Ekonomi
Gelar Silaturahmi, Erick Thohir Apresiasi Semangat SP PLN Dalam Membela Perusahaan
Jakarta, HarianSentana.com – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi semangat Serikat Pekerja PLN yang selalu berada di garda depan pada setiap momen-momen penting perusahaan dan selalu punya semangat untuk memajukan PLN.
Hal ini disampaikan Erick saat menghadiri pertemuan dengan Serikat Pekerja (SP) PLN dan Milenial PLN di Auditorium Kantor Pusat PLN di Jakarta, Kamis (07/4/2022).
“Saya sering mendapat laporan, SP PLN selalu hadir dengan caranya sendiri. Selalu punya semangat untuk memajukan PLN. Jadi saya berharap serikat pekerja ini dijadikan sebagai kekuatan yang semakin terintegrasi, satu padu,” katanya.
Di hadapan para anggota SP PLN dan milenial PLN, Menteri BUMN berjanji akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN. Oleh karena itu, Erick meminta para pekerja PLN tidak khawatir dan bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.
Erick menegaskan bahwa PLN menjadi jantungnya Indonesia. Apalagi, pertumbuhan ekonomi ke depannya membutuhkan banyak tenaga listrik. Seperti diketahui pemerintah saat ini tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.
“Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding untuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi. Justru kita balik, yang selalu saya bilang, kita harus membangun ekosistem kita sendiri,” paparnya.
Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick Thohir menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.
Sementara Ketua Serikat Pekerja PLN Abrar Ali menjelaskan dukungan dari Menteri BUMN merupakan bukti nyata dari pemerintah dalam mendorong PLN menjadi perusahaan yang lincah dan terdepan dalam melayani masyarakat.
“Melalui transformasi, PLN berkomitmen untuk semakin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah merupakan penyemangat bagi seluruh insan PLN,” ujar Abrar Ali.
Abrar Ali menambahkan, kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir langsung ke PLN untuk memberi pengarahan langsung kepada Serikat Pekerja PLN.
“Saya dapat cerita dari Pak Dirut tentang Pak Menteri. Ternyata roh perjuangan Pak Erick Thohir ini pada prinsipnya sama dengan kami, yaitu memperkokoh dan memajukan PLN,” kata Abrar.
Ia menilai momen ini sangat langka. Pertemuan ini pun mampu mempererat hubungan antara Serikat Pekerja PLN dan generasi Milineal PLN dengan pemerintah.
“Kehadiran Menteri BUMN merupakan dukungan moril dalam memperkuat hubungan seluruh insan PLN dengan pemerintah,” pungkas Abrar. RH
Sementara Perwakilan Milenial PLN, Santika Aristi menilai dalam menjawab tantangan zaman saat ini seperti kemajuan teknologi perlu keterlibatan aktif peran generasi muda yang mudah beradaptasi.
Ia juga menilai PLN memberikan ruang yang luas bagi insan muda mengembangkan potensinya. “Sehingga generasi muda bisa berkontribusi lebih bagi masyarakat dan membawa PLN lebih baik lagi kedepan,” ujar Risti.
Si tempat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir ke kantor PLN. Ia meyakini kunjungan yang juga disertai sharing ilmu dan pengalaman dari Erick Thohir memiliki arti besar bagi pekerja PLN.
“Beliau memiliki berbagai pengalaman yang luar biasa, termasuk dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan memnbutuhkan kecakapan sumber daya manusia,” ucapnya.
Darmawan pun menilai Erick Thohir selalu berupaya agar PLN bisa tumbuh selayaknya perusahaan yang sehat dan tetap berkomitmen melayani masyarakat.
Janji Selesaikan Masalah
Pada kesempatan itu, Erick juga berjanji akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di tubuh PLN, termasuk soal dana pensiun.
Berkaca pada kasus Asabri, Erick Thohir menegaskan bahwa pengelolaan dana pensiun pegawai PLN kedepannya harus lebih baik.
“Kan kita gak akan selamanya kerja disini. Makanya dana pensiun PLN saya juga mau rapikan, jangan sampai dana pensiun PLN sama seperti Jiwasraya, Asabri yang tidak bertanggung jawab kepada para pensiunan, yang mana sudah mengabdi selama puluhan tahun,” ujar Erick Thohir, diikuti gemuruh tepuk tangan dari para pekerja PLN.
Selain persoalan dana pensiun, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa pola tanggung jawab sosial atau CSR saat ini telah berubah. Menurutnya, pola pelaksanaan CSR kali ini sudah menyasar ke sektor pendidikan, salah satunya melalui pemberian beasiswa.
Sementara untuk pemberdayaan UMKM, Erick Thohir berharap agar pendampingan dari PLN bisa ditingkatkan lagi, terutama bagi para pensiunan PLN yang membuka usaha di masa pensiunnya, agar tetap bisa produktif dan maj
“Para pensiunan pun kedepan bisa. Dengan sinergi kita dengan bank-bank Himbara, kita didik jadi apa, usahawan. Ini yang saya mau,” tuturnya.
Di tengah perubahan zaman, kemajuan teknologi dan juga misi mencapai Carbon Neutral pada 2060, PLN perlu mengadaptasi perubahan dengan cepat. Salah satunya melalui transformasi PLN menjadi World Class Company.
“PLN merupakan jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini sangat bergantung pada listrik. Untuk itu PLN harus terus melakukan inovasi dan PLN harus terus didukung eksistensinya,” ujar Erick.
Sejalan dengan peran pentingnya sebagai backbone pertumbuhan ekonomi, PLN juga harus menjadi World Class Company, menurut Erick, PLN perlu bergerak cepat.
PLN perlu menjadi perusahaan yang lebih lincah dan trengginas. Erick menilai upaya ini tak lepas dari keterlibatan generasi milenial PLN dan juga Serikat Pekerja PLN.
“Generasi milenial dan Serikat Pekerja merupakan kekuatan PLN untuk melangkah jauh ke depan. Saat ini semua ada dalam satu platform, satu keluarga dalam satu garis perjuangan,” ujar Erick.
Erick menambahkan untuk mendukung PLN lebih lincah ke depan perlu adanya persamaan visi misi antara Pemerintah, Direksi PLN, manajemen dan juga insan PLN.
Kekompakan ini menurut Erick menjadi poin kunci untuk membawa PLN lebih baik ke depannya “Apalagi saat ini era disrupsi sehingga butuh kekompakan dan semua pihak harus solid dalam menghadapi perubahan ini,” tutup Erick.(s)
Gelar Silaturahmi, Erick Thohir Apresiasi Semangat SP PLN Dalam Membela Perusahaan
Jakarta, HarianSentana.com – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi semangat Serikat Pekerja PLN yang selalu berada di garda depan pada setiap momen-momen penting perusahaan dan selalu punya semangat untuk memajukan PLN.
Hal ini disampaikan Erick saat menghadiri pertemuan dengan Serikat Pekerja (SP) PLN di Auditorium Kantor Pusat PLN di Jakarta, Kamis (07/4/2022).
“Saya sering mendapat laporan, SP PLN selalu hadir dengan caranya sendiri. Selalu punya semangat untuk memajukan PLN. Jadi saya berharap serikat pekerja ini dijadikan sebagai kekuatan yang semakin terintegrasi, satu padu,” katanya.
Di hadapan para anggota SP PLN dan milenial PLN, Menteri BUMN berjanji akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN. Oleh karena itu, Erick meminta para pekerja PLN tidak khawatir dan bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.
Erick menegaskan bahwa PLN menjadi jantungnya Indonesia. Apalagi, pertumbuhan ekonomi ke depannya membutuhkan banyak tenaga listrik. Seperti diketahui pemerintah saat ini tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.
“Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding untuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi. Justru kita balik, yang selalu saya bilang, kita harus membangun ekosistem kita sendiri,” paparnya.
Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick Thohir menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.
Sementara Ketua Serikat Pekerja PLN Abrar Ali menjelaskan dukungan dari Menteri BUMN merupakan bukti nyata dari pemerintah dalam mendorong PLN menjadi perusahaan yang lincah dan terdepan dalam melayani masyarakat.
“Melalui transformasi, PLN berkomitmen untuk semakin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah merupakan penyemangat bagi seluruh insan PLN,” ujar Abrar Ali.
Abrar Ali menambahkan, kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir langsung ke PLN untuk memberi pengarahan langsung kepada Serikat Pekerja PLN.
“Saya dapat cerita dari Pak Dirut tentang Pak Menteri. Ternyata roh perjuangan Pak Erick Thohir ini pada prinsipnya sama dengan kami, yaitu memperkokoh dan memajukan PLN,” kata Abrar.
Ia menilai momen ini sangat langka. Pertemuan ini pun mampu mempererat hubungan antara Serikat Pekerja PLN dan generasi Milineal PLN dengan pemerintah.
“Kehadiran Menteri BUMN merupakan dukungan moril dalam memperkuat hubungan seluruh insan PLN dengan pemerintah,” pungkas Abrar. RH
Sementara Perwakilan Milenial PLN, Santika Aristi menilai dalam menjawab tantangan zaman saat ini seperti kemajuan teknologi perlu keterlibatan aktif peran generasi muda yang mudah beradaptasi.
Ia juga menilai PLN memberikan ruang yang luas bagi insan muda mengembangkan potensinya. “Sehingga generasi muda bisa berkontribusi lebih bagi masyarakat dan membawa PLN lebih baik lagi kedepan,” ujar Risti.
Si tempat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir ke kantor PLN. Ia meyakini kunjungan yang juga disertai sharing ilmu dan pengalaman dari Erick Thohir memiliki arti besar bagi pekerja PLN.
“Beliau memiliki berbagai pengalaman yang luar biasa, termasuk dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan memnbutuhkan kecakapan sumber daya manusia,” ucapnya.
Darmawan pun menilai Erick Thohir selalu berupaya agar PLN bisa tumbuh selayaknya perusahaan yang sehat dan tetap berkomitmen melayani masyarakat.

Janji Selesaikan Masalah
Pada kesempatan itu, Erick juga berjanji akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di tubuh PLN, termasuk soal dana pensiun.
Berkaca pada kasus Asabri, Erick Thohir menegaskan bahwa pengelolaan dana pensiun pegawai PLN kedepannya harus lebih baik.
“Kan kita gak akan selamanya kerja disini. Makanya dana pensiun PLN saya juga mau rapikan, jangan sampai dana pensiun PLN sama seperti Jiwasraya, Asabri yang tidak bertanggung jawab kepada para pensiunan, yang mana sudah mengabdi selama puluhan tahun,” ujar Erick Thohir, diikuti gemuruh tepuk tangan dari para pekerja PLN.
Selain persoalan dana pensiun, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa pola tanggung jawab sosial atau CSR saat ini telah berubah. Menurutnya, pola pelaksanaan CSR kali ini sudah menyasar ke sektor pendidikan, salah satunya melalui pemberian beasiswa.
Sementara untuk pemberdayaan UMKM, Erick Thohir berharap agar pendampingan dari PLN bisa ditingkatkan lagi, terutama bagi para pensiunan PLN yang membuka usaha di masa pensiunnya, agar tetap bisa produktif dan maj
“Para pensiunan pun kedepan bisa. Dengan sinergi kita dengan bank-bank Himbara, kita didik jadi apa, usahawan. Ini yang saya mau,” tuturnya.
Di tengah perubahan zaman, kemajuan teknologi dan juga misi mencapai Carbon Neutral pada 2060, PLN perlu mengadaptasi perubahan dengan cepat. Salah satunya melalui transformasi PLN menjadi World Class Company.
“PLN merupakan jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini sangat bergantung pada listrik. Untuk itu PLN harus terus melakukan inovasi dan PLN harus terus didukung eksistensinya,” ujar Erick.
Sejalan dengan peran pentingnya sebagai backbone pertumbuhan ekonomi, PLN juga harus menjadi World Class Company, menurut Erick, PLN perlu bergerak cepat.
PLN perlu menjadi perusahaan yang lebih lincah dan trengginas. Erick menilai upaya ini tak lepas dari keterlibatan generasi milenial PLN dan juga Serikat Pekerja PLN.
“Generasi milenial dan Serikat Pekerja merupakan kekuatan PLN untuk melangkah jauh ke depan. Saat ini semua ada dalam satu platform, satu keluarga dalam satu garis perjuangan,” ujar Erick.
Erick menambahkan untuk mendukung PLN lebih lincah ke depan perlu adanya persamaan visi misi antara Pemerintah, Direksi PLN, manajemen dan juga insan PLN.
Kekompakan ini menurut Erick menjadi poin kunci untuk membawa PLN lebih baik ke depannya “Apalagi saat ini era disrupsi sehingga butuh kekompakan dan semua pihak harus solid dalam menghadapi perubahan ini,” tutup Erick.(s)
Ekonomi
Pasca Mukab IX, Kadin Kabupaten Bogor Fokus Rekonsiliasi dan Perkuat Investasi
Bogor, Hariansentana.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode baru di bawah kepemimpinan Hilal Firmansyah akan segera melakukan langkah rekonsiliasi. Langkah ini bertujuan memperkuat soliditas dan persatuan dunia usaha di Kabupaten Bogor pasca pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX.
Rekonsiliasi dinilai penting untuk meredakan perbedaan yang muncul selama proses Mukab IX. Kadin berkomitmen merangkul seluruh elemen dan mengedepankan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta kepentingan bersama dunia usaha.
“Perbedaan yang terjadi dalam proses Mukab harus kita akhiri dengan rekonsiliasi. Ke depan, yang harus kita bangun adalah persatuan, kolaborasi, dan kerja nyata untuk kemajuan dunia usaha serta Kabupaten Bogor,” ujar Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Hilal Firmansyah.
Dalam waktu dekat, Kadin juga akan segera menyusun struktur organisasi dan perangkat kepengurusan. Hal ini agar roda organisasi dapat berjalan efektif, profesional, dan sesuai AD/ART.
Di bawah kepemimpinan Hilal, Kadin Kabupaten Bogor akan mengedepankan kolaborasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudi Susmanto. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kadin Kabupaten Bogor juga akan mengambil peran strategis sebagai corong investasi daerah di tingkat nasional. Berbagai potensi dan peluang investasi di Kabupaten Bogor akan diperkenalkan kepada dunia usaha, investor, dan pemangku kepentingan nasional.
Kadin Kabupaten Bogor mengajak seluruh pengusaha, asosiasi, komunitas dunia usaha, serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun iklim usaha yang sehat, produktif, dan berdaya saing…….Ron
Ekonomi
JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Lebih Mahasiswa UBB, Dorong Lahirnya Petani Muda
PANGKALPINANG, SENTANA – JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (2/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani, sekaligus menarik lebih banyak generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan, tantangan pertanian Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan dan kemampuan produksi. Persoalan sumber daya manusia dan minimnya regenerasi petani juga perlu mendapat perhatian serius.
Menurut Jerry, sebagian besar petani di Indonesia kini berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, minat generasi muda untuk menekuni pertanian masih relatif rendah.
”Para petani kita saat ini mayoritas sudah berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, tidak banyak anak muda yang mau menjadi petani. Bahkan, sekitar 80 persen petani kita tidak lulus SD,” kata Jerry dalam kegiatan penyerahan beasiswa di Pangkalpinang.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan jajaran Rektorat Universitas Bangka Belitung.

Jerry mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan dan regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak apabila Indonesia ingin membangun sektor pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
”Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan,” ujarnya.
Menurut Jerry, kekayaan sumber daya alam seharusnya menjadi keunggulan Indonesia untuk membangun kesejahteraan. Apalagi, di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Indonesia punya tanah yang subur dan sumber daya alam yang luar biasa. Pertanian adalah keunggulan kita. Menanam juga berbeda dengan menambang. Kalau dikelola dengan benar, yang kita tanam hari ini bisa terus menghasilkan untuk generasi berikutnya,” kata Jerry.
Usulkan Pengelolaan Lahan 1.000 Hektare
Selain memberikan beasiswa, Jerry mendorong UBB mengembangkan model pendidikan pertanian yang lebih dekat dengan praktik di lapangan.
Salah satu gagasannya adalah kerja sama antara UBB dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) untuk mengelola lahan pertanian sekitar 1.000 hektare selama 30 tahun.

Menurut Jerry, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi semacam laboratorium pertanian terbuka bagi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian.
“Ada satu hal lagi yang mungkin dapat dilakukan oleh Bapak Rektor dari pihak kampus, yakni mengajukan kerja sama dengan Bapak Gubernur dalam bentuk KSO untuk pengelolaan lahan seluas 1.000 hektare selama 30 tahun,” kata Jerry.
Dalam konsep tersebut, mahasiswa dapat dibagi dalam kelompok – kelompok untuk mengelola lahan sejak masih kuliah. Mereka belajar mulai dari menanam, merawat tanaman, memanen, hingga mengelola hasil pertanian sebagai sebuah kegiatan usaha.
Kelapa menjadi salah satu komoditas yang dinilai potensial dikembangkan. Dengan jarak tanam sekitar 10 meter, ruang di antara pohon kelapa masih dapat dimanfaatkan untuk menanam komoditas lain, seperti jagung, sayuran, vanili, dan berbagai tanaman berumur pendek.
Pola tanam tersebut memungkinkan lahan tetap produktif selama mahasiswa menunggu kelapa memasuki masa produksi.
“Sambil menunggu tanaman kelapa memasuki masa panen, lahan di antara tanaman dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian jangka pendek,” ujarnya.
Jerry menilai pengalaman langsung mengelola lahan penting untuk membentuk generasi petani baru yang tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga menguasai aspek bisnis.
“Sejak masa perkuliahan, mereka sudah memiliki pengalaman langsung dalam mengelola lahan, menanam, memanen, hingga memahami aspek ekonomi dan kewirausahaan di sektor pertanian,” kata dia.
Dari Agrobisnis Menuju Agroindustri
Jerry mengatakan, tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil pertanian tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Menurut dia, Indonesia perlu bergerak dari sekadar agrobisnis menuju agroindustri dengan mengolah hasil pertanian menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Pendekatan tersebut pula yang kini dikembangkan melalui Royal Agro-Industry (Raya). Perusahaan itu diarahkan tidak hanya mengembangkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun rantai pengolahan dan membuka akses pasar bagi petani.
“Petani jangan hanya diberi tahu bagaimana cara menanam. Mereka juga harus tahu apa yang dibutuhkan pasar, berapa harganya, dan ke mana produknya bisa dijual. Kalau informasi itu tersedia dan hasilnya ada yang membeli, petani bisa tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha kecil,” ujar Jerry.

Menurut dia, orientasi ekspor juga penting agar sektor pertanian mampu mendatangkan devisa. Komoditas seperti kelapa, mangga, pisang, manggis, dan porang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah untuk pasar internasional.
Dengan demikian, keuntungan dari sektor pertanian tidak hanya dinikmati pedagang perantara, tetapi juga dapat lebih banyak kembali kepada petani dan daerah penghasil.
Mengubah Citra Petani
Menurut Jerry, rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian juga tidak terlepas dari citra profesi petani yang selama ini dianggap kurang menjanjikan.
Petani, kata dia, masih kerap diasosiasikan dengan pekerjaan yang kotor, berat, dan tidak memberikan masa depan ekonomi yang baik. Persepsi tersebut ikut membuat pendidikan pertanian kurang diminati generasi muda.
“Selama ini, petani masih sering identik dengan pekerjaan yang kotor, jorok, dan miskin. Pandangan seperti inilah yang kemudian membuat Fakultas Pertanian kurang diminati oleh generasi muda,” ujar Jerry.
Padahal, perkembangan teknologi justru membuat sektor pertanian semakin membutuhkan sumber daya manusia berpendidikan dan memiliki kemampuan mengadopsi teknologi.
Karena itu, Jerry mengatakan JHL Foundation memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan pertanian. Harapannya, petani Indonesia pada masa mendatang bukan hanya terampil bercocok tanam, melainkan juga mampu memanfaatkan teknologi, membaca peluang pasar, dan mengembangkan usaha.
“Tujuannya agar petani-petani Indonesia di masa depan merupakan manusia-manusia dengan tingkat intelektualitas yang tinggi, memiliki pengetahuan, dan mampu memanfaatkan teknologi,” katanya.
Jerry juga mengingatkan agar persoalan produktivitas pertanian tidak serta-merta dikaitkan dengan kemampuan intelektual petani.
“Petani itu bukan bodoh. Mereka hanya kekurangan informasi,” ujarnya.
Karena itu, akses terhadap pendidikan, pengetahuan, teknologi, informasi pasar, hingga jaringan pembeli perlu diperluas agar petani mampu mengembangkan usaha pertanian secara lebih modern dan produktif.
Melalui Beasiswa Kelapa, JHL Foundation berharap bantuan pendidikan kepada mahasiswa UBB tidak berhenti sebatas dukungan biaya kuliah. Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun perspektif baru bahwa pertanian merupakan sektor yang memiliki prospek ekonomi sekaligus membutuhkan tenaga-tenaga muda berpendidikan.
Keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan lahan juga diharapkan dapat mempertemukan tiga kebutuhan sekaligus, yakni pendidikan, peningkatan produktivitas lahan, dan regenerasi petani.
Dengan model tersebut, mahasiswa pertanian dipersiapkan bukan hanya menjadi sarjana, melainkan menjadi generasi baru petani dan pengusaha pertanian yang memahami teknologi, mampu membaca pasar, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta membangun bisnis yang berorientasi hingga ke pasar ekspor. (*)
Ekonomi
LSM PRB Minta OJK Periksa BCA Finance Bintaro Serpong Damai Terkait Dugaan Kredit Bermasalah
Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa PT BCA Finance Bintaro Serpong Damai. Permintaan ini terkait kasus kredit kendaraan atas nama Rikson Dablok untuk unit Toyota Fortuner nopol B 1054 PJO yang datanya tidak terdaftar dalam sistem online.
Akibatnya, kendaraan tersebut ditilang oleh polisi. Padahal kredit sudah berjalan hampir 3 tahun dan angsuran lancar.
“Peristiwa ini sudah disampaikan ke BCA Finance dan langsung ke kantor Serpong Damai, tapi tidak ada respon. Karena itu Rikson Dablok memberi kuasa kepada kami dan kami datang ke kantor BCA di Cibinong. Sudah bertemu staf bernama Yeni dan menyerahkan dokumen untuk dipelajari. Sampai hari ini tidak ada titik temu,” ujar Ketua LSM PRB.
Saat di hubungi tlp seluler nya Senin 24 / Agustus 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan ,permasalahan muncul karena dokumen kendaraan yang dibiayai tidak akurat. Hal itu membuat debitur enggan melanjutkan pembayaran kredit,”terang nya.
“Nasabah akhirnya masuk kredit macet dan kena BI Checking kol 2 , Padahal sebelumnya lancar. Setelah dicek di Samsat, keluar surat bahwa mobil tidak masuk dalam sistem. Ada “dugaan indikasi “ mobil yang dikreditkan adalah mobil bekas dengan dokumen ganda,” jelasnya.
LSM PRB menilai OJK sebagai lembaga pengawas harus menelusuri perbuatan yang diduga dilakukan kreditur nakal.
“Kami minta OJK yang mengawasi BCA Finance untuk periksa hal ini. Bisa jadi kasus ini merugikan masyarakat yang kredit mobil bekas. Sesuai aturan, jangan ada perusahaan yang kebal hukum,” tegasnya.
Johan juga meminta OJK mempertimbangkan status debitur macet. Menurutnya, macet dalam kasus ini bukan karena sengaja tidak bayar, melainkan karena kendaraan ditangkap polisi akibat dokumen tidak terdaftar online.
“Jangan ketika urusan rakyat OJK langsung tindak, pasang BI Checking. Tapi kreditur nakal harus juga ditindak. Nasabah macet karena ada persoalan saat ditangkap polisi dan dokumen mobil bermasalah,” ujarnya.
LSM PRB menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi konsumen yang dirugikan akibat pembiayaan kendaraan dengan dokumen tidak jelas,”papar nya………Ron
-
Ibukota4 days agoJalan Pademangan I Raya Kembali Kumuh dan Jorok, Warga Tuding Aparat Pemerintahan Pademangan Timur Tutup Mata.
-
Ibukota23 hours agoAcara Malam Puncak HUT RI Ke-81. Kelurahan Pademangan Barat Meriah
-
Ibukota4 days agoLurah Pademangan Barat Apresiasi Gelaran Malam Puncak HUT RI ke 81
-
Ibukota6 days agoKelurahan Pademangan Barat Bersama PT KAI Daop I Bersihkan Tumpukan Sampah di Rel KA Pademangan Barat dan Timur

