Connect with us

Ibukota

Jumat Curhat Dengan Warga Pademangan Barat, Kapolres Metro Jakut Imbau Warga Jaga Kamtibmas Di Bulan Ramadhan. 1445H.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan didampingi Waka Polres Metro Jakarta Utara AKBP Wiraga Dimas Tama kembali melakukan kegiatan Jumat Curhat bersama dengan warga Kel. Pademangan Barat Kec. Pademangan Jakarta Utara yang berlangsung di Polsubsektor Pademangan Barat, Jalan Ampera Besar Rw. 04.Kel. Pademangan Barat Kec. Pademangan Jakarta Utara. Jumat (08/3/24).

Jumat Curhat dihadiri PJU Polres Metro Jakut Kabagops AKBP Ahmad Akbar, Kasat Intelkam AKBP Ananto Herlambang, Kasat Reskrim AKBP Hady Saputra Siagian, Kasat Narkoba AKBP Prasetyo Noegroho, Kapolsek Pademangan Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Kasat Binmas AKBP Agus Rizal, Aiptu Lukman Kasubsektor, peltu Zumiwan,perwakilan koramil pademangan,Lutfi Sekel. serta para anggota Jajaran Polres Metro Jakarta Utara

TNI, Tokoh Masyarakat serta warga masyarakat Kel. Pademangan Barat Kec. Pademangan Jakarta Utara sebanyak kurang lebih dari 50 orang.

Dalam sambutannya, Kapolres Metro Jakarta Utara, menyampaikan ucapan terimakasih atas kelancaran pelaksanaan Pemilu Tahun ini.

“Hari ini kita betul merasakan pasca Pemilu, kita sudah melalui proses tersebut, saya berterima kasih atas kelancaran Pemilu Tahun ini. Saya berharap warga Pademangan Barat semakin kuat, semakin berkah, penuh dengan sukacita, bertetangga semakin akrab,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara.

Kapolres melanjutkan, dalam menghadapi bulan Ramadhan, sejumlah potensi gangguan Kamtibmas rawan terjadi seperti tawuran, Curamor, pencurian rumah kosong, namun semua itu bisa diatasi bila dilakukan dengan bersama-sama dalam menjaga Harkamtibmas.

Tidak lupa juga Kapolres mengingatkan warga selalu melaksanakan kegiatan positif terlebih di bulan Ramadhan nanti. “Agar kita semua membuat kegiatan kegiatan positif, agar kita semua dapat terhibur, membuat tanaman-tanaman, kegiatan senam sehat dan Pengajian,” imbuhnya.

Lanjut, Gidion juga berpesan agar selalu lebih berhati-hati menggunakan media sosial terutama kepada anak anaknya. Mengingat banyaknya kasus yang viral sekarang ini, seperti kasus bullying, dimana pelaku bukan hanya anak laki laki saja, namun anak-anak perempuan pun bisa terlibat sehingga agar kita saling menjaga.

“Berita Hoax pun juga, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial, berita-berita yang tidak seharusnya dibagikan, jangan sampai di sebar. Mudah-mudahan apa yang bapak ibu lakukan untuk lingkungan semoga menjadi berkah,” pinta Kapolres.

Sementara itu, warga yang hadir dalam acara itu juga menyampaikan sejumlah pertanyaan dan harapan kepada pihak Kepolisian. Ketua RW 12.Sutikno, mengatakan disamping mengenai gangguan kamtibmas, masalah Curanmor, ia berharap pihak Kepolisian agar lebih meningkatkan patroli agar tawuran semakin berkurang. Kemudian terkait penggunaan sepeda listrik, yang menggunakan masih anak di bawah umur.

Selian itu warga juga menanyakan tentang penegakkan hukum di bulan Suci Ramadhan agar diadakan razia petasan, untuk kekhusyukan melaksanakan ibadah serta adanya parkir liar dan anak-anak nongkrong malam hari.

Terkait tawuran, Kapolres Metro Jakarta Timur menjelaskan, dalam penegakkan hukum itu harus flexibel, kapan menggunakan hukum yang maksimal. Selain itu, Kapolres juga mengusulkan agar KJP diputus untuk para pelaku tawuran, kemudian tidak diterbitkan SKCK.

Tidak lupa juga Kapolres juga mengingatkan betapa pentingnya peran serta orang tua dalam mencegah tawuran, terlebih juga para guru agar lebih aktif lagi memperhatikan murid-muridnya.

Kemudian sepeda listrik, memang dalam sisi Undang-Undang Lalu lintas belum masuk, menurut Kapolres penggunaan sepeda listrik dikalangan anak-anak memang sangat bahaya apalagi di jalan raya. “Saya akan memikirkan jalan keluar agar dapat teratasi,” jelasnya.

Kemudian terkait minuman keras, Kapolres setuju harus ditertibkan. “Kami akan komunikasikan dengan Satpol PP agar segera di tertibkan, terimakasih atas masukannya pak. Terimakasih atas kerjanya para Babinsa dan Babinkamtibmas Pademangan Barat,” sambung Kapolres.

” Terkait petasan, memang tidak boleh digunakan, kita akan meningkatkan patroli. dan terkait parkir liar, nanti kita cari solusinya ya ibu, agar Babinkamtibmas membantu Pak Kapospol agar ditingkatkan patrolinya,” pungkas Kapolres.

Usai menggelar Jumat Curhat tersebut dilanjutkan dengan pembagian baju dan topi Pokdarkamtibmas oleh Bapak Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan diakhiri dengan sesi foto bersama.(Sutarno)

Ibukota

Kado HUT ke-499.Jakarta, Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol Diresmikan untuk Perkuat Konektivitas.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan kado bagi warga melalui peresmian Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol. Infrastruktur tersebut meliputi aktivasi Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) JIS, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) penghubung, serta Gerbang Ancol yang mengintegrasikan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan jaringan transportasi publik.

Peresmian yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta,Dr.H.Pramono Anung, di Stasiun KRL JIS, Jakarta Utara, pada Senin (22/6) ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

Gubernur Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan konektivitas antarkawasan. Keterhubungan JIS, Ancol, dan jaringan transportasi publik menjadi langkah penting untuk menghadirkan mobilitas yang lebih mudah, nyaman, dan efisien bagi warga.

“Karena itu, konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” ujarnya.

Gubernur Pramono menjelaskan JIS dan Ancol merupakan dua kawasan strategis yang saling melengkapi. JIS berperan sebagai pusat olahraga, hiburan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional dan internasional. Di sisi lain, Ancol menjadi destinasi wisata dan rekreasi unggulan Jakarta.

Keterpaduan kedua kawasan dinilai penting untuk mendukung mobilitas pengunjung serta kelancaran penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Integrasi tersebut diwujudkan melalui Stasiun KRL JIS, JPO penghubung, dan akses baru menuju Ancol.

“Fasilitas ini akan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun kegiatan berskala besar. Masyarakat yang datang untuk berolahraga, berwisata, bekerja, atau menghadiri berbagai acara kini memiliki akses yang lebih baik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi,” jelasnya.

Gubernur Pramono menambahkan, kualitas konektivitas kawasan dan integrasi transportasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.

“Pengembangan kawasan ini penting untuk mewujudkan area olahraga, wisata, dan hiburan yang terintegrasi serta berstandar internasional. Kami ingin menghadirkan kawasan yang menjadi kebanggaan warga sekaligus menarik perhatian dunia,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan Stasiun KRL JIS resmi beroperasi dan mulai melayani penumpang sejak Senin (22/6). Ke depan, stasiun itu akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen guna meningkatkan layanan transportasi publik.

“Per hari ini stasiun ini sudah aktif dan dapat melayani penumpang. Waktu tempuh dari ujung ke ujung kurang lebih 15 menit, sedangkan menuju Kota sekitar 10 menit. Stasiun ini akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen,” paparnya.

Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol. Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Jakarta Propertindo (Jakpro), serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), yang membantu pembangunan JPO yang menghubungkan kawasan JIS dan Ancol.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Apel Jaga Jakarta Pilah Sampah Komitmen Wujudkan Jakarta Kota Bersih.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung menyampaikan, Jakarta sebagai kota megapolitan menghadapi tantangan besar terkait produksi sampah yang rata-rata mencapai 9.000 ton per hari.
Terlebih, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menjadi tumpuan pengelolaan sampah, saat ini telah mendekati kapasitas maksimum dengan tingkat timbunan mencapai rata-rata 60 meter.

Karena itu, menurutnya, pengelolaan sampah dengan cara angkut dan buang sudah tidak lagi relevan diterapkan di Jakarta. Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara apel siaga ‘Jaga Jakarta Pilah Sampah’ di Monumen Nasional, Minggu (21/6/2026).pagi

“Jakarta harus melakukan perubahan mendasar, dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya,” ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen untuk menjaga Jakarta menjadi kota global yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan.

Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber, Jakarta memiliki fondasi yang kuat untuk menjadikan gerakan pilah sampah sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Sasarannya yakni sampah organik dan anorganik, agar dapat dikelola melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Mulai dari rumah tangga, lingkungan permukiman, perkantoran, sekolah, pasar, pusat perdagangan, hingga kawasan usaha. Karena itu, mulai 1 Agustus 2026 diharapkan hanya sampah residu yang akan dikirimkan ke TPST Bantargebang.

Lebih lanjut, Pramono ingin gerakan pilah sampah dapat diimplementasikan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta para pemimpin wilayah di Jakarta agar memastikan gerakan pilah sampah dapat berjalan baik.

“Kepada Ketua RT dan Ketua RW, agar aktif berinovasi dalam mengelola sampah di lingkungannya masing-masing,” kata dia.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para kader lingkungan, pengurus bank sampah, PPSU, petugas kebersihan, dan masyarakat yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Jakarta.

“Mari kita jadikan semangat “Jaga Jakarta Pilah Sampah” sebagai gerakan bersama. Gerakan yang dimulai dari rumah, tumbuh di lingkungan, dan menjadi budaya seluruh warga Jakarta,” kata Pramono.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga mengapresiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan atas dukungannya dalam pembangunan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik di Jakarta.

Nantinya, lanjut Pramono, Jakarta akan memiliki tiga pembangkit listrik tenaga sampah, yakni di Bantargebang, Tunjungan, dan Sunter.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Pramono yang bergerak cepat menerapkan secara masif gerakan pemilahan sampah melalui RT/RW.

Ia menyampaikan, persoalan sampah di Jakarta harus segera diselesaikan. Penyelesaian masalah sampah, salah satunya akan dilakukan melalui teknologi insinerator untuk mengatasi sampah terbuka atau open dumping, seperti di Bantargebang.

“Insya Allah tahun 2027 atau 2028, Bantargebang akan kita selesaikan menjadi listrik. Tapi itu baru menyelesaikan 22,5 persen. Masih ada sisa 72,5 persen lagi,” kata Zulkifli.

Sedangkan sampah yang dihasilkan dari gedung perkantoran, sekolah, pasar, hotel, restoran, dan mal akan diselesaikan paling lambat pada 2029 melalui pemilahan.

“Itu akan menyelesaikan kira-kira sampai 50 persen. Jadi, 72,5 atau 75 persen akan selesai sampai tahun 2029,” lanjutnya.

Sementara sampah sisanya sebesar 25 persen atau sampah rumah tangga akan diselesaikan melalui gerakan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Gubernur Pramono dan Menko Bidang Pangan memberikan penghargaan kepada RW terbaik yang telah menunjukkan komitmen dan keberhasilan dalam melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah di lingkungannya.

Sementara itu, (RW.Gen.Z.)Tri Krisna Mukti (21th).salah satu ketua RW termuda di DKI Jakarta yang turut hadir di acara Besar pemilahan Sampah dari rumah sesuai instruksi gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026.dan Jakarta menuju kota Global.Saya senang Banget bisa ke temu idola saya Bapak Dr.H.Pramono Anung di acara ini.”Semoga beliau selalu di beri kesehatan.”Ungkapnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Warga dan Pelajar Antusias Ikuti Workshop Eco Enzyme di Kecamatan Penjaringan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan, Pemerintah Kecamatan Penjaringan menggelar kegiatan Workshop Eco Enzyme. Acara edukasi lingkungan ini dilaksanakan di Belakang , Kantor Kecamatan Penjaringan, Kamis (18/6).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini mendapat sambutan positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Warga yang merupakan perwakilan dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Penjaringan hadir dan berpartisipasi aktif untuk mempelajari proses pembuatan serta manfaat dari eco enzyme.

Pelatihan ini dihadiri dan dikawal langsung oleh jajaran pimpinan kewilayahan. Camat Penjaringan Darmawan beserta Wakil Camat Penjaringan.Radian Dewan kota Jakarta Utara (perwakilan kec.penjaringan) Selain itu, hadir pula Kasi Pemerintahan H.Ryoto,Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Kasi Ekbang) Kecamatan Penjaringan Tomy(mantan lurah Pejagalan) beserta seluruh jajaran Kasi Ekbang dari tiap kelurahan se-Kecamatan penjaringan untuk mendampingi warganya masing-masing.

Penyelenggaraan workshop ini menjadi langkah strategis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan volume sampah organik rumah tangga dengan mengolahnya menjadi cairan multiguna yang ramah lingkungan.

Keterlibatan para warga dari berbagai perwakilan kelurahan ini diharapkan dapat menciptakan agen-agen penggerak kebersihan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat langsung mengaplikasikan dan menularkan ilmu pembuatan eco enzyme di wilayahnya masing-masing, sehingga mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya guna di kawasan Jakarta Utara.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending