Connect with us

Ekonomi

Gelar Silaturahmi, Erick Thohir Apresiasi Semangat SP PLN Dalam Membela Perusahaan

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi semangat Serikat Pekerja PLN yang selalu berada di garda depan pada setiap momen-momen penting perusahaan dan selalu punya semangat untuk memajukan PLN.

Hal ini disampaikan Erick saat menghadiri pertemuan dengan Serikat Pekerja (SP) PLN dan Milenial PLN di Auditorium Kantor Pusat PLN di Jakarta, Kamis (07/4/2022).

“Saya sering mendapat laporan, SP PLN selalu hadir dengan caranya sendiri. Selalu punya semangat untuk memajukan PLN. Jadi saya berharap serikat pekerja ini dijadikan sebagai kekuatan yang semakin terintegrasi, satu padu,” katanya.

Di hadapan para anggota SP PLN dan milenial PLN, Menteri BUMN berjanji akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN. Oleh karena itu, Erick meminta para pekerja PLN tidak khawatir dan bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.

Erick menegaskan bahwa PLN menjadi jantungnya Indonesia. Apalagi, pertumbuhan ekonomi ke depannya membutuhkan banyak tenaga listrik. Seperti diketahui pemerintah saat ini tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.

“Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding untuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi. Justru kita balik, yang selalu saya bilang, kita harus membangun ekosistem kita sendiri,” paparnya.

Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick Thohir menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.

Sementara Ketua Serikat Pekerja PLN Abrar Ali menjelaskan dukungan dari Menteri BUMN merupakan bukti nyata dari pemerintah dalam mendorong PLN menjadi perusahaan yang lincah dan terdepan dalam melayani masyarakat.

“Melalui transformasi, PLN berkomitmen untuk semakin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah merupakan penyemangat bagi seluruh insan PLN,” ujar Abrar Ali.

Abrar Ali menambahkan, kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir langsung ke PLN untuk memberi pengarahan langsung kepada Serikat Pekerja PLN.

“Saya dapat cerita dari Pak Dirut tentang Pak Menteri. Ternyata roh perjuangan Pak Erick Thohir ini pada prinsipnya sama dengan kami, yaitu memperkokoh dan memajukan PLN,” kata Abrar.

Ia menilai momen ini sangat langka. Pertemuan ini pun mampu mempererat hubungan antara Serikat Pekerja PLN dan generasi Milineal PLN dengan pemerintah.

“Kehadiran Menteri BUMN merupakan dukungan moril dalam memperkuat hubungan seluruh insan PLN dengan pemerintah,” pungkas Abrar. RH

Sementara Perwakilan Milenial PLN, Santika Aristi menilai dalam menjawab tantangan zaman saat ini seperti kemajuan teknologi perlu keterlibatan aktif peran generasi muda yang mudah beradaptasi.

Ia juga menilai PLN memberikan ruang yang luas bagi insan muda mengembangkan potensinya. “Sehingga generasi muda bisa berkontribusi lebih bagi masyarakat dan membawa PLN lebih baik lagi kedepan,” ujar Risti.

Si tempat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir ke kantor PLN. Ia meyakini kunjungan yang juga disertai sharing ilmu dan pengalaman dari Erick Thohir memiliki arti besar bagi pekerja PLN.

“Beliau memiliki berbagai pengalaman yang luar biasa, termasuk dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan memnbutuhkan kecakapan sumber daya manusia,” ucapnya.

Darmawan pun menilai Erick Thohir selalu berupaya agar PLN bisa tumbuh selayaknya perusahaan yang sehat dan tetap berkomitmen melayani masyarakat.

Janji Selesaikan Masalah
Pada kesempatan itu, Erick juga berjanji akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di tubuh PLN, termasuk soal dana pensiun.

Berkaca pada kasus Asabri, Erick Thohir menegaskan bahwa pengelolaan dana pensiun pegawai PLN kedepannya harus lebih baik.

“Kan kita gak akan selamanya kerja disini. Makanya dana pensiun PLN saya juga mau rapikan, jangan sampai dana pensiun PLN sama seperti Jiwasraya, Asabri yang tidak bertanggung jawab kepada para pensiunan, yang mana sudah mengabdi selama puluhan tahun,” ujar Erick Thohir, diikuti gemuruh tepuk tangan dari para pekerja PLN.

Selain persoalan dana pensiun, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa pola tanggung jawab sosial atau CSR saat ini telah berubah. Menurutnya, pola pelaksanaan CSR kali ini sudah menyasar ke sektor pendidikan, salah satunya melalui pemberian beasiswa.

