Ibukota
Jakarta Utara Ikuti Pencanangan HUT DKI dari Proyek Pembangunan Kampung Susun Akuarium
Jakarta.HarianSentana.Com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengikuti rangkaian pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI ke-494 secara daring di proyek pembangunan Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Senin (24/5).di Hadiri komandan kodim 0502.JU.kolonel.inf.Roynald Sumendap dan Wakapolres Metro jakarta utara.AKBP.Nasriadi.
Lokasi ini dipilih karena dinilai mencerminkan ‘Jakarta Bangkit’ sesuai dengan tema acara tersebut.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pada HarianSentana.Com di lokasi, kebangkitan kota Jakarta khususnya Jakarta Utara salah satunya berada pada Kampung Susun Akuarium. Kampung ini mampu mewujudkan kekuatan kolaborasi Kota Jakarta antara pemerintah, warga dan pemangku kepentingan lainnya.
“Untuk Jakarta Utara kita pilih lokasi pencanangannya di Kampung Susun Akuarium. Lokasi ini sebagai apresiasi, menunjukkan Jakarta bangkit, kebangkitan itu ada di Kampung Akuarium ini,” kata Ali saat ditemui di proyek pembangunan Kampung Susun Akuarium, Senin (24/5)siang.
Kampung Susun Akuarium ini, dinilai Ali sebagai suatu konsep penataan kampung. Kearifan lokal dikedepankan agar pembangunan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat.
“Ini merupakan suatu konsep penataan kampung, bukan memindahkan tapi merapikan kampung. Jadi lebih kepada mengakomodir kearifan lokal. Pembangunan dan penataan kampung juga disesuaikan apa yang ingin disampaikan warga setempat,” jelasnya.
Ali kembali menuturkan, Kampung Susun Akuarium ini berpotensi sebagai lokasi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian warga.
Apalagi area kampung ini didukung dengan banyaknya jejak bangunan peninggalan bangsa Indonesia dan Belanda diantaranya Gudang Rempah-Rempah, Museum Bahari, Menara Miring Syahbandar, Bangunan Pasar Heksagonal, Masjid Keramat Luar Batang, Galangan Kapal VOC, Pelabuhan dan Mercusuar Sunda Kelapa dan sejumlah bangunan kuno lainnya.
“Sejak awal Pak Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan memang akan mulai merapikan kota di pesisir Jakarta. Kampung Akuarium ini satu bagian area wisata Religis karena dekat masjid Luar Batang.yang dulu namanya Kota Batavia, banyak sejarah di sini,” tuturnya.Sementara atas protesnya warga yang tidak di undang Ali menjelaskan sudsh ada perwakilan tiap Rt.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 12/04 Kampung Akuarium Topas Juanda mengakui konsep Jakarta sebagai kota kolaborasi benar-benar terjadi pada pembangunan Kampung Susun Akuarium ini mulai dari pembangunan hunian sementara atau shelter, musala, hingga bangunan setinggi lima lantai yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.
Kolaborasi ini tentunya mengedepankan buah pikir antara pemerintah, warga, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga konsep pembangunan berjalan sesuai harapan.
“Kami (warga) sangat senang dengan konsep kolaborasi ini. Semua kegiatan pembangunan terkonsep dari warga untuk warga,” ungkap Topas.
Masih di lokasi yang sama, Site Manager PT Surya Bangun Persada Indah Dudy Altha Prasetya optimis pembangunan Blok B dan D Kampung Susun Akuarium rampung pada Agustus 2021 mendatang.
Proses pembangunan Kampung Susun ini juga melibatkan warga sebagai pengawas pembangunan sehingga pembangunan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.
“Kami optimis pembangunan ini rampung pada Agustus 2021 mendatang,” tutupnya.
Penulis : Sutarno
Ibukota
Fraser Residence Sudirman, Setiabudi Gandeng PMI Jakarta Selatan Peduli Kemanusiaan dengan Donor Darah
JAKARTA, SENTANA – Fraser Residence Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah pada Senin (27/7/2026).
General Manager Fraser Residence Sudirman Jakarta Wita Junifah mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR).tahunan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah sekaligus kontribusi perusahaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Wita menambahkan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh 75 pendonor dari target 100 kantong darah yang ditargetkan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena bakti sosial itu masih berlangsung hingga batas waktu yang telah ditetapkan oleh PMI.
Menurut Wita, peserta donor darah tidak hanya berasal dari penghuni Fraser Residence Sudirman dan The Peak at Sudirman, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan Sudirman. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan.
Meski demikian, tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya. PMI tetap menerapkan proses skrining kesehatan, meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), tekanan darah, serta kondisi kesehatan lainnya guna memastikan keamanan pendonor dan kualitas darah yang dikumpulkan.
Wita menegaskan, kegiatan donor darah akan terus menjadi program CSR tahunan Fraser Residence Sudirman. Selain donor darah, Fraser Residence Sudirman juga menjalankan sejumlah program keberlanjutan lainnya, seperti penanaman mangrove, pembinaan panti asuhan di sekitar kawasan Sudirman, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan pemerintah kelurahan dan kecamatan.
“Fraser Residence Sudirman tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis dengan terus menghadirkan layanan terbaik sekaligus menjalankan program-program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wita.
Ibukota
DPRD Kota Denpasar Kunker ke Pemkot Jakarta Utara
Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara menerima kunjungan kerja studi banding Pimpinan dan Anggota Komisi I hingga Komisi IV DPRD Kota Denpasar di Kantor Wali Kota setempat. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas sekaligus bertukar pengalaman terkait tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi di dampingi Muhammad Andri Asisten Pemerintahan Seko memaparkan karakteristik wilayah kerjanya serta berbagai program pembangunan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pemerintah pusat, dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pelindo.
“Sebagian program memang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra strategis. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Selasa (21/7).
Iyan menjelaskan, kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk saling bertukar informasi dan berbagi praktik baik antardaerah. Sebab, setiap daerah memiliki tantangan dan keunggulan masing-masing yang dapat menjadi pembelajaran bersama.
Ia menambahkan, pembangunan sebuah kota tidak hanya membutuhkan sumber daya, tetapi juga kolaborasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan DPRD Kota Denpasar ke Jakarta Utara. Semoga informasi yang diperoleh dapat menjadi referensi dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkot Jakarta Utara.
Ia menuturkan, kunjungan kerja tersebut diikuti 45 anggota DPRD Kota Denpasar yang berasal dari tujuh partai politik dan terbagi dalam empat fraksi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik. Perekonomian Kota Denpasar sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata. Namun, masih banyak hal yang perlu terus dibenahi agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ucapnya.
Ia berharap, kunjungan kerja tersebut dapat mempererat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
“Semoga hubungan baik ini terus terjalin. Kami juga mengundang Pemkot Jakarta Utara untuk berkunjung ke Kota Denpasar agar silaturahmi dan pertukaran informasi dapat terus berlanjut,” tandasnya.(Sutarno)
Ibukota
Pasangan Farhan dan Cinta, Terpilih Jadi Abnon Jakarta Utara Tahun 2026
Jakarta, Hariansentana.com.- Pasangan Farhan dan Cinta resmi dinobatkan sebagai Abang dan None (Abnon) Jakarta Utara Tahun 2026. Keduanya berhasil menjadi yang terbaik pada Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Utara yang berlangsung di North Jakarta Intercultural School (NJIS), Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Kota administrasi Jakarta Utara.
Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan apresiasi kepada para pemenang maupun seluruh finalis yang telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga malam puncak.
Menurutnya, ajang Abang None bukan sekadar kompetisi penampilan, tetapi menjadi sarana pembinaan generasi muda sebagai duta pembangunan.
“Kegiatan ini bukan sekadar memilih figur yang mampu tampil di atas panggung, melainkan menyiapkan generasi muda sebagai penghubung antara masyarakat, budaya, pariwisata, dan masa depan Jakarta,” ujarnya, Jumat (17/7).
Hendra menjelaskan, Jakarta Utara memiliki karakteristik yang khas sebagai kawasan kaya akan sejarah dan keberagaman budaya. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun karakter kota di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.
Untuk itu, lanjut Hendra, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Peran Abang dan None diharapkan mampu memperkenalkan potensi Jakarta kepada masyarakat luas, termasuk di tingkat internasional.
“Abang dan None adalah garda terdepan yang akan menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta memiliki talenta muda yang mampu bersaing di tingkat internasional,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti menambahkan, seluruh finalis sudah mengikuti masa karantina dan pembekalan selama satu bulan.
Mereka mendapatkan materi kepemimpinan, wawasan global, serta kemampuan komunikasi untuk membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas diri.
“Pemilihan Abang None merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar mampu menjadi representasi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta Utara,” ungkapnya.
Restuning berharap, semangat Bermula di Utara dapat terus menjadi landasan bagi para finalis untuk berkontribusi dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta Utara.
Ia menuturkan, malam final tahun ini menjadi momentum bersejarah karena dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Plus Jakarta Utara.
“Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan generasi muda serta promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta Utara,” tandasnya.
Untuk diketahui, dalam ajang tersebut, pasangan Jaedan dan Celta berhasil meraih gelar Wakil I Abang dan None Jakarta Utara 2026. Adapun pasangan Aria dan Isyana dinobatkan sebagai Wakil II. Ketiga pasangan terbaik selanjutnya akan mewakili Jakarta Utara pada ajang Pemilihan Abang None Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.(Sutarno)
-
Polhukam7 days agoLSM PRB Soroti Penetapan Tersangka Kasus Korupsi RSUD Parung: Desak Kejaksaan Periksa Pejabat Eselon II dan III
-
Ibukota6 days agoDPRD Kota Denpasar Kunker ke Pemkot Jakarta Utara
-
Polhukam6 days agoIJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Pameran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi
-
Polhukam6 days agoInsan Pers Laporkan Hotman Paris ke DPN, Sirait & Co Minta Penegakan Kode Etik

