Connect with us

Olahraga

Pengamat : Bonus Rumah Untuk Pemain, Pelatih dan Official Timnas U-22 Lebih Pas Ketimbang Uang

Published

on

Photo by visioner news

JAKARTA, Hariansentana.com – Pengamat sepakbola Gunawan Agus Salim menyarankan pemerintah agar memberikan bonus kepada pemain, pelatih dan official Timnas U-22 yang berlaga di SEA Games 2023 dalam bentuk rumah, bukan uang. Bonus itu disarankan karena para pemain, pelatih dan tim official itu telah mengharumkan nama bangsa dengan menggilas Timnas Thailand 5-2 pada babak final pada Selasa (16/5/2022) malam dan membuat Indonesia meraih medali emas dari cabang sepakbola.

“Selama ini biasanya bonus yang diberikan berupa uang. Menurut saya, sebaiknya kebiasaan itu diubah,” kata Agus di Jakarta, Rabu (17/5/2023) malam.

Menurut pengamat yang juga pengusaha ini, manusia cenderung konsumtif, sehingga jika diberi uang, maka akan cepat habis. Berapapun banyaknya.
“Tapi kalau diberi rumah, ada beberapa kebaikan yang didapat. Pertama, bagi yang belum punya rumah, tak perlu lagi dipusingkan dengan pembayaran kos atau kontrakan setiap bulan karena sudah punya rumah sendiri. Bagi yang sudah punya rumah, bisa menjadi aset yang nilainya akan terus bertambah dapat diwariskan ke anak-anaknya,” kata dia.

Kebaikan kedua, jelas Agus, dengan diberi bonus rumah, secara psikologis, kehidupan para pemain, pelatih dan official juga akan nyaman, sehingga mereka akan dapat lebih fokus di sepakbola guna meningkatkan prestasinya dan prestasi Indonesia ke depan.
“Pemain U-22 itu kan masih muda-muda, saya yakin sebagian besar dari mereka masih tinggal di rumah orangtua atau di rumah kos dan kontrakan,” kata Agus.

Soal pendanaan yang mungkin akan membebani pemerintah karena harga rumah tidak murah, apalagi di Jakarta, Agus memberikan solusinya.
“Pemerintah kan punya Wisma Atlet di Kemayoran yang dibangun untuk atlet yang bertanding di Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Tahun lalu, waktu pandemi Covid-19 lagi gawat-gawatnya, tempat itu dijadikan rumah sakit khusus untuk penderita Covid-19, dan di situ ada beberapa tower. Kalau unit hunian apartemen di situ diberikan ke anggotaTimnas U-22 beserta pelatih dan officialnya, saya rasa nggak masalah,” kata Agus.

Justru, lanjut dia, ada manfaat lebih jika anggota Timnas U-22 bersama pelatih dan officialnya tinggal di satu apartemen, karena dengan berada di lokasi yang sama, mereka akan semakin akrab dan akan lebih kompak.
“Peningkatan keakraban dan kekompakan itu bagus untuk prestasi mereka ke depan,” katanya.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-22 berhasil menundukkan Timnas Thailand 5-2 lewat pertarungan final yang sengit.

Indonesia lebih dulu unggul 2-0 pada babak pertama melalui tandukan dan sontekan Ramadhan Sananta pada menit ke-20 dan 45+4, dan Thailand membalas dengan dua gol pada babak kedua.

Pada babak perpanjangan waktu, Timnas U-22 melesakkan 3 gol ke gawang Thailand melalui Irfan Jauhari, Fajar Fathur Rahman Putra Nugraha.
Agus menilai, permainan Timnas Indonesia U-22 dalam laga itu memang bagus, di atas permainan Thailand.
“Sejak awal saya sudah happy melihat permainan mereka yang seperti permaianan tim sepakbola di Eropa itu, meski setelah itu saya dag dig dug der ketika Thailand menyamakan kedudukan menjadi 2-2,” katanya.
Namun, lanjut penggila sepakbola ini, ketika pemain Indonesia mencetak gol ketiga, dia langsung merasa nyaman lagi karena menurut analisanya, jika skor sepakbola pada kedudukan 3-2, tak mudah menjadi 3-3.
“Ketika Indonesia mencetak gol keempat, saya surprise karena di luar dugaan. Terlebih lagi ketika gol kelima tercipta. Timnas U-22 memang top. Pelatihnya (Indra Sjafri) bagus sekali,” pujinya. (***)

Olahraga

Turnamen Futsal 2026 Pelajar se-Tangerang Raya, Warnai May Day Cup 2026

Published

on

By

TANGERANG, SENTANA – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 sekaligus membangun semangat persatuan antar pelajar, telah diselenggarakan kegiatan Futsal Mayday Cup 2026 berupa turnamen futsal antar pelajar SMA/SMK se-Tangerang Raya pada Jum’at (1 Mei 2026), bertempat di Lapangan Futsal King, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu Jaga Kamtibmas, Stop Tawuran, anarkis, vandalisme dan Tolak Narkoba” sebagai bentuk kampanye positif kepada generasi muda agar menjauhi aksi kekerasan, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Turnamen ini diikuti puluhan sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya, di antaranya: SMK Yupentek 2, SMA Negeri 31 Kabupaten Tangerang, SMK Kharisma, SMAN 19 Kabupaten Tangerang, SMK Bina Karya, SMAN 2 Kabupaten Tangerang, SMAN 32 Kabupaten Tangerang, SMK Putra Perdana Indonesia, SMAN 15 Kabupaten Tangerang, SMK Bina Putra Mandiri, SMKS Citra Nusantara, SMAN 17 Kabupaten Tangerang, SMAN 3 Kabupaten Tangerang, SMKN 1 Kabupaten Tangerang, SMK Kusuma Bangsa, SMKN 7 Kabupaten Tangerang, SMAN 1 Balaraja, SMK Khorvie, SMK Pembangunan 2, SMAN 7, SMK Yapika, SMK 83 Legok, SMK Mandiri Balaraja, SMK Yupentek 3, SMAN 6 Kabupaten Tangerang, SMK PGRI 109, SMK Veteran, SMA Islamic Telaga, SMA Tarakanita, SMKN 2 Sepatan, SMAN 18 Kabupaten Tangerang, SMK Pembangunan 21.

Melalui keterangannya, Jum’at (1/5), Panitia berharap, kegiatan Futsal Mayday Cup 2026 dapat menjadi contoh kegiatan positif bagi kalangan pelajar serta mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga, menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta bebas dari tawuran dan narkoba.

“Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, seluruh peserta diharapkan dapat menjunjung tinggi fair play serta menjadi pelopor pelajar yang cinta damai demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Tangerang Raya,” ujarnya.

Menurutnya, Pelajar Bersatu, Sekolah Aman, Tawuran dan anarkis Hilang, Narkoba Dilawan.

“Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat solidaritas antar pelajar agar tercipta hubungan yang harmonis serta mengurangi potensi konflik antar sekolah,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Olahraga

Liga SSB U-17 Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Published

on

By

DEMAK, SENTANA – Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 kembali digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Demak.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam mengembangkan bakat, meningkatkan persatuan, serta mengasah keterampilan individu maupun kerja sama tim bagi para pemain muda.

Melalui keterangannya, Selasa (21/4), Ketua panitia, Sunarto menegaskan bahwa, kompetisi ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi atlet yang berkualitas.

“Melalui kompetisi ini, tim dapat mengukur kemampuan, meraih prestasi, serta membangun karakter pemain melalui nilai-nilai sportivitas,” ujarnya.

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist).

Senada dengan itu, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif, menyampaikan bahwa, liga ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Demak dan sekitarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan fair play menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.

Lebih jauh, kehadiran “Sultan Fatah Cup” diharapkan mampu menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan para pemain muda.

Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga mental bertanding dan kedisiplinan.

Kompetisi seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat di daerah.

Namun, konsistensi dalam pembinaan pasca kompetisi menjadi kunci utama agar potensi pemain tidak berhenti hanya di turnamen semata.

Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan semua pihak, ajang ini berpotensi melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu membawa nama baik daerah di masa depan. (Red).

Continue Reading

Olahraga

Rakernas PBMI 2026 Rudy Golden Boy Siap Kolaborasi, Muaythai Bangkit!

Published

on

By

JAKARTA — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia 2026 kembali memunculkan suara lantang dari kalangan atlet. Salah satunya datang dari Rudy Agustian, yang dikenal dengan julukan “Golden Boy”. Dalam wawancara usai agenda Rakernas, ia menilai forum tersebut sebagai titik balik pembenahan organisasi sekaligus momentum membersihkan praktik kepengurusan yang dinilai merugikan atlet.

Menurut Rudy, Rakernas kali ini menghadirkan energi baru yang lebih berpihak kepada atlet. Ia bahkan menyebut sejumlah pengurus yang selama ini dinilai bermasalah telah tersingkir dari struktur organisasi.

“Rakernas ini sangat positif. Pengurus-pengurus yang selama ini membuat atlet jadi korban sudah disingkirkan,” kata Rudy.

Kritik Keras terhadap Pengurus Lama

Sebagai atlet yang mengaku telah lama berkecimpung di dunia Muaythai nasional, Rudy menyampaikan kritik tajam terhadap pola kepengurusan sebelumnya. Ia mengklaim dirinya termasuk atlet yang pernah dirugikan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada pembinaan.

“Basic saya atlet. Saya juga korban dari pengurus yang tidak amanah,” ujarnya.

Rudy menilai dinamika mosi tidak percaya yang sempat mencuat lebih merupakan upaya segelintir pihak yang tidak puas terhadap kepemimpinan saat ini. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah tidak etis.

“Kalau keinginannya tidak dipenuhi, mereka mencoba mengkudeta. Itu tidak etis,” katanya.

Dorong Reformasi Regulasi dan Sistem Pembinaan

Salah satu sorotan utama Rudy adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dinilai lebih progresif. Ia menilai kebijakan baru membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan atlet, terutama dengan menghapus sejumlah pembatasan.

Beberapa perubahan penting yang ia soroti antara lain:

  • Atlet kini dapat berpindah dari jalur profesional ke amatir, maupun sebaliknya
  • Batasan usia yang sebelumnya membatasi atlet kini dihapus, mengikuti standar federasi internasional
  • Penambahan jalur profesional sebagai bagian dari sistem pembinaan

“Dulu aturan dipakai untuk menyegal atlet. Sekarang sudah lebih fleksibel dan menguntungkan,” ujar Rudy.

Ia menambahkan bahwa batasan usia sebelumnya membuat banyak atlet potensial kehilangan kesempatan bertanding, padahal performa terbaik sering datang di usia matang.

Profesionalisasi Jadi Kunci

Rudy menekankan pentingnya peningkatan jam terbang sebagai kunci utama peningkatan prestasi. Ia menilai selama ini atlet Indonesia tertinggal dari negara lain seperti Malaysia karena minimnya frekuensi pertandingan.

“Amatir itu kadang setahun sekali atau dua kali. Sementara negara lain jauh lebih aktif,” katanya.

Dengan hadirnya jalur profesional dan event-event baru, ia optimistis kualitas atlet Indonesia akan meningkat signifikan.

Sportainment dan Inovasi Event

Selain aspek kompetisi, Rudy juga mendorong pengembangan konsep pertandingan berbasis hiburan atau sportainment. Ia menilai pendekatan ini penting untuk menarik minat publik sekaligus memberikan nilai tambah bagi atlet.

Melalui event yang ia gagas, seperti “Baku Hantam”, Rudy mencoba menggabungkan unsur olahraga dan hiburan. Ke depan, ia melihat potensi pengembangan konsep “Street Muay Thai” sebagai inovasi baru.

“Kenapa tidak Muaythai juga dibuat lebih menarik secara hiburan? Itu bagus untuk atlet dan penonton,” ujarnya.

Dukung Event Profesional Nyala Combat

Rudy menyambut positif rencana penyelenggaraan event profesional seperti Nyala Combat. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan mendukung penuh program tersebut.

“Ini sangat bagus. Kita siap mendampingi, support, dan kolaborasi,” kata Rudy.

Ia juga memastikan bahwa atlet-atlet binaannya telah dipersiapkan untuk tampil dalam ajang tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta yang siap bersaing, baik di level nasional maupun internasional.

“Kita punya banyak atlet. Tinggal dipilih dan disiapkan,” ujarnya.

Restrukturisasi Pengurus Daerah

Dalam aspek organisasi, Rudy mengungkapkan bahwa akan ada penunjukan sekitar 30 pelaksana tugas (PLT) di berbagai daerah untuk menggantikan kepengurusan yang dibekukan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program pembinaan serta memastikan bahwa kepengurusan di daerah diisi oleh individu yang memiliki visi yang sama.

“Mereka akan menjalankan program dan membentuk ulang kepengurusan yang amanah,” kata Rudy.

Target SEA Games dan Harapan Atlet

Menatap agenda internasional seperti SEA Games, Rudy berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara konsisten dan tidak sekadar menyampaikan janji.

Ia mengakui memiliki pengalaman kurang menyenangkan di jalur amatir, yang sempat membuatnya beralih membangun ekosistem sendiri melalui event profesional.

“Saya sempat trauma di amatir. Makanya saya buat event sendiri,” ujarnya.

Namun, dengan perubahan yang terjadi saat ini, Rudy kembali menaruh harapan besar terhadap masa depan Muaythai Indonesia.

“Saya harap dengan kepemimpinan baru, Muaythai Indonesia bisa benar-benar maju,” katanya. (Wly)

Continue Reading
Advertisement

Trending