Bodetabek
Terkuak! Proyek Renovasi Masjid Agung Baitul Faidzin Pemda Bobrok
Bogor, HarianSentana.com – Terkuaknya kebobrokan terkait renovasi Masjid Agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menelan anggaran mencapai Rp 26 miliar bersumber dari dana APBD Kabupaten Bogor tahun 2017 terus menuai polemik. Mulai dari indikasi penyimpangan hingga dibangun asal jadi.
Pasalnya, atap atau plafon tempat ibadah bagi umat Muslim itu pekan lalu diketahui sudah ada bagian yang mengalami kerusakan, serta banyaknya keluhan dari masyarakat yang hendak mengambil air wudhu untuk menjalankan salat lima waktu.
Seperti kata salah satu masyarakat di lokasi, Deddy yang mengeluhkan, tentang licinnya lantai saat menuju ke tempat wudhu. “Licin banget ini lantainya sampai saya terpeleset sewaktu ingin mengambil air wudhu di bawah tadi,” kata Deddy kepada wartawan, Minggu (01/3/20).
Beruntung, saat dirinya terpeleset di bagian tangga saat menuju ke tempat sarana mengambil air wudhu itu tidak sampai terguling dari anak tangga tersebut. “Untung saja enggak sampai jatuh, kalau sampai jatuh bisa guling-gulingan dari tangga, bisa bahaya urusannya,” sebutnya.
Menurutnya, renovasi masjid di komplek Pemkab Bogor itu seakan marak penyimpangan dengan memakan anggaran uang rakyat hingga puluhan miliar rupiah.
“Masa anggaran sampai miliaran rupiah tapi hasilnya seperti ini, lebih baik sebelum direnovasi lantainya enggak selicin sekarang ini. Belum lagi kondisi dinding di luar bangunan, yang terlihat kumuh dan banyak retakan juga seperti asal jadi renovasinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Benteng Padjajaran, Doelsamson Sambernyawa menambahkan, sejak ramainya diberitakan oleh media massa terkait jebolnya atap/plafon masjid Agung Baitul Faidzin itu jajarannya langsung mengumpulkan bukti-bukti guna melaporkan kaitan tersebut ke pihak penegak hukum terkait.
“Saya sudah laporkan adanya dugaan Mark Up di proyek renovasi Masjid Agung Baitul Faidzin oleh kontraktor abal-abal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Kabupaten Bogor,” akunya.
Sekedar diketahui, baru setahun usianya plafon masjid agung Baitul Faidzin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah rusak.
Padahal, bangunan yang dibangun dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp26 miliar ini baru selesai direnovasi pada 2019 lalu.(sl)
Penulis: Dedy Firdaus/Roni
Bodetabek
PT Indocement Tunggal Prakarsa Meresmikan Pembangunan Rutilahu Desa Binaan di Area Sekitar Pabrik
Bogor, Hariansentana.com – Rangkaian acara HUT PT Indocement Tunggal Prakarsa tbk ke 51 meresmikan rumah warga hasil program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) Desa binaan area Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Indocement, Oey Marcos, renovasi rutilahu itu menyasar kepada rumah milik warga bernama Karsa di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
“Dalam rangka hari ulang tahun ke-51 ini, kami meresmikan rutilahu milik Bapak Karsa di Desa Bantarjati (desa binaan Indocement). Sebelum direnovasi kondisi rumahnya sudah mau roboh, lalu kami renovasi menjadi lebih layak dan aman,” kata Oey Marcos kepada awak media.

Renovasi rutilahu merupakan program rutin CSR untuk warga di Desa binaan Indocement, terang Marcos menjelaskan Untuk di area Kompleks Pabrik Citeureup, Oey Marcos menyebut bahwa pelaksanaan program renovasi rutilahu sudah mencapai 500 rumah.
“Nah kalau kita total sampai dengan saat ini mungkin kalau ditambah desa-desa lain (di Kompleks Pabrik Citereup) sudah 400 hingga 500 rumah,” ungkapnya.

Oey Marcos menambahkan, rutilahu milik warga yang direnovasi ini adalah hasil usulan dari pihak desa.
“Untuk kriterianya (renovasi rutilahu) itu kami dapat dari kepala desa yang mengusulkan kepada kami. Karena desa lah yang mengetahui kondisi daripada rumah-rumah tersebut,” tuturnya.
Selain peresmian rumah warga, PT Indocement Tunggal Prakarsa tbk Kompleks Pabrik Citereup juga menyerahterimakan lapangan sepakbola kepada desa binaan perusahaan di Desa Bantarjati.
Oey Marcos berharap lapangan ini bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mencetak pemain sepakbola yang profesional.
“Ini lahan milik Indocement yang kami serah terimakan untuk dipinjam pakaikan. Selama bisa dipakai kegiatan yang positif tentunya kami akan dukung itu. Semoga bisa mencetak pemain sepakbola nasional bahkan internasional,” papar nya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Bantarjati, Supena Jaya Atmaja menghaturkan terima kasih kepada PT Indocement yang sudah berkontribusi kepada wilayah desa binaan.
“Program bantuan Indocement ini manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Saya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan ini,” kata dia.
Sekedar informasi, rangkaian kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Perusahaan, Dani Handajani dan CSR Manager, Gadang Wardhono beserta jajaran PT Indocement Tunggal Prakarsa…….(Ron)
Bodetabek
Penyalahgunaan Narkoba, Konsumsi Miras, Aksi Anarkisme dan Kekerasan Dapat Mengancam Masa Depan Generasi Muda
TANGERANG RAYA, SENTANA – Aktivis sekaligus Tokoh Pemuda dan Pelajar se-Tangerang Raya, Nazario Delima Adventus, mengajak seluruh alumni dan pelajar di wilayah Tangerang Raya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan menolak berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindakan yang melanggar hukum.
Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya berbagai persoalan yang melibatkan kalangan pelajar, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras (miras), perundungan (bullying), aksi anarkisme, hingga berbagai bentuk kekerasan yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi muda.
“Pelajar merupakan aset bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang. Karena itu, setiap pelajar diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan persatuan bangsa,” ungkap Nazario melalui keterangannya, Jum’at (31/7).