Sementara untuk pemberdayaan UMKM, Erick Thohir berharap agar pendampingan dari PLN bisa ditingkatkan lagi, terutama bagi para pensiunan PLN yang membuka usaha di masa pensiunnya, agar tetap bisa produktif dan maj

“Para pensiunan pun kedepan bisa. Dengan sinergi kita dengan bank-bank Himbara, kita didik jadi apa, usahawan. Ini yang saya mau,” tuturnya.

Di tengah perubahan zaman, kemajuan teknologi dan juga misi mencapai Carbon Neutral pada 2060, PLN perlu mengadaptasi perubahan dengan cepat. Salah satunya melalui transformasi PLN menjadi World Class Company.

“PLN merupakan jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini sangat bergantung pada listrik. Untuk itu PLN harus terus melakukan inovasi dan PLN harus terus didukung eksistensinya,” ujar Erick.

Sejalan dengan peran pentingnya sebagai backbone pertumbuhan ekonomi, PLN juga harus menjadi World Class Company, menurut Erick, PLN perlu bergerak cepat.

PLN perlu menjadi perusahaan yang lebih lincah dan trengginas. Erick menilai upaya ini tak lepas dari keterlibatan generasi milenial PLN dan juga Serikat Pekerja PLN.

“Generasi milenial dan Serikat Pekerja merupakan kekuatan PLN untuk melangkah jauh ke depan. Saat ini semua ada dalam satu platform, satu keluarga dalam satu garis perjuangan,” ujar Erick.

Erick menambahkan untuk mendukung PLN lebih lincah ke depan perlu adanya persamaan visi misi antara Pemerintah, Direksi PLN, manajemen dan juga insan PLN.

Kekompakan ini menurut Erick menjadi poin kunci untuk membawa PLN lebih baik ke depannya “Apalagi saat ini era disrupsi sehingga butuh kekompakan dan semua pihak harus solid dalam menghadapi perubahan ini,” tutup Erick.(s)

Gelar Silaturahmi, Erick Thohir Apresiasi Semangat SP PLN Dalam Membela Perusahaan

Jakarta, HarianSentana.com – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi semangat Serikat Pekerja PLN yang selalu berada di garda depan pada setiap momen-momen penting perusahaan dan selalu punya semangat untuk memajukan PLN.

Hal ini disampaikan Erick saat menghadiri pertemuan dengan Serikat Pekerja (SP) PLN di Auditorium Kantor Pusat PLN di Jakarta, Kamis (07/4/2022).

“Saya sering mendapat laporan, SP PLN selalu hadir dengan caranya sendiri. Selalu punya semangat untuk memajukan PLN. Jadi saya berharap serikat pekerja ini dijadikan sebagai kekuatan yang semakin terintegrasi, satu padu,” katanya.

Di hadapan para anggota SP PLN dan milenial PLN, Menteri BUMN berjanji akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN. Oleh karena itu, Erick meminta para pekerja PLN tidak khawatir dan bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.

Erick menegaskan bahwa PLN menjadi jantungnya Indonesia. Apalagi, pertumbuhan ekonomi ke depannya membutuhkan banyak tenaga listrik. Seperti diketahui pemerintah saat ini tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.

“Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding untuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi. Justru kita balik, yang selalu saya bilang, kita harus membangun ekosistem kita sendiri,” paparnya.

Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick Thohir menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.

Sementara Ketua Serikat Pekerja PLN Abrar Ali menjelaskan dukungan dari Menteri BUMN merupakan bukti nyata dari pemerintah dalam mendorong PLN menjadi perusahaan yang lincah dan terdepan dalam melayani masyarakat.

“Melalui transformasi, PLN berkomitmen untuk semakin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah merupakan penyemangat bagi seluruh insan PLN,” ujar Abrar Ali.

Abrar Ali menambahkan, kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir langsung ke PLN untuk memberi pengarahan langsung kepada Serikat Pekerja PLN.

“Saya dapat cerita dari Pak Dirut tentang Pak Menteri. Ternyata roh perjuangan Pak Erick Thohir ini pada prinsipnya sama dengan kami, yaitu memperkokoh dan memajukan PLN,” kata Abrar.

Ia menilai momen ini sangat langka. Pertemuan ini pun mampu mempererat hubungan antara Serikat Pekerja PLN dan generasi Milineal PLN dengan pemerintah.

“Kehadiran Menteri BUMN merupakan dukungan moril dalam memperkuat hubungan seluruh insan PLN dengan pemerintah,” pungkas Abrar. RH

Sementara Perwakilan Milenial PLN, Santika Aristi menilai dalam menjawab tantangan zaman saat ini seperti kemajuan teknologi perlu keterlibatan aktif peran generasi muda yang mudah beradaptasi.

Ia juga menilai PLN memberikan ruang yang luas bagi insan muda mengembangkan potensinya. “Sehingga generasi muda bisa berkontribusi lebih bagi masyarakat dan membawa PLN lebih baik lagi kedepan,” ujar Risti.

Si tempat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir ke kantor PLN. Ia meyakini kunjungan yang juga disertai sharing ilmu dan pengalaman dari Erick Thohir memiliki arti besar bagi pekerja PLN.

“Beliau memiliki berbagai pengalaman yang luar biasa, termasuk dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan memnbutuhkan kecakapan sumber daya manusia,” ucapnya.

Darmawan pun menilai Erick Thohir selalu berupaya agar PLN bisa tumbuh selayaknya perusahaan yang sehat dan tetap berkomitmen melayani masyarakat.

Janji Selesaikan Masalah
Pada kesempatan itu, Erick juga berjanji akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di tubuh PLN, termasuk soal dana pensiun.

Berkaca pada kasus Asabri, Erick Thohir menegaskan bahwa pengelolaan dana pensiun pegawai PLN kedepannya harus lebih baik.

“Kan kita gak akan selamanya kerja disini. Makanya dana pensiun PLN saya juga mau rapikan, jangan sampai dana pensiun PLN sama seperti Jiwasraya, Asabri yang tidak bertanggung jawab kepada para pensiunan, yang mana sudah mengabdi selama puluhan tahun,” ujar Erick Thohir, diikuti gemuruh tepuk tangan dari para pekerja PLN.

Selain persoalan dana pensiun, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa pola tanggung jawab sosial atau CSR saat ini telah berubah. Menurutnya, pola pelaksanaan CSR kali ini sudah menyasar ke sektor pendidikan, salah satunya melalui pemberian beasiswa.

Sementara untuk pemberdayaan UMKM, Erick Thohir berharap agar pendampingan dari PLN bisa ditingkatkan lagi, terutama bagi para pensiunan PLN yang membuka usaha di masa pensiunnya, agar tetap bisa produktif dan maj

“Para pensiunan pun kedepan bisa. Dengan sinergi kita dengan bank-bank Himbara, kita didik jadi apa, usahawan. Ini yang saya mau,” tuturnya.

Di tengah perubahan zaman, kemajuan teknologi dan juga misi mencapai Carbon Neutral pada 2060, PLN perlu mengadaptasi perubahan dengan cepat. Salah satunya melalui transformasi PLN menjadi World Class Company.

“PLN merupakan jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini sangat bergantung pada listrik. Untuk itu PLN harus terus melakukan inovasi dan PLN harus terus didukung eksistensinya,” ujar Erick.

Sejalan dengan peran pentingnya sebagai backbone pertumbuhan ekonomi, PLN juga harus menjadi World Class Company, menurut Erick, PLN perlu bergerak cepat.

PLN perlu menjadi perusahaan yang lebih lincah dan trengginas. Erick menilai upaya ini tak lepas dari keterlibatan generasi milenial PLN dan juga Serikat Pekerja PLN.

“Generasi milenial dan Serikat Pekerja merupakan kekuatan PLN untuk melangkah jauh ke depan. Saat ini semua ada dalam satu platform, satu keluarga dalam satu garis perjuangan,” ujar Erick.

Erick menambahkan untuk mendukung PLN lebih lincah ke depan perlu adanya persamaan visi misi antara Pemerintah, Direksi PLN, manajemen dan juga insan PLN.

Kekompakan ini menurut Erick menjadi poin kunci untuk membawa PLN lebih baik ke depannya “Apalagi saat ini era disrupsi sehingga butuh kekompakan dan semua pihak harus solid dalam menghadapi perubahan ini,” tutup Erick.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

LSM PRB Minta OJK Periksa BCA Finance Bintaro Serpong Damai Terkait Dugaan Kredit Bermasalah

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa PT BCA Finance Bintaro Serpong Damai. Permintaan ini terkait kasus kredit kendaraan atas nama Rikson Dablok untuk unit Toyota Fortuner nopol B 1054 PJO yang datanya tidak terdaftar dalam sistem online.

Akibatnya, kendaraan tersebut ditilang oleh polisi. Padahal kredit sudah berjalan hampir 3 tahun dan angsuran lancar.

