentuk kekerasan perkelahian antar kelompok.

Jamuan Rakyat Digelar di 9 Lokasi

Forkopimko Jakarta Utara menyebarkan kegiatan Jamuan Rakyat ke sembilan titik agar masyarakat dapat menikmati perayaan kemerdekaan lebih dekat.

Lokasinya meliputi: Penjaringan: RPTRA Waduk Pluit dan RTH Kalijodo.
Koja: GOR Rawa Badak dan Islamic Center.
Cilincing: GOR Semper Barat dan GOR Sekda Saefullah.Tanjung Priok: JIS dan GOR Sunter. Pademangan: area parkir Benyamin Sueb.

Berbagai kegiatan ikut menghidupkan suasana. Warga menikmati hiburan, bazar UMKM, lomba kemerdekaan, pembagian sembako, hingga layanan pemeriksaan kesehatan.

Selain menghibur, kegiatan tersebut membuka ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat.

Bukan Sekadar Pesta, Ada Pesan Besar

Jamuan Rakyat menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang membangun solidaritas.

Warga tidak hanya berkumpul dan menikmati hiburan. Mereka juga mendapat kesempatan memperkuat hubungan sosial serta menyampaikan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan seperti ini dapat membantu menghidupkan UMKM dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Tawuran Bukan Budaya Anak Muda
Pesan anti tawuran menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan tersebut.

Tawuran tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, kekerasan dapat memicu luka, kehilangan nyawa, kerusakan fasilitas, hingga persoalan hukum.

Karena itu, masyarakat perlu membangun keberanian untuk mencegahnya sejak awal.

Jika melihat potensi konflik, warga sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang dan tidak ikut memperkeruh keadaan.

Sementara itu, orang tua perlu mengetahui aktivitas anak di luar rumah. Sekolah juga dapat memperkuat pendidikan karakter, mediasi konflik, dan kegiatan positif.

Mengisi Kemerdekaan dengan Perdamaian.

HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan.

Kemerdekaan juga berarti menciptakan lingkungan yang aman agar setiap warga dapat belajar, bekerja, berusaha, dan berkembang.

Karena itu, pesan dari Jakarta Utara sangat sederhana: Stop tawuran. Perkuat persaudaraan. Isi kemerdekaan dengan karya.

Dengan kebersamaan, masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga ikut menjaga masa depan generasi muda dan keamanan Jakarta Utara. (Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

Dr.H.Pramono Anung Bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Sidak ke Proyek, Normalisasi Kali Cakung

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H. Pramono Anung didampingi Hendra Hidayat Walikota administrasi Jakarta Utara dan anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi D meninjau progres pengerjaan normalisasi Kali Cakung Lama di Jl. Gading Griya Lestari, kelurahan Sukapura, kecamatan Cilincing, kota administrasi Jakarta Utara, Kamis (13/8). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir di kawasan Jakarta Utara berjalan sesuai target.

Pramono pun menargetkan penetapan lokasi untuk pembebasan lahan di kawasan Kampung Begog, yang menjadi persoalan utama aliran air, bisa segera ditandatangani pada bulan depan.

“Untuk Cakung Lama yang ada ini, mudah-mudahan bulan depan di ujung namanya Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara, itu penloknya (penetapan lokasi) bisa segera saya tanda tangani,” ujar Pramono.

Seluruh pengerjaan proyek normalisasi di Kali Cakung Lama ini ditargetkan rampung pada 2028, sehingga diperkirakan bisa mengurangi 20 persen risiko luapan dan genangan air secara signifikan, terutama di Kecamatan Kelapa Gading dan Kecamatan Cilincing.

“Diharapkan bisa mengurangi 20 persen dari banjir yang ada di area ini,” kata dia.

Proyek normalisasi yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya dilakukan di Kali Cakung Lama, namun juga di Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Gubernur pun berpesan agar pengerjaan berbagai proyek normalisasi ini tidak melibatkan perantara atau middleman.

Untuk mempermudah proses pembebasan lahan, Dinas Sumber Daya Air juga akan membuka posko untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah dengan cara itu, terutama di Ciliwung, betul-betul tidak ada dampak yang kemudian sampai naik ke permukaan yang seperti dulu-dulu,” ucapnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan, total panjang Kali Cakung Lama diketahui mencapai sekitar 12 kilometer. Sementara pengerjaan normalisasi hingga Maret 2027 dilakukan di sepanjang 2,6 kilometer.

“Untuk kegiatan sampai dengan Maret 2027 panjangnya kurang lebih 2,6 kilo satu sisi, jadi kalau dua sisi menjadi 5,2 kilo. Saat ini baru terselesaikan kurang lebih satu kilo, jadi kami targetkan di Maret 2027, 2,6 kilo sudah diselesaikan,” jelasnya.

Sementara hingga 2028, total panjang konstruksi yang akan dibangun oleh Dinas SDA yakni sekitar 5 kilometer yang terdiri dari 2,6 km dari zona satu hingga zona tiga dan 3 km di kawasan Kampung Begog.

“Perencanaan dari total Kali Cakung Lama ini adalah seperti yang kita tahu untuk mengatasi banjir di kawasan Kelapa Gading,” kata Ika.

Perlu diketahui, kondisi Kali Cakung Lama sebelumnya mengalami pendangkalan, penyempitan, serta permasalahan pada bantaran, sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran air. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan luapan dan genangan pada kawasan sekitar, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Penanganan Kali Cakung Lama bertujuan meningkatkan kapasitas dan kelancaran pengaliran air, mengurangi risiko luapan dan genangan, serta mempercepat waktu surut genangan pada catchment area yang meliputi kawasan Cilincing dan Kelapa Gading.

Sedangkan pembangunan tanggul pada segmen Kelurahan Pegangsaan Dua dan Kelurahan Sukapura merupakan bagian dari penataan dan peningkatan kapasitas Kali Cakung Lama untuk mendukung pengendalian genangan di kawasan sekitarnya. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Ponpes Qurrota A’yun Jakarta Timur Gandeng Santri Mendunia, Buka Jalan Santri Menuju Kancah Internasional

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pondok Pesantren (Ponpes) Qurrota A’yun Jakarta Timur terus memperluas jejaring dan kolaborasi untuk mendorong santri agar memiliki wawasan serta daya saing di tingkat internasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Santri Mendunia yang didirikan Muhammad Abdul Azis Nawawi, S.Pd., M.Pd., PhD. Deklarasi kolaborasi dilaksanakan di Kota Songkhla, Thailand, Senin (10/8/2026) lalu.

Melalui keterangannya, Rabu (12/8), Pengasuh Ponpes Qurrota A’yun Jakarta Timur, K.H. Zaenul Muttaqin, SE., M.Pd., Doctor Candidat, mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membuka ruang yang lebih luas bagi santri untuk berkembang, membangun jaringan, sekaligus memberikan kontribusi di tingkat global.

Menurutnya, pesantren tidak hanya memiliki peran dalam membentuk karakter dan keilmuan santri, tetapi juga harus mampu mempersiapkan generasi yang memiliki kemandirian, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia.

“Pesantren harus mampu melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan berkolaborasi, serta siap memberikan kontribusi di tengah masyarakat internasional,” ujar K.H. Zaenul Muttaqin.

Ia menuturkan, kerja sama dengan Santri Mendunia diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun jejaring yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kemandirian pesantren, serta berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi santri.

“Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem santri dan pesantren yang mandiri, berdaya saing dan berorientasi global,” katanya.

K.H. Zaenul Muttaqin menambahkan, perkembangan zaman menuntut lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk tidak berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi salah satu kunci agar potensi besar yang dimiliki pesantren dan santri dapat dikembangkan secara lebih optimal.

“Dari pesantren kita membangun kemandirian, dari santri kita menebar manfaat. Dan dari Indonesia, kita ingin membawa semangat santri menuju dunia,” pungkas pria asal Kota Wali Demak ini.

Sementara itu, pendiri Santri Mendunia, Muhammad Abdul Azis Nawawi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan pesantren menjadi bagian penting dalam membangun gerakan santri yang memiliki jejaring lintas negara.

Deklarasi yang berlangsung di Kota Songkhla, Thailand, menjadi simbol bahwa gerakan santri Indonesia memiliki peluang besar untuk berkiprah lebih luas. Santri tidak lagi hanya dipandang sebagai bagian dari komunitas pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam berbagai bidang di tingkat global.

Melalui kolaborasi Ponpes Qurrota A’yun Jakarta Timur dan Santri Mendunia, diharapkan semakin terbuka ruang bagi santri untuk mengenal dunia internasional, membangun jejaring, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pesantren menjadi lembaga pendidikan yang semakin mandiri, inovatif dan mampu menjawab tantangan global.

Ponpes Qurrota A’yun Jakarta Timur bersama Santri Mendunia bertekad membuka jalan bagi santri Indonesia untuk terus belajar, berjejaring dan memberikan manfaat hingga ke tingkat dunia. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending