Kesehatan
RS EMC Pekayon Resmikan Sport Clinic Layanan Baru Penanganan Cedera Ketika Berolahraga.
Ket Foto : pengguntingan pita saat peresmian Sport Clinic yang dilaksanakan oleh Ketua KONI Kota Bekasi Tri Adhianto, Direktur RS EMC Pekayon, dr. Deddy Nugroho, MARS, Ph.D, FISQua, Wakil Presiden Direktur RF EMC Alam Sutra dr.Juniwati Gunawan, M.M. serta, Dr. Sri Wahyuni, ST, M.Sc. Plh Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
BEKASI, HARIANSENTANA.COM — RS EMC Pekayon meresmikan layanan terbaru Sport Clinic, dengan fasilitas dan layanan yang semakin lengkap.
Dengan tagline “Reach and Recover Faster” peresmian Sport Clinic ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilaksanakan oleh Ketua KONI Kota Bekasi Tri Adhianto, Direktur RS EMC Pekayon, dr. Deddy Nugroho, MARS, Ph.D, FISQua, Wakil Presiden Direktur RF EMC Alam Sutra dr.Juniwati Gunawan, M.M. serta, Dr. Sri Wahyuni, ST, M.Sc. Plh Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
Dalam sambutannya, Direktur RS EMC Pekayon, dr. Deddy Nugroho, MARS, Ph.D, FISQua menyatakan, “Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Sport Clinic ini hadir sebagai bentuk layanan baru bagi masyarakat, khususnya pecinta olahraga. Kami memiliki tim dokter spesialis yang lengkap, berkompeten dan profesional dibidangnya”, ucapnya Jumat (27/9/2024).

Beberapa dokter spesialis yang dimiliki oleh RS EMC Pekayon antara lain Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dokter Rehabilitasi Medis, dan Tim Sport Fisioterapis untuk proses recovery fungsi tubuh yang mengalami cedera,” tambahnya.
Selain itu lanjutnya RS EMC Pekayon juga ada Dokter Spesialis Gizi Klinik yang membantu dalam manajemen nutrisi pasien, serta tenaga Psikolog yang dapat memberikan penyembuhan dari sisi psikologis pasien.
“Sport Clinic RS EMC Pekayon akan menjadi pusat rujukan bagi mereka yang ingin mencegah dan mengatasi cedera olahraga dengan pendekatan yang tepat dan profesional. Untuk tindakan kuratif, kami melayani tindakan minimal invasif pada cedera ligamen/otot-otot (Arthroscopy), Arthroplasty (penggantian sendi), Tendon and Muscle Repair, Prosedur Operatif dan Non Operatif, tindakan Platelet Rich Plasma (Orthobiologic), Rekonstruksi Ligamen (ACL, PCL, MCL, LCL, ATFL dan lain-lain), Trauma Center Management (Fraktur, dislokasi dan lain-lain)”, ungkap dr. Arrio Yusman, Sp. OT (K) Sport Injury, Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga.

Sementara, Ketua KONI Kota Bekasi Tri Adhianto, mengungkapkan ini merupakan suatu kebanggaan bagi Koni. Dengan adanya Sport Clinic EMC Pekayon ini sejalan dengan apa yang telah kita targetkan bahwa kota Bekasi ini menjadi Kota Sport City. Upaya -upaya untuk menghadirkan pasilitas olahraga terus berkembang. “Ini merupakan dukungan yang luar biasa bagi kami, sejalan dengan prestasi olahraga,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Marco Ariono Nainggolan, Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam olahraga. “Kesehatan dan kebugaran tidak hanya tentang latihan fisik, tetapi juga tentang pemahaman yang mendalam mengenai kondisi tubuh. Kami siap mendukung setiap individu dalam perjalanan mereka menuju kehidupan yang lebih sehat.