“Peristiwa ini sudah disampaikan ke BCA Finance dan langsung ke kantor Serpong Damai, tapi tidak ada respon. Karena itu Rikson Dablok memberi kuasa kepada kami dan kami datang ke kantor BCA di Cibinong. Sudah bertemu staf bernama Yeni dan menyerahkan dokumen untuk dipelajari. Sampai hari ini tidak ada titik temu,” ujar Ketua LSM PRB.

Saat di hubungi tlp seluler nya Senin 24 / Agustus 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan ,permasalahan muncul karena dokumen kendaraan yang dibiayai tidak akurat. Hal itu membuat debitur enggan melanjutkan pembayaran kredit,”terang nya.

“Nasabah akhirnya masuk kredit macet dan kena BI Checking kol 2 , Padahal sebelumnya lancar. Setelah dicek di Samsat, keluar surat bahwa mobil tidak masuk dalam sistem. Ada “dugaan indikasi “ mobil yang dikreditkan adalah mobil bekas dengan dokumen ganda,” jelasnya.

LSM PRB menilai OJK sebagai lembaga pengawas harus menelusuri perbuatan yang diduga dilakukan kreditur nakal.

“Kami minta OJK yang mengawasi BCA Finance untuk periksa hal ini. Bisa jadi kasus ini merugikan masyarakat yang kredit mobil bekas. Sesuai aturan, jangan ada perusahaan yang kebal hukum,” tegasnya.

Johan juga meminta OJK mempertimbangkan status debitur macet. Menurutnya, macet dalam kasus ini bukan karena sengaja tidak bayar, melainkan karena kendaraan ditangkap polisi akibat dokumen tidak terdaftar online.

“Jangan ketika urusan rakyat OJK langsung tindak, pasang BI Checking. Tapi kreditur nakal harus juga ditindak. Nasabah macet karena ada persoalan saat ditangkap polisi dan dokumen mobil bermasalah,” ujarnya.

LSM PRB menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi konsumen yang dirugikan akibat pembiayaan kendaraan dengan dokumen tidak jelas,”papar nya………Ron

Continue Reading

Ekonomi

PT RBM Logistik Indonesia Perkuat Manajemen dan Siapkan Ekspansi Pasar Jelang RUPS

Published

on

By

JAKARTA, Sentana – PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat bisnis dan memperluas pasar menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan solusi rantai pasok terintegrasi itu tidak hanya mempersiapkan agenda korporasi, tetapi juga melakukan penguatan struktur kepemimpinan dengan melibatkan sejumlah eksekutif senior dan pengusaha berpengalaman.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi PT RBM Logistik Indonesia untuk meningkatkan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri logistik nasional yang semakin kompetitif.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, perusahaan memproyeksikan sejumlah nama dengan pengalaman di sektor korporasi dan dunia usaha untuk menempati posisi strategis.

Beberapa nama yang diproyeksikan masuk dalam jajaran strategis perusahaan di antaranya Haryo Silalahi dan Anita Rahmi. Keduanya disebut memiliki pengalaman serta jaringan bisnis yang diharapkan dapat mendukung ekspansi pasar dan pengembangan arah bisnis perusahaan.

Selain itu, Subhan, yang pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Semen Indonesia, juga diproyeksikan memperkuat jajaran manajemen. Pengalaman dalam mengelola operasional korporasi berskala besar dinilai relevan dengan kebutuhan PT RBM Logistik Indonesia dalam mengembangkan layanan rantai pasok.

Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, mengatakan persiapan RUPS menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis dan mengambil langkah strategis menuju pertumbuhan yang lebih besar.

“Persiapan RUPS ini merupakan momentum krusial bagi perusahaan untuk melakukan lompatan strategis yang lebih besar. Dengan mengintegrasikan keahlian profesional eksekutif senior serta kekuatan jaringan pengusaha papan atas seperti Bapak Haryo Silalahi dan Ibu Anita Rahmi, kami optimis PT RBM Logistik Indonesia mampu menghadirkan solusi rantai pasok yang jauh lebih inovatif, efisien, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” ujar Agus.

Fokus Transformasi Digital dan Ekspansi Bisnis

Selain penguatan jajaran manajemen, agenda strategis perusahaan juga diarahkan pada pengembangan layanan berbasis teknologi.

PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik, termasuk optimalisasi armada dan pengelolaan rantai pasok.

Perusahaan juga membuka peluang kemitraan strategis baru, termasuk dengan mitra bisnis di tingkat internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan posisi PT RBM Logistik Indonesia dalam industri logistik nasional.

