Connect with us

Ibukota

Pramono Beri Apresiasi dan Dorong Semangat Masyarakat Peduli Lingkungan.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri dan menyerahkan penghargaan Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Acara ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas kontribusi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup di ibu kota.dengan tema.” Semangat untuk membuat jakarta lebih hijau.”

“Mudah-mudahan ini akan menjadi pendorong bagi saudara-saudara sekalian untuk lebih giat, lebih rajin, lebih semangat untuk membuat Jakarta lebih hijau, lebih nyaman, dan yang penting adalah lingkungannya menjadi lebih baik,” ujar Pramono.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga menyoroti isu lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung selama November 2025 hingga Februari 2026. Pemprov DKI Jakarta pun telah menggelar apel siaga sebagai bagian dari upaya antisipatif.

Ia menyampaikan telah menginstruksikan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk melakukan pemotongan dan menyangga pohon agar tidak menyebabkan adanya korban jika terjadi angin kencang. Pramono juga memastikan kesiapan Pemprov DKI untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrem ini.

“Maka untuk itu saya sudah meminta kepada kepala dinas dan OPD terkait untuk kita bersiap-siap. Jakarta sekarang ini sudah mempersiapkan, baik itu pompa secara statis maupun yang mobile, ekskavator, dan macam-macam yang dikoordinasikan oleh Sumber Daya Air untuk bersiap-siap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan kenaikan peringkat Jakarta sebagai kota global menjadi 71 dari 156 kota di dunia. Sedangkan fasilitas publik pada sarana transportasi bahkan menduduki peringkat 17 dunia.

Karena itu, Pramono juga meminta jajarannya agar khususnya walikota memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta. Ia pun mengizinkan dilakukannya kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun RTH dan menerapkan konsep vertical garden pada kolong jembatan dan tiang tol.

“Supaya sekali lagi Jakarta menjadi lebih baik, sebagai kota global rankingnya mudah-mudahan akan menjadi lebih baik,” kata dia.

Meskipun Pemprov DKI Jakarta menghadapi pemotongan dana bagi hasil, Gubernur menyampaikan akan tetap melanjutkan pembangunan menggunakan pembiayaan kreatif, seperti pembangunan Taman Bendera Pusaka di Barito, Jakarta Selatan.

“Mudah-mudahan kita bisa sama-sama membuat Jakarta lebih aman, lebih nyaman, lebih hijau,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan, Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan Provinsi DKI Jakarta tahun 2025 merupakan acara penghargaan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada pemerhati dan penggiat lingkungan atas prakarsa dan aksi kolaborasi nyatanya dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup di Jakarta.

Acara ini bertujuan memberikan motivasi, meningkatkan kepedulian, dan menumbuhkembangkan kepeloporan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol atau piagam, melainkan sebuah pengakuan atas kerja keras dan ketulusan dalam mencintai bumi,” ucapnya.

Upaya yang telah dilakukan mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, hingga edukasi lingkungan yang memberi dampak nyata bagi keberlanjutan Kota Jakarta.

Asep menekankan, perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat untuk menciptakan lingkungan Jakarta yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.(Sutarno)

Ibukota

Jumat Berkah Peduli, Kapolres Metro Jakut Makan Siang Bersama Jamaah Masjid Madani

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Usai menunaikan salat Jumat, suasana di Masjid Madani Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/9/2026), belum sepenuhnya berakhir. Kali ini, suasana ibadah dilanjutkan dengan momen sederhana yang sarat makna.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) memilih duduk bersama para jamaah untuk menikmati makan siang dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah Peduli.

Tidak ada sekat antara seragam kepolisian dan masyarakat. Kapolres bersama jajarannya makan dalam satu suasana yang penuh keakraban. Obrolan ringan dan komunikasi hangat mewarnai kebersamaan tersebut.
Bagi Polres Metro Jakarta Utara, kegiatan ini bukan sekadar agenda makan bersama. Jumat Peduli menjadi ruang untuk membangun silaturahmi sekaligus mendekatkan kepolisian dengan masyarakat secara langsung.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Polisi tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan membangun komunikasi yang baik,” ujar Kombes Pol. Adhe Hariadi.

Menurutnya, kedekatan dan komunikasi yang terjalin dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Jakarta Utara.

Melalui momen sederhana tersebut, pesan yang ingin dibangun pun terasa jelas: kehadiran polisi tidak selalu harus dalam situasi formal. Duduk bersama, berbincang, dan makan dalam satu meja juga menjadi cara untuk mendengar serta memahami masyarakat.

Polres Metro Jakarta Utara berharap kegiatan Jumat Peduli dapat terus memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang semakin terbuka, kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Jumat itu pun ditutup dengan suasana hangat. Sebuah makan siang sederhana menjadi jembatan untuk membangun kedekatan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tentang hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga tentang hadir, menyapa, dan menjadi bagian dari masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Berkah Peduli berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

DMI Kota Jakarta Utara dan Tim Juri Nilai ke Lokasi Ketiga SBM Masjid Nurul Hidayah Lagoa.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Masjid Nurul Hidayah Jalan Maja Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara, menjadi lokasi ketiga penilaian Seleksi Binaul Masajid (SBM) Tingkat Kota, Selasa (08/09/26).

Penilaian dihadiri oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara dan Tim Juri Idarah, Imarah, Ri’ayah dan Tim penilai masjid Ramah Anak, serta Masjid Ramah Disabilitas.

Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah H. Suparno mengucapkan selamat datang kepada DMI dan Tim Juri SBM tingkat Jakarta Utara,

” Kami para pengurus DKM Masjid Nurul Hidayah siap untuk dinilai dan diberikan pembinaan serta arahan dari DMI Jakarta Utara dan Tim Juri, dan apabila dalam penyambutan dan penyampaian data terdapat kekurangan, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya”, ujar H, Suparno

Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada DMI Kecamatan Koja yang memberikan kesempatan pada Masjid Nurul Hidayah untuk mewakili Kecamatan Koja, dalam Seleksi Binaul Masajid. Segala data dan manajemen masjid sudah kami persiapkan, tutur H. Suparno

Kami mengharapkan Masjid Nurul Hidayah dapat menjadi yang terbaik dan bila belum menjadi yang terbaik juga merupakan suatu proses pembelajaran dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap jamaah Masjid Nurul Hidayah, lanjutnya

Sementara itu Ketua DMI Jakarta Utara Drs. Suwardi menambahkan hari ini merupakan peserta yang ketiga DMI Jakarta Utara dan Tim Juri melakukan penilaian dalam rangka SBM, setelah di Kecamatan Cilincing, Kecamatan Tanjung Priok dan sekarang di Masjid Nurul Hidayah Kecamatan Koja, kata Suwardi

” Selain melakukan penilaian, kegiatan SBM ini juga merupakan ajang silaturahmi Antara DMI Jakarta Utara dan DKM Masjid, dimana jumlah masjid di Jakarta Utara berjumlah 666 masjid, 999 musholla dan 1200 TPQ.”

Penilaian SBM meliputi beberapa aspek diantaranya, aspek Idaroh, Imaroh, Riaya dan aspek Masjid Ramah (Ramah Lingkungan, Ramah Anak, Ramah Disabilitas),” terang Suwardi,

Turut hadir dalam kegiatan SBM hari ketiga Masjid Nurul Hidayah antara lain, Sekretaris DMI kota Jakarta Utara Ustadz Mahdi Kholid, Bendahara DMI Kota Jakarta Utara Ustadz Endi Sucahyadi, Ketua DMI Kecamatan Koja Ustadz H. Sodikin Jakarsih, Sekretaris DMI Kecamatan Koja H. Edi Hambali, serta Bagian Kesra RW 07.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Dr.H. Pramono Apresiasi Perubahan Citra Positif Satpol PP

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta, Dr.H. Pramono Anung mengapresiasi perubahan citra positif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kini dinilai semakin humanis, ramah, dan profesional.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada Satpol PP karena apa pun yang dilihat tentang Jakarta, salah satunya wajahnya adalah kalau perilaku Satpol PP seperti yang 4S tadi: Santun, Senyum, Sapa, dan Salam. Dan sekarang ini saya lebih melihat jauh lebih humanis,” ujar Pramono.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dan kenyamanan warga, Gubernur pun menyetujui rencana pembangunan Markas Komando Satpol PP yang representatif.

Perencanaan pembangunan Mako ini ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun ini. Pemprov DKI menyiapkan sejumlah opsi lokasi pembangunan Mako Satpol PP, salah satunya di Cempaka Putih.

“Saya bisik-bisik sama Pak H.Rano Karno Wagub, Pak Uus Kuswanto Sekda DKI Jakarta, kita bertiga sepakat sudah waktunya Satpol PP.dki jakarta punya Mako yang baik dan kita mulai paling lambat tahun ini 2026,perencanaannya harus selesai,” katanya.

Pramono menekankan, Satpol PP merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Karena itu, ia juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Satpol PP dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan Jakarta.

Ketertiban yang tercipta inipun akan berdampak positif terhadap berbagai sektor, termasuk pertumbuhan ekonomi Jakarta, layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

“Hal yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, ketertiban, kenyamanan, dan ini salah satu peran utamanya adalah ada di Satpol PP. Jadi saudara-saudara turut memberikan kontribusi yang selama ini mungkin Saudara-saudara tidak pahami, tidak ketahui,” jelas Pramono.

Dalam arahannya, Gubernur juga berpesan kepada para petugas Satpol PP untuk terus mempertahankan sikap humanis dan mampu menahan emosi dalam menjalankan tugasnya.

“Mari jaga Jakarta menuju kota global, menjaga Jakarta, menjaga rasa aman warganya, menjaga ruang bagi perekonomian untuk terus tumbuh, dan menjaga kepercayaan dunia terhadap Jakarta,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jiwa korsa, dan sinergi seluruh jajaran dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di Jakarta.

Satpol PP juga menyelenggarakan sejumlah rangkaian kegiatan acara syukuran HUT ke-76, salah satunya yakni sosialisasi KPK untuk memperkuat integritas serta memitigasi terjadinya korupsi, gratifikasi, maupun bentuk pelanggaran lainnya di lingkungan Satpol PP.

Acara syukuran ini dihadiri oleh 1.045 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, jajaran Satpol PP dari tingkat provinsi sampai kelurahan, Dharma Wanita Satuan Polisi Pamong Praja, anggota Satlinmas, dan Prabu Jakarta.

Dalam kegiatan ini, Satpol PP juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan prestasi para pelaku penyelenggara Tramtibum Linmas.

“Penghargaan kepada para pemenang rangkaian lomba yang meliputi Lurah Peduli Trantibum, Best Performance Satpol PP Kecamatan dalam program Satpol PP Sahabat Sekolah, Peraturan Baris Berbaris bagi anggota Satlinmas, serta Prabu Jakarta yang inspiratif dengan kategori berdampak nyata, gerakan pilah sampah, dan media sosial teraktif,” tuturnya.

Satriadi juga melaporkan, penyelenggaraan Tramtibum Linmas di Jakarta saat ini berjalan aman dan kondusif, salah satunya melalui penerapan gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun.

“Gerakan ini mendorong sikap yang lebih ramah, komunikasi terbuka, saling menghormati, pengendalian diri, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta respons cepat apa yang menjadi kebutuhan warga Jakarta,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending