Ibukota
Pramono Tegaskan, Satpol PP DKI diminta Tindak Penjualan Tramadol Ilegal
Jakarta, Hariansentana.com. – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan tegas memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk menindak maraknya penjualan obat keras ilegal jenis tramadol dan jenis lainnya yang merusak generasi muda.di Jakarta.
“Kami akan tertibkan, saya akan minta Satpol PP untuk menertibkan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.(28/1/2026)
Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta kepolisian untuk menindak para pengedar.
“Kita akan lakukan nanti, ke depannya harus koordinasi dulu dengan BPOM, kemudian dengan kepolisian, secara berkala juga pasti melakukan penertiban,” kata Satriadi.
Satriadi mengatakan, penindakan terhadap peredaran obat keras ilegal sudah menjadi kegiatan rutin Satpol PP bersama jajaran kepolisian.
Sepanjang 2025, Satpol PP DKI Jakarta telah menertibkan peredaran obat keras ilegal dengan barang bukti mencapai 39.436 butir di seluruh wilayah Jakarta.Terkait penindakan terhadap para pengedar, Satriadi menegaskan hal itu menjadi kewenangan kepolisian karena termasuk tindak pidana.
“Itu kepolisian. Karena itu sudah tindak pidana. Jadi, kita hanya fokus tempat usaha, maka ada sanksi untuk penutupan, atau misalkan larangan penjual,” jelas Satriadi.
Aktivitas penjualan obat terlarang itu sempat viral dalam beberapa video yang diunggah di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat beberapa pria berjalan di tengah padatnya pasar sambil membawa bungkus tramadol yang diduga siap dijual. Beberapa pengedar juga menawarkan obat keras itu secara terang-terangan di jembatan Jalan KS Tubun kepada pengendara yang melintas.
Sementara itu salah seorang pedagang di kawasan Koja ketika diminta keterangannya mengatakan, wilayah hukum Jakarta Utara diatur oleh seseorang berinisial S. “Kalau kita mah sudah ada yang urus kalau dengan aparat.” Ungkapnya. (Sutarno)
Ibukota
Jumat Berkah Peduli, Kapolres Metro Jakut Makan Siang Bersama Jamaah Masjid Madani
Jakarta, Hariansentana.com.– Usai menunaikan salat Jumat, suasana di Masjid Madani Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/9/2026), belum sepenuhnya berakhir. Kali ini, suasana ibadah dilanjutkan dengan momen sederhana yang sarat makna.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) memilih duduk bersama para jamaah untuk menikmati makan siang dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah Peduli.
Tidak ada sekat antara seragam kepolisian dan masyarakat. Kapolres bersama jajarannya makan dalam satu suasana yang penuh keakraban. Obrolan ringan dan komunikasi hangat mewarnai kebersamaan tersebut.
Bagi Polres Metro Jakarta Utara, kegiatan ini bukan sekadar agenda makan bersama. Jumat Peduli menjadi ruang untuk membangun silaturahmi sekaligus mendekatkan kepolisian dengan masyarakat secara langsung.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Polisi tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan membangun komunikasi yang baik,” ujar Kombes Pol. Adhe Hariadi.
Menurutnya, kedekatan dan komunikasi yang terjalin dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Jakarta Utara.
Melalui momen sederhana tersebut, pesan yang ingin dibangun pun terasa jelas: kehadiran polisi tidak selalu harus dalam situasi formal. Duduk bersama, berbincang, dan makan dalam satu meja juga menjadi cara untuk mendengar serta memahami masyarakat.
Polres Metro Jakarta Utara berharap kegiatan Jumat Peduli dapat terus memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang semakin terbuka, kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Jumat itu pun ditutup dengan suasana hangat. Sebuah makan siang sederhana menjadi jembatan untuk membangun kedekatan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tentang hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga tentang hadir, menyapa, dan menjadi bagian dari masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Berkah Peduli berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(Sutarno)
Ibukota
DMI Kota Jakarta Utara dan Tim Juri Nilai ke Lokasi Ketiga SBM Masjid Nurul Hidayah Lagoa.
Jakarta, Hariansentana.com – Masjid Nurul Hidayah Jalan Maja Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara, menjadi lokasi ketiga penilaian Seleksi Binaul Masajid (SBM) Tingkat Kota, Selasa (08/09/26).
Penilaian dihadiri oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara dan Tim Juri Idarah, Imarah, Ri’ayah dan Tim penilai masjid Ramah Anak, serta Masjid Ramah Disabilitas.
Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah H. Suparno mengucapkan selamat datang kepada DMI dan Tim Juri SBM tingkat Jakarta Utara,
” Kami para pengurus DKM Masjid Nurul Hidayah siap untuk dinilai dan diberikan pembinaan serta arahan dari DMI Jakarta Utara dan Tim Juri, dan apabila dalam penyambutan dan penyampaian data terdapat kekurangan, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya”, ujar H, Suparno
Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada DMI Kecamatan Koja yang memberikan kesempatan pada Masjid Nurul Hidayah untuk mewakili Kecamatan Koja, dalam Seleksi Binaul Masajid. Segala data dan manajemen masjid sudah kami persiapkan, tutur H. Suparno
Kami mengharapkan Masjid Nurul Hidayah dapat menjadi yang terbaik dan bila belum menjadi yang terbaik juga merupakan suatu proses pembelajaran dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap jamaah Masjid Nurul Hidayah, lanjutnya
Sementara itu Ketua DMI Jakarta Utara Drs. Suwardi menambahkan hari ini merupakan peserta yang ketiga DMI Jakarta Utara dan Tim Juri melakukan penilaian dalam rangka SBM, setelah di Kecamatan Cilincing, Kecamatan Tanjung Priok dan sekarang di Masjid Nurul Hidayah Kecamatan Koja, kata Suwardi
” Selain melakukan penilaian, kegiatan SBM ini juga merupakan ajang silaturahmi Antara DMI Jakarta Utara dan DKM Masjid, dimana jumlah masjid di Jakarta Utara berjumlah 666 masjid, 999 musholla dan 1200 TPQ.”
Penilaian SBM meliputi beberapa aspek diantaranya, aspek Idaroh, Imaroh, Riaya dan aspek Masjid Ramah (Ramah Lingkungan, Ramah Anak, Ramah Disabilitas),” terang Suwardi,
Turut hadir dalam kegiatan SBM hari ketiga Masjid Nurul Hidayah antara lain, Sekretaris DMI kota Jakarta Utara Ustadz Mahdi Kholid, Bendahara DMI Kota Jakarta Utara Ustadz Endi Sucahyadi, Ketua DMI Kecamatan Koja Ustadz H. Sodikin Jakarsih, Sekretaris DMI Kecamatan Koja H. Edi Hambali, serta Bagian Kesra RW 07.(Sutarno)
Ibukota
Dr.H. Pramono Apresiasi Perubahan Citra Positif Satpol PP
Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta, Dr.H. Pramono Anung mengapresiasi perubahan citra positif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kini dinilai semakin humanis, ramah, dan profesional.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9).
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada Satpol PP karena apa pun yang dilihat tentang Jakarta, salah satunya wajahnya adalah kalau perilaku Satpol PP seperti yang 4S tadi: Santun, Senyum, Sapa, dan Salam. Dan sekarang ini saya lebih melihat jauh lebih humanis,” ujar Pramono.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dan kenyamanan warga, Gubernur pun menyetujui rencana pembangunan Markas Komando Satpol PP yang representatif.
Perencanaan pembangunan Mako ini ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun ini. Pemprov DKI menyiapkan sejumlah opsi lokasi pembangunan Mako Satpol PP, salah satunya di Cempaka Putih.
“Saya bisik-bisik sama Pak H.Rano Karno Wagub, Pak Uus Kuswanto Sekda DKI Jakarta, kita bertiga sepakat sudah waktunya Satpol PP.dki jakarta punya Mako yang baik dan kita mulai paling lambat tahun ini 2026,perencanaannya harus selesai,” katanya.

Pramono menekankan, Satpol PP merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Karena itu, ia juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Satpol PP dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan Jakarta.
Ketertiban yang tercipta inipun akan berdampak positif terhadap berbagai sektor, termasuk pertumbuhan ekonomi Jakarta, layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya.
“Hal yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, ketertiban, kenyamanan, dan ini salah satu peran utamanya adalah ada di Satpol PP. Jadi saudara-saudara turut memberikan kontribusi yang selama ini mungkin Saudara-saudara tidak pahami, tidak ketahui,” jelas Pramono.
Dalam arahannya, Gubernur juga berpesan kepada para petugas Satpol PP untuk terus mempertahankan sikap humanis dan mampu menahan emosi dalam menjalankan tugasnya.
“Mari jaga Jakarta menuju kota global, menjaga Jakarta, menjaga rasa aman warganya, menjaga ruang bagi perekonomian untuk terus tumbuh, dan menjaga kepercayaan dunia terhadap Jakarta,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jiwa korsa, dan sinergi seluruh jajaran dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di Jakarta.
Satpol PP juga menyelenggarakan sejumlah rangkaian kegiatan acara syukuran HUT ke-76, salah satunya yakni sosialisasi KPK untuk memperkuat integritas serta memitigasi terjadinya korupsi, gratifikasi, maupun bentuk pelanggaran lainnya di lingkungan Satpol PP.
Acara syukuran ini dihadiri oleh 1.045 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, jajaran Satpol PP dari tingkat provinsi sampai kelurahan, Dharma Wanita Satuan Polisi Pamong Praja, anggota Satlinmas, dan Prabu Jakarta.
Dalam kegiatan ini, Satpol PP juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan prestasi para pelaku penyelenggara Tramtibum Linmas.
“Penghargaan kepada para pemenang rangkaian lomba yang meliputi Lurah Peduli Trantibum, Best Performance Satpol PP Kecamatan dalam program Satpol PP Sahabat Sekolah, Peraturan Baris Berbaris bagi anggota Satlinmas, serta Prabu Jakarta yang inspiratif dengan kategori berdampak nyata, gerakan pilah sampah, dan media sosial teraktif,” tuturnya.
Satriadi juga melaporkan, penyelenggaraan Tramtibum Linmas di Jakarta saat ini berjalan aman dan kondusif, salah satunya melalui penerapan gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun.
“Gerakan ini mendorong sikap yang lebih ramah, komunikasi terbuka, saling menghormati, pengendalian diri, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta respons cepat apa yang menjadi kebutuhan warga Jakarta,” tandasnya.(Sutarno)
-
Ibukota6 days agoAcara Malam Puncak HUT RI Ke-81. Kelurahan Pademangan Barat Meriah
-
Polhukam4 days agoDorong Aspirasi Rakyat, PABAN Indonesia Sebut Nazali Lempo Jadi Jaksa Agung
-
Polhukam18 hours agoBersama Aktivis ‘98, RAJADEM Nilai Nazali Lempo Layak Bawa Arus Balik Penegakan Hukum di INDONESIA
-
Ekonomi6 days agoPasca Mukab IX, Kadin Kabupaten Bogor Fokus Rekonsiliasi dan Perkuat Investasi