Menurutnya, Keberanian seorang pelajar bukan diukur dari keberaniannya melakukan tawuran atau tindakan anarkis, tetapi dari keberaniannya mengatakan tidak terhadap narkoba, kekerasan, bullying, minuman keras, serta segala bentuk pelanggaran hukum yang dapat menghancurkan masa depan
Ia menegaskan bahwa, aksi anarkisme dan tawuran oleh pelajar tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Menurutnya, aksi tersebut telah berkembang menjadi persoalan serius yang dapat mengakibatkan korban jiwa, kerugian bagi masyarakat, proses hukum, hingga hilangnya kesempatan generasi muda untuk meraih pendidikan dan prestasi.
Selain persoalan tawuran, Nazario juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang yang dinilai semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Ia menekankan bahwa, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, alumni, organisasi kepemudaan dan lingkungan sekitar.
“Sebagai bentuk komitmen membangun generasi muda yang positif, pihaknya mengajak seluruh alumni dan pelajar se-Tangerang Raya untuk menanamkan sejumlah nilai penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni menolak segala bentuk anarkisme dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum, menolak penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta obat-obatan terlarang, menolak segala bentuk bullying baik di sekolah, lingkungan pergaulan maupun media sosial, serta menolak tawuran dan mengedepankan dialog serta musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya
Selain itu, ia juga mengajak pelajar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan disiplin belajar dan prestasi akademik maupun nonakademik, menjunjung tinggi toleransi tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan, serta menjadi pelopor perdamaian, persaudaraan dan semangat kebangsaan.
Nazario turut mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama berbagai informasi bohong atau hoaks yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar sering kali menjadi pemicu terjadinya konflik maupun aksi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Ia juga mengimbau para pelajar untuk tidak mudah terpancing mengikuti aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan maupun terlibat dalam aksi tawuran di jalanan. “Sebaliknya, generasi muda diharapkan mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi diri, seperti kegiatan pendidikan, olahraga, seni, organisasi, maupun aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir penyampaiannya, Nazario berharap seluruh pelajar di Tangerang Raya mampu menjadi agen perubahan yang memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam mencegah berkembangnya kekerasan, penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Sudah saatnya generasi muda bersatu menjaga persatuan, mengukir prestasi, serta menjadi pelopor terciptanya Tangerang Raya yang aman, damai, bebas narkoba, bebas tawuran dan semakin maju. Masa depan bangsa ada di tangan para pelajar hari ini,” tutup Nazario Delima Adventus. (Red).
Bodetabek
Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor
Tangani Dampak Kemarau
Bogor, Hariansentana.com – Menindaklanjuti SK Bupati Bogor Nomor : 300.2/11/KEP-TD/BPBD Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2026, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen berperan aktif dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih untuk mendukung penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Langkah yang diambil Perumda Air Minum Tirta Kahuripan adalah membuka akses 8 instalasi pengolahan air untuk dijadikan stasiun pengisian air bersih melalui mobil tangki, menyediakan 12 armada tangki untuk membantu pendistribusian air bersih dan mengoptimalkan Water Treatment Plant (WTP) mobile di lokasi rawan kekeringan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengatakan bahwa Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mempunyai peran lain selain melayani pelanggannya, namun juga memiliki fungsi tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama.” Terang Abdul Somad.

Abdul Somad juga mengimbau kepada pelanggan maupun masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dengan mengutamakan kebutuhan pokok, menampung air sebagai cadangan serta menjaga sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena akan mengganggu proses produksi pengolahan air bersih di instalasi,”papar nya nya.
Untuk diketahui, bagi warga yang mengalami krisis air bersih dapat membuat permohonan bantuan melalui Pemerintah Desa yang ditujukan kepada BPBD Kabupaten Bogor. Selanjutnya BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengkoordinir pendistribusian melalui mobil tangki bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Damkar, Dinsos, PMI dan PU (BBWS).

Melalui sinergi antara Perangkat Daerah dan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kelestarian air diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terus terpenuhi sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.(Ron)
-
Ekonomi6 days agoHEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global
-
Polhukam5 days agoJisman Hutapea Divonis Bebas, Bukti Digital Forensik Jadi Sorotan dalam Perkara UU ITE
-
Nasional5 days agoBamus DPRD DKI Jakarta,Tetapkan Jadwal Pembahasan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
-
Polhukam6 days agoTantan Sulthon Resmi Nakhodai PWI Jawa Barat Periode 2026 – 2031