Untuk itu di Sport Clinic EMC Pekayon pasien yang aktif berolahraga, baik atlet maupun penggiat olahraga lainnya dapat melakukan konsultasi terkait pencegahan dan penanganan cedera olahraga,” imbuhnya.
dr. Dessy Erika, Sp.KFR, Spesialis Rehabilitasi Medis menambahkan, “Kami ingin membantu pasien tidak hanya pulih dari cedera, tetapi juga mengoptimalkan potensi fisik mereka melalui program rehabilitasi yang dirancang khusus dan didukung alat-alat rehabilitasi medis yang mumpuni untuk proses penyembuhan pasien. Sport Clinic RS EMC Pekayon memiliki alat laser dan room exercise yang dilengkapi mini gym untuk proses rehabilitasi medis pasien.”
Selain Sport Clinic, RS EMC Pekayon juga merupakan rumah sakit rujukan Trauma Center yang dapat menangani kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, cedera kepala, trauma thorax dan trauma ekstremitas.
Layanan unggulan lainnya adalah Orthopedic Center, Cardiac Vascular Center, Digestive Center, Fertility
Center, dan Neuroscience Center. Selain didukung oleh para tim medis yang profesional dan berpengalaman, Sport Clinic RS EMC Pekayon juga dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi mumpuni seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) 1,5 Tesla, CT-Scan 128 Slice, Radiologi (Rontgent), Ultrasonografi (USG).
“Saat ini kami sudah bekerjasama dengan klub-klub olahraga dan perusahaan seperti KONI Kota Bekasi, PPLPD Dispora Kota Bekasi, Fafage Banua, Persipasi, AAFI, dan masih banyak lagi”, ujar drg. Nailufar, MARS, Direktur Sales & Marketing EMC Healthcare.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa EMC Healthcare saat ini sudah memiliki 8 (delapan) unit rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan unggul dan tepercaya, yang terbagi di area Bekasi (RS EMC Pekayon, RS EMC Cikarang dan RS EMC Cibitung), area Jakarta (RS EMC Pulomas dan RS Graha Kedoya), area Tangerang (RS EMC Alam Sutera dan RS EMC Tangerang), serta area Bogor (RS EMC Sentul). “Untuk layanan unggulan Sport Clinic di jaringan group EMC Healthcare area Bekasi, saat ini hanya ada di RS EMC Pekayon.
Harapan kami, dengan hadirnya Sport Clinic RS EMC Pekayon ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk lebih sehat, produktif dan berprestasi,” harapnya.

Sementara Dr. Sri Wahyuni, ST, M.Sc. Plh Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengatakan Kemenpora kedepan akan bercita -cita memiliki Sport Industri sehingga tidak hanya prestasi saja tapi Industri olahraga juga akan ditangani, diharapkan Sport Medical ini dapat tumbuh berkembang. Dengan adanya RS Sport Clinic ini Pemerintah berharap tentunya dapat terjalin kerja sama.
“Tahun depan minimal ada delapan event internasional, dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. Tentunya ini akan banyak membutuhkan kerja sama,” pungkasnya.
Kesehatan
Kasus ISPA Tembus 174 Ribu Akibat Karhutla, DPR Desak Pemerintah Bertindak
Lonjakan ISPA akibat karhutla mendapat sorotan dari Obet Rumbruren, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Data Kementerian Kesehatan periode pertengahan Agustus hingga 21 September 2026 jadi acuannya: 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak, 40.363 di antaranya balita, tersebar di tujuh provinsi prioritas, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.
Obet menyebutnya sinyal darurat kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Angka 40 ribu balita terpapar asap beracun, katanya, adalah peringatan keras bahwa karhutla sudah jadi krisis kedaruratan kesehatan anak. “Jika kita gagal melindungi mereka hari ini, kita sedang menggadaikan masa depan bangsa,” ujarnya.
Legislator Dapil Papua Barat ini merinci bahaya polutan asap karhutla bagi organ pernapasan: batuk, sesak napas, pilek, iritasi mata, sampai risiko memperburuk kondisi pernapasan jangka panjang.
Tiga desakan Obet ke pemerintah:
Penguatan respons darurat lewat mobilisasi tenaga medis, ambulan, dan ruang perawatan intensif anak dengan penanganan cepat dan tepat, plus perbanyak pos kesehatan dan jamin stok obat-obatan, tabung oksigen, serta masker standar di wilayah terdampak. Pemantauan kualitas udara secara berkala untuk penanganan yang terukur. Penegakan hukum di hulu, menindak tegas pelaku pembakaran lahan agar bencana ekologis ini berhenti berulang tiap tahun.
Obet menutup: “Kesehatan rakyat, utamanya anak-anak, adalah prioritas paling utama dan investasi masa depan bangsa. Melindungi mereka dari dampak karhutla adalah kewajiban moral sekaligus konstitusional negara.”
Kesehatan
Indonesia Bersiap Miliki Standar Nasional Smart Hospital: RSNI3 Disetujui Secara Konsensus
Prof. Dr. Eko Supriyanto. (Foto Doc. Pribadi).
JAKARTA, SENTANA — Indonesia mencatatkan langkah penting dalam modernisasi infrastruktur dan manajemen pelayanan kesehatan nasional. Hal ini ditandai dengan disetujuinya draf Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI3) Smart Hospital dalam Rapat Konsensus Komite Teknis 03-14 Manajemen Organisasi Pelayanan Kesehatan yang digelar secara daring dan luring pekan lalu.
Hal tersebut diungkapkan Prof. Eko Supriyanto selaku Wakil Ketua Komite Teknis SNI Smart Hospital melalui keterangannya kepada wartawan, Rabu (19/8).
Prof. Eko menjelaskan, Keputusan tersebut diambil secara mufakat oleh 15 anggota Komite Teknis yang hadir dalam rapat yang telah memenuhi kuorum tersebut. Anggota Komite Teknis yang hadir dan menyetujui draf tersebut mencakup keterwakilan multisektoral, terdiri dari 1 perwakilan BPJS Kesehatan, 4 perwakilan Kementerian Kesehatan, 1 perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), 1 perwakilan Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI), 1 perwakilan Asosiasi Rumah Sakit Kemenkes Indonesia (ARSKI), serta 1 perwakilan Konsil Kesehatan
Indonesia (KKI). Selain unsur pemerintah dan lembaga, forum ini juga dihadiri oleh masing-masing 1 perwakilan dari Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB Indonesia), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Persetujuan draf RSNI3 Smart Hospital ini menjadi pijakan awal dalam memenuhi kebutuhan integrasi teknologi informasi, efisiensi operasional, keandalan fasilitas teknis, serta peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di era digital. Kehadiran standar ini diproyeksikan menjadi acuan nasional agar fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia dapat mengadopsi teknologi cerdas secara terstruktur, aman dan berkelanjutan sebelum nantinya ditetapkan secara formal oleh BSN,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, standar nasional ini dijadwalkan akan disosialisasikan kepada publik dan para pemangku kepentingan kesehatan pada 17 hingga 19 September 2026 di Jakarta.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari agenda tahunan International Healthcare Engineering Forum (INAHEF) 2026 yang diselenggarakan bersama oleh BSN, Kementerian Kesehatan, PTPI dan para mitra terkait. Seiring dengan agenda tersebut, Kementerian Kesehatan turut mengundang serta mengimbau seluruh jajaran manajemen dan praktisi rumah sakit di Indonesia untuk hadir berpartisipasi aktif, guna mempersiapkan fasilitas kesehatan masing-masing dalam mengimplementasikan standar baru ini.
Adapun sasaran undangan mencakup pimpinan rumah sakit umum pusat maupun daerah di seluruh Provinsi Indonesia, rumah sakit TNI/Polri dan Kementerian Pertahanan, RS di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC), RS swasta, RS perguruan tinggi, hingga jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran se-Indonesia, dengan pendelegasian yang mewakili unsur manajemen/keuangan, pelayanan medik, serta penunjang teknik/operasional.
Ditambahkannya, kehadiran dalam INAHEF 2026 memberikan nilai strategis bagi jajaran manajemen dan praktisi rumah sakit di seluruh Indonesia. Mengusung tema “Smart Healthcare Facilities Financing: Building Affordable Access for All”, forum ini menjadi wadah untuk mempelajari strategi pembiayaan fasilitas cerdas yang terjangkau, mengikuti seminar bersama pakar nasional dan global, serta melihat pameran teknologi (Technology Exhibition) dan peluncuran produk inovasi alat kesehatan terbaru (Product Launching).
“Para peserta juga dapat menjalin kerja sama dengan penyedia solusi melalui forum Business Matching, mempelajari skema perencanaan anggaran fasilitas yang efisien (Budget Planning), serta menyaksikan penganugerahan Innovation Award. Rangkaian acara ini diharapkan dapat mendorong akselerasi modernisasi layanan kesehatan yang berdaya saing di Indonesia,” pungkasnya. (Red).
Kesehatan
SWICC Bogor Raya Hadir dengan Layanan Kanker Terpadu Pertama di Wilayah Penyangga Jakarta
Sentul, Hariansentana.com – Kehadiran Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, menjadi pusat layanan kanker terpadu pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok.
Fasilitas ini menjadi semakin penting dan mudah di akses, mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Diharapkan SWICC bisa menjadi pusat harapan baru bagi pasien kanker, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata Sentra Medika dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.
Demikian hal tersebut diungkapkan Presiden Director Sentra Medika Hospital Group Dr. drg. Eddy Suharso, S.H, M Kes, dalam acara perayaan 1 Tahun Perjalanan Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) melalui Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 di Aston Hotel Sentul Bogor Minggu (2/8/2026).

Forum ilmiah onkologi nasional yang menyoroti penguatan akses layanan kanker terpadu ini menghadirkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, sebagai keynote speaker yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan layanan kanker di Indonesia.
Menurut Menkes, deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker yang masih tinggi.
“Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya,

Kehadiran pusat kanker terpadu SWICC di wilayah penyangga Jakarta menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan onkologi yang komprehensif.
“Kami mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem terintegrasi,” Eddy Suharso.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, jumlah penderita kanker di Indonesia mencapai lebih dari 1,13 juta kasus, dengan 474 ribu kasus baru dan lebih dari 283 ribu kematian.
Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker.
Dalam forum ilmiah tersebut, sejumlah pakar onkologi nasional turut menjadi pembicara utama, di antaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dan Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K). Mereka membahas perkembangan terbaru penanganan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, paru, serviks, kolorektal, hingga leukemia.
Selain itu, pembicara dari berbagai daerah juga turut berpartisipasi, seperti dr. Venita Eng dari Bali, Prof. dr. Linda W. A. Rotty, Sp.PD-KHOM dari Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, serta dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD-KHOM dari Bandung.
Secara keseluruhan, lebih dari 30 dokter onkologi berpengalaman terlibat dalam simposium ilmiah ini.

Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani MARS, CRMP, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring antar tenaga medis.
“Kami ingin memastikan penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan berbasis perkembangan ilmu terbaru,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan satu tahun, SWICC juga menjalankan program 500 skrining kanker gratis bagi masyarakat. Program ini mencakup pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat sebagai upaya memperluas akses deteksi dini.
Kampanye edukasi bertajuk “Stronger in Awareness, Together in Detection” turut digencarkan melalui webinar nasional dan seminar kesehatan.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker.
SWICC yang berada di bawah naungan Sentra Medika Hospital Group merupakan pusat layanan kanker terpadu pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok. Layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan diagnostik seperti CT Scan, MRI, mammografi, hingga pemeriksaan berbasis genetik, serta terapi seperti bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan terapi target.
Pendekatan multidisiplin diterapkan dalam setiap penanganan pasien, sehingga rencana terapi dapat disesuaikan dengan jenis kanker, stadium, dan kondisi klinis masing-masing individu.
Ke depan, SWICC menargetkan penguatan jejaring layanan kanker serta peningkatan kesadaran masyarakat agar deteksi dini dapat dilakukan lebih luas.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kasus kanker stadium lanjut serta meningkatkan harapan hidup pasien di wilayah Bogor dan sekitarnya. (***)
-
Polhukam1 day agoPSI Jakarta Utara Minta Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
Ibukota2 days ago1.000 Lebih Berkas PTSL Warga Jakarta Utara Belum Tuntas, Dokumen Hilang Jadi Sorotan
-
Daerah5 days agoHUT Humas Polri Ke-75, Kapolres Wonogiri Salurkan Air Bersih untuk Warga Bendokerep
-
Bodetabek3 days agoTirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Terbaiknya di Hari Pelanggan Nasional