Dengan penguatan tata kelola, pengalaman jajaran eksekutif, serta pengembangan teknologi, perusahaan menargetkan mampu memberikan layanan logistik yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

PT RBM Logistik Indonesia selama ini menyediakan layanan solusi rantai pasok, pergudangan, dan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menempatkan ketepatan, efisiensi, dan inovasi teknologi sebagai bagian dari strategi untuk mendukung konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Continue Reading

Ekonomi

HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pesantren kini tidak hanya dituntut berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi dan kemampuan membangun jejaring yang lebih luas.

Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur dalam memperkuat ekosistem pesantren.

Melalui keterangannya, Rabu (12/8), Ketua HEBITREN Jakarta Timur, K.H. Zaenul Muttaqin, SE, M.Pd, Doctor Candidat, mengatakan, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dari upaya membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki pesantren cukup besar. Selain memiliki sumber daya manusia berupa santri dan para pengelola pesantren, lembaga pendidikan tersebut juga memiliki jaringan alumni serta basis masyarakat yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan berbagai unit usaha.

“Pesantren memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian pesantren,” ujar K.H. Zaenul Muttaqin.

Ia menilai, HEBITREN dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut, terutama dalam hal pengembangan usaha, peningkatan kapasitas pengelola, berbagi pengalaman dan membangun jaringan antarpesantren.

Namun, menurutnya, kemandirian ekonomi tidak semata-mata diukur dari banyaknya unit usaha yang dimiliki pesantren.

“Yang paling penting adalah membangun ekosistem. Ada peningkatan kapasitas SDM, tata kelola yang baik, jaringan usaha dan keberlanjutan. Jadi bukan sekadar memiliki usaha, tetapi bagaimana usaha itu benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi pesantren,” katanya.

Di sisi lain, FKPP Jakarta Timur memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarpondok pesantren.

Dewan Penasehat HEBITREN Jakarta Timur sekaligus Ketua FKPP Jakarta Timur, K.H. Mahmud Efendy, Lc., MA, mengatakan, pesantren perlu terus memperkuat komunikasi dan kerja sama agar berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pesantren memiliki karakter dan potensi masing-masing. Dengan komunikasi dan kolaborasi, potensi itu bisa saling menguatkan,” ujar K.H. Mahmud.

Ia menambahkan, perkembangan zaman membuat pesantren harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Karena itu, penguatan kelembagaan, pendidikan, ekonomi dan jejaring menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan pesantren ke depan.

Sementara itu, Pengurus DPW HEBITREN DKI Jakarta, Gus Adnan Hafizh, S.Pd., M.Pd, menilai, pengembangan ekonomi pesantren juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi generasi santri.

Menurutnya, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan kewirausahaan, kemampuan berkomunikasi serta wawasan yang lebih luas.

“Santri harus dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah. Karena itu, pendidikan, kewirausahaan dan jejaring harus berjalan beriringan,” katanya.

Membuka Jejaring ke Dunia Internasional

Upaya memperluas jejaring tersebut, salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur dengan Lembaga Santri Mendunia.

Kolaborasi tersebut dideklarasikan di Kota Songkhla, Thailand, dengan tujuan membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi pesantren dan santri Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi HEBITREN Jakarta Timur dipimpin K.H. Zaenul Muttaqin, didampingi K.H. Mahmud Efendy dan Gus Adnan Hafizh. Kolaborasi tersebut juga berlangsung atas arahan Ketua Umum DPW HEBITREN DKI Jakarta, Dr. KH. Sofwan Yahya, Lc., MA.

Dari pihak Santri Mendunia, kerja sama tersebut diinisiasi oleh Gus Muhammad Aziz Baedhowi, S.Pd., M.Pd., PhD, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Gus Nizom.

K.H. Zaenul Muttaqin mengatakan, jejaring internasional bukan tujuan akhir, melainkan salah satu sarana untuk membuka akses pengetahuan, pengalaman, kerja sama dan peluang baru bagi pesantren serta santri.

“Ketika pesantren mampu membangun jejaring yang lebih luas, peluang untuk belajar dan berkembang juga semakin terbuka. Tetapi yang harus tetap menjadi pijakan adalah nilai-nilai pesantren dan kepentingan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pesantren memiliki ruang yang semakin luas untuk mengambil bagian dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama lintas negara.

Bagi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur, penguatan pesantren tidak cukup dilakukan melalui satu bidang saja. Kemandirian ekonomi, kualitas pendidikan, kapasitas sumber daya manusia dan jejaring harus dibangun secara beriringan.

“Dari sinilah pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lembaga yang mandiri, produktif dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari pesantren membangun kemandirian, dari santri menebar manfaat dan dari Indonesia membuka jalan menuju dunia,” pungkas pria Kelahiran Kota Wali Demak ini. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending