Connect with us

Nasional

Panglima TNI Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 30 Perwira Tinggi

Published

on

Jakarta, Hariansentana com – Sebanyak 30 Perwira Tinggi TNI menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1397/VI/2021, tanggal 22 Juni 2021.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 30 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 17 Pati TNI AD, 4 Pati TNI AL dan 9 Pati TNI AU, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (23/6/2021).

Adapun 30 Pati TNI yang naik pangkat terdiri dari 17 Pati TNI AD yaitu Letjen TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. (Pangkostrad), Letjen TNI Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M. (Danpusterad), Mayjen TNI Benny Antony Sitohang, S.H., M.Hum. (Pa Sahli Tk. III Bid. Jahpers Panglima TNI), Mayjen TNI Gregorius Henu Basworo, S.I.P., M.Si.(Han) (Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Wassus dan LH), Mayjen TNI Dr. Budi Pramono, S.I.P., M.M., M.A., (GSC)., CIQaR., CIQnR. (Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI), Brigjen TNI Endi Servandy, S.Sos., M.M. (Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Wassus), Brigjen TNI Danni Koswara (Kabinda Kalimantan Timur pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN).

Brigjen TNI Agustinus, S.I.P., M.Si. (Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Brigjen TNI Handoko Nurseta, S.H., M.Tr. (Han) (Kapoksahli Pangdam XII/Tpr), Brigjen TNI M. Sujono, S.E., S.H., M.Si., M.Han. (Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat dan Objek Vital Nasional, Kemenko Polhukam), Brigjen TNI Aditya Nindra Pasha, S.E. (Asops Kaskogabwilhan III), Brigjen TNI Dr. Halomoan F.S. Alexandra, S.H., M.H. (Widyaiswara Bid. Strategi dan Kawasan Seskoad), Brigjen TNI Mochamad Reza Utama (Dircab Pusziad), Brigjen TNI dr. Sutan Finekri A. Abidin, Sp.OG., K.F.M., M.A.R.S. (Dirbang Riset RSPAD Gatot Soebroto), Brigjen TNI Kuswara Harja (Dirrenbanghan Ditjen Renhan Kemhan), Brigjen TNI Salidin, S.H., M.Hum. (Kapuslemasmil Babinkum TNI) dan Brigjen TNI Kemas Ahmad Yani Yulianto, S.H., M.Hum. (Dansatidik Puspomad).

4 Pati TNI AL yaitu Laksda TNI Sunaryo, CFrA. (Irjenal), Laksda TNI Mohamad Zaenal, S.E., M.M., M.Soc.Sc. (Koorsahli Kasal), Laksma TNI Syamsul Rizal, S.H., M.M. (Seklem AAL) dan Laksma TNI Achmad Wibisono, S.E., CHRMP. (Danlantamal I Blw Koarmada I).

9 Pati TNI AU yaitu Marsdya TNI Diyah Yudanardi (Dansesko TNI), Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. (Danjen Akademi TNI), Marsda TNI Elianto Susetio, S.I.P., M.Si. (Aspers Kasau), Marsda TNI Hesly Paat (Wairjen TNI), Marsma TNI I Putu Gede Suartika (Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem), Marsma TNI V. Andy P. Suartha, S.H., M.I.Pol. (Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI), Marsma TNI Julianto Sutrisnawan (Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas), Marsma TNI Kuat Sitanggang, M.Si. (Han) (Askomlek Kas Kogabwilhan III) dan Marsma TNI dr. Budi S. Utomo, Sp.KFR., M.A.R.S. (Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.M., Kasum TNI Letjen TNI Eko Margiyono, M.A. Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han), Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjri, S.I.P., M.Si., Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono dan Aspers Panglima TNI Marsda TNI A. Gustaf Brugman, M.Si. (Han).

Nasional

Polemik Desil, Politisi PDIP sebut Kesalahan Data Jangan Sampai Rampas Hak Warga

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyoroti polemik penentuan desil kesejahteraan masyarakat yang belakangan menuai keluhan. Menurutnya, meningkatnya sentimen negatif di media sosial menunjukkan persoalan desil telah berkembang menjadi masalah kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan sosial pemerintah.

“Angka 6.310 talks dengan sentimen negatif hampir 44 persen itu bukan sekadar noise media sosial, itu cerminan rasa tidak percaya warga terhadap sistem yang katanya dibangun untuk melindungi mereka,” kata Aria Bima pada wartawan (26/8)

Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa desil merupakan posisi relatif seseorang atau rumah tangga dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan penetapan mutlak seseorang kaya atau miskin. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus mengakui masih terdapat persoalan akurasi karena pembaruan data tidak selalu mampu mengikuti perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

Aria mencontohkan masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat mengalami penurunan kondisi ekonomi secara cepat, sementara data pemerintah masih menggambarkan keadaan rumah tangga tersebut beberapa waktu sebelumnya.

“PHK terjadi hari ini, tapi datanya masih mencerminkan keadaan dua tahun lalu. Di sinilah negara kehilangan kredibilitas,” ujarnya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah menyediakan mekanisme sanggah yang sederhana, gratis, dan cepat bagi masyarakat yang merasa penetapan desilnya tidak sesuai kondisi faktual. Pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan juga harus diperkuat sebagai garda terdepan dalam proses verifikasi karena dinilai lebih mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya.

Selain mekanisme sanggah, Aria meminta pemerintah membuka secara transparan formula penentuan desil, mulai dari variabel yang digunakan, bobot setiap indikator hingga dasar metodologinya. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima angka tanpa mengetahui bagaimana status tersebut ditentukan. Ia juga mendorong keterlibatan akademisi dan lembaga statistik independen untuk mengaudit serta menyempurnakan metode yang digunakan BPS.

Aria turut mengingatkan potensi salah klasifikasi terhadap kelompok seperti petani dan nelayan. Kepemilikan lahan, perahu, atau aset produktif lainnya tidak semestinya langsung dianggap sebagai indikator kemapanan karena aset tersebut merupakan alat untuk mencari nafkah. Kesalahan klasifikasi, menurutnya, dapat berdampak lebih luas, termasuk hilangnya akses anak terhadap bantuan pendidikan.

Ia juga meminta pemerintah tidak terburu-buru menggunakan desil sebagai dasar pencabutan subsidi energi sebelum persoalan akurasi data diselesaikan dan masa transisi disiapkan.

“Data boleh jadi dasar kebijakan, tapi jangan sampai kesalahan administratif merampas hak warga atas perlindungan sosial. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya

Continue Reading

Ibukota

Pemprov DKI Minta Maaf Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Diundur

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas pengunduran jadwal peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading – Manggarai, yang peresmian semula diagendakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

“Pemprov DKI meminta maaf atas perubahan jadwal hari ini, termasuk kepada warga yang sempat menyesuaikan perjalanan karena rencana rekayasa lalu lintas di sekitar Manggarai,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim.red) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Chico menjelaskan bahwa seluruh jalur fisik dan rel LRT sejatinya telah selesai dikerjakan secara teknis oleh Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Namun, penyesuaian jadwal penundaan ini sengaja diambil demi memastikan seluruh fasilitas penunjang di stasiun beroperasi ramah pengguna

Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar layanan yang diterima warga benar-benar inklusif. Fasilitas akses, informasi, dan layanan prioritas perlu dipastikan lengkap sebelum peresmian. Termasuk bagi penyandang disabilitas, lansia, anak, dan warga yang berpindah moda di Manggarai,” ujar Chico.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengonfirmasi bahwa kepastian tanggal peresmian baru akan ditentukan usai evaluasi final. Termasuk pembenahan minor rampung dikerjakan.

“Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” kata Marulina.

Koridor LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai memiliki bentang jalur sepanjang 12,2 kilometer yang melintasi 11 stasiun, yaitu Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Waktu tempuh perjalanan dari titik awal ke titik akhir diproyeksikan memakan waktu sekitar 28 menit.

Jalur ini terintegrasi langsung dengan simpul transportasi Stasiun Manggarai yang terhubung ke KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, serta layanan TransJakarta. Pada masa awal pengoperasian hingga Oktober 2026, tarif yang diterapkan adalah flat Rp5.000 sekali jalan dengan jam operasional pukul 05.00–24.00 WIB. (Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

H Rano Karno, Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, di Cawang

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, H.Rano Karno (Bang Doel).Selasa (25/8), menghadiri perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Santunan Anak Yatim di Majelis Ta’lim Anwarul Hidayah, Kelurahan Cawang, kecamatan Kramat Jati, kota administrasi Jakarta Timur.

Meski tidak sampai kegiatan rampung, Rano hadir memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Semoga peringatan Maulid malam ini membawa manfaat bagi masyarakat. Pak Gubernur menginstruksikan saya hadir di sini karena kebetulan, Insyaallah besok Bapak Presiden akan meresmikan LRT dari Velodrome sampai ke Manggarai, jadi, kami berbagi tugas,” katanya.

Rano meminta maaf, karena tidak bisa mengikuti kegiatan sampai tuntas lantaran kondisi kesehatan yang belum prima.

“Sebenarnya dokter menyarankan agar saya tidak banyak beraktivitas minimal selama seminggu setelah terkena tifus. Namun, saya merasa tidak betah hanya berdiam diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Rano juga menyempatkan menjenguk sesepuh Majlis Ta’lim Anwarul Hidayah yang tengah mengalami kendala kesehatan.

“Sekali lagi, Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan, suatu saat saya bisa duduk lebih lama di sini untuk saling belajar,” tandasnya.

Jamaah Majelis Taklim Anwaril Hidayat mendoakan semoga Bang Doel Sehat selalu.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending