Connect with us

Nasional

Masyarakat Harus Wapada Modus Penipuan, Pakai Jalur Resmi Lewat PLN Mobile Nonstop 24/7

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com –– Listrik sudah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat. Akses mendapatkan layanan kelistrikan menjadi sangat krusial. Jika ada pengaduan, PLN meminta pelanggan menghubungi saluran resmi. “Gunakan Aplikasi PLN Mobile,” ujar Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

Ada beberapa menu yang ada di PLN Mobile. Di antaranya, Pengaduan, Token dan Pembayaran, Catat Meter, Sambung Baru, Ubah Daya, Penyambungan Sementara, hingga ke pengisian kendaraan listrik.

PLN menghimbau untuk berhati-hati saat mencari nomor telepon di mesin pencarian daring. Saat ini banyak oknum yang melakukan penipuan dengan membuat titik lokasi alamat kantor PLN di mesin pencarian daring dan mencantumkan nomor telepon.

“Menghubungi PLN lebih mudah lewat PLN Mobile, kita bisa lacak permohonan atau pengaduan lewat aplikasi dan yang paling penting PLN tidak pernah punya nomor telepon selain 123,” ungkap Lasiran dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10/2023).

Selain melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan bisa juga menghubungi Contact Center PLN yang terdiri dari telepon ke nomor 123, Facebook PLN 123, X @pln_123, website www.pln.co.id, dan email pln123@pln.co.id.

Lasiran menjelaskan, menghubungi PLN sekarang bisa dimana saja, kapan saja, dan bisa dilakukan oleh pelanggan sendiri tanpa melalui perantara.

“PLN bisa dihubungi 24 jam sehari 7 hari seminggu, bahkan kalau ada gangguan tengah malam pun petugas selalu siap,” terang Lasiran.

Lasiran menghimbau kepada pelanggan untuk langsung menghubungi kanal resmi PLN tanpa perantara. Permohonan layanan kelistrikan atau pengaduan yang melalui kanal resmi PLN akan mendapatkan nomor register. Pembayaran permohonan layanan seperti pasang baru atau tambah daya listrik akan melalui virtual account, tidak ada pembayaran cash di tempat.

“Sekali lagi kami himbau agar pelanggan waspada, jangan sampai tertipu dengan menghubungi nomor yang salah di mesin pencarian online, banyak oknum yang memanfaatkan untuk menipu. Hubungi PLN lewat jalur resmi saja,” kata Lasiran.

Narahubung, Haris Andika, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, 021 3455000

Sekilas Tentang PLN UID Jakarta Raya

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya adalah salah satu unit di bawah PT PLN (Persero) yang menjalankan fungsi pendistribusian listrik sampai ke pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik.

Mengimplementasikan aspirasi tersebut yang dengan tetap mendukung program Pemprov DKI Jakarta, PLN UID Jakarta Raya melengkapi dengan Jakarta Smart Electricity (JSE) 3.0 dengan 6 pilar yaitu Smart Services, Smart Business, Smart Infrastructure, Smart Living, Smart Mobility, dan Smart Sustainibility. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

(Ahmad Hariri /Sutarno)

Nasional

BRMP Kementerian Pertanian dan Jadisa Management Gelar Pelatihan Komunikasi Publik dan Bahasa Inggris ASN

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan Jadisa Management menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Publik dan Bahasa Inggris bagi 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian.

Kegiatan tersebut dilakukan guna mengoptimalkan diseminasi teknologi pertanian sekaligus mendukung kelancaran kerja sama internasional.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 22–24 September 2026, di Aula Sadikin Sumintawikarta, Bogor, Jawa Barat, tersebut tidak hanya memberikan materi komunikasi publik, tetapi juga pelatihan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan public speaking para peserta.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Bekti Subagja, A.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi bagi ASN sangat penting karena tugas utama lembaga adalah menyampaikan hasil perakitan dan modernisasi teknologi pertanian kepada masyarakat.

“Peningkatan kemampuan komunikasi bagi ASN sangat penting karena tugas utama lembaga adalah menyampaikan hasil perakitan dan modernisasi teknologi pertanian kepada masyarakat,” jelasnya kepada awak media di sela-sela acara, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, rekan-rekan dari unit kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia berkecimpung langsung dalam kegiatan teknis organisasi pertanian dan diseminasi. Mereka bersentuhan langsung dengan petani, pemangku kepentingan, penyuluh, hingga pemerintah daerah.

“Oleh karena itu, hasil perakitan dan modernisasi pertanian harus disampaikan dengan cara dan komunikasi yang baik,” tambah Bekti.

Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan diseleksi dari ASN yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan formal S1, S2, hingga S3. Meski memiliki kompetensi akademis yang memadai, tidak semua pegawai memiliki kemampuan komunikasi publik dan berbicara di depan umum (public speaking) yang cukup. Oleh karena itu, pelatihan ini digulirkan berdasarkan usulan dari unit-unit kerja.

Selain komunikasi publik, pelatihan juga mencakup materi bahasa Inggris untuk mendukung interaksi ASN dengan mitra luar negeri. BRMP Kementerian Pertanian saat ini memiliki berbagai program kerja sama internasional, antara lain dengan lembaga dari Asia, Australia, Jepang, serta kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkantor di lingkungan Kementerian Pertanian.

“Melalui peningkatan kemampuan ini, teman-teman diharapkan bisa berkomunikasi lebih baik dengan mereka. Kami juga menerapkan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) sebagai evaluasi, serta mendorong konsep duplikasi agar peserta membagikan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di kantornya,” kata Bekti.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Handi Arief, S.T., M.AP., saat membuka acara menegaskan bahwa penguasaan komunikasi publik merupakan hal esensial dalam mendukung transparansi serta pelayanan institusi.

ASN dituntut tidak hanya mahir dalam tugas teknis, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi kepada publik secara jelas dan terstruktur.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Jadisa Manajemen Indonesia, Fajrina Sholihati, menyatakan bahwa keterlibatan Jadisa Management bukan sekadar mengeksekusi acara, melainkan menjadi mitra dalam pengembangan sumber daya manusia yang memahami tujuan akhir institusi pemerintah.

“Kami memosisikan diri sebagai mitra acara dan pelatihan (event and training partner). Kami memastikan pelatihan ini memberikan nilai tambah serta pengalaman belajar yang interaktif dan relevan agar dampaknya dapat diterapkan langsung oleh para peserta dalam pekerjaan sehari-hari,” tutur Fajrina.

Pelatihan dikemas menggunakan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis pengalaman (fun and experiential learning) dengan melibatkan fasilitator tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Materi yang diberikan meliputi teknik vokal, bahasa tubuh, penyusunan narasi (storytelling), hingga simulasi penanganan pertanyaan kritis menggunakan metode Point, Reason, Example, Point (PREP).

Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada Kamis, 24 September 2026, dengan penyerahan sertifikat dan laporan evaluasi pelatihan.(***)

Continue Reading

Bodetabek

Komisi XIII DPR Desak Kalapas Cibinong Ditindak soal Fasilitas Mirip Apartemen

Published

on

By

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menindak tegas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, menyusul temuan Ombudsman terkait fasilitas mirip apartemen yang diduga digunakan warga binaan.

Andreas meminta temuan tersebut tidak berhenti sebagai persoalan administratif. Menurutnya, Kementerian Imipas harus segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap status bangunan, pengguna fasilitas, sumber pembiayaan, hingga pihak yang memberikan persetujuan.

“Menteri Imipas dan Dirjen Lapas perlu mengambil tindakan tegas terhadap Kalapas dan petugas-petugas yang terlibat,” kata Andreas, Kamis (24/9/2026).

Temuan fasilitas tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman pada Rabu (23/9/2026). Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar dengan fasilitas berbeda dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

Di kawasan dekat rumah dinas Kalapas yang berada di luar blok hunian, ditemukan empat bangunan dengan fasilitas menyerupai apartemen. Ombudsman juga menemukan pemukiman lain di bagian belakang lapas yang disebut menyerupai vila dan dihuni warga binaan.

Bangunan tersebut dilengkapi ruang tamu, kamar, dapur, televisi, pendingin udara (AC), kulkas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga. Bahkan, petugas menemukan minuman keras di dalam salah satu kulkas.

Andreas menegaskan, penggunaan fasilitas tersebut harus diperiksa secara terbuka untuk memastikan ada atau tidaknya perlakuan khusus terhadap warga binaan.

“Karena identitas pengguna dan peruntukan fasilitas tersebut belum dapat dipastikan, kita minta ada penyelidikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia meminta Kemenimipas memastikan dasar penempatan penghuni, sumber pembiayaan pembangunan atau pengadaan fasilitas, daftar pengguna, inventaris, serta pejabat yang memberikan persetujuan.

“Persoalan utamanya bukan semata-mata bentuk sebuah kamar, tetapi apakah fasilitas dan penempatannya sesuai aturan serta diberikan melalui keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Andreas.

Andreas juga meminta penggunaan fasilitas yang dipersoalkan dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan selesai. Seluruh dokumen penempatan, daftar penghuni, inventaris, serta catatan akses keluar-masuk diminta diamankan untuk memastikan pemeriksaan berjalan utuh.

Jika terbukti terdapat perlakuan khusus tanpa dasar hukum, Andreas meminta fasilitas tersebut dihapus dan pola penempatan dikembalikan sesuai ketentuan. Pihak yang memberikan maupun menerima kemudahan juga harus diperiksa.

“Jika pelanggaran terbukti, pemecatan bisa dilakukan,” tegas politikus Fraksi PDI Perjuangan itu.

Andreas juga meminta hasil pemeriksaan diteruskan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pungutan, penyalahgunaan kewenangan, atau tindak pidana lainnya.

“Fasilitas mewah di Lapas atau Rutan bukan kali ini saja terjadi. Dan harus ada tindakan tegas untuk membuat jera pelaku yang masih mau bermain-main dengan aturan demi kepentingan pribadi,” katanya.

Menurut Andreas, pemeriksaan tidak boleh hanya dilakukan di Lapas Cibinong. Kemenimipas perlu melakukan audit berbasis risiko terhadap lapas dan rumah tahanan lain untuk memastikan tidak ada ruang khusus, penempatan tersendiri, atau fasilitas tambahan yang berada di luar pencatatan resmi.

“Pembenahan pemasyarakatan harus menutup kesempatan lahirnya perlakuan istimewa, bukan hanya menertibkan fasilitas setelah ditemukan. Setiap ruang, penghuni, inventaris, dan dasar penempatan harus tercatat serta dapat diperiksa,” pungkasnya.

Andreas menegaskan, kesetaraan perlakuan bagi warga binaan tidak berarti mengabaikan hak dasar mereka. Pemerintah tetap wajib menyediakan hunian yang manusiawi, layanan kesehatan, sanitasi, makanan, keamanan, dan pembinaan yang layak.

“Yang harus dicegah adalah perbedaan pelayanan berdasarkan kemampuan ekonomi, kedekatan, atau pengaruh. Termasuk jual beli fasilitas atau pungli yang masuk dalam tindakan pidana,” ujarnya.

Komisi XIII DPR, kata Andreas, akan meminta Kemenimipas menyampaikan hasil pemeriksaan, tindakan korektif, serta langkah pencegahan atas temuan fasilitas mirip apartemen di Lapas Cibinong.

Continue Reading

Nasional

BRMP Kementan Kerja Sama PT Jadisa Manajemen Gelar Pelatihan Komunikasi Publik dan Bahasa Inggris ASN

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan PT Jadisa Manajemen Indonesia (Jadisa Management) menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Publik bagi 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementan.

Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan diseminasi teknologi pertanian serta memperlancar kerja sama internasional.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari pada 22–24 September 2026 di Aula Sadikin Sumintawikarta, Bogor, Jawa Barat, tersebut tidak hanya memberikan pelatihan komunikasi publik, juga pelatihan bahasa Inggris untuk meningkatkan Publik Speaking.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementrian Pertanian, Bekti Subagja menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi bagi ASN sangat penting karena tugas utama lembaga adalah menyampaikan hasil perakitan dan modernisasi teknologi pertanian kepada masyarakat,” jelasnya kepada awak media disela-sela acara Sabtu (24/9/2026).

Menurutnya rekan-rekan unit kerja dan unit pelaksana teknis (UPT) seluruh Indonesia berkecimpung langsung dengan teknis organisasi pertanian dan diseminasi. Mereka bersentuhan langsung dengan petani, pemangku kepentingan, penyuluh, hingga pemerintah daerah. Oleh karena itu, hasil perakitan dan penelitisasi pertanian harus disampaikan dengan penyampaian yang baik,” tambah Bekti.

Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan disaring dari ASN yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan formal S1, S2, hingga S3. Meski memiliki kompetensi akademis yang memadai, tidak semua pegawai memiliki kemampuan komunikasi publik dan pembicaraan di depan umum (public speaking) yang cukup, sehingga pelatihan ini digulirkan berdasarkan usulan dari unit-unit kerja.

Selain komunikasi publik, pelatihan juga mencakup materi berbahasa Inggris untuk mendukung interaksi ASN dengan mitra luar negeri. BPMP Kementan saat ini memiliki berbagai program kerja sama internasional, antara lain dengan lembaga asal Asia, Australia, Jepang, serta kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkantor di lingkungan Kementan.

“Melalui peningkatan kemampuan ini, teman-teman diharapkan bisa berkomunikasi lebih baik dengan mereka. Kami juga menerapkan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) sebagai evaluasi, serta mendorong konsep duplikasi agar peserta membagikan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di kantornya,” kata Bekti.

Sementara itu, Sekretaris BRMP Kementan, Handi Arief, saat membuka acara menegaskan bahwa penguasaan komunikasi publik merupakan hal esensial dalam mendukung transparansi serta pelayanan institusi. ASN dituntut tidak hanya mahir pada tugas teknis, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi kepada publik secara jelas dan terstruktur.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Jadisa Manajemen Indonesia, Fajrina Sholihati, menyatakan keterlibatannya bukan sekadar mengeksekusi acara, melainkan menjadi mitra pengembang sumber daya manusia yang memahami tujuan akhir institusi pemerintah.

“Kami memposisikan diri sebagai mitra acara dan pelatihan (event and training partner). Kami memastikan pelatihan ini memberikan nilai tambah serta pengalaman belajar yang interaktif dan relevan agar dampaknya dapat diterapkan langsung oleh para peserta dalam pekerjaan sehari-hari,” tutur Fajrina.

Pelatihan dikemas menggunakan pendekatan pembelajaran menyenangkan dan berbasis pengalaman (fun and experiential learning) dengan melibatkan fasilitator tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi yang diberikan meliputi teknik vokal, bahasa tubuh, penyusunan narasi (storytelling), hingga simulasi penanganan pertanyaan kritis menggunakan metode poin, alasan, contoh, poin (PREP). Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada Kamis dengan penyerahan sertifikat dan laporan evaluasi pelatihan.(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending