Connect with us

Ibukota

Dorong Gagasan dan Inovasi Baru untuk Pembangunan Jakarta, JID Expo 2024 Resmi Dibuka

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Pemprov DKI Jakarta kembali mengadakan Jakarta Innovation Days. Dalam penyelenggaraan yang ketiga ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta menggunakan format baru, yakni Jakarta Innovation Days Expo (JID Expo), di Balai Sudirman, kecamatan Tebet, kota administrasi Jakarta Selatan. Melanjutkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, JID Expo menjadi wadah bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta komunitas untuk memperkenalkan gagasan baru dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kota Jakarta.

Berkesempatan membuka acara tersebut, Senin(1/10/2024) Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko (plt.Kadis Kominfotik) mengapresiasi JID Expo 2024, karena mengusung tema yang menarik, yakni ‘Imagining 20 Years of Jakarta’. Hal ini bisa dilihat dari wajah Jakarta yang merupakan hasil dari proses panjang penerapan inovasi di berbagai sektor.

“Ragam inovasi terwujud, mulai dari transformasi transportasi publik, penataan kota dan permukiman, perekonomian, sampai dengan pelayanan publik berbasis digital. Dalam 20 tahun terakhir, transportasi massal di Jakarta berkembang pesat dengan tersedianya BRT, MRT, dan LRT. Jalur Transjakarta menjadi sistem BRT terpanjang di dunia dengan panjang 537,5 km,” ujar Sigit.

Sigit menambahkan, di tengah berbagai kemajuan, Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu segera diatasi, seperti kemacetan, banjir, kesenjangan sosial, pengelolaan sampah, dan polusi udara. Gagasan dan inovasi dari berbagai pihak menjadi salah satu modal untuk menjawab tantangan tersebut.

“Hal ini selaras dengan apa yang telah kita kerjakan, seperti dalam menunjang kehidupan yang layak huni. Kami telah menata 80,39% area kumuh dan membangun 36.553 unit rumah layak huni. Beragam infrastruktur tersebut turut menunjang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tercatat stabil dengan rata-rata 5,2% per tahun sejak 2010 dan menjadikan Jakarta sebagai penggerak utama ekonomi nasional,” jelas Sigit.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania memaparkan, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Khusus Jakarta Tahun 2025-2045, yaitu Jakarta Kota Global yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan. Dalam mengejar pertumbuhan ekonomi, pembangunan Kota Jakarta tetap menjamin hadirnya kesetaraan bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan sesuai dengan Indikator Kota Global.

“Setidaknya, Jakarta harus mampu memenuhi parameter, seperti ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global; kapasitas riset dan inovasi yang baik dan menerus; ruang yang nyaman untuk dihuni; menarik wisatawan untuk berkunjung; lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan; serta aksesibilitas yang terkoneksi secara intra dan inter-kota,” papar Atika.

Atika juga menilai, dari beragam Indikator Kota Global, Jakarta perlu meningkatkan kapasitas riset dan inovasi yang baik dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, Pemprov DKI Jakarta melakukan beberapa inisiasi, di antaranya dengan menyelenggarakan Jakarta Innovation Days, Future City Hub, serta Jakarta Innovation Awards secara berkala.

“Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat untuk bergerak menuju masa depan melalui pengembangan ekosistem riset dan inovasi,” pungkas Atika.

Perlu diketahui, dalam perjalanan menuju kota global, pembangunan Jakarta harus memperhatikan tren global, seperti:
a. Penggunaan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan blockchain di berbagai sektor;
b. Urbanisasi global yang akan meningkatkan jumlah penduduk Jakarta, dengan proyeksi sebesar 11 juta jiwa pada 2045;
c. Perubahan iklim yang berdampak pada peningkatan kejadian bencana alam, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan muka air laut;
d. Peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan; serta
e. Peningkatan ekonomi dan layanan keuangan digital.

Untuk diketahui, JID Expo 2024 berlangsung pada 1-4 Oktober 2024. Acara tahun ini akan berfokus pada inovasi potensial dan solusi kolaboratif yang mengatasi tantangan perkotaan dan mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global terkemuka dalam dua dekade mendatang.

Acara ini dapat dihadiri oleh masyarakat umum. Terdapat Pameran Inovasi yang diisi oleh 52 exhibitors dan sepuluh sesi Diskusi Panel dengan topik yang mendukung visi Jakarta ke depan dengan menghadirkan narasumber, seperti para inovator, akademisi, profesional, dan perwakilan pemerintah/kementerian/lembaga. Selanjutnya, terdapat sesi Innovation Matchmaking yang merupakan rangkaian agenda untuk mempertemukan para inovator agar dapat bersinergi dalam mengembangkan inovasi selanjutnya di masa depan.

Acara JID Expo 2024 ini juga diperkuat dengan Deklarasi JID Expo 2024 untuk menguatkan komitmen bersama dalam menumbuhkembangkan ekosistem riset dan inovasi. Ada pula sesi Jelajah Jakarta yang akan mengunjungi Tebet Eco Park dan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai bentuk simbol pembangunan ruang publik di Kota Jakarta.(Sutarno)

Ibukota

PMKRI Jakarta Pusat: Kekuasaan Makin Dominan, Fungsi Pengawasan DPR Dipertanyakan

Published

on

By

JAKARTA, Sentana — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menilai demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius berupa menguatnya dominasi kekuasaan dan melemahnya mekanisme check and balance antarlembaga negara.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, menyampaikan kritik tersebut dalam forum “Mimbar Menggugat” bertema “81 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Semakin Berkuasa?” pada Sabtu (29/8/2026).

Yohanes menilai muncul gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika institusi negara seolah diperlakukan sebagai kepentingan kelompok atau pihak tertentu.

“Kita sedang menghadapi gejala repatrimonialisasi kekuasaan, ketika negara seolah-olah diperlakukan sebagai barang yang dimiliki oleh para pejabat atau kelompok yang sedang berkuasa. Padahal negara ini adalah Republik, Res Publica, sesuatu yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” ujar Yohanes.

Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah, terutama ketika sejumlah pimpinan partai politik berada dalam struktur eksekutif.

“Apa yang mau diharapkan dari DPR saat ini sebagai sebuah mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan apabila ketua-ketua partai banyak yang ada di dalam kabinet pemerintahan?” katanya.

Menurut Yohanes, persoalan tersebut bukan sekadar masalah individu anggota DPR, melainkan berkaitan dengan relasi kekuasaan dan praktik sistem kepartaian.

Partisipasi Publik Dinilai Melemah

PMKRI juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.

Yohanes menilai masyarakat harus memiliki kesempatan nyata untuk mengetahui, memberikan masukan, menyampaikan keberatan, serta memastikan aspirasinya dipertimbangkan dalam proses legislasi.

“RUU itu bukan urusan privat para elite politik, melainkan urusan publik,” tegasnya.

Karena itu, PMKRI mendorong mahasiswa dan pemuda memperkuat konsolidasi serta kembali mengambil peran sebagai kekuatan kritis dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan rakyat.

“Bangsa ini lahir dari pergerakan pemuda. Masa depan bangsa harus tetap digenggam oleh tangan anak muda, karena ini adalah tuntutan sejarah,” pungkas Yohanes.

Continue Reading

Ibukota

Dr.H.Pramono Anung Kukuhkan Dr.H.Fauzi Bowo Sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung, mengukuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Fauzi Bowo alias Bang Foke sebagai Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB).

Pembentukan lembaga tersebut menjadi momentum baru dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus melestarikan adat, budaya, dan identitas Betawi di Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengukuhkan LAKB. Menurut dia, keberadaan lembaga tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

“Kami masyarakat Betawi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano dalam keterangannya, pada.Sabtu (29/8/2026).

Menurut Riano, pembentukan LAKB diharapkan menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.
Ia berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian yang berada di Jakarta.

Dengan demikian, berbagai organisasi dan komunitas Betawi dapat berhimpun secara lebih terarah, tertib, dan terkoordinasi.

Riano juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur-unsur yang selama ini berada di lingkungan Bamus Betawi, untuk bersama-sama berhimpun dalam LAKB.

“Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,” kata Riano.

Satukan Organisasi Kebetawian

Riano menilai keberadaan LAKB menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi.

Menurutnya, selama ini terdapat beragam organisasi dan perkumpulan yang bergerak dalam bidang kebudayaan, adat, sosial, dan kemasyarakatan Betawi.
Dengan terbentuknya LAKB, ia berharap seluruh unsur tersebut dapat terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid tanpa menghilangkan peran dan keberagaman masing-masing organisasi.

“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan LAKB merupakan hasil dari proses dan perjuangan yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pengukuhan lembaga tersebut dinilai sebagai pencapaian penting bagi masyarakat Betawi di Jakarta.

“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,” ujar Riano.

Fauzi Bowo Dianugerahi Gelar Dato Mualim

Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim. Pemberian gelar tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin DKI Jakarta dan dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan masyarakat serta kebudayaan Betawi.

Pengukuhan Bang Dr.H.Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB diharapkan dapat memperkuat peran lembaga tersebut dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Ke depan, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi kebetawian, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai adat serta kebudayaan Betawi kepada generasi berikutnya.

Pembentukan lembaga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta, sehingga pembangunan dan modernisasi Ibu Kota tetap berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya masyarakat Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan jati diri Jakarta.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Meriahkan HUT RI ke-81 PT Oval Advertising Bersama Yayasan Gardu 08 Indonesia Gelar Turnamen Adu Penalti

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Oval Advertising dan Yayasan Gardu 08 Indonesia menggelar lomba turnamen adu penalti yang berlangsung di lingkungan RW 02 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/8).

Lomba turnamen adu penalti ini merupakan kegiatan yang kali keduanya digelar pada momen perayaan HUT RI. “Tahun lalu kegiatan adu penalti berlangsung seru dan sukses. Untuk itu pada tahun ini kita selenggarakan lagi dan banyak pesertanya,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) PT Oval Advertising Gunawan Agus Salim yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Gardu 08 Indonesia.

Pertandingan adu penalti yang diprakarsai Agus Salim diikuti oleh 32 tim. Sebanyak 16 tim tuan rumah dari RW 02 Pejagalan. Sedangkan 16 tim dari lingkungan seberangnya yakni 07 Kelurahan Angke, Jakarta Barat. Tiap tim terdiri dari tiga orang pemain.

Adapun hadiah yang disiapkan berupa uang tunai Rp 10 juta dengan rincian Juara 1 dapat Rp 7 juta, sedangkan runner UP Rp 2 juta, dan juara ketiga Rp 1 juta.

Ajang penuh kebersamaan ini sukses menarik perhatian warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja, pemuda hingga orang tua, yang antusias turun ke lapangan. Para peserta tampak berjuang sekuat tenaga mengerahkan semua kemampuan terbaiknya demi menjadi juara dan meraih hadiah utama.

Lomba turnamen adu penalti ini selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai ajang untuk berolah raga. Para pemenang akan mendapat hadiah yang cukup menarik. Hadiah pemenang turnamen ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Gardu 08 Indonesia, Bapak Letkol Inf (Purn) Soewito. (**)

Continue Reading
Advertisement

Trending